ini yang menurut saya sulit dengan model "perjodohan" ala murobbi/murobbiyah
di mana jodoh ditentukan oleh murobbi/gurunya
sehingga definisi "sekufu" ditentukan oleh sang murobbi
kalau murobbinya bilang, ini cocok dan sekufu maka "jadilah"
padahal belum tentu
lalu bagaimana caranya mengetahui kalau pemikirannya sekufu kalau
tidak ada saling interaksi?
katanya gak boleh berinteraksi ini itulah
padahal dari interaksi ini jadi tahu bagaimana jalan pikiran
masing-masing, tidak seperti membeli kucing dalam karung baik dari
pihak laki-laki maupun perempuan
interaksi di sini tidak harus diartikan pacaran lho :)
salam,
--
wikan
2010/3/3 Lina <linadahlan@yahoo.
>
>
>
> Iye, Pan. Sekufu kudu dalam segala hal. Yg asyik kalo pikirannya sekufu...he.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment