Advertising

Wednesday, 2 February 2011

Re: [wanita-muslimah] Kagum pada Ajaran Islam Soal Moral, Profesor Yahudi Bersyahadat

Betul-betul-betul pak Firman

:D
On Feb 1, 2011, at 8:53 AM, fwiwaha@yahoo.com wrote:

> Mau kayak Amerika yg jelas bukan nggenjot kuantitas manusianya, yg PALING PENTING naekin kualitas, kualitasnya luar dalam, kalo sdh begitu nanti maju dg sendirinya, saling menebarkan rahmat, dunia jd damai krn egonya tiarap. Amerika kualitas luarnya maju, dalemannya arogan. Makanya Islam ke sesama saudaranya jgn arogan, nanti gak beda sm amerikia. Iya to pak Don, gitu kan maksutnya..
>
> Wasalam
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: Donnie <donnie.damana@gmail.com>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Tue, 01 Feb 2011 08:37:19
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Kagum pada Ajaran Islam Soal Moral, Profesor Yahudi Bersyahadat
>
> Betul mas Yudi. Orang non Islam tertarik masuk Islam karena ajaran moralnya bukan karena idea politik kekhalifahannya. Yang terakhir itu gak beda dengan ide amerika buat menguasai dunia. Yang orang Islam sendiri tidak suka dengan ide Amerika. Kenapa justru pengin melakukan hal yang tidak disukainya sendiri?
> --
> Sent from my Android phone with K-9 Mail. Please excuse my brevity.
>
> Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com> wrote:
>
>
>
>
> Kagum pada Ajaran Islam Soal Moral, Profesor Yahudi Bersyahadat
>
> Sebut saja namanya Khadija, nama yang digunakannya setelah masuk Islam. Ia
> seorang profesor keturunan Yahudi yang menemukan cahaya Islam setelah
> menyaksikan kematian seorang sutradara bernama Tony Richardson akibat
> penyakit AIDS. Khadija mengagumi Richardson sebagai sutradara panggung drama
> yang profesional, brilian dan diakui kalangan seniman internasional.
>
> Kehidupan Richardson sebagai homoseks menularkannya penyakit AIDS yang
> mematikan. Dari situlah Khadija mulai memikirkan gaya hidup masyarakat Barat
> dan masyarakat Amerika terutama dalam masalah moralitas. Khadija pun mulai
> melirik ajaran Islam.
>
> Khadija memulainya dengan mempelajari sejarah Islam. Sebagai seorang Yahudi,
> ia masih mengingat sejarah nenek moyangnya, Yahudi Spanyol yang hidup di
> tengah masyarakat Muslim dan terusir pada masa inkuisisi pada tahun 1942.
> Khadija mempelajari bagaimana kekhalifahan Turki Ustmani memperlakukan para
> pengungsi Yahudi dengan cara yang manusiawi pada masa pengusiran orang-orang
> Yahudi dari daratan Eropa.
>
> "Allah membimbing saya dalam belajar dan saya belajar Islam dari banyak
> tokoh seperti Imam Siddiqi dari South Bay Islamic Association, Hussein
> Rahima dan kakak angkat saya, Maria Abidin, seorang muslim orang Amerika
> asli dan bekerja sebagai penulis di majalah SBIA, IQRA," kisah Khadija
> mengawali ceritanya sebelum menjadi seorang muslim.
>
> Saat melakukan riset tentang Islam, Khadija mewawancarai seorang pemilik
> toko daging halal di sebuah distrik di San Francisco. Di toko itu ia bertemu
> dengan seorang pembeli, perempuan berjilbab yang kemudian sangat
> mempengaruhinya dalam memahami ajaran Islam. Khadija terkesan dengan
> perilaku perempuan itu yang lembut dan ramah, apalagi perempuan berjilbab
> itu ternyata menguasai empat bahasa asing.
>
> "Kecerdasannya, membuat saya merasa terbebas dari sikap arogan dan
> memberikan kesan mendalam di masa-masa awal saya mempelajari bagaimana Islam
> bisa mempengaruhi perilaku manusia," ujar Khadija.
>
> "Riset yang saya lakukan membuat saya tahu lebih banyak tentang Islam dari
> sekedar sekumpulan fakta, bahwa Islam adalah agama yang hidup. Saya belajar
> bagaimana kaum Muslimin memperlakukan diri mereka sendiri dengan penuh
> martabat dan kebaikan sehingga bisa mengangkat mereka dari kekerasan dan
> perbudakan di Amerika ..."
>
> "Saya belajar bahwa lelaki dan perempuan Muslim bisa saling mendukung
> keberadaan masing-masing, tanpa harus merusak keduanya secara verbal maupun
> fisik. Saya juga belajar bahwa busana yang pantas menunjukkan semangat
> spiritualitas dan mengangkat derajat mereka sebagai manusia," papar Khadija.
>
> Kondisi itu sangat berbeda dengan apa yang dialami Khadija selama ini,
> sebagai perempuan yang hidup di tengah budaya masyarakat Amerika. Seperti
> perempuan Amerika pada umumnya, ia ibarat hidup di tengah perbudakan
> seksual. Sejak usia dini, Khadija belajar bahwa masyarakat AS pada umumnya
> menilai manusia semata-mata dari penampilan luarnya saja sehingga banyak
> remaja, baik perempuan maupun laki-laki yang putus asa karena merasa tidak
> diterima oleh teman sebayanya.
>
> Setelah mengetahui lebih banyak tentang Islam dan bergaul dengan beberapa
> muslim Amerika, Khadija makin mencintai dan menghormati Islam. "Saya
> mendukung dan mengagumi Islam karena Islam memberikan hak yang sama dalam
> masalah pendidikan untuk laki-laki dan perempuan, menghormati hak laki-laki
> dan perempuan dalam masyarakat dan ajaran tentang cara berbusana yang pantas
> serta aturan Islam tentang perkawinan," tukas Khadija.
>
> "Islam mengajarkan untuk menghargadi diri kita sendiri sebagai makhluk
> ciptaanNya yang dianugerahi kemampuan untuk bertanggung jawab dalam hubungan
> kita dengan orang lain. Lewat salat dan zakat, serta komitmen keimanan dan
> pendidikan, jika kita mengikuti jalan Islam, kita memiliki kesempatan untuk
> mendidik anak-anak yang akan terbebas dari ancaman kekerasan dan
> eksploitasi," sambungnya.
>
> Dalam perjalanannya memeluk Islam, Khadija aktif di organisasi AMILA
> (American Muslims Intent on Learning and Activism) dan ikut mengelola situs
> organisasi itu. Khadija dengan jujur mengakui bahwa komunitas Muslim adalah
> komunitas yang mengagumkan. "Islam memberi petunjuk pada kita agar terhindar
> dari api neraka," kata Khadija.
>
> Khadija pun bertekad bulat untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan
> menjadi seorang muslim. "Sang Pencipta dikenal dengan banyak nama.
> Rahmat-Nya kita rasakan dan kehadiran-Nya dimanifestasikan dengan cinta,
> toleransi dan kasih sayang yang hadir di tengah kehidupan masyarakat,"
> tandas Khadija. (ln/oi)
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 comments:

Post a Comment