Jitu Pak Dokter!!!
From: kmjp47@indosat.net.id
Sent: Sunday, September 26, 2010 5:14 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Joe Vialls - micro nuke = agen mossad Ari Ben Menashe
Ikut nimbrung:
1. Ulasan JV mengenai bom bali lebih merugikan Indonesia
daripada AS. Menambah kebencian orang Indonesia terhadap AS
dan membuat orang Islam Indonesia makin memusuhi AS tetapi
dengan cara meruska milik AS di Indonesia yang pada
ujungnya merusak ekonomi Indonesia.
2. Membodohi orang Indonesia dengan teori yang "masuk
akal" tetapi lebih bersifat "hoax".
3. Bahwa JV kelahiran Iran tidak menjamin bahwa ia tidak
loyal ke Israel. Ingat Cohen, Yahudi kelahiran Syria yang
kemudian menjadi kepala dinas intelijen Syria ternyata juga
agen Mossad dan membocorkan rahasia Syria dalam menghadapi
perang dengan Israel. Ketika kemudian terbongkar, ia bunuh
diri tetapi Syria sudah terlanjur kalah dalam perang karena
semua rahasianya sudah diketahui Israel.
4. Ingat Van der Plas di jaman kolonial yang seorang
Yahudi pandai berbahasa Arab, pandai membaca Qur'an tetapi
juga pandai menyebarkan perpecahan di antara sesama Islam
di Indonesia, sambil sekaligus membodohi orang Islam
Indonesia.
KM
----Original Message----
From: mnur.abdurrahman@yahoo.co.id
Date: 26/09/2010 5:30
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: Re: [wanita-muslimah] Joe Vialls - micro nuke = agen
mossad Ari Ben Menashe
Arcon wrote:
Joe Vialls yg selama ini dipercaya oleh abah HMNA dan tim
pembela muslim adalah eks agen mossad. nama iaslinya
adalah ari ben menashe.
Arcon mengutip:
Ben-Manashe was an Iranian Jew, born in 1944.
##########################################################
HMNA:
Ulasan Joe Vialls mengenai Bom Bali I itukan merugikan
Amerika dan zionis Israel dan ulasan itu dikemukakan oleh
Joe Vialls yang telah eks agen mossad. Lagi pula Ari ben
Menashe kelahiran Iran (Iranian Jew), yang pada umumnya
Iranian Jew loyal pada Iran, umumnya mereka tidak bersedia
pindah bermukim di Israel. Asal tahu saja, sesunguhnya
Menashe itu bukan Yahudi. Orang Kashmir itu turunan
Yusafzai artinya Bani Yusuf yaitu suku Menashe, bukan
Yahudi yang turunan suku Jehuda. Silakan baca Seri 941 di
bawah, yang juga saya posting paralel dengan postinyan
replay ini:
Salam
HMNA
**************************************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
941 Sepuluh Suku Israil yang Hilang
Pastur Bob dari Tennesse AS yang minggu lalu bakar Quran
mati terpanggang dalam kecelakaan mobil yang fatal.
sumber => www.firetrainingsite.com/article-pastor-bob-old-
died-in-a-car-crash-sky-news.html
***
Ini sebuah hasil kajian saya dalam bulan Ramadhan. Perlu
diperjelas bahwa Sepuluh Suku Israil yang Hilang (the Ten
Lost Sheep of the House Israel) tidak identik dengan Yahudi
Diaspora dari dua suku Bani Israil di Judea yang ditemui
Jesus hingga Yudas disalib.
Dalam Al-Quran:
-- FADzA JAa W'AD AWLAHMA B'ATsNA 'ALYKM 'ABADA LNA AWLY
BAS SyDYD FJASWA KhLL ALDYAR (S. BNY ASRAaYL, 17:5),
dibaca: Faidzaa jaa.a wa'du uulaahumaa b'atsnaa 'ibaadal
lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaalad diyaari (s.
banii israaiil), artinya:
-- Maka apabila datang saat hukuman bagi (kedurhakaan)
pertama dari kedua (kedurhakaan) itu, Kami datangkan
kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang
besar, lalu mereka merajalela di segala ceruk rantau.
Dalam Bible:
[Yehezkiel 23:3-4] Mereka bersundal di Mesir, mereka
bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah
dan dada keperawanannya dipegang-pegang. Nama yang tertua
ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mengenai nama-
nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah
Yerusalem.
[Yehezkiel 23:28] Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH:
Lihat, Aku akan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang
yang kaubenci.
Setelah Nabi Sulaiman AS wafat, kerajaannya pecah dua
yaitu Kerajaan Utara dan Selatan dengan ibu kota masing-
masing Samaria dan Jeruzalem. Dalam ayat di atas Samaria
dan dan Jeruzalem dipersonifikasi sebagai dua orang
bersaudara Ohola dan Oholiba.
***
Anak-anak Yakub berjumlah 12 orang, yang memiliki status
yang sama meskipun sebahagian anak-anak dari isterinya dan
sebagian anak-anak dari gundiknya. Ke-12 orang itu masing-
masing menurunkan 12 suku Israel.
[Kejadian 48:3,5] Berkatalah Yakub kepada Yusuf: "Maka
sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir,
sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya
mereka; akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama
seperti Ruben dan Simeon.
Keduabelas suku Israel yaitu: 1.Ruben, 2.Simeon, 3.
Isakhar, 4.Yehuda, 5.Zebulon, 6.Benyamin, 7.Dan, 8.Naftali,
9.Gad, 10.Asyer, 11.Efraim, 12.Manasye. (Perjanjian Lama
menulis "dua belas" orang dari bangsa Israel, berhubung
suku Yusuf tidak ada lagi, karena diganti oleh suku Manasye
dan Efraim, dan suku Lewi tidak termasuk di dalamnya karena
mereka bertugas di kemah suci).
Pada tahun 721 SM Samaria jatuh ketangan bangsa Assyria.
Penduduknya dibawa pergi dan "lost", yaitu terdiri dari 10
suku: 1.Ruben, 2.Simeon, 3.Isakhar, 4.Zebulon, 5.Dan, 6.
Naftali, 7.Gad, 8.Asyer, 8.Efraim, 10.Manasye
Tahun 587 SM Jerusalem jatuh ketangan Babilonia,
berlangsunglah masa pembuangan suku Jehuda dan Benyamin di
Babel (Babilonische Ballingschap). Kerajaan Parsi (538-332)
SM merebut hegemoni Babel. Suku Jehuda dan Benyamin
dikembalikan ke Judea. Kedua suku ini mengalami repatriasi
sehingga tidak "lost".
Jatuhnya kerajaan Utara dan Selatan tsb., itulah yang
dimaksud dalam Al-Quran (S. Banii Israaiil, 17:5) dan dalam
Bible [Yehezkiel 23:28] seperti yang dikutip di atas itu.
***
-- WADzQAL 'AYSY ABN MRYM YBNY ASRAaYL ANY RSWL ALLH ALYKM
(S. ALShF, 61:6), dibaca: waidz qaala 'iisa bnu maryama yaa
banii israaiila innii rasuuluLlaahi ilaikum, artinya:
-- Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai
Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada
kamu sekalian."
[KJVR-Mat 15:24] But he (Jesus) answered and said, I am
not sent but unto the lost sheep of the house of Israel.
-- WQWLHM ANA QTLNA ALMSHh 'ASY ABN MRYM RSWL ALLH WMA
QTLWH WMA SHLBWH WLKN SYBH LHM (S. ALNSAa, 157), dibaca:
Wa qawlihim inna- qatalnal masi-ha 'i-sabna maryama wa ma-
qatalu-hu wa ma- shalabu-hu wala-kin syubbiha lahum,
artinya:
-- Dan dikatakan oleh mereka sesungguhnya kami telah
membunuh al Masih 'Isa anak Maryam rasul Allah, mereka
tidak membunuhnya, tidak menyalibnya, melainkan disamarkan
bagi mereka.
Menurut Hymn of the Dead Sea Scrolls (DSS), the authorship
of the Teacher of Righteousness (Guru Kebenaran yang tak
lain dari Jesus): "Wahai Tuhanku, aku bersyukur kepada
Engkau karena kasih Engkau selalu tertuju kepadaku. Engkau
selamatkan jiwa si miskin ini dari bahaya maut. Mereka
menghendaki supaya kumati terkutuk, untuk memenuhi
permintaan orang-orang yang suka kepada kejahatan" (DSS:
Hymn 4). Penjelasan: yang dimaksud dengan mati terkutuk
adalah mati disalib. DSS 2000 tahun tidak pernah dijamah
oleh manusia, jauh lebih tua dari Injil: Matius, Markus,
Lukas dan Yohannes.
Adalah kenyataan sejarah, Jesus hanya menjumpai dua suku
Israel di Judea yaitu Jehuda(*) dan Benyamin. Kalau Jesus
yang disalib, bukan Yudas, artinya Jesus gagal dong dalam
misinya, tidak sempat pergi mencari the Ten Lost Tribe of
Israel. Ummat Islam yang menghormati Nabi Isa AS
berkeyakinan Jesus tidak mungkin gagal dalam misinya, tidak
mungkin hanya berjumpa dua suku saja, melainkan kepada
seluruh Bani Israil.
Sebuah monumen tua di kota Srinagar yang dibangun pada
zaman Gopadatta (79-109 M) tertulis (terjemahan): "Year
fifty and four. He is Jesus, Prophet of the Children of
Israel."["Tahun limapuluh dan empat. Ia adalah Yesus, Nabi
dari Anak-anak Israil"]
Prof. Fida Hassnain, pakar arkeologi dan sejarah Kashmir
memberi catatan khusus bahwa tahun ke 54 yang dimaksud
dalam monumen itu adalah tahun 3154 Era Laukika atau 78 M,
yaitu tahun kedatangan Yesus di Kashmir. Di Srinagar
Kashmir ada kuburan dari seorang bernama Yus Asaf yang
disangka kuburannya Yesus oleh Ahmadiyah, padahal
sebenarnya tidak demikian. Di Kashmir dikenal sebutan
Yusafzai artinya Bani Yusuf. Yus Asaf hanya gelar saja, dia
seorang dari Bani Yusuf (Suku Manasye). Sahibzada Basharat
Saleem (SBS) yang tinggal di Srinagar memiliki satu daftar
silsilah keturunan yang menelusur keturunan SBS langsung
dari Yesus. WaLlahu a'lamu bisshawab.
*** Makassar, 26 September 2010
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/
Tambahan
(bahan untuk Seri 942 yad)
Suku Jehuda dan Benyamin kembali ke Judea pada
pemerintahan Cyrus. Di sana, dengan dibangunnya kembali
Bait Suci Yerusalem sebagai pusatnya, kelompok ini menata
kembali dirinya menjadi sebuah komunitas, yang diwarnai
oleh semangat keagamaan yang kuat dan ikatan yang erat
dengan Taurat, yang sejak itu menjadi pusat identitasnya.
Tak lama kemudian kelompok kecil ini semakin bertambah
besar dengan datangnya kelompok-kelompok tambahan dari
berbagai tempat, lalu bangkitlah suatu kesadaran akan
dirinya sendiri, dan mereka mulai berjuang untuk membentuk
ikatan politik.
Di bawah para pangeran Hasmonea yang mula-mula adalah imam
agung dan kemudian raja, Kerajaan Jehuda berjaya dan
merebut sejumlah wilayah. Situasi inilah yang dijelaskan
dalam Al-Quran:
-- TsM RDDNA LKM ALKRt WAMDDNKM BAMWAL WBNYN WJ'ALNKM
AKTsR NFYRA (S. BNY ASRAaYL, 17:6), dibaca: tsumma
radadnaa lkumul karrata 'alaihim wa amdadnaakum biamwaalin
wabaniina waja'alnaakum aktsara nafiiran, artinya:
-- Kemudian (setelah kamu bertaubat), Kami kembalikan
kepada kamu kekuasaan mengalahkan mereka dan Kami beri
kepada kamu dengan banyaknya harta kekayaan dan anak pinak,
serta Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
Maka sejak itu kelompok yang memegang kendali tsb
disebutlah kaum Jehuda atau Yahudi.
***
On 1 April 2007, Michael Freund reported in the Jerusalem
Post that a century ago, when British missionaries first
arrived in India's North-East, they were astonished to find
that the local tribesmen worshipped one god, were familiar
with many of the stories of the Bible,
In North East India, in the land mass that lies between
Myanmar (formerly Burma) and Bangladesh, there lives a
small group of people who call themselves Bnei Menashe,
descendants of the Tribe of Menashe, one of the ten lost
tribes. Also known as the Shinlung, the Bnei Menashe relate
their history of exile from the Northern Kingdom of Israel
in 721 B.C. across the silk route finally ending up in
India and Myanmar. The word Menashe appears often in their
poetry and prayer. It is the name of their ancestor and
they call themselves children of Menashe (Beni Menashe).
When they pray, they say, "Oh, God of Menashe," which is
one of the Ten Lost Tribe of Israel.
Some of them from Afghanistan their migration continued
eastward until they reached the area of the Tibetan-Chinese
border. From there they continued into China following the
Wei River until they reach the central China. They settled
there at about 231 BCE.
But the Chinese were cruel to them and enslaved them. Some
of them escaped and lived in caves in the mountainous areas
called Shinlung, which became another name for the tribe of
Menashe. They are also called the cave people or the
mountain people.
Menashe people lived in caves in poverty for about two
generations. But they started to assimilate and have
Chinese influences. Later they were banished from their
cave area and went west through Thailand and eventually
reached the area in Myanmar.
There they wandered along the river until they reached
Mandaley. From there they reached the Chin Mountains. In
the 18th century a part of them migrated to Manipur and
Mizoram which are in northeastern India. Generally, they
maintained the tradition about their wandering and they
realized that they were not Chinese even though they spoke
the local language.
They call them themselves Lusi which means the Ten Tribe
("Lu" means tribes, and "si" means ten).
The following poem accompanied them throughout their
migrations. It is a traditional song about the crossing of
the Red Sea which was written by their ancestors. This is
the English translation:
We must keep the Passover feast
Because we crossed the Red Sea by dry land
At night we crossed with a fire
And By day with a cloud
Enemies pursued us with chariots
And the sea swallowed them up
And used them as food for the fish
And when we were thirsty
We received water from the rock
This content is similar to the experience of Israelites
written in Exodus. The people of Menashe call their God
Y'wa, which is similar to God's Biblical name, Yahweh.
***
Sampai sekarang baru hanya suku Menashe saya yang baru
terungkap dari 10 suku yang lost, sehingga satu - satu.
Satu suku di Kerajaan Utara yaitu suku Menashe dan satu
suku di Kerajaan Selatan, yaitu Jehuda atau Yahudi
----- Original Message -----
From: <aldiy@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, September 25, 2010 14:46
Subject: Re: [wanita-muslimah] Joe Vialls - micro nuke =
agen mossad Ari Ben Menashe
Aku bisa bayangin komentar istiaji menulis dg huruf2
besar: HMNA DAN TPM AGEN ZIONIS!
Salam
Mia
-----Original Message-----
From: Ari <masarcon@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 25 Sep 2010 05:39:56
To: Milis wm<wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Joe Vialls - micro nuke = agen
mossad Ari Ben Menashe
Joe Vialls yg selama ini dipercaya oleh abah HMNA dan tim
pembela muslim
adalah eks agen mossad. nama iaslinya adalah ari ben
menashe. silakan
check ke :
http://72.52.208.92/~gbpprorg/judicial-
inc/Viialls_Ben_Menashe.htm
http://codshit.blogspot.com/2005/09/was-joe-vialls-really-
ari-ben-menashe.html
Was Joe Vialls Really Ari
Ben-Menashe?<http://codshit.blogspot.com/2005/09/was-joe-
vialls-really-ari-ben-menashe.html>
*Nothing would suprise me! Especially not about the late
and very
mysterious Mr Vialls. This article makes a lot of sense
and asks some
important questions.*
Vialls was an investigative reporter that specialized in
Israeli 'Black
Ops'. If there was an major incident, and other sources
started questioning
Israeli involvement, Vialls soon appeared as 'Johnny on
the spot', ready to
lend his expertise.
When he barged in on the Port Arthur Massacre
investigation, others that
were investigating became suspicious, and referred to him
as a
disinformation agent. They claim that Vialls just seemed
to fog up any
creditable theories, and made everyone look like
conspiracy nuts.
Ben-Manashe was an Iranian Jew, born in 1944, who was
educated in Israel,
was a former Israeli government employee, and worked for
the Israeli
intelligence services. Mr. Ben-Menashe has made a career
out of advancing
conspiracy theories, and claims to have been a 'super-
spy', privy to a
multitude of secrets.
He first appeared, in Sydney, Australia in 1992. In
approximately 2002, Ari
moved to Canada, and he is now Chairman of Dickens and
Madson.
He first came to notice in Australia more than ten years
ago, with claims
that arms shipped by the US to Iran as part of the Iran-
Contra affair were
shipped via Western Australia. The letter then catalogued
various findings
of Mr Ben-Menashe's untruthfulness by numerous journalists
and official
enquiries he has dealt with, including a US Joint
Congressional Task Force.
Morgan Tsvangirai, the leader of the Movement for
Democratic Change (MDC),
denied he planned to assassinate Robert Mugabe, the
Zimbabwean President.
Tsvangirai told a Harare High Court that he never had any
discussions about
a coup with Ari Ben-Menashe, a political consultant.
Joe Vialls has published a number of books and web sites.
Vialls' published
books include: - Deadly Deception at Port Arthur, The
Murder of Policewoman
Yvonne Fletcher and Lockerbie and the Bombing of Pan Am
103. According to
his Australian website, which ran from 1992 till 2005, he
is a private
investigator.
Vialls would blather on and on about the 'Iraqi
resistance', remnants of the
dreaded Republican Guard, who would heroically defy the
invaders in cities,
and then melt away to their sanctuaries like Haditha and
Fallujah. In
reality, a psycho, General Natonski, let his troops
flatten the town of
Fallujah, and kill an estimated 6,000, of which 80% were
civilians who were
decimated in indiscriminate air strikes and artillery
barrages.
The Pentagon sent US officers to Israel to 'observe' urban
warfare
techniques (bulldozing houses and shooting kids). Now, you
have IDF officers
in Iraq, 'advising' our Marine command on how to carry out
counter-insurgency operations. Vialls often forgot to
comment on how a great
many of the sophisticated ambushes of US troops required
inside
Intelligence, and would prove, under real scrutiny, to be
obvious Israeli
special forces false-flag provocations.
Vialls never mentioned in his articles, about how a Mossad
bomb making
facility blew up in Kirkuk, when a bomb prematurely
exploded during
manufacture.
You have General Tommy Franks, who is a Zionist Jew of
Russian descent, and
you have General Natonski who flattened Fallujah, who is a
Zionist Jew of
Polish descent, and Abazaid.
There are 25,000 mercenaries operating in Iraq, hired
through such
Israeli-connected companies like CACI, Titan, Zapata, and
Triple Canopy.
Mercenaries working for Zapata, a firm that handles bomb
disposal, were
caught and detained, after ambushing Marines in Fallujah.
The mercenaries are $200,000-a-year killers, that are led
by $350,000-a-year
Israeli military veterans.
As long as the rebel 'Internet Iconoclasts' fly the same
path, and avoid
disclosing obvious Israeli operations, then everything is
fine, and they all
get to keep their credibility. Vialls wrote that France,
Germany, and Russia
carried out 9/11, but the truth is obvious that it was an
Israeli
intelligence false-flag terror operation.
Vialls fed his internet audience pablum, while key events,
like those above,
were overlooked.
Vialls seemed to mix 90% fact with 10% fiction, the
hallmark of a true
disinformation artist. He seemed to have way too much
information on certain
events, that only an insider would have. Details on London
Policewoman
Yvonne Fletcher's murder, the Bali attack, the near shoot-
down of an
Israel-bound Boeing 757 over Kenya, and so on.
Ari Ben-Menashe and Vialls had the same interests from
Iran, assassinations,
Israel, and Islam, to earthquakes and tsunamis.
Viall's detailed piece about Wall Street using nukes to
create the Aceh
tsunami, was a little too close to Ben-Menashe's writings.
The Port Arthur Massacre has been a nagging question in
Australia for years.
Many Australians, as well as people worldwide, believe
that there was a
conspiracy, and many folks said that Israeli intelligence
was involved, but
no hard evidence of it ever appeared to come forth.
If Vialls was Ari Ben-Menashe, then it ties Australian
Zionists, gun
control, and John Howard, together.
If Joe Vialls is Ari Ben-Menashe, and the character of
Vialls was
terminated, there must be a reason. There is a void of
writers willing to
examine the bogus assassinations, suspicious Iraqi bombs
and ambushes, and
other acts that the facts of them only point to Israeli
intelligence
perpetrating them.
It makes you wonder if there is an Israel False-Flag
terror operation, of
monstrous proportions in the works, and Tel Aviv wants
absolutely zero
linkage that could expose it?
It's a developing story, and there may be some confirming
details to come
forth.
salam,
Ari
<http://papabonbon.wordpress.com>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment