Advertising

Saturday, 25 September 2010

[wanita-muslimah] DONNIE DAMANA - ADDITIONAL INFO - PASKA KHILAFIYAH ISLAMIYAH

 

Itulah dia ( kalau memang benar demikian ), maka bagaimana Rahmat Allah SWT. tidak dicabut dari Kekhalifahan yang sudah berjaya 1400 tahun .. bukan waktu yang sedikit ...Dan Allah SWT. menguji / beri musibah melalui dimunculkannya Mustapha Kemal Pasha - yang memang sudah di skenariokan Zionis sejak Peristiwa Granada Spanyol sebagai " Pilot Project " mereka ... untuk meruntuhkan Khilafah Islam Ostmaniyah - sekaligus membebaskan diri dari " kungkungan agama " yang dianggap kolot ( PADAHAL BENAR DIRIDHAI ALLAH SWT. ITU )  ditahun 1924-M.

Itu pulalah hasil penyelidikan ORIENTALIS BARAT  dimana saja titik lemah Islam pada umatnya ... " HANCURKAN DARI DALAM ..BERI MEREKA KENIKMATAN DAN KEMEWAHAN DUNIA AGAR LUPA TUHANNYA .. "

Itu pulalah PELAJARAN BESAR bagi Umat Islam sekarang .. ( kita2 ini ..demi anak cucu kita ) ..untuk mulai mendidik Islam dengan sungguh2 dan benar - terutama pada Pesantren2 yang asal usul ilmunya dari Rasulullah SAW...melalui keturunan2 beliau
( Wali2 Allah ) ..terus ke Kyiai2 Ustadz anak murid beliau ..yang tersebar di Nusantara ... Baru sesudah pondasinya kuat ..masuk sekloah umum ( duniawi ) mana saja silakan ...

Keluar dari alam kegelapan LIBERALISME-SEKULARISME-PLURALISME ..yang semakin meraja lela sekarang ini di kota2 besar ..bahkan mulai masuk kampung desa ... menuju alam yang terang benderang dengan ISLAM YANG MURNI KEMBALI ... AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH ... seperti dizaman Khilafah dulu ...

Ingatlah pahlawan2 mulia dan gentlement zaman Khilafah : Abu Bakar Assidiiq RA, Umar bin Khattab RA, Ustman Ibnu Affan RA, Ali ibnu Thhalib RA, Shalahudin al Ayyubi Ra, Muhammad Fatih Ra, Jabal Tariq RA, Barbarossa RA, Amr bin Ash RA, Khalid bin Walid RA, Sa'ad bin Abi Waqqas RA dll ..banyak sekali  .. mereka mati hidup perjuangkan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah ..berkorban dengan Harta, Jiwa, Waktu dan Keluarga mereka.

Semua mereka itu BERSORBAN ..

Mulailah tegakkan SUNNAH NABI .. dengan BERSORBAN ..terutama di hari2 Jum'at dan diwaktu shalat ..dan shalatlah yang fardhu secara berjamaah untuk kaum laki2 ... Yang wanita BERJILBABLAH ..dan senantiasa ( secara umum ) berada dirumah - peluk erat2 anak2 anda didik mereka dengan benar ...

Insya Allah Rahmat-Nya akan bertaburan lagi dimuka bumi Indonesia ini ... lepaslah segala bala musibah ..yang bertubi2 melanda negeri ini ..

WALLAHU A'LAAM ...

--- On Sat, 25/9/10, donnie damana <donnie.damana@gmail.com> wrote:

From: donnie damana <donnie.damana@gmail.com>
Subject: Re: [wanita-muslimah] ADDITIONAL INFO - PASKA KHILAFIYAH ISLAMIYAH
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Saturday, 25 September, 2010, 3:31 PM

 

Para pecandu kekhalifahan, minum candunya sudah lebih dari 85 tahun yang lalu.. maboknya sampai sekarang..

karena dimabok candu, sampai tidak melihat bahwa pemerintahan di bawah ke khalifahan Turki Otsmani bobrok bukan kepalang. Menggauli (tanpa perlu menikahi) ratusan perempuan di haremnya, membunuh dan mengisolasi saudaranya demi sebuah tahta, yang lebih busuk alim ulama kerajaannya yang membuat fatwa mendukung pembunuhan tersebut. :(

:D

On Sep 25, 2010, at 8:48 AM, istiaji sutopo wrote:

>

>

> --- On Fri, 24/9/10, qc_mpc@interaneka.com <qc_mpc@interaneka.com> wrote:

>

> From: qc_mpc@interaneka.com <qc_mpc@interaneka.com>

> Subject: [mediaumat] Sejarah Kepemimpinan Umat Islam

> Date: Friday, 24 September, 2010, 1:57 PM

>

>

>

> -

> Mas <Bambang.Radius@DyStar.com>

> , postingan ini dah lama .... moga bisa menjawabnya .

>

> 85 Tahun Umat Islam Hidup Bak Gelandangan Tanpa Rumah

>

> oleh Ihsan Tandjung

>

> Tidak banyak muslim yang tahu bahwa 85 tahun yang lalu telah terjadi sebuah

> peristiwa yang sangat mempengaruhi perjalanan kehidupan umat Islam di seantero

> dunia. Persisnya pada tanggal 3 Maret 1924 Majelis Nasional Agung yang

> berada di Turki menyetujui tiga buah Undang-Undang yaitu: (1) menghapuskan

> kekhalifahan, (2) menurunkan khalifah dan (3) mengasingkannya bersama-sama

> dengan keluarganya.

>

> Turki pada masa itu merupakan pusat pemerintahan Khilafah Islamiyah terakhir.

> Kekhalifahan terakhir umat Islam biasa dikenal sebagai Kesultanan Utsmani

> Turki alias The Ottoman Empire, demikian penyebutannya dalam kitab-kitab

> sejarah Eropa. Kekhalifahan Utsmani Turki merupakan kelanjutan sejarah

> panjang sistem pemerintahan Islam di bawah Ridha dan Rahmat Allah yang

> berawal jauh ke belakang semenjak Nabi Muhammad pertama kali memimpn Daulah

> Islamiyyah (Tatanan/Negara Islam) Pertama di kota Madinah.

>

> Secara garis besar kita dapat membagi periode sejarah kepemimpinan Islam

> ke dalam lima periode utama berdasarkan sebuah Hadits Shahih Nabi riwayat

> Imam Ahmad.

>

> تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ

> ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا

> إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ

> خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

> ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ

> ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا

> ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ

> مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا

> إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ

> مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ

> اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا

> إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ

> خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

> ، ثُمَّ سَكَتَ

>

> "Periode an-Nubuwwah (kenabian) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa

> tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang periode khilafatun

> 'ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian), selama beberapa

> masa hingga Allah ta'aala mengangkatnya, kemudian datang periode mulkan

> aadhdhon (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa, selanjutnya

> datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak)

> dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta'aala, setelah

> itu akan terulang kembali periode khilafatun 'ala minhaj an-Nubuwwah..

> Kemudian Nabi Muhammad saw diam,"(HR Ahmad 17680).

>

> Periode pertama adalah Kepemimpinan langsung Nabi Muhammad yang disebut

> sebagai masa An-Nubuwwah (Kenabian). Periode kedua merupakan Kepemimpinan

> para sahabat utama yakni Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khattb, Utsman

> bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang dikenal dengan julukan Khulafaur

> Rasyidin (Para khalifah yang adil, jujur, benar dan terbimbing oleh Allah

> SWT). Di dalam hadits tersebut periode ini dikenal sebagai periode Khilafatun

> 'ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/ Metode/Cara

> Kenabian).

>

> Sesudah itu, kata Nabi, pada periode ketiga umat Islam akan mengalami kepemimpinan

> para Mulkan 'Aadhdhon (Para Raja/Penguasa yang Menggigit). Kepemimpinan

> para Mulkan 'Aadhdhon (Para Raja/Penguasa yang Menggigit) merupakan periode

> dimana umat Islam memiliki para pemimpin yang tetap mengaku dan dijuluki

> sebagai para Khalifah. Mereka masih menyebut pemerintahannya sebagai Khilafah

> Islamiyyah (Kekhalifahan Islam), namun pola suksesi seorang khalifah kepada

> khalifah berikutnya menggunakan cara pewarisan tahta laksana sistem kerajaan

> turun-temurun. Periode ini bisa dikatakan merupakan periode paling lama

> dalam sejarah Islam, ia berlangsung sekitar tigabelas abad, semenjak Daulat

> Bani Umayyah, lalu Daulat Bani Abbasiyyah dan berakhir dengan Kesultanan

> Utsmani Turki. Itulah sebabnya mereka dijuluki oleh Nabi sebagai para Mulkan

> atau Raja-raja.

>

> █Expansion under the Prophet Mohammad, 612-632

>

> █ Expansion during the Rightly Guided Caliphate, 635-680

>

> █ Expansion during the Umayyad Caliphate, 661-750

>

> Map depicting the Ottoman Empire at its greatest extent, in 1683.

>

> Kemudian disebut sebagai Mulkan 'Aadhdhon (Para Raja/Penguasa yang Menggigit)

> karena betapapun keadaannya para raja tersebut masih "menggigit" Al-Qur'an

> dan As-Sunnah, dua sumber utama nilai-nilai dan hukum-hukum Islam, kendati

> tidak sebaik para Khulafaur Rasyidin yang "menggenggam" Al-Qur'an dan

> As-Sunnah. Coba bandingkan antara orang yang mendaki bukit dengan tali,

> tentu yang lebih aman dan pasti ialah orang yang "menggenggam" talinya

> sampai ke atas daripada orang yang "menggigit"-nya.

>

> Itulah sebabnya kita jumpai dalam sejarah bahwa pada periode ketiga (Para

> Raja/Penguasa yang Menggigit) Dunia Islam tampak mengalami degradasi dibandingkan

> pada periode kedua (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/ Metode/Cara

> Kenabian). Namun demikian, sebagai sebuah sistem, maka periode ketiga masih

> menyaksikan berlakunya sistem Islam dalam hal pemerintahan. Masalahnya

> tinggal apakah person yang memimpin merupakan sosok yang adil ataukah zalim.

> Ada kalanya adil seperti Umar bin Abdul Aziz. Dan kalaupun Allah taqdirkan

> yang memimpin adalah sosok yang zalim, maka kita temukan berbagai pandangan

> ulama di masa itu yang melarang rakyat melakukan pemberontakan terhadap

> pemerintah. Mengapa? Sebab sebagai sebuah sistem ia masih menjunjung tinggi

> Al-Qur'an dan As-Sunnah.

>

> Sejak tanggal 3 Maret 1924 umat Islam menjalani kehidupan bermasyarakat

> dan bernegara tanpa kehadiran sistem pemerintahan Islam Al-Khilafah Al-Islamiyyah.

> Seorang Yahudi Dunamah, Penggila Budaya Barat, Pengagum Sekularisme dan

> juga seorang pemabuk-pedansa bernama Mustafa Kemal memproklamir pembubaran

> sistem pemerintahan Islam tersebut. Suatu pemerintahan yang sesungguhnya

> merupakan warisan ideologis-sosial- politik-budaya umat yang bermula sejak

> kepemimpinan Nabi Muhammad di kota Madinah 15 abad yang lalu. Dan mulailah

> sejak saat itu umat Islam menjadi laksana anak-anak ayam kehilangan induk,

> anak-anak yatim tanpa ayah serta gelandangan tanpa rumah pelindung dari

> panasnya terik matahari dan dinginnnya hujan.

>

> Sudah 85 tahun sejak peristiwa tragis tersebut berlangsung. Sedemikian

> jauhnya pemahaman dan pengalaman umat Islam mengenai realitas kehidupan

> di bawah naungan tatanan khilafah Islam sehingga banyak muslim yang menyangka

> bahwa sistem kehidupan dengan konsep nation-state dewasa ini merupakan

> sebuah sistem yang cukup memuaskan dan sudah final. Padahal kehidupan dengan

> sistem nation-state bagi umat Islam merupakan sebuah kehidupan darurat

> laksana para gelandangan yang terpaksa membangun bedeng sebagai rumah sementara

> karena raibnya rumah mereka yang semestinya. Mungkin karena sudah terlalu

> lama "menikmati" hidup di bedeng-bedeng akhirnya mereka mulai menyesuaikan

> diri dan terbius untuk meyakini bahwa memang sudah semestinya mereka nrimo

> hidup tanpa pernah lagi punya rumah semestinya. Awalnya hanya terpaksa

> menjadi gelandangan, lama kelamaan secara sukarela meyakini dan menumbuhkan

> mentalitas gelandangan di dalam jiwa…!

>

> Lalu bagaimana gerangan nasib umat Islam selanjutnya? Berdasarkan hadits

> Nabi riwayat Imam Ahmad tersebut ternyata Nabi menggambarkan bahwa periode

> keempat umat Islam bakal hidup "tanpa khilafah". Periode tersebut Nabi

> sebut sebagai periode Mulkan Jabbariyyan (Para Raja/Penguasa yang Memaksakan

> Kehendak). Saudaraku, periode itulah yang sedang kita lalui dewasa ini.

> Suatu periode dimana umat Islam tidak saja kehilangan person khalifah yang

> layak memimpin dan melindungi mereka, namun lebih jauh daripada itu mereka

> bahkan tidak lagi dinaungi oleh sistem pemerintahan Islam bernama Khilafah

> Islamiyyah. Inilah periode kepemimpinan Mulkan Jabbariyyan alias para penguasa

> yang memaksakan kehendak yang berarti mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya.

> Inilah periode dimana umat Islam Babak Belur..!! Inilah periode paling

> kelam dalam sejarah Islam. We are living in the darkest ages of the Islamic

> history…!!

>

> Kondisi di periode keempat ini menggambarkan dekadensi yang Nabi sebutkan

> dalam haditsnya sebagai berikut:

>

> لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً

> عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ

> تَشَبَّثَ النَّاسُ

>

> بِالَّتِي تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا

> الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ

>

> "Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul

> terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling

> awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah shalat," (HR Ahmad

> 45/134).

>

> Praktis dewasa ini segenap simpul dari ikatan Islam telah terurai seluruhnya.

> Sejak dari simpul hukum yang tercermin dengan runtuhnya tatanan Khilafah

> hingga banyaknya muslim yang dengan seenaknya meninggalkan kewajiban sholat

> tanpa rasa bersalah… Dewasa ini umat Islam merasakan suatu kehidupan jahiliyyah

> modern mirip dengan keadaan Nabi dan para sahabat pada periode pertama

> bagian awal yakni ketika mereka berjuang melawan kejahiliyyahan di kota

> Mekkah dan segenap jazirah Arab sebelum berhijrah ke Madinah.

>

> Saudaraku, betapapun pahitnya periode keempat ini, tidak selayaknya kita

> berputus asa apalagi sampai menerima sepenuhnya sistem yang diberlakukan

> fihak musuh Islam di fase ini. Tidak selayaknya kita kehilangan harapan

> bahwa sesungguhnya rumah sejati kita dapat dibangun kembali. Kita hendaknya

> menyadari bahwa urusan kepemimpinan merupakan giliran yang Allah taqdirkan

> akan senantiasa berubah-ubah di dalam kehidupan dunia fana ini. Adakalanya

> giliran kepemimpinan diberikan kepada umat Islam adakalanya diberikan kepada

> kaum kuffar. Yang penting al-wala (loyalitas) kita terhadap al-haq di satu

> sisi dan al-bara (penentangan) kita terhadap al-batil di lain sisi harus

> tetap kita pelihara terus.

>

> Sebab berdasarkan hadits periodisasi di atas kita temukan harapan dimana

> Nabi menyatakan bahwa periode keempat ini bukanlah periode terakhir sejarah

> umat Islam. Masih ada satu periode lagi yang kita akan jelang, yaitu periode

> kelima berjayanya kembali umat ini dengan tegaknya kembali Khilafatun 'ala

> Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/ Metode/Cara

> Kenabian). Umat Islam akan menyaksikan munculnya kembali para pemimpin

> sekaliber Khulafaur Rasyidin di akhir zaman. Umat Islam akan memiliki kembali

> rumah syar'i mereka Al-Khilafah Al-Islamiyyah, insyaAllah.

>

> Yang paling penting dewasa ini umat Islam harus memelihara kesabaran, istiqomah

> dan optimisme mereka akan masa depan. Dan yang lebih penting lagi ialah

> hendaknya mereka berjuang sebagaimana berjuangnya Nabi dan para sahabat

> di Mekkah sebelum adanya Daulah Islamiyah Madinah. Mereka berjuang dengan

> fokus utama pada kegiatan da'wah mengajak manusia sebanyaknya kepada way

> of life Diin Al-Islam, tarbiyyah mengkader para muslim untuk meningkat

> menjadi mukmin, muttaqin bahkan mujahidin. Mereka tidak sedikitpun berkompromi

> dengan nilai-nilai dan sistem jahiliyyah yang mendominasi saat itu. Mereka

> sibuk hanya menjalankan program berdasarkan arahan dan bimbingan wahyu

> Allah dan supervisi Nabi Muhammad.

>

> Saudaraku, marilah kita pastikan diri ikut dalam program menjemput datangnya

> periode kelima berdasarkan jalan yang dicontohkan Nabi dan para sahabatnya.

> Jangan hendaknya kita malah terlibat dalam program-program tawaran manusia

> yang sedang memimpin di babak keempat ini sambil menyangka dan meyakini

> bahwa itulah jalan untuk bisa mendatangkan kejayaan Islam. Tegaknya Khilafah

> tidak mungkin mengandalkan negosiasi-negosiasi di meja perundingan dengan

> kaum kuffar yang sedang mendominasi dunia dewasa ini. Atau mengharapkan

> jalannya laksana melewati taman-taman bunga indah, apalagi sekedar mengandalkan

> "permainan kotak suara". Saudaraku, kembaliinya kejayaan Islam tentulah

> menuntut pengorbanan yang sangat boleh jadi mengakibatkan tetesan airmata

> bahkan darah karena harus menempuh jalan yang telah ditempuh Nabi dan para

> sahabatnya yaitu ad-Da'wah al-Islamiyyah, At-tarbiyyah Al-Harakiyyah dan

> Al-Jihadu fii Sabilillah.

>

> Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan hamba-hambaMu yang terdaftar

> ke dalam pasukan jihad Imam Mahdi. Ya Allah, berilah kami salah satu dari

> dua kebaikan 'isy kariiman (hidup mulia di bawah naungan SyariatMu) atau

> mut syahiidan (mati syahid). Amin.-

>

> Sumber: http://www.eramusli

> m.com, diposting kembali di: www.hizbut-tahrir.

> or.id

>

> [Non-text portions of this message have been removed]

>

>

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment