Advertising

Thursday, 23 December 2010

[wanita-muslimah] IBRAHIM ISA – BER-SOLILOQUI “MELAWAN LUPA”

*IBRAHIM ISA – Ber- SOLILOQUI*

*Kemis, 23 Desember 2010*

*------------------------------------------------*


*BER-SOLILOQUI "MELAWAN LUPA"*


Supaya sama pemahaman kita mengenai makna kata SOLILOQUI, baiklah
dikemukakan terlebih dulu mengenai pemahaman umum tentang arti kata
SOLILOQUI. Soliloqui, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia <Dep.
Pendidikan Dan Keabudayaan – Balai Pustaka – 1989>, sama artinya dengan
kata SENANDIKA. Arti kata 'Senandika', a.l sbb: Wacana (dialog) seorang
tokoh di karya susastra dng dirinya sendiri di dlm drama, dipakai utk
mengungkapkan perasaan, firasat, konflik batin yg paling dalam dr tokoh,
atau untuk menyajikan informasi yg diperlukan pembaca atau pendengar.
Begitulah makna kata SOLILOQUIS, atau SENANDIKA, menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia.


WIKIPEDIA, menjelaskan a.l sbb: Soliloquy adalah suatu cara yg sering
digunakan dalam drama, dimana seorang tokoh menyampaikan fikiran dan
perasaannya kepada publik. Soliloquy berbeda dengan monolog. Demikian
a.l Wikipedia.


Aku menggunakan cara SILOLIQUI, bukan dalam suatu drama, tetapi sekadar
menggunakan cara-lain untuk menyampaikan sesuatu kepada pembaca. Juga
rasanya lebih leluasa dan santai menulis di SOLILOQUI. Cara ini ditempuh
supaja pembaca jangan jemu.


* * *


Seperti biasa, setiap pagi kubuka computer-ku. Pertama-tama untuk
membaca berita. Agar tahu situasi. Dan ini penting: Untuk membaca bila
ada berita dari kawan atau relasi, yg perlu segera dijawab. Kufikir,
orang jadi kesel bila berita yang memerlukan tanggapan atau jawaban dari
yang dikiriminya, dibiarkan lama tak terjawab atau tak ditanggapi. Lain
halnya bila berita itu lebih banyak berupa tuduhan dan makian belaka.
Maka yang bersangkutan bisa difahami mengambil sikap: -- ANJING
MENGGONGGONG . . . . . KAFILAH JALAN TERUS!


Kubilang pada teman-teman, perlu membaca berita-berita di FACEBOEK.
Sering di situ aku temui berita keluarga, relasi terdekat, sahabat
kental atau kenalan lama. Menggunakan media ini kita bisa dalam waktu
secepat kilat menjawab dan berdialog. Dalam waktu singkat 'kenalanku'
sudah melonjak jumlahnya di Facebook dari nol menjadi: 550. Harus
diakui, FACEBOOK memang suatu penemuan hebat abad keduapuluhsatu oleh
Mark Zuckerberg cs (AS), yang kini mengelola Facebook. Mungkin karena
media ini gratis dan efektif, lebih dari 500 juta yang tergabung dengan
Facebook. Ini suatu r e v o – l u s i di bidang inter-komunikasi.
Bayangkan melibatkan 500.000.000 lebih pembaca dan penulis. Wow !!

* * *


*MELAWAN LUPA*


Yang mendorong aku ber-SOLILOQUI, ialah sebuah berita email yang
kuterima dari sahabatku Chalik Hamid. Dengan catatannya sbb: "Mohon
diklik alamat di bawah:
http://www.metrotvnews.com/metromain/newsprograms/2010/12/22/7767/308/Melawan-Lupa.Berita
ini juga dimuat di mailist Gelora45, Perhimpunan Persaudaraan, Inti, dll.


Isi berita ialah rekaman acara –*Mata Najwa*– yang disiarkan oleh
METROTV-NEWS, dengan tema MELAWAN LUPA. Kasus yang dibicarakan ialah
Peristiwa Kekerasan terhadap komunitas Tionghoa (Mei 1998), Peristiwa
penembakan di Td. Periuk (1984), dan Kasus Pemerkosaan Wanita-Wanita
asal etnik Tionghoa (Mei 1998) dan Kasus Kekerasan aparat di Semanggi
(Mei 1998). Tampil di situ antara lain Ita Nadia (Komnasham Perempuan),
Nurcholis (Wakil Ketua Komnasham) dan Usman Hamid (Koordinator KONTRAS).
Dan beberapa orang yang jadi korban dalam peristiwa tsb.


Inti-sari acara MELAWAN LUPA, dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat
bahwa penguasa, pemerintah, mereka yang terlibat dalam peristiwa
kekerasan aparat terutama pemimpin-pemimpinnya, sampai sekarang
mengambil sikap belagak LUPA mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan
peristiwa tsb.


Pembawa acara MATA NAJWA, tegas sekali mengecam dan menuding pemerintah,
penguasa, yang terlibat, selama ini bukan saja berusaha keras hendak
MELUPAKAN peristiwa tsb, tetapi juga aktif MELAKUKAN PEMBUNGKAMAN. Usaha
pembungkaman pemberitaan mengenai kasus kekerasan tsb terutama ditujukan
terhadap para korban yang berani tampil mengungkap dan membongkar kasus
pelanggaran HAM oleh penguasa ketika itu. Sampai ada yang dibunuh karena
berani menjadi saksi kekerasan aparat.


Pokoknya pembaca harus membuka sendiri acara MELAWAN LUPA yang
ditayangkan oleh MetroTVNEWS. Pasti akan menggugah rasa hati nurani.
Untuk ikut ambil bagian dalam usaha besar MELAWAN LUPA. Yaitu melawan
kekerasan, pelanggaran HAM yang dilakukan oleh penguasa/pemerintah Orba,
yang sampai detik ini terus saja mereka tutup-tutupi. Biasa, dengan
menggunakan dalih, bahwa kasus itu adalah mengenai masa lampau. Dan,
dengan menyatakan peristiwa tsb 'tidak pernah terjadi', dan 'tidak ada
bukti', 'tidak ada saksi' dsb.


Acara TV dengan tema MELAWAN LUPA, perlu dapat sambutan dan dorongan
masyarakat. Dan seyogianya dikembangkan, diperluas temanya dengan
mencantumkan juga dalam acara MELAWAN LUPA itu, peristiwa-peristiwa
pelangaran HAM yang jauh lebih besar. Teristimewa yang bersangkutan
dengan PERISTIWA TRAGEDI NASIONAL 1965. Dalam peristiwa tsb golongan
militer yang dikepalai oleh Jendral Suharto, melakukan kejahatan
pelanggaran HAM terbesar di sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Atas nama memulihkan keamanan nasional, Jendral Suharto dengan para
pendukungnya di kalangan TNI dan di kalangan masyrakat, melakukan
persekusi dan pembantain masal terhadap warganegara tak bersalah yang
selalu setia kepada Republik Indonesia dan Presiden Sukarno.


Ketika memperingati SEABAD PROF W.F. WERTHEIM, Stichting Wertheim,
Amsterdam, mengadakan seminar cukup luas, dengan tema yang kurang lebih
sama juga.Yaitu melawan 'ignorance' , 'ketidak-tahuan', atau 'kedunguan'.


Yaitu 'kedunguan' atau 'ketidak-tahuan' yang dengan sadar dan sengaja
diregisir oleh penguasa Orba, mengenai pelanggaran HAM terbesar sekitar
Peristiwa Tragedi Nasional 1965. Supaya masyarakat, supaya bangsa negeri
ini tetap bodoh dan 'awam' mengenai sejarah bangsanya sendiri. Supaya
yang boleh diketahui yaitu 'sejarah bangsa' yang direkayasa oleh penguasa.


* * *


Begitu selesai mengikuti berita mengenai acara MELAWAN LUPA tayangan
MetroTVNews, yang dikirim Chalik Hamid kepadaku, kutilpun Chalik.

Bung, kataku, news-item yang baru Bung kirimkan pagi ini, sungguh baik
dibaca, didengar dan dilihat. Terima kasih atas kiriman Bung itu, kataku
kepada Chalik. Akhirulkalam kali ini:


*SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2011, -- SEMOGA SAHABAT DAN RELASI,
PEMBACA DAN KENALAN DIBERKAHI KESEHATAN, SUKSES DAN KEBAHAGIAAN!! * * **


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 comments:

Post a Comment