Menurut saya (bukan menurut Allah swt ataupun menurut Islam sebagaimana yang diklaim oleh para Kyai) untuk menjadi seorang penganut agama (apapun) tidak ada kewajiban untuk mengadopsi tradisi atau kebudayaan dari warga di mana agama tersebut pertama kali 'diturunkan'
Seorang penganut agama Hindu dan Buddha tidak harus berbahasa dan berperilaku seperti orang India. Penganut agama Kristen tidak harus berbahasa dan berperilaku seperti orang Yahudi atau meniru-niru Yesus (yang gondrong, berjubah, nyeker, dsb). Demikian pula, penganut agama Islam tidak harus berperilaku dan berbahasa Arab atau meniru-niru Nabi Muhammad SAW (yang tidak kita ketahui seperti apa). dst, dsb. Satu hal yang paling penting adalah di saat kita menentukan keyakinan kita, tidak boleh sekalipun kita mempunyai niat buruk dan mengatur-atur terhadap pemeluk keyakinan agama lain. Koeksistensi adalah kuncinya.
Hanya mereka yang berpikiran jahat saja yang suka mengatur-atur dan mengganggu keyakinan orang lain dengan atau tanpa membawa-bawa nama Allah swt.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment