--- On Fri, 24/9/10, qc_mpc@interaneka.com <qc_mpc@interaneka.com> wrote:
From: qc_mpc@interaneka.com <qc_mpc@interaneka.com>
Subject: [mediaumat] Sejarah Kepemimpinan Umat Islam
Date: Friday, 24 September, 2010, 1:57 PM
-
Mas <Bambang.Radius@DyStar.com>
, postingan ini dah lama .... moga bisa menjawabnya .
85 Tahun Umat Islam Hidup Bak Gelandangan Tanpa Rumah
oleh Ihsan Tandjung
Tidak banyak muslim yang tahu bahwa 85 tahun yang lalu telah terjadi sebuah
peristiwa yang sangat mempengaruhi perjalanan kehidupan umat Islam di seantero
dunia. Persisnya pada tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Agung yang
berada di Turki menyetujui tiga buah Undang-Undang yaitu: (1) menghapuskan
kekhalifahan, (2) menurunkan khalifah dan (3) mengasingkannya bersama-sama
dengan keluarganya.
Turki pada masa itu merupakan pusat pemerintahan Khilafah Islamiyah terakhir.
Kekhalifahan terakhir umat Islam biasa dikenal sebagai Kesultanan Utsmani
Turki alias The Ottoman Empire, demikian penyebutannya dalam kitab-kitab
sejarah Eropa. Kekhalifahan Utsmani Turki merupakan kelanjutan sejarah
panjang sistem pemerintahan Islam di bawah Ridha dan Rahmat Allah yang
berawal jauh ke belakang semenjak Nabi Muhammad pertama kali memimpn Daulah
Islamiyyah (Tatanan/Negara Islam) Pertama di kota Madinah.
Secara garis besar kita dapat membagi periode sejarah kepemimpinan Islam
ke dalam lima periode utama berdasarkan sebuah Hadits Shahih Nabi riwayat
Imam Ahmad.
تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ
ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ
خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ
، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا
، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ
مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ
مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ
اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا
إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ
خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ
، ثُمَّ سَكَتَ
"Periode an-Nubuwwah (kenabian) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa
tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang periode khilafatun
'ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian), selama beberapa
masa hingga Allah ta'aala mengangkatnya, kemudian datang periode mulkan
aadhdhon (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa, selanjutnya
datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak)
dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta'aala, setelah
itu akan terulang kembali periode khilafatun 'ala minhaj an-Nubuwwah..
Kemudian Nabi Muhammad saw diam,"(HR Ahmad 17680).
Periode pertama adalah Kepemimpinan langsung Nabi Muhammad yang disebut
sebagai masa An-Nubuwwah (Kenabian). Periode kedua merupakan Kepemimpinan
para sahabat utama yakni Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khattb, Utsman
bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang dikenal dengan julukan Khulafaur
Rasyidin (Para khalifah yang adil, jujur, benar dan terbimbing oleh Allah
SWT). Di dalam hadits tersebut periode ini dikenal sebagai periode Khilafatun
'ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/ Metode/Cara
Kenabian).
Sesudah itu, kata Nabi, pada periode ketiga umat Islam akan mengalami kepemimpinan
para Mulkan 'Aadhdhon (Para Raja/Penguasa yang Menggigit). Kepemimpinan
para Mulkan 'Aadhdhon (Para Raja/Penguasa yang Menggigit) merupakan periode
dimana umat Islam memiliki para pemimpin yang tetap mengaku dan dijuluki
sebagai para Khalifah. Mereka masih menyebut pemerintahannya sebagai Khilafah
Islamiyyah (Kekhalifahan Islam), namun pola suksesi seorang khalifah kepada
khalifah berikutnya menggunakan cara pewarisan tahta laksana sistem kerajaan
turun-temurun. Periode ini bisa dikatakan merupakan periode paling lama
dalam sejarah Islam, ia berlangsung sekitar tigabelas abad, semenjak Daulat
Bani Umayyah, lalu Daulat Bani Abbasiyyah dan berakhir dengan Kesultanan
Utsmani Turki. Itulah sebabnya mereka dijuluki oleh Nabi sebagai para Mulkan
atau Raja-raja.
█Expansion under the Prophet Mohammad, 612-632
█ Expansion during the Rightly Guided Caliphate, 635-680
█ Expansion during the Umayyad Caliphate, 661-750
Map depicting the Ottoman Empire at its greatest extent, in 1683.
Kemudian disebut sebagai Mulkan 'Aadhdhon (Para Raja/Penguasa yang Menggigit)
karena betapapun keadaannya para raja tersebut masih "menggigit" Al-Qur'an
dan As-Sunnah, dua sumber utama nilai-nilai dan hukum-hukum Islam, kendati
tidak sebaik para Khulafaur Rasyidin yang "menggenggam" Al-Qur'an dan
As-Sunnah. Coba bandingkan antara orang yang mendaki bukit dengan tali,
tentu yang lebih aman dan pasti ialah orang yang "menggenggam" talinya
sampai ke atas daripada orang yang "menggigit"-nya.
Itulah sebabnya kita jumpai dalam sejarah bahwa pada periode ketiga (Para
Raja/Penguasa yang Menggigit) Dunia Islam tampak mengalami degradasi dibandingkan
pada periode kedua (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/ Metode/Cara
Kenabian). Namun demikian, sebagai sebuah sistem, maka periode ketiga masih
menyaksikan berlakunya sistem Islam dalam hal pemerintahan. Masalahnya
tinggal apakah person yang memimpin merupakan sosok yang adil ataukah zalim.
Ada kalanya adil seperti Umar bin Abdul Aziz. Dan kalaupun Allah taqdirkan
yang memimpin adalah sosok yang zalim, maka kita temukan berbagai pandangan
ulama di masa itu yang melarang rakyat melakukan pemberontakan terhadap
pemerintah. Mengapa? Sebab sebagai sebuah sistem ia masih menjunjung tinggi
Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Sejak tanggal 3 Maret 1924 umat Islam menjalani kehidupan bermasyarakat
dan bernegara tanpa kehadiran sistem pemerintahan Islam Al-Khilafah Al-Islamiyyah.
Seorang Yahudi Dunamah, Penggila Budaya Barat, Pengagum Sekularisme dan
juga seorang pemabuk-pedansa bernama Mustafa Kemal memproklamir pembubaran
sistem pemerintahan Islam tersebut. Suatu pemerintahan yang sesungguhnya
merupakan warisan ideologis-sosial- politik-budaya umat yang bermula sejak
kepemimpinan Nabi Muhammad di kota Madinah 15 abad yang lalu. Dan mulailah
sejak saat itu umat Islam menjadi laksana anak-anak ayam kehilangan induk,
anak-anak yatim tanpa ayah serta gelandangan tanpa rumah pelindung dari
panasnya terik matahari dan dinginnnya hujan.
Sudah 85 tahun sejak peristiwa tragis tersebut berlangsung. Sedemikian
jauhnya pemahaman dan pengalaman umat Islam mengenai realitas kehidupan
di bawah naungan tatanan khilafah Islam sehingga banyak muslim yang menyangka
bahwa sistem kehidupan dengan konsep nation-state dewasa ini merupakan
sebuah sistem yang cukup memuaskan dan sudah final. Padahal kehidupan dengan
sistem nation-state bagi umat Islam merupakan sebuah kehidupan darurat
laksana para gelandangan yang terpaksa membangun bedeng sebagai rumah sementara
karena raibnya rumah mereka yang semestinya. Mungkin karena sudah terlalu
lama "menikmati" hidup di bedeng-bedeng akhirnya mereka mulai menyesuaikan
diri dan terbius untuk meyakini bahwa memang sudah semestinya mereka nrimo
hidup tanpa pernah lagi punya rumah semestinya. Awalnya hanya terpaksa
menjadi gelandangan, lama kelamaan secara sukarela meyakini dan menumbuhkan
mentalitas gelandangan di dalam jiwa…!
Lalu bagaimana gerangan nasib umat Islam selanjutnya? Berdasarkan hadits
Nabi riwayat Imam Ahmad tersebut ternyata Nabi menggambarkan bahwa periode
keempat umat Islam bakal hidup "tanpa khilafah". Periode tersebut Nabi
sebut sebagai periode Mulkan Jabbariyyan (Para Raja/Penguasa yang Memaksakan
Kehendak). Saudaraku, periode itulah yang sedang kita lalui dewasa ini.
Suatu periode dimana umat Islam tidak saja kehilangan person khalifah yang
layak memimpin dan melindungi mereka, namun lebih jauh daripada itu mereka
bahkan tidak lagi dinaungi oleh sistem pemerintahan Islam bernama Khilafah
Islamiyyah. Inilah periode kepemimpinan Mulkan Jabbariyyan alias para penguasa
yang memaksakan kehendak yang berarti mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya.
Inilah periode dimana umat Islam Babak Belur..!! Inilah periode paling
kelam dalam sejarah Islam. We are living in the darkest ages of the Islamic
history…!!
Kondisi di periode keempat ini menggambarkan dekadensi yang Nabi sebutkan
dalam haditsnya sebagai berikut:
لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً
عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ
تَشَبَّثَ النَّاسُ
بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا
الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ
"Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul
terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling
awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah shalat," (HR Ahmad
45/134).
Praktis dewasa ini segenap simpul dari ikatan Islam telah terurai seluruhnya.
Sejak dari simpul hukum yang tercermin dengan runtuhnya tatanan Khilafah
hingga banyaknya muslim yang dengan seenaknya meninggalkan kewajiban sholat
tanpa rasa bersalah… Dewasa ini umat Islam merasakan suatu kehidupan jahiliyyah
modern mirip dengan keadaan Nabi dan para sahabat pada periode pertama
bagian awal yakni ketika mereka berjuang melawan kejahiliyyahan di kota
Mekkah dan segenap jazirah Arab sebelum berhijrah ke Madinah.
Saudaraku, betapapun pahitnya periode keempat ini, tidak selayaknya kita
berputus asa apalagi sampai menerima sepenuhnya sistem yang diberlakukan
fihak musuh Islam di fase ini. Tidak selayaknya kita kehilangan harapan
bahwa sesungguhnya rumah sejati kita dapat dibangun kembali. Kita hendaknya
menyadari bahwa urusan kepemimpinan merupakan giliran yang Allah taqdirkan
akan senantiasa berubah-ubah di dalam kehidupan dunia fana ini. Adakalanya
giliran kepemimpinan diberikan kepada umat Islam adakalanya diberikan kepada
kaum kuffar. Yang penting al-wala (loyalitas) kita terhadap al-haq di satu
sisi dan al-bara (penentangan) kita terhadap al-batil di lain sisi harus
tetap kita pelihara terus.
Sebab berdasarkan hadits periodisasi di atas kita temukan harapan dimana
Nabi menyatakan bahwa periode keempat ini bukanlah periode terakhir sejarah
umat Islam. Masih ada satu periode lagi yang kita akan jelang, yaitu periode
kelima berjayanya kembali umat ini dengan tegaknya kembali Khilafatun 'ala
Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/ Metode/Cara
Kenabian). Umat Islam akan menyaksikan munculnya kembali para pemimpin
sekaliber Khulafaur Rasyidin di akhir zaman. Umat Islam akan memiliki kembali
rumah syar'i mereka Al-Khilafah Al-Islamiyyah, insyaAllah.
Yang paling penting dewasa ini umat Islam harus memelihara kesabaran, istiqomah
dan optimisme mereka akan masa depan. Dan yang lebih penting lagi ialah
hendaknya mereka berjuang sebagaimana berjuangnya Nabi dan para sahabat
di Mekkah sebelum adanya Daulah Islamiyah Madinah. Mereka berjuang dengan
fokus utama pada kegiatan da'wah mengajak manusia sebanyaknya kepada way
of life Diin Al-Islam, tarbiyyah mengkader para muslim untuk meningkat
menjadi mukmin, muttaqin bahkan mujahidin. Mereka tidak sedikitpun berkompromi
dengan nilai-nilai dan sistem jahiliyyah yang mendominasi saat itu. Mereka
sibuk hanya menjalankan program berdasarkan arahan dan bimbingan wahyu
Allah dan supervisi Nabi Muhammad.
Saudaraku, marilah kita pastikan diri ikut dalam program menjemput datangnya
periode kelima berdasarkan jalan yang dicontohkan Nabi dan para sahabatnya.
Jangan hendaknya kita malah terlibat dalam program-program tawaran manusia
yang sedang memimpin di babak keempat ini sambil menyangka dan meyakini
bahwa itulah jalan untuk bisa mendatangkan kejayaan Islam. Tegaknya Khilafah
tidak mungkin mengandalkan negosiasi-negosiasi di meja perundingan dengan
kaum kuffar yang sedang mendominasi dunia dewasa ini. Atau mengharapkan
jalannya laksana melewati taman-taman bunga indah, apalagi sekedar mengandalkan
"permainan kotak suara". Saudaraku, kembaliinya kejayaan Islam tentulah
menuntut pengorbanan yang sangat boleh jadi mengakibatkan tetesan airmata
bahkan darah karena harus menempuh jalan yang telah ditempuh Nabi dan para
sahabatnya yaitu ad-Da'wah al-Islamiyyah, At-tarbiyyah Al-Harakiyyah dan
Al-Jihadu fii Sabilillah.
Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan hamba-hambaMu yang terdaftar
ke dalam pasukan jihad Imam Mahdi. Ya Allah, berilah kami salah satu dari
dua kebaikan 'isy kariiman (hidup mulia di bawah naungan SyariatMu) atau
mut syahiidan (mati syahid). Amin.-
Sumber: http://www.eramusli
m.com, diposting kembali di: www.hizbut-tahrir.
or.id
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment