Wakakakkkk...I hate it when pak ambon is right..,NKRIS..
Salam
Mia
-----Original Message-----
From: Dwi Soegardi <soegardi@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 25 Sep 2010 12:47:48
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI ALLAH
UUD45 --> UUD sementara
MPRS --> MPR sementara
jangan-jangan RI ini RIS (RI sementara) .... :-)
lha wong hidup cuma sementara ,,,,,,,
2010/9/25 Ari <masarcon@gmail.com>:
> setahu ane sih UUD 1945 dulu dimaksudkan sebagai UUD sementara. makanya
> tahun 1950 konstituante itu rapat panjang bener buat ngebikin UUD yang lebih
> mantap.
>
> jadi ane lebih setuju sama info dari pak chodjim sih.
>
> salam,
> Ari
>
> <http://papabonbon.wordpress.com>
>
>
> 2010/9/25 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
>
>>
>>
>> Memang begitu. UUD --> Tap MPR --> UU --> PP --> Kepres -> Kepmen -> Perda
>> Kalau tokh di Tap MPR itu ada tersebut Pancasila itu dasar negara,
>> sedangkan dalam UUD 45 pasal 29 ayat 1 termaktub: Negara berdasar atas
>> Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti Tap MPR bersangkutan bertentangan dengan
>> sumber hukum yang lebih tinggi, yaitu UUD 45. Maka Tap MPR bersangkutan
>> BATAL demi hukum.
>>
>> Wassalam
>> HMNA
>>
>>
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "chodjim" <chodjim@gmail.com <chodjim%40gmail.com>>
>> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
>> Sent: Saturday, September 25, 2010 21:55
>> Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>> TAPI ALLAH
>>
>> MPR menetapkan UUD dan Garis-garis Besar Haluan Negara.
>>
>> Jadi kalau menurut Abah begini to... UUD --> MPR --> UU -- dst :)
>>
>> Wassalam,
>> chodjim
>>
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: H. M. Nur Abdurahman
>> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
>> Sent: Friday, September 24, 2010 4:51 AM
>> Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>> TAPI ALLAH
>>
>> Chodjim wrote:
>> Jadi, kalaulah di dalam UUD 1945 belum disebut secara tersurat bahwa
>> Pancasila itu sebagai Dasar Negara, maka kita perlu kembalikan pada sistem
>> perundangan yang lebih tinggi, yaitu MPR
>> UUD 1945 lebih tinggi statusnya dari MPR dalam hirarki sumber-sumber hukum
>> dalam Negara Republik Indonesia, dan itu bukan debat kusir.
>>
>> Wassalam
>> HMNA
>>
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: "chodjim" <chodjim@gmail.com <chodjim%40gmail.com>>
>> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
>> Sent: Saturday, September 25, 2010 01:23
>> Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>> TAPI ALLAH
>>
>> Salam, Mbak Ning.
>>
>> UUD itu tidak dapat dilepaskan dari Tap MPR/MPRS yang menyatakan bahwa
>> Pancasila sebagai dasar negara. Jadi, kalaulah di dalam UUD 1945 belum
>> disebut secara tersurat bahwa Pancasila itu sebagai Dasar Negara, maka kita
>> perlu kembalikan pada sistem perundangan yang lebih tinggi, yaitu MPR.
>>
>> Mengapa MPR di zaman Suharto tidak melakukan amandemen? Ya, karena mereka
>> ingin mempertahankan bunyi UUD 1945 tidak berubah. Dan, yang belum
>> disebutkan dalam UUD 1945 dituangkan dalam Tap MPR.
>>
>> Artinya apa? Meributkan bahwa dasar negara NKRI bukan Pancasila berarti
>> melanggar UUD 1945 itu sendiri yang telah menyebutkan bahwa kekuasaan
>> tertinggi di tangan rakyat yang diwakilkan pada MPR.
>>
>> Jadi, mereka yang memandang dasar negara NKRI bukan Pancasila hanyalah
>> debat kusir, main kayu bukan berdasarkan dalil qath'i sistem
>> perundang-undangan NKRI.
>>
>> Wassalam,
>> chodjim
>>
>> ----- Original Message -----
>> From: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)
>> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
>> Sent: Thursday, September 23, 2010 7:47 PM
>> Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>> TAPI ALLAH
>>
>> Nah kan bener...
>>
>> Pancasila dihafal jadi lima prinsip itu kan kebiasaan diajarin dari TK.
>> Malah jaman pak Harto, membaca-nya harus pake nomor, iya kan? Barusan saya
>> cobain.. masih hafal ternyata.
>>
>> Justru yang dibilang pak Egi Sudjana, kemudian diteruskan oleh Abah itu kan
>> justru mengidentify "disconnection"-nya. Lima statement di situ itu ngga
>> pernah disebut atau dinamakan sebagai Pancasila. Kan gitu. Bahkan di batang
>> tubuhnya, yang kata Abah itu, yand disebut sebagai Dasar Negara hanya yang
>> "sila pertama". Makanya abah menginterpretasikan seperti di emailnya itu..
>>
>> Lha, saya selama ini juga sudah "take it for granted", bahwa dasar negara
>> Indonesia adalah Pancasila.. makanya ini info baru buat saya.. bahwa
>> statement "PANCASILA DASAR NEGARA" itu adanya di lagu, bukan di UUD 45.
>>
>> Betul ya gitu ?
>>
>> -Ning
>>
>> From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>[mailto:
>> wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>] On
>> Behalf Of Abdul Muiz
>> Sent: Friday, September 24, 2010 10:14 AM
>> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
>> Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>> TAPI ALLAH
>>
>> Begini saja mbak Ning, Please deh (dengan tersipu-sipu),
>>
>> Pancasila itu kan lima prinsip ?? sila pertama, sila kedua, sila ketiga,
>> sila keempat dan sila kelima, hafal kan ??
>>
>> Terus pembukaan UUD 1945 khususnya di alinea 4 kan menyebutkan dasar negara
>> RI kelima sila itu secara lengkap == tanpa disebutkan nama "pancasila" itu
>> memang fakta == kalau tidak hafal ini saya copy pastekan text pembukaan UUD
>> 1945 secara lengkap :
>>
>> ( P r e a m b u l e)
>> Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab
>> itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai
>> dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
>>
>> Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat
>> yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke
>> depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu,
>> berdaulat, adil dan makmur.
>>
>> Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh
>> keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat
>> Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
>>
>> Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia
>> yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
>> dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
>> ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
>> abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia
>> itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam
>> suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan
>> berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
>> Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
>> dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan
>> sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
>>
>> Apa bedanya Pancasila yang sudah lazim dan umum dikenal rincian
>> sila-silanya di benak warga negara Indonesia dengan penyebutan lengkap
>> rincian dasar negara di alinea 4 pembukaan uud '45 tanpa diberikan nama
>> secara tersurat "pancasila" ??
>>
>> wassalam
>> Abdul Mu'iz
>>
>> --- Pada Jum, 24/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com<ninghdw%40chevron.com><mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> > menulis:
>>
>> Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com<ninghdw%40chevron.com><mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> >
>> Judul: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
>> ALLAH
>> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> Tanggal: Jumat, 24 September, 2010, 8:07 AM
>>
>> Please deh mas.
>>
>> Itu bukan opini saya ataupun Abah. Memang fakta kan bahwa di UUD 45 tidak
>> pernah disebutkan : "Dasar Negara Indonesia adalah PANCASILA".
>>
>> Coba mas tunjukkan di bagian mana di UUD 45 ada tulisan seperti itu ? (**
>> saya juga ngga hafal sih isi UUD 45 **)
>>
>> Opini atau interpretasi abah sudah dijelaskan seperti emailnya beliau.
>>
>> Opini saya ? Saya belum interpretasikan apa2 kok.. Saya hanya merasa dapat
>> info baru aja.. baru nyadar bahwa ternyata di UUD 45 tidak pernah ada
>> penyebutan di atas..
>>
>> GItu mas..
>>
>> -Ning
>>
>> From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> [mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>> ]
>> On Behalf Of Abdul Muiz
>> Sent: Friday, September 24, 2010 9:01 AM
>> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>> TAPI ALLAH
>>
>> itu bukan fakta mbak, itu penafsiran alias opini, kalau menurut abah HMNA
>> dan mbak ning bukan Pancasila, tetapi menurut yang lain ya pancasila.
>> Bersuara menyampaikan opini adalah fakta, tetapi tidak berarti opini tentang
>> dasar negara RI adalah Allah otomatis menjadi fakta.
>>
>> --- Pada Jum, 24/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com<ninghdw%40chevron.com><mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> > menulis:
>>
>> Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com<ninghdw%40chevron.com><mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> >
>> Judul: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
>> ALLAH
>> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>> Tanggal: Jumat, 24 September, 2010, 7:56 AM
>>
>> Yang saya bilang fakta : dalam UUD 45, yang disebutkan sebagai dasar negara
>> ternyata bukan PANCASILA.
>>
>> From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> [mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> ] On Behalf Of Abdul Muiz
>> Sent: Friday, September 24, 2010 8:54 AM
>> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>> Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>> TAPI ALLAH
>>
>> lho, penafsiran dasar negara RI bukan pancasila kok fakta ?? terus kalau
>> mbak ning mengaminkan penafsiran model aba, what next ?
>>
>> --- Pada Jum, 24/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com<ninghdw%40chevron.com><mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> > menulis:
>>
>> Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com<ninghdw%40chevron.com><mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> >
>> Judul: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
>> ALLAH
>> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>> Tanggal: Jumat, 24 September, 2010, 6:39 AM
>>
>> Mas Muiz,
>>
>> Berebut Allah ? Hahaha. Bila ada non Muslim yang menyebut Allah, ya bolah
>> boleh saja kan ? Masak kita larang sih ? Bahkan sampai mereka "merasa" Allah
>> juga adalah Tuhan mereka, itu hak mereka. Untuk apa diributkan. Bahkan orang
>> jahiliyah pun menyebut Allah, tahu bahwa ada Allah yang menciptakan mereka..
>> Dan Rasul tidak pernah meributkan hal tersebut, bukan ? Ya ikuti aja Rasul..
>> aman..
>>
>> Dan lagi, tidak perlu merasa lebih Islamiy ketika menyadari bahwa ternyata
>> dalam UUD 45, yang disebutkan sebagai dasar negara ternyata bukan PANCASILA.
>> Itu kan fact of life, faktanya memang demikian. Begitu pun sebaliknya, tidak
>> perlu menyebut kafir pada orang2 yang mengatakan dasar negara Indonesia
>> adalah PANCASILA. Mosok islam dan kafir kriterianya dari situ.
>>
>> Aneh deh.. ada finding kaya gini aja trus interpretasinya macem2. Ini kan
>> bermula dari membahas Komentar Egi Sudjana, trus diterangkan oleh Abah
>> maksudnya apa 'gitu. Kok langsung pada sensi..
>>
>> Maaf yah kalau menyinggung.
>>
>> Wassalaam,
>>
>> -Ning
>>
>> From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> [mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> ] On Behalf Of Abdul Muiz
>> Sent: Thursday, September 23, 2010 8:02 PM
>> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>> Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>> TAPI ALLAH
>>
>> Mbak Ning,
>>
>> sebagai pegawai salah satu BUMN, manajemen saya rajin menjalankan upacara
>> setiap tanggal 17 tiap bulan. Karena saya di tempatkan di Denpasar yang
>> rekan kerja saya mayoritas hindu, maka seringkali petugas upacara yang
>> membacakan pembukaan UUD '45 atau preambul adalah teman-teman penganut
>> Hindu, dan setiap kali membacakan text pembukaan terutaman pada kalimat
>> ....... atas berkat rahmat Allah yang mahakuasa ..... petugas tsb dengan
>> ikhlas membaca bunyi text dengan lancar dan meskipun keyakinan agama yang
>> dianut tidak mengenal konsep "Allah" dia baca apa adanya tanpa merasa akan
>> keluar dari agama yang dia anut meskipun menyebut Allah, hal yang sama juga
>> terjadi ketika penganut non muslim lainnya seperti kristen, ya membaca hal
>> serupa dengan lancar, tanpa harus merasa menjadi Muslim, meskipun nama Allah
>> jauh lebih dikenal penganut kristen daripada penganut islam. Karena nabi
>> mereka lebih dulu muncul ke bumi ini memperkenalkan Allah daripada Nabi
>> Muhammad.
>>
>> Nah apakah kita akan berebut "Allah" seolah hanya milik islam, lha kok
>> kayak negeri jiran saja yang ingin memonopoli pemakaian Allah sebagai Tuhan
>> umat Islam saja ?? Ataukah menganggap pancasila adalah "hadiah" dari umat
>> islam kepada Nusantara ini ?? apa tidak arogan tuh, padahal pak Maramis
>> (advokat), Liem Koen Hian (naturalisasi dari WNA), Oey tiang Tjoei (anggota
>> Tyuuo Sangi In), Yohanes Latu Harhary (gubernur Maluku), itu juga founding
>> father ( BPUPKI lihat link ini :
>> http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Anggota_BPUPKI-PPKI ) non muslim yang
>> tergabung dalam penggodokan atau mempersiapkan kemeerdekaan berikut dasar
>> negara RI.
>>
>> Wassalam
>> Abdul Mu'iz
>>
>> --- Pada Kam, 23/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com<ninghdw%40chevron.com><mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> > menulis:
>>
>> Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com<ninghdw%40chevron.com><mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> <mailto:
>> ninghdw%40chevron.com <ninghdw%2540chevron.com>> >
>> Judul: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
>> ALLAH
>> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>> Tanggal: Kamis, 23 September, 2010, 3:22 PM
>>
>> Dulu saya jadi mahasiswa baru jaman ORBA, ada penataran P4 juga, Lulus..
>>
>> ada certificatenya kalau tdk salah (udah g tau di mana simpannya).. Tapi
>>
>> tidak sampai dapat ilmu seperti di bawah ini ^_^.. Kayanya dulu ngga ada
>>
>> yang pernah mempermasalahkan "ketidaksingkronan" antara yang ada di
>>
>> pembukaan dan batang tubuh UUD 45 itu... saya juga baru nyadar...
>>
>> Lucu juga ya, kalau ternyata dasar negara Indonesia adalah pancasila,
>>
>> hujjahnya adalah Lagu Garuda Pancasila. Memang di lagu itu ada kata2 :
>>
>> "Pancasila Dasar negara..."... dan herannya tidak ada yang protes ya...
>>
>> lagu itu dasarnya dari mana ?
>>
>> Ada cerita lucu mengenai lagu itu, waktu penataran P4 dulu. Kebetulan
>>
>> yang jadi mentor di kelas saya itu seorang Professor bidang science.
>>
>> Saya rasa, beliau juga ngga paham benar P4, dan juga tidak hafal lagu2
>>
>> wajib. Nah, pas ada permainan semacam monopoli gitu.. teman saya ada
>>
>> yang kegiliran suruh nyanyi lagu wajib. Trus dia bilang : "Saya mau
>>
>> nyanyi Burung Garuda Pak."
>>
>> Trus Pak Prof bilang : "Ya, silakan"
>>
>> Teman saya nyanyi : "Burung Garuda Pancasila..." (Lagu aslinya tidak ada
>>
>> kata BURUNG)
>>
>> Pak Professor mungkin merasakan keganjilan lagu itu, trus menstop teman
>>
>> saya : "Saya rasa saudara salah menyanyikannya.."
>>
>> Teman saya menjawab : "Salah di mana pak, kan saya menyanyi lagu Burung
>>
>> garuda.."
>>
>> Pak Professor manggut2..: "Ya coba ulangi.."
>>
>> Teman saya mengulangi lagi dengan syair yang sama..(dengan kata BURUNG),
>>
>> trus distop lagi sama pak Professor. Kayanya pak Prof merasakan
>>
>> kejanggalan, hanya dia sendiri tidak hafal dan tidak tau salahnya ada di
>>
>> mana, karena teman saya kept saying bahwa dia mau nyanyi lagu "BURUNG
>>
>> GARUDA PANCASILA".
>>
>> AKhirnya, Pak Prof menyerah.. dan membiarkan teman saya menyanyi "Burung
>>
>> Garuda Pancasila..dst" sampai selesai.
>>
>> Kami, peserta P4, sibuk menahan tawa melihat adegan itu...
>>
>> Saya rasa teman saya itu memang iseng mempermainkan pak Prof, yang dia
>>
>> sudah perkirakan tidak akan hafal lagu2 wajib.... Dassaarr...
>>
>> Anyway, terimakasih penjelasannya,Bah. Menambah pengetahuan saya.
>>
>> Wassalaam,
>>
>> -Ning
>>
>> From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>>
>> [mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> ] On Behalf Of H. M. Nur
>>
>> Abdurahman
>>
>> Sent: Thursday, September 23, 2010 10:40 AM
>>
>> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>>
>> Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>>
>> TAPI ALLAH
>>
>> Lebih baik saya mulai dari awal. Begini yang saya tatarkan dahulu dalam
>>
>> penataran Pancasila dalam era Otde Baru.
>>
>> Alinea keempat Pembukaan UUD 1945:
>>
>> Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia
>>
>> yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
>>
>> Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
>>
>> bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
>>
>> kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
>>
>> kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar
>>
>> negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik
>>
>> Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan
>>
>> Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia,
>>
>> dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
>>
>> sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
>>
>> Mari kita fokus pada: negara Republik Indonesia yang berkedaulatan
>>
>> rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan
>>
>> yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin
>>
>> oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan
>>
>> mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
>>
>> Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
>>
>> Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan/perwakilan itu sejenis, dipisahkan oleh kata penghubung
>>
>> SERTA dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
>>
>> Indonesia. Ada empat dasar dan satu tujuan. Keempat dasar itu dipisahkan
>>
>> dengan tujuan oleh kata penghubung SERTA. Yang sejenis itu dicakup oleh
>>
>> kata BERDASAR KEPADA sebelumnya, sehingga empat yang sejenis itu adalah
>>
>> dasar atau sila. Yang dicakup oleh kata SERTA adalah tujuan, yaitu
>>
>> mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengapa
>>
>> tujuan? Karena dikuatkan oleh kata MEWUJUDKAN. Jadi ada empat sila serta
>>
>> satu tujuan.
>>
>> Keempat sila yang tanpa kata kerja di depannya, itu adalah:
>>
>> 1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
>>
>> 2. kemanusiaan yang adil dan beradab,
>>
>> 3. persatuan Indonesia, dan
>>
>> 4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan/perwakilan.
>>
>> Serta satu tujuan dengan kata kerja mewujudkan di depannya yaitu:
>>
>> mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
>>
>> Namun dalam Batang Tubuh UUD 45 pasal 29 ayat 1 termaktub:
>>
>> Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
>>
>> Pembukaan menyatakan empat sila, sedangkan Batang Tubuh menegaskan satu
>>
>> sila. UUD 45 merupakan SATU kesatuan, sehingga Pembukaan tidak boleh
>>
>> berbeda dengan Batang Tubuh, jadi Pembukaan harus disinkronkan dengan
>>
>> Batang Tubuh.
>>
>> Dan inilah hasil sinkronisasi itu:
>>
>> Satu Sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa
>>
>> dan tiga Sub-Sila, yaitu:
>>
>> 1. kemanusiaan yang adil yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,
>>
>> 2. persatuan Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,
>>
>> 3. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan/perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
>>
>> Sekarang akan saya jawab Pak Muis yang menulis:
>>
>> A. Terus apakah bedanya tiga sub sila menurut Abah :
>>
>> 1) berperikemanusiaan yang adil dan beradab yang berketuhanan yang
>>
>> mahaesa DENGAN berketuhanan yang mahaesa yang berperikemanusiaan yang
>>
>> adil dan beradab alias manusia indonesia religius yang manusiawi ?.
>>
>> 2) Persatuan Indonesia yang berketuhanan yang mahaesa DENGAN
>>
>> berketuhanan yang mahaesa yang bersatu dalam NKRI alias manusia
>>
>> indonesia religius yang bersatu dalam wadah negara kesatuan RI ??
>>
>> 3) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan / perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa DENGAN
>>
>> berketuhanan yang mahaesa yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
>>
>> kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
>>
>> B. Satu sila menunjukan kesan, abah HMNA theosentris. Padahal founding
>>
>> father secara proporsional menyebutkan kelima sila secara berurutan
>>
>> tanpa menyelipkan kata men"sub" sila lain dan tanpa memilih atau
>>
>> menetapkan sila kelima sebagai tujuan.
>>
>> Jawab saya:
>>
>> Koreksi dahulu, bukan perikemanusiaan melainkan kemanusiaan tanpa peri.
>>
>> A. berketuhanan yang mahaesa yang berperikemanusiaan yang adil dan
>>
>> beradab hanya sinkron dengan pasal 29 ayat 1, jika pasal itu diubah
>>
>> menjadi: Negara berdasar atas kemanusiaan yang adil dan beradab.
>>
>> berketuhanan yang mahaesa yang yang bersatu dalam NKRI hanya sinkron
>>
>> dengan pasal 29 ayat 1, jika pasal itu diubah menjadi: negara berdasar
>>
>> atas persatuan Indonesia.
>>
>> berketuhanan yang mahaesa yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
>>
>> kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan hanya sinkron dengan
>>
>> pasal 29 ayat 1, jika pasal itu diubah menjadi: Negara berdasar atas
>>
>> kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
>>
>> / perwakilan.
>>
>> B. Batang Tubuh UUD 45 pasal 29 ayat 1 menyatakan: Negara berdasar atas
>>
>> Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya theosentris. UUD 1945 lebih kuat dari
>>
>> dari ucapan perseorangan, siapapun dia.
>>
>> Wassalam
>>
>> HMNA
>>
>> ----- Original Message -----
>>
>> From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com <muizof%40yahoo.com> <mailto:
>> muizof%40yahoo.com <muizof%2540yahoo.com>> <mailto:muizof%40yahoo.com<muizof%2540yahoo.com>>
>> <mailto:muizof%40yahoo.com <muizof%2540yahoo.com>> <mailto:
>> muizof%40yahoo.com <muizof%2540yahoo.com>> <mailto:muizof%40yahoo.com<muizof%2540yahoo.com>>
>> >
>>
>> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> >
>>
>> Sent: Wednesday, September 22, 2010 16:41
>>
>> Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>>
>> TAPI ALLAH
>>
>> Terima kasih atas koreksinya abah HMNA,
>>
>> Lima sila ditafsirkan Abah HMNA menjadi satu sila, tiga sub sila, dan
>>
>> satu tujuan, saya jadi ingat Bung karno memeras pancasila menjadi
>>
>> trisila dan diperas lagi menjadi ekasila (saya lupa ekasila itu apa).
>>
>> Terus apakah bedanya tiga sub sila menurut Abah :
>>
>> 1) berperikemanusiaan yang adil dan beradab yang berketuhanan yang
>>
>> mahaesa DENGAN berketuhanan yang mahaesa yang berperikemanusiaan yang
>>
>> adil dan beradab alias manusia indonesia religius yang manusiawi ?.
>>
>> 2) Persatuan Indonesia yang berketuhanan yang mahaesa DENGAN
>>
>> berketuhanan yang mahaesa yang bersatu dalam NKRI alias manusia
>>
>> indonesia religius yang bersatu dalam wadah negara kesatuan RI ??
>>
>> 3) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan / perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa DENGAN
>>
>> berketuhanan yang mahaesa yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
>>
>> kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
>>
>> Kemudian satu tujuan : Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
>>
>> Indonesia. Memang ada kata "mewujudkan" dalam sila kelima tetapi
>>
>> sebenarnya negara juga wajib mewujudkan atau memelihara pencapaian
>>
>> ke-empat sila lainnya. Mustahil mampu mewujudkan keadilan sosial bagi
>>
>> seluruh rakyat indonesia tanpa memelihara dan menegakkan sila pertama,
>>
>> kedua dan ketiga serta keempat. Dengan kata lain kelima sila itu saling
>>
>> terkait tidak terpisahkan. Apakah pemerintah hanya fokus pada tujuan
>>
>> mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia saja ? tanpa
>>
>> bertujuan membangun manusia religius (berketuhanan yang maha esa) ?
>>
>> tanpa bertujuan membangun kemanusiaan yang adil dan beradab ? tanpa
>>
>> bertujuan menjaga persatuan indonesia ? tanpa bertujuan menegakkan
>>
>> kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
>>
>> / perwakilan ?
>>
>> Artinya tujuan negara tidak cuma mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat
>>
>> Indonesia.
>>
>> Satu sila menunjukan kesan, abah HMNA theosentris. Padahal founding
>>
>> father secara proporsional menyebutkan kelima sila secara berurutan
>>
>> tanpa menyelipkan kata men"sub" sila lain dan tanpa memilih atau
>>
>> menetapkan sila kelima sebagai tujuan.
>>
>> Kita bebas memaknai manusia indonesia yang religius sekaligus manusiawi,
>>
>> bersatu, demokratis dan berkeadilan sosial atau dibalik-balik kelima
>>
>> sila tsb. Toh kelima prinsip tersebut adalah prinsip universal.
>>
>> Wassalam
>>
>> Abdul Mu'iz
>>
>> --- Pada Rab, 22/9/10, H. M. Nur Abdurahman <
>>
>> mnur.abdurrahman@yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:
>> mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> >
>>
>> menulis:
>>
>> Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id<mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id><mailto:
>> mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>>
>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> >
>>
>> Judul: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>>
>> TAPI ALLAH
>>
>> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>>
>> Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 2:52 PM
>>
>> ----- Original Message -----
>>
>> From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com <muizof%40yahoo.com> <mailto:
>> muizof%40yahoo.com <muizof%2540yahoo.com>> <mailto:muizof%40yahoo.com<muizof%2540yahoo.com>>
>> <mailto:muizof%40yahoo.com <muizof%2540yahoo.com>> <mailto:
>> muizof%40yahoo.com <muizof%2540yahoo.com>> <mailto:muizof%40yahoo.com<muizof%2540yahoo.com>>
>> >
>>
>> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> >
>>
>> Sent: Wednesday, September 22, 2010 14:41
>>
>> Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>>
>> TAPI ALLAH
>>
>> sudah jelas di alinea ke-4 pembukaan UUD '45, kelima prinsip disebut
>>
>> lengkap satu persatu yang tidak lain adalah PANCASILA, lha kok karena
>>
>> penyebutan "Pancasila" tidak tersurat dalam pembukaan UUD '45, menjadi
>>
>> bebas ditafsirkan bukan Pancasila ??
>>
>> Abah HMNA tidak dilarang menafsirkan sila pertama sebagai tujuan, sila
>>
>> lain menjadi sub-sub, tetapi kan tidak ada kewajiban orang lain atau
>>
>> seluruh warga negara mengikuti penafsiran Abah HMNA
>>
>> *****************************************************************
>>
>> HMNA:
>>
>> 1. Pak Muis, jangan impulsif, melainkan silakan baca baik-baik tulisan
>>
>> orang baru menanggapi. Saya tidak menulis "sila pertama sebagai tujuan".
>>
>> Silakan baca baik-baik baru menanggapi, jangan impulsif. Yang saya
>>
>> tulis: Satu Sila, Tiga Sub-Sila dan Satu Tujuan.
>>
>> 2. Demikianlah saya tatarkan dalam penataran Pancasila dalam era Orde
>>
>> Baru.
>>
>> 3. Yang dianggap sila kelima itu adalah sila, justru itulah penafsiran.
>>
>> Coba baca baik-baik:
>>
>> serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
>>
>> Indonesia, itu qath'i tujuan,
>>
>> ******************************************************************
>>
>> Toh ada yang berpendirian agama adalah untuk manusia, lantas ada yang
>>
>> membalik manusia untuk agama kok ??
>>
>> Wassalam
>>
>> Abdul Mu'iz
>>
>> --- Pada Rab, 22/9/10, H. M. Nur Abdurahman <
>>
>> mnur.abdurrahman@yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:
>> mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> >
>>
>> menulis:
>>
>> Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id<mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id><mailto:
>> mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>>
>>
>> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id <mnur.abdurrahman%2540yahoo.co.id>>
>> >
>>
>> Judul: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
>>
>> TAPI ALLAH
>>
>> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:
>> wanita-muslimah%40yahoogroups.com <wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>>
>> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com<wanita-muslimah%2540yahoogroups.com>>
>>
>>
>> Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 1:23 PM
>>
>> istiaji sutopo wrote:
>>
>> Mohon tanggapan Pak Ustadz
>>
>> ===========================
>>
>> HMNA:
>>
>> Karena saya juga ustadz, saya merasa itu juga ditujukan kepada saya.
>>
>> Bismillahirrahmanirrahiym
>>
>> Alinea ketiga dan keempat Pembukaan UUD 1945:
>>
>> Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh
>>
>> keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat
>>
>> Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.(*)
>>
>> Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia
>>
>> yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
>>
>> Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
>>
>> bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
>>
>> kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
>>
>> kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar
>>
>> negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik
>>
>> Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan
>>
>> Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia,
>>
>> dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
>>
>> sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
>>
>> UUD 45 pasal 29 ayat 1
>>
>> Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
>>
>> Dalam era reformasi ini ada kebebasan untuk mengkaji secara terbuka yang
>>
>> obyektif. Marilah kita lihat bahwa tidak ada dalam UUD-1945 Pancasila
>>
>> itu dasar negara, melainkan Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha
>>
>> Esa. Siapakah Tuhan Yang Maha Esa menurut UUD 45? Bacalah alinea ketiga
>>
>> Pembukaan UUD 45: Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan
>>
>> didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang
>>
>> bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan inikemerdekaannya. Jadi
>>
>> Tuhan Yang Maha Esa menurut UUD 45 adalah Allah.
>>
>> Menurut alinea keempat Pembukaan UUD 45: negara Republik Indonesia yang
>>
>> berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa,
>>
>> kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan
>>
>> yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
>>
>> sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
>>
>> Dengan mengsinkronkan antara Pembukaan dengan Batang Tubuh, alinea
>>
>> keempat dengan pasal 29 ayat 1, maka ada Satu Dasar / Sila dan tiga
>>
>> Sub-Sila, serta satu Tujuan.
>>
>> Satu Sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa
>>
>> dan tiga Sub-Sila, yaitu: kemanusiaan yang adil yang ber-Ketuhanan Yang
>>
>> Maha Esa, persatuan Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,
>>
>> kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
>>
>> permusyawaratan/perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
>>
>> Serta Tujuan yang satu itu adalah: mewujudkan suatu keadilan sosial bagi
>>
>> seluruh rakyat Indonesia. Jadi secara substantif tidak ada itu Limasila
>>
>> atau Pancasila. Yang ada menurut Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 45,
>>
>> yaitu Satu Sila, Tiga Sub-Sila dan Satu Tujuan.
>>
>> ---------------------------------
>>
>> (*)
>>
>> Piagam Jakarta yang dipersiapkan untuk dibacakan dalam maklumat
>>
>> kemerdekaan Indonesia urung dilaksanakan, karena sejarah berkata lain.
>>
>> Bung Karno dan Bung Hatta pada 15 Agustus 1945 larut malam diciduk oleh
>>
>> pemuda ke Rengas Dengklok dan di sana didesak untuk memproklamasikan
>>
>> kemerdekaan Indonesia. Atas jaminan Mr Ahmad Soebardjo kedua pemimpin
>>
>> itu dikembalikan ke Jakarta pada malam 16 Agustus 1945 dengan janji akan
>>
>> memprokla-masikan kemerdekaan Indonesia pada pagi-pagi keesokan harinya
>>
>> 17 Agustus 1945. Karena naskah Piagam Jakarta tidak ditemukan malam itu,
>>
>> berhubung keberangkatan yang tergesa-gesa karena diciduk pada larut
>>
>> malam 15 Agustus itu, maka dibuatlah teks proklamasi berdasarkan ingatan
>>
>> alinea ketiga Piagam Jakarta. Sehingga diambillah bagian kalimat
>>
>> terakhir dari alinea ketiga Piagam Jakarta: rakyat Indonesia dengan ini
>>
>> menyatakan kemerdekaannya. Kata "rakyat Indonesia" diganti dengan "kami
>>
>> bangsa Indonesia". Inilah yang dijadikan bagian
>>
>> pertama dari teks proklamasi. Bung Hatta kemudian mengusulkan tambahan
>>
>> untuk menegaskan status hukum peralihan kekuasaan dan itulah yang
>>
>> menjadi bagian kedua dari teks proklamasi: Hal-hal yang mengenai
>>
>> pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama
>>
>> dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Teks itulah yang dibacakan
>>
>> pada 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi. Karena bukan Piagam Jakarta yang
>>
>> dibaca secara keseluruhan pada waktu proklamasi kemerdekaan, akibatnya
>>
>> ialah Republik Indonesia diproklamasikan tanpa Muaddimah Undang-Undang
>>
>> Dasar, sehingga terjadi kevakuman UUD selama satu hari.
>>
>> ***.
>>
>> Lalu di mana landasannya Pancasila itu dasar negara?
>>
>> Ada yaitu dalam Lagu Garuda Panca Sila
>>
>> Pancasila dasar negara
>>
>> Rakyat adil makmur sentosa.
>>
>> Jadi Pancasila dasar negara menurut Lagu Garuda Panca Sila yang disuruh
>>
>> adil adalah rakyat bukan pemerintah.
>>
>> Fyi, saya itu di era Orde Baru penatar Pancasila lho. Yang saya tatar
>>
>> antara lain semua Bupati dalam Provinsi Sulawesi Selatan, Di atas saya
>>
>> tulis: Dalam era reformasi ini ada kebebasan untuk mengkaji secara
>>
>> terbuka yang obyektif. Pada era Orde Baru apa yang telas saya tulis
>>
>> tentang Pancasila ini saya tatarkan, tetapi tidak secara terbuka,
>>
>> melainkan secara tertutup, yaitu dalam ruang penataran saja, tidak
>>
>> ditulis secara terbuka di surat kabar. Waktu itu internet di Indonesia
>>
>> belum ada.
>>
>> Oh, ya, frankly speaking, ttg yang ini saya tidak tatarkan waktu itu.
>>
>> Lalu di mana landasannya Pancasila itu dasar negara?
>>
>> Ada yaitu dalam Lagu Garuda Panca Sila
>>
>> Pancasila itu dasar negara
>>
>> Rakyat adil makmur sentosa.
>>
>> Jadi Pancasila dasar negara menurut Lagu Garuda Panca Sila yang disuruh
>>
>> adil adalah rakyat bukan pemerintah.
>>
>> Itu baru saya kemukakan dalam orde reformasi ini. Ya, you know, not the
>>
>> whole truth, tentu pakai reserve juga dong.
>>
>> WaLlahu a'lamu bi al-shawab
>>
>> Wassalam
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment