Advertising

Thursday, 6 January 2011

Re: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI

 

Anda betul Akang Wiwaha, al qur'an sendiri tidak
menyebut secara tegas berapa bilangan asma'ul
husna, malah kalau menurut referensi nasrani
ribuan lebih, bahkan menurut referensi yahudi
lebih banyak lagi sampai capek deh nyebutinnya :)

At 08:47 AM 1/7/2011, you wrote:
>
>
>Menurut sy tak terhingga... Cm keterbatasan yg
>nulis aja jd seolah2 kekuasaan dan sifat2 maupun
>sebutanNya sangat2 terbatas spt beberapa yg
>tertulis itu. 99/127/132/200/1000. Maha BESAR
>kok tega2nya dihitung dan dibatasi.. Capedeeeeh
>
>Wasalam
>
>Sent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>-----Original Message-----
>From: Abdul Muiz <<mailto:muizof%40yahoo.com>muizof@yahoo.com>
>Sender:
><mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com
>Date: Fri, 7 Jan 2011 09:30:03
>To:
><<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com>
>Reply-To:
><mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com
>Subject: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
>
>Abah HMNA merujuk hadits apa ya ?? kalau menurut hadits bukhari muslim 99+1,
>penyebutan asma'aul tidak ada al rabb, namun ada al ahad (dapat dilihat di
>halaman awal al qur'an terbitan Depag RI),
>sedangkan yang dikutip abah tidak ada
>al ahad namun ada al rabb.
>
>Menurut Quraish Shihab dalam bukunya "asma'ul husna" tentang jumlah bilangan
>asma'ul husna : menurut riwayat bukhari-muslim ada 99+1, kalau menurut At
>Thabathabai ada 127, menurut ibnu Barjam Andalusi ada 132, menurut Al Qurtuby
>ada 200, menurut Abubakar Ibnul Araby ada 1000.
>
>
>
>________________________________
>Dari: H. M. Nur Abdurahman
><<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
>Kepada:
><mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com
>Terkirim: Kam, 6 Januari, 2011 21:55:19
>Judul: Re: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
>

>99 Al-Asma ul Husna
>"Allah mempunyai Al-Asma ul Husna (nama-nama
>yang baik), maka memohonlah kepada
>Allah dengan menyebut nama-nama itu." (QS Al-A'raaf:180)
>
>1. ALRhMN (Ar Rahmaan): Maha Pengasih
>2. ALRhYM (Ar Rahiim): Maha Penyayang
>3. ALRB (Al Rabb): Maha Pengatur
>4. ALMLK (Al Malik, Al Maalik): Maha Merajai, Maha Memiliki
>5 ALQDWS (Al Qudduws): Maha Suci
>6 ALSLAM (As Salaam): Maha Penjaga
>7 ALMWaMN (Al Mu'min): Maha Menjamin
>8 ALMHYMN (Al Muhaimin): Maha Melindungi
>9 AL'AZYZ (Al 'Aziyz): Maha Mulia
>10 ALJBAR (Al Jabbar): Maha Perkasa
>11 ALMTKBR (Al Mutakabbir): Maha Megah
>12 ALKhALQ ()Al Khaaliq): Maha Pencipta
>13 ALBARYa (Al Barri): Maha Pembuat
>14 ALMShWR (Al Mushawwir): Maha Pembentuk
>15 ALGhFAR (Al Ghaffar): Maha Pengampun
>16 ALQHAR ( Al Qahhar): Maha Pemaksa
>17 ALWHAB (Al Wahhaab): Maha Pemberi
>18 ALRZAQ ( Ar Razaaq): Maha Pemberi Rizki
>19 ALFTAh (Al Fattaah): Maha Membuka
>20 AL'ALYM (Al 'Aliym): Maha Mengetahui
>21 ALQABDh (Al Qaabidh): Maha Pencabut
>22 ALBASTh (Al Baasith): Maha Meluaskan
>23 ALKhAFDh (Al Khaafidh): Maha Menjatuhkan
>24 ALRAF'A (Ar Rofi'): Maha Mengangkat
>25 ALM'AZ (Al Mu'izz): Maha Pemberi Kemuliaan
>26 ALMDzL (Al Mudzill): Maha Pemberi Kehinaan
>27 ALSMY'A (As Samiy'): Maha Mendengar
>28 ALBShYR (Al Bashiyr): Maha Melihat
>29 ALhKM (Al Hakaam): Maha Menetapkan Hukum
>30 AL'ADL (Al 'Adl): Maha Adil
>31 ALLThYF (Al Lathiyf): Maha Halus
>32 ALKhBYR (Al Khabiyr): Maha Waspada
>33 ALhLYM (Al Haliim): Maha Penyantun
>34 AL'AZhYM (Al 'Azhiym): Maha Agung
>35 ALGhFWR (Al Ghafuwr): Maha Pengampun
>36 ALSyKWR (Asy Syakuwr): Maha Pembalas
>37 AL'ALY (Al 'Aliyy): Maha Tinggi
>38 ALKBYR (Al Kabiyr): Maha Besar
>39 ALhFYZh (Al Hafiydh): Maha Pemelihara
>40 ALMQYT Al Muqith : Maha Pemberi Kecukupan
>41 ALhSYB (AL Hasiyb): Maha Penjamin
>42 ALJLYL (Al Jaliil): Maha Luhur
>43 ALKRYM (Al Kariym): Maha Pemurah
>44 ALRQYB (Ar Roqiyb): Maha Peneliti / Mengawasi
>45 ALMJYB (Al Mujiib): Maha Mengabulkan
>46 ALWAS'A (Al Wasi'): Maha Luas
>47 ALhKYM (Al Hakiym): Maha Bijaksana
>48 ALWDWD (Al Waduwd): Maha Mencinta
>49 ALMJYD (Al Majiyd): Maha Mulia
>50 ALBA'ATs (Al Baa'its): Maha Membangkitkan
>51 ALSyHYD (Asy Syahiyd): Maha Menyaksikan
>52 ALHQ (Al Haqq): Maha Benar
>53 ALWKYL (Al Wakiyl): Maha Memelihara
>54 ALQWY (Al Qawiyy): Maha Kuat
>55 ALMTYN (Al Matiyn): Maha Kokoh
>56 ALWLY (Al Waliyy): Maha melindungi
>57 ALhMYD (Al Hamiyd): Maha Terpuji
>58 ALMhShY (Al Muhshiy): Maha Menghitung
>59`ALMDYa (Al Mubdi'): Maha Memulai
>60 ALM'AYD (AL Mu'iyd): Maha Mengulangi
>61 ALMhYY (Al Muhyi): Maha Menghidupkan
>62 ALMMYT (Al Mumiyt): Maha Mematikan
>63 ALhY (Al HayY): Maha Hidup
>64 ALQYWM (Al Qoyyuwm): Maha Berdiri Sendiri
>65 ALWAJD (Al Waajid): Maha Kaya
>66 ALMAJD (Al Majid): Maha Bagus (Magnificent)
>67 ALWAhD (Al Waahid): Maha Esa
>68 ALShMD (Ash Shamad): Maha Tempat Bergantung / Meminta
>69 ALQADR (Al Qaadir): Maha Kuasa / Menyeimbangkan
>70 ALMQTDR (Al Muqtadir) : Maha Menentukan
>71 ALMQDM (Al Muqaddim): Maha Mendahulukan
>72 ALMWaKhR (Al Muakhkhir): Maha Mengakhirkan
>73 ALAWL (Al Awwal): Maha Pertama
>74 ALAKhR (Al Aakhir): Maha Penghabisan
>75 ALZhAHR (Azh Zhaahir): Maha Nyata
>76 ALBAThN (Al Baathin): Maha Tersembunyi
>77 ALWALY (Al Waaliy): Maha Memimpin / Maha Memerintah
>78 ALMT'AALY (Al Muta'-aliyy): Maha Tinggi
>79 ALBR (Al Barr): Maha Melimpahkan Kebaikan
>80 ALTWAB (At Tawwaab): Maha Menerima Taubat
>81 ALMNTQM (AL Muntaqim): Maha Membalas
>82 AL'AFW (Al Afw): Maha Pengampun
>83 ALRaWF (Ar Rauwf): Maha Menghiba / Menghibur (Compassionate)
>84 MALKALMLK (Al Malikul Mulk): Maha Menguasai Kerajaan
>85 DzALJLALWALKRAM (Dzul Jalaali Wal Ikraam): Maha Memiliki Kebesaran dan
>Kemuliaan
>86 ALMQShTh (Al Muqshith): Maha Mengadili
>87 ALJAM'A (Al Jaami'): Maha Mengumpulkan
>88 ALGhNY (Al Ghaniyy): Maha Kaya
>89 ALMGhNY (Al Mughniyy): Maha Pemberi Kekayaan
>90 ALMAN'A (Al Maani'): Maha Mencegah
>91 ALDhR (Al Maani'): Maha Mencegah
>92 ALNAF'A (An Naafi'): Maha Memberi manfaat
>93 ALNWR (An Nuwr): Maha Bercahaya
>94 ALHADY (Al Haadiyy): Maha Memberi Petunjuk
>95 ALBDY'A (Al Badiy'): Maha Pencipta Yang Baru
>96 ALBAQY (Al Baaqiyy): Maha Kekal
>97 ALWARTS (Al Waarits): Maha Pewaris
>98 ALRSyYD (Ar Rosyiyd): Maha Pintar / Cerdas
>99 ALShBWR (Ash Shabuwr): Maha Penyabar
>
>Jadi dengan Allah menjadi 99 + 1
>
>Allah adalah Nama Diri, Proper Name. Allah tidak bisa diterjemahkan ke dalam
>bahasa apapun juga. Lain halnya ke-99 Al-Asma ul
>Husna, itu bisa diterjemahkan
>seperti dilakukan di atas.
>
>Allah adalah Proper Name, Nombre Propio, Nama
>Asli, Nama Diri, maka tidak untuk
>diterjemahkan. Nama Asli ALLAH ini mengandung
>keunikan, uniqueness, el ùnico,
>satu-satunya, the One and Only One. Karena Allah adalah Proper Name tidak
>dijabarkan dari akar kata dalam bentuk fi'il
>(verb) atau isim (noun). Beda hal
>nya dengan kata ilah yang dijabarkan dari akar kata Alif-Lam-Ha = ilah(un),
>berbentuk isim = "sesembahan" hasil imajinasi manusia, yaitu berhala, atau
>manusia yang dipertuhankan seperti Jesus dalam theologi Trinitas. Ilahun bisa
>dijama'kan alihatun. Jika kita menyebut Tuhan =
>God, maka kata god, singular =
>tuhan, bisa dijamakkan, menjadi gods /dewa2,
>yang ini maskulin / male gendernya.
>Sedang kalau digenderkan feminin/female, menjadi goddess/dewi2. Jadi kata God
>ini lebih bisa membiaskan kejamakan dan juga jenis kelamin. Sedangkan Allah,
>Yang Proper Name, tidak terikat pada ilmu nahwu
>yang dijabarkan dari akar kata
>tiga huruf, tidak kejamakan, tidak laki2, tidak perempuan.
>
>Jadi karena Allah adalah Proper Name, maka tidak
>bisa diterjemahkan dalam bahasa
>apapun juga, bukan God, bukan Tuhan, bukan Deu, bukan Thian. Manusia mencipta
>tuhan di dalam benaknya. Itulah dia yang disebut
>ilah(un). Itulah yang dinafikan
>(ditolak) dalam la ilaha, tidak ada itu ilahun hasil ciptaan manusia dalam
>benaknya, yang Ada adalah Yang mencipta manusia dalam alam semesta, Dia punya
>Proper Name adalah Allah. Sebab sewaktu manusia
>belum ada di permukaan bumi ini,
>ilahun itu juga tidak ada, karena itu adalah hasil ciptaan manusia dalam
>benaknya. Jadi ma'na la ilaha illaLlah, adalah tidak ada ilah (=sesembahan)
>hasil ciptaan manusia dalam benaknya, Yang Ada adalah Allah. Itulah dia m'na
>tiada ilah selain Allah.
>
>Para antropoloog setelah mengadakan penelitian atas bangsa-bangsa Semit
>mendapatkan bahwa orang-orang Semit ada yang
>menyembah air, sumur (= mata air),
>ada yang menyembah bulan, maka mereka berkesimpulan bahwa ilah(un) itu adalah
>dewa air, dewa sumur, dewi bulan. Selanjutnya
>para antropoloog itu membuat hoax
>(kebohongan "ilmiyah") dengan trick (akal-akalan) permainan semantik. Mereka
>membubuhkan al di depan ilah, sehingga menjadi al-ilah, itulah dewa air, dewa
>sumur, dewi bulan. Membubuhkan al pada ilah adalah suatu yang sangat
>kontradiktif. Ilah yang telah dinafikan itu, kok
>diberi bubuhan al. Itulah yang
>disebut hoax. Kemudian al-ilah disulap menjadi Allah, itulah yang disebut
>permainan semantik.
>
>
>Waktu Abel Tasman ke bagian timur kepulan
>Nusantara ini banyak kelasi kapalnya
>meninggal karena penyakit scheurbuik (nanti pada abad ke-20 ketahuan bahwa
>penyakit itu disebabkan oleh kekurangan vitamin
>C). Maka Abel Tasman singgah di
>Ambon mengambil kelasi. Tiba suatu waktu Abel
>Tasman yang sedang berdiri bersama
>dua orang kelasi Ambon, nampaklah dari jauh sebuah daratan. Kelasi Ambon yang
>berdiri di tengah segera menunjuk: Itu ada
>pulau. Abel Tsman bertanya: Apa nama
>itu pulau, dan serempak dengan itu kelasi Ambon
>yang satu bertanya pula kepada
>temannya: Mana itu pulau. Karena jengkel kepada temannya mengapa pulau yang
>sudah jelas kelihatan itu tidak dilihatnya, ia balik bertanya: Ose tra lia'
>(engkau tidak lihat)? Segera Abel Tasman dengan rasa puas karena mendapat
>jawaban, masuk ke dalam kamarnya, menulis dalam log-boeknya: Pada jam sekian,
>tanggal sekian, tahun sekian, kami menjumpai daratan baru bernama Australia.
>Maka permainan semantik al-ilah menjadi Allah tidaklah berbeda dalam hoax
>tentang lahirnya Australia, dengan permainan semantik dari Osetralia.
>
>Falammaa Balagha Ma'ahu sSa'ya- Qaala Yaa
>Bunayya Inniy Ara- Fi lManaami Anniy
>Adzbahuka Fanzhur Maadzaa Tara- Qaala Yaa Abati If'al Maa Tu'maru Satajiduniy
>Insya- ALla-hu mina shShaabiriyna
>(AshShafat,102). Tatkala putra itu sudah balig
>dan telah sanggup membantu bekerja, berkatalah (Ibrahim): Hai anakku
>sesungguhnya aku melihat dalam tidurku bahwa aku menyembelihmu, maka
>bagaimanakah pendapatmu mengenai hal ini. Berkata (Isma'il): Hai ayah,
>kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, engkau akan mendapati aku, insya
>Allah, termasuk golongan orang yang tabah (37:102).
>
>Allah Yang Proper Name, tidak mempunyai arti yang terkait dengan sifat dan
>perbuatan apapun juga : "Wa lam Yakun laHu-
>Kufuwan Ahad" (S. Al Ikhlaash, 4),
>dan tak satu juapun yang sekufu (setara)
>denganNya. Menurut ayat (37:102), Allah
>telah memberitahukan Nama DiriNya kepada Nabi
>Ibrahim AS seperti diucapkan oleh
>Isma'il: "Satajiduniy Insya ALlahu mina
>shShaabiriyna". Kepada Nabi Muhammad SAW
>Allah memberi tahu 99 Al-Asma ul Husna
>(nama-nama terbaik) yang dikaitkan kepada
>sifat dan perbuatan Allah.
>
>
>Jadi Nama Allah telah diturunkan Allah sebelum penyembah berhala menciptakan
>dalam benak manusia yang melahirkan kebudayaan
>Semit nama-nama seperti Lat dan
>Ilah. Pada zaman Nabi Isma'il AS orang Arab di Makkah masih beragama Tawhid,
>menyembah Allah, seperti diajarkan oleh Nabi Isma'il AS. Dalam perjalanan
>sejarah agama Tawhid yang diajarkan oleh Nabi Isma'il AS, walaupun nama Allah
>masih tetap dipelihara (nama ayahanda Nabi Muhammad SAW adalah Abdullah),
>dikotori oleh kebudayaan jahiliyah hasil olahan benak masyarakat jahiliyah
>penyembah berhala itu, yang menghasilkan tuhan ciptaan manusia yang trinitas
>Arab jahiliyah: Lat-Uzza-Manat.
>Al-Lat adalah dewi kesuburan dan peperangan.
>Al-Uzza adalah dewi yang memberi kekuatan, dan
>Al-Manat adalah Dewi Nasib atau peruntungan.
>
>Wassalam
>
>HMNA
>
>----- Original Message -----
>From: "abdul mu'iz"
><<mailto:quality%40posindonesia.co.id>quality@posindonesia.co.id>
>To:
><<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com>
>Sent: Wednesday, January 05, 2011 11:19
>Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
>
>Tidak boleh menambahi asma'ul husna ?? padahal
>berapa bilangan asma'aul husna di qur'an tidak
>ada ketegasan jumlah nama-nama Allah, kalau
>merujuk hadits bukhari ya ada 99 + 1, tetapi
>kalau merujuk pada riwayat yang lain, maka amat
>beragam ada yang yang menyebut 120, 200, 500 dsb
>(silakan baca buku asma'ul husna karya Quraish
>Shihab) dan tidak ada ulama' islam yang
>menyalahkan penyebutan bilangan asmaul husna
>lebih dari 100 lho. Bahkan di referensi yahudi
>dan nasrani, nama-nama indah dari Tuhan itu lebih
>banyak dari referensi islam. Menurut hemat saya
>tidak ada penambahan asma'ul husna oleh Pak
>Sarlito sebagaimana tulisan yang diposting pak Chodjim tsb.
>
>Wassalam
>Abdul Mu'iz
>
>At 09:12 AM 1/6/2011, you wrote:
> >
> >
> >Saya sudah jawab dalam postingan reply saya kepada pak Chojim. Baiklah saya
> >ulangi:
> >Walaupun Prof. Sarlito orang Islam pas-pasan, tetapi orangnya bukanlah
> >terpelajar yang pas-pasan, yang seharusnya memperlakukan Hadits setaraf
> >bahkan lebih tinggi dari referens biasa.
> Srbagai orang terpelajar yang tidak
> >pas-pasan apa sih susahnya mencari kutipan yang benar, yang waktu mencari
> >itu tentu jauh lebih singkat dari waktu tatkala menulis artikel tsb.
> >Tuhan juga tidak punya tangan, Abah, meski Alquran menyebutnya "kedua
> >tangan-Ku". Tuhan pasti tidak duduk di atas
> Kursi di Arasy, karena Dia tidak
> >seperti segala sesuatu. Malah, Dia selalu bersama kita di mana pun kita
> >berada (Q. 57:4). Wa huwa ma'akum ayna maa kuntum; dan DIA bersama kamu
> >semua di mana pun kamu berada.
> >
> >Tambahan utk postingan ini:
> >Asmaaul Husna itu termaktub dalam Al-Quran, tetapi Allah punya hati itu
> >tidak termaktub. Dalam hal aqidah kita tidak boleh tambah-tambah atau
> >kurangi. Ada juga terlampaui yang saya tidak jawab dari postingan pak
> >Chojim: "Sebenarnya yang ingin kita ambil dari tulisan Prof. Sarlito adalah
> >inti sari dalam hidup beragama dan bernegara.
> >Ini tanggapan saya:
> >Saya sama sekali tidak mengkritik ISI artikel Prof Prof. Sarlito Wirawan
> >Sarwono, melainkan sikapnya dalam memperlakukan Hadits.
> >
> >Wassalam
> >HMNA
> >
> >----- Original Message -----
> >From: "abdul mu'iz"
> ><<mailto:quality%40posindonesia.co.id><mailto:q
> uality%40posindonesia.co.id>quality@posindonesia.co.id>
> >To:
> ><<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mai
> lto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> >Sent: Wednesday, January 05, 2011 10:46
> >Subject: Re: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
> >
> >Pak Sarlito kan pakar psikologi bukan pakar agama, jadi dapat
> >dimaafkan bila hadits yang dikutip itu ada kekeliruan. Namun esensi
> >pesan yang disampaikan Pak Sarlito itu adalah Tuhan memiliki asmaaul
> >husna seperti Al Rahman (Maha Pengasih), Al Rahiim (Maha Penyayang),
> >Al Rauf (Maha Mencintai) dan Al Waduud (Maha Kasih) adalah mungkin
> >yang dimaksudkan pak Sarlito dengan bahasa psikologi sebagai "baik
> >hati". Tentu saja baik hati yang dimiliki Allah tidak akan sama
> >dengan baik hati yang dimiliki manusia, karena Allah itu "laysa
> >kamitslihi = tidak serupa dengan yang lain" dan "mukhalafatu lil
> >hawaditsi = berbeda dengan makhluq-Nya".
> >
> >Tentang Rasulullah merespon sahabat yang membiarkan onta di halaman
> >masjid tanpa diikat, kemudian beliau mengingatkan supaya diikat dulu.
> >Dalam versi lain ada kemiripan dengan kisah Umar Bin Khattab yang
> >menegur sahabat yang membiarkan onta di halaman masjid tanpa diikat,
> >ketika ditanya oleh Umar, "mengapa tidak diikat dulu ontanya", sang
> >pemilik onta menjawab, "aku serahkan pada Allah", maka umar berkata,
> >"ikat dulu baru tawakkal". Esensinya kan Allah itu cuma menetapkan
> >hukum alam, jika rajin maka pandai, jika hemat maka akan kaya, begitu
> >pula jika membiarkan onta tidak diikat meskipun Allah Maha Kasih,
> >tetapi dengan membiarkan onta tanpa diikat akan berpotensi kehilangan
> >onta, misalnya onta akan pergi meninggalkan tempat entah kemana, atau
> >mengundang maling untuk mengambilnya. Maka amat benarlah yang
> >dikatakan pak Sarlito bahwa Allah tidak menyukai orang yang cuma
> >mengandalkan taqwa dengan perilaku membiarkan ontanya tanpa diikat,
> >toh Allah Maha Mengawasi atau Maha Menjaga, maka manusia wajib
> >berikhtiar dengan bersikap waspada yaitu mengikat ontanya dulu, baru
> >bertawakkal.
> >
> >Dalam keseharian seringkali kadar ikhtiar (usaha) kita amat minim
> >sehingga hasil yang kita peroleh juga biasa-biasa saja bahkan jauh
> >dari harapan, lantas mengeluh mengapa Tuhan tidak berbaik hati kepada
> >hamba-hamba-Nya, sementara umat kafir (negara industri) kok
> >mendapatkan kenikmatan hidup berlebih padahal kalau diamati betapa
> >besar dan luar biasanya effort (ikhtiar) yang diupayakan untuk meraih
> >harapan.
> >
> >Wassalam
> >Abdul Mu'iz
> >
> >At 05:13 AM 1/6/2011, you wrote:
> > >
> > >
> > >Sarlito Wirawan Sarwono wrote:
> > >1. TUHAN YANG BAIK HATI
> > >2. Jawab Rasullulah,
> > >"Allah paling tidak menyukai umatNya
> > >yang hanya bertakwa kepadaNya
> > >tetapi tidak berusaha sebaik-baiknya"
> > >
> > >|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
> > |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
> > >
> > >HMNA:
> > >1. TUHAN YANG BAIK HATI ? Astaghfirullah, wa subhanallah, yang benar
> > >saja, Allah kok dibilangin punya hati. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad !
> > >2. Jawab Rasullulah,
> > >"Allah paling tidak menyukai umatNya
> > >yang hanya bertakwa kepadaNya
> > >tetapi tidak berusaha sebaik-baiknya"
> > >
> > >Masya-Allah, mengutip Hadits kok serampangan! Mana bisa Rasulullah
> > >bersabda: "Allah paling tidak menyukai umatNya" ?! Yang punya ummat
> > >yaitu para Nabi. Allah mempunyai hamba pada khususnya dan makhluq pada
> > >umumnya.
> > >
> > >Salam
> > >HMNA
> > >
> > >----- Original Message -----
> > >From: "L.Meilany"
> > ><<mailto:wpamungk%40centrin.net.id><mailto:wpam
> >
> ungk%40centrin.net.id><mailto:wpamungk%40centrin.net.id>wpamungk@centrin.net.id>
>
> > >To:
> > ><<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mai
> >
> lto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com><mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com>
>
> > >Sent: Tuesday, January 04, 2011 19:13
> > >Subject: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
> > >
> > >Terimakasih pak Chodjim, untuk kiriman tulisan yg indah.
> > >Dulu ortu saya suka mendongeng rada mirip pengertiannya dengan
> > >dibawah sesuai bahasa anak2.
> > >Tuhan itu baik karena Dia kasih udara yg kita hirup kepada semua
> > >orang, yg jahat, yg miskin, yg tinggal dikolong jembatan
> > >gratis tanpa mbayar.
> > >Begitu juga selalu menepati janji dengan menerbitkan matahari di
> > >timur sinarnya untuk semua orang.
> > >
> > >salam,
> > >l.meilany
> > >
> > >----- Original Message -----
> > >From: chodjim
> > >To: wanita muslimah
> > >Sent: Tuesday, January 04, 2011 2:10 AM
> > >Subject: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
> > >
> > >Di bawah ini adalah tulisan Prof. Sarlito Wirawan Sarwono dalam
> > >Sindo 12/12/2010. Kiranya tidak basi untuk dipostingkan pada WM agar
> > >tetap menjadi pelajaran dan hikmah bagi pembacanya.
> > >----------------------------------------------------------
> > >
> > >TUHAN YANG BAIK HATI
> > >
> > >Sebagian orang memang sering mengeluhkan
> Tuhan kita yang tak henti-hentinya
> > >memberi cobaan pada bangsa Indonesia:
> > >Tsunami Aceh,
> > >Gempa Bengkulu,
> > >Gempa Yogya,
> > >Gempa Padang,
> > >Banjir Wasior,
> > >Banjir Jakarta,
> > >Merapi,
> > >Bromo dan entah apa lagi nanti.
> > >
> > >Banyak korban harta dan jiwa, baik manusia maupun sapi.
> > >Padahal bangsa ini sdh kurang apa loh,
> > >Ketaatannya pada Tuhan.
> > >Kuota haji bertambah terus,
> > >belum termasuk haji gelap.
> > >
> > >Sholat Istigozah sering sekali digelar,
> > >tempat-tempat ibadah tidak pernah kosong,
> > >Bahkan umat Kristen dan Ahmadiyah
> > >tetap saja ke tempat ibadahnya walaupun sudah digusur, dirusak, dibakar
> > >atau
> > >ditutup oleh umat lain.
> > >
> > >Sedangkan umat yang lain itu juga tidak pernah berhenti meneriakkan asma
> > >Tuhan
> > >yang maha besar (Allahuakbar!)
> > >setiap kali mereka menumpas umat sesat, atau sekedar berunjuk kekuatan
> > >ke Gedung DPR atau tempat-tempat maksiat.
> > >
> > >Pokoknya, semua orang Indonesia mengaku bertakwa kepada Tuhan
> > >masing-masing,
> > >walaupun realitanya
> > >mereka saling bertikai, bahkan berbunuhan.
> > >
> > >Jadi mengapa Tuhan masih juga mencoba bangsa ini?
> > >Tetapi saya tidak setuju dengan pendapat seperti itu.
> > >
> > >Buat saya , bencana-bencana alam di bumi Indonesia dan seluruh dunia
> > >sudah di-blue print-kan Tuhan sejak sebelum Tuhan menciptakan Adam
> > >dan Hawa dan
> > >baru akan di-Ending-kan
> > >kalau kiamat nanti.
> > >
> > >Tinggal kewajiban manusialah untuk mempelajari baik-baik blue print itu
> > >untuk bisa mengantisipasi dan mengatasi bahaya yg mungkin timbul.
> > >
> > >Dan kita sudah melakukan antisipasi itu.
> > >Ketika Merapi masuk tahap " AWAS ",
> > >misalnya, semua petugas sudah memperingatkan masyarakat untuk segera
> > >meninggalkan daerah bahaya.
> > >
> > >Bahkan Petugas, dibantu Relawan,
> > >ikut mengEvakuasi warga.
> > >
> > >Tetapi ya itu - masih ada saja yang lebih percaya pada mbah Marijan
> > >, dari pada
> > >tanda-tanda Tuhan ( yang diketahui manusia melalui Ilmu ).
> > >
> > >Akibatnya ya itu, JATUH KORBAN sia-sia.
> > >Indonesia tidak sendirian - kalau soal bencana.
> > >
> > >Kebakaran di Florida,
> > >di Queensland (Australia),
> > >di Israel,
> > >Banjir di Sydney,
> > >di Cina,
> > >Gempa di Haiti,
> > >dan seterusnya.
> > >
> > >Pokoknya, kalau tentang bencana
> > >Tuhan tidak pilih kasih.
> > >
> > >Jadi tidak usahlah kita repot mengait-ngaitkannya dengan dosa umat Islam
> > >Indonesia yang makin banyak, korupsi yang nggak berhenti-henti dsb.
> > >
> > >Di Amerika
> > >yang konon korupsinya, hanya sedikit
> > >(minimal sebelum dibongkar oleh Wikileaks)
> > >
> > >Bencananya sama saja dgn Indonesia
> > >yang korupsinya sudah jadi rahasia umum sejak jaman "Panitia Anti Korupsi
> > >nya
> > >Bung Hatta". - dan makin gamblang setelah kasus Gayus.
> > >
> > >Saya malah lebih percaya bahwa Tuhan itu sangat murah hati pada bangsa
> > >Indonesia, -
> > >
> > >Justru karena ketakwaannya.
> > >
> > >Betapa tidak.
> > >Tatkala Negara-negara lain diguncang kerusuhan dan pemecah-belahan,
> > >Seperti Yunani dan Turki, atau
> > >Resesi ekonomi (Amerika), atau
> > >Bom2 bunuh diri (Irak, Afghanistan),
> > >Indonesia Relatif Tenang.
> > >
> > >Malah sudah masuk forum negara-negara maju G 20.
> > >
> > >Indonesia tidak diganjar kudeta atau
> > >Perang saudara oleh Tuhan, seperti yang pernah terjadi di thn 1948 n 1965
> > >(dua-duanya pemberontakan PKI, yang ideologinya konon memang tak percaya
> > >sama
> > >Tuhan).
> > >
> > >Yang terjadi pasca Orde Baru adalah justru yang diminta oleh bangsa
> > >Indonesia,
> > >Selalu Diberi oleh Tuhan.
> > >
> > >Bangsa Idonesia minta Suharto turun,
> > >Ya Suharto turun beneran.
> > >
> > >Minta demokrasi sbgai pengganti tirani,
> > >Tuhan ijinkan dgn Pemilu legislatif, dan pemilihan Presiden dan Kepala
> > >Daerah
> > >langsung oleh rakyat.
> > >
> > >Bangsa ini minta otonomi daerah untuk memajukan daerah dan
> > >mengurangi korupsi di
> > >pusat,
> > >Ya diberi.
> > >
> > >Minta kebebasan pers,
> > >Dikasih.
> > >
> > >Minta Polisi lepas dari ABRI dan TNI balik ke barak, - stop Dwifungsi,
> > >Juga dapat.
> > >
> > >Minta Presiden yang ganteng,bijaksana,
> > >sabar, cool, yang enak dilihat (oleh kaum ibu) waktu pidato,
> > >Maka Tuhan Memenangkan SBY.
> > >
> > >Bahkan Presiden AS dipilihkan oleh Tuhan (melalui Pemilu AS) yang
> > >"orang Indonesia",
> > >sesuai dengan mimpi bangsa Indonesia
> > >("Sate, baso..., enak, ya").
> > >
> > >Begitu baiknya Tuhan sama kita, sehingga teroris yang mengatas nama
> > >kan dirinya
> > >sebagai pembela Allah pun
> > >tidak diberi peluang untuk bergerak.
> > >
> > >Beberapa tahun terakhir ini, sesudah tewasnya Nurdin Top dan Dulmatin,
> > >maka praktis Densus 88 bisa mengendus setiap gerak calon teroris,
> > >sehingga berkali-kali tempat persembunyian dan rencana mereka terbongkar
> > >sebelum menjadi kenyataan.
> > >Densus 88 memang jempol.
> > >
> > >Tetapi "TIDAK MUNGKIN" lah semua itu
> > >tanpa ridho Tuhan.
> > >
> > >Bandingkan saja misalnya dengan
> > >Pakistan,
> > >India, apalagi
> > >Palestina
> > >yang masih diancam teror terus
> > >sampai hari ini.
> > >
> > >Karena itu, kalau sekarang kita masih melihat :
> > >Banyak Orang Miskin - Tawuran,
> > >Pengunjuk Rasa lempar2an batu dgn. polisi,
> > >Pol PP dorong2 - an dengan PKL,
> > >Pilkada ribut,
> > >DPR studi banding,
> > >Bank Century masih gak jelas,
> > >Jalanan macet,
> > >Proyek MRT Jakarta macet juga,
> > >RUU DIY ribut, - dan seterusnya,
> > >
> > >Ya kita harus lihat kesalahannya
> > >Pada Diri Kita Sendiri.
> > >
> > >Saya teringat pada suatu hadis Nabi
> > >yang mengisahkan seorang sahabat masuk ke masjid hendak menunaikan shalat
> > >bersama Rasullah.
> > >
> > >Melihat bahwa unta sahabat itu dibiar kan begitu saja tanpa diikat, maka
> > >Rasullulah mengimgatkan agar sang sahabat mengikat dulu utanya sebelum
> > >masuk
> > >masjid, agar unta itu tidak lari.
> > >
> > >Maka sahabatpun bertanya,
> > >"Mengapa harus saya ikat, ya Rasul,
> > >bukankah Allah akan menjaga unta itu".
> > >
> > >Jawab Rasullulah,
> > >"Allah paling tidak menyukai umatNya
> > >yang hanya bertakwa kepadaNya
> > >tetapi tidak berusaha sebaik-baiknya"
> > >
> > >(para ikhwan yang hafal hadis,
> > >maaf kalau saya menulisnya kurang pas,
> > >maklum ilmu Islam saya Cuma pas-pasan).
> > >
> > >Begitu juga dlm agama Kristen, setahu saya ada seruan dalam bahasa Latin
> > >"Ora et labora" (berdo'a dan bekerja).
> > >Makna dari
> > >hadis dan seruan itu sama saja,
> > >yaitu kita tetap harus berusaha,
> > >walaupun kita sudah bertakwa.
> > >
> > >Hasil dari usaha itu kita rasakan di sini,
> > >di dunia yang fana ini.
> > >
> > >Bukan di surga,
> > >sedangkan buah dari takwa dan do'a
> > >bisa di sini,
> > >tetapi terutama untuk nanti di akhirat.
> > >
> > >Masalahnya,
> > >dalam bangsa Indonesia beragama
> > >(khususnya Islam),
> > >fokusnya terlalu ditujukan
> > >pada hasil akhir nanti diakhirat saja.
> > >
> > >Karena itu tausyiah dan khotbah
> > >para ulama dan kiai (termsk yg di TiVi)
> > >tidak jauh-jauh dari nasihat-nasihat
> > >bagaimana caranya
> > >agar kita kelak bisa masuk surga,
> > >termasuk memperbanyak ibadah
> > >mulai dari sholat malam sampai zikir.
> > >Nah, kalau kita ibadah terus,
> > >kapan kerjanya?
> > >
> > >Padahal
> > >untuk membuat Tim Nasional Indonesia
> > >menang atas Malaysia,
> > >Laos dan terutama Thailand, misalnya. tidak cukup dengan do'anya 220 juta
> > >rakyat Indoesia
> > >(selama ini sudah dilakukan, tetapi PSSI kalah terus),
> > >
> > >melainkan - dengan menambahkan
> > >Irfan Bachim dan Christian Gonzales
> > >ke dalam Timnas melalui proses Naturalisasi - dan
> > >Setelah itu berlatih keras - dan
> > >memikirkan strategi yang paling cerdik.
> > >
> > >Sama halnya
> > >dengan Timnas Dayung
> > >yang mememangi beberapa medali emas di Asian Games,
> > >dan Petinju Chris John
> > >yang mempertahankan sabuk emasnya.
> > >
> > >Semua demi mengibarkan
> > >sang saka Merah Putih
> > >di angkasa internasional.
> > >Mereka semua
> > >Berusaha,
> > >Berlatih - dan
> > >Berdo'a.
> > >
> > >Saya rasa,
> > >Kalau semua orang mau sungguh-sungguh berusaha,
> > >Tidak lagi cuma mau jalan pintas,
> > >Tidak lagi percaya pada mitos "100 hari"
> > >(kalau gagal, ganti pejabat),
> > >Meninggalkan UUD (Ujung-ujungya Duit),
> > >Meninggalkan kebiasaan debat-kusir
> > >yang hanya mau menang sediri - dan Berusaha agar selalu Satu Kata dengan
> > >perbuatan,
> > >
> > >Insya Allah
> > >Indonesia akan lebih cepat mencapai masyarakat yang adil, makmur dan
> > >sejahtera,
> > >Bukan hanya nanti - di akhirat,
> > >tetapi sekarang di tanah air kita.
> > >
> > >Robbana atina fidunia hasanah,
> > >wa fil akhirati hasanah,
> > >waqina adhabanar.
> > >Amiin YRA
> > >
> > >----------------------------------------------------------
> > >
> > >Wassalam,
> > >chodjim
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>------------------------------------
>
>=======================
>Milis Wanita Muslimah
>Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
>Twitter:
><http://twitter.com/wanita_muslimah>http://twitter.com/wanita_muslimah
>Situs Web: <http://www.wanita-muslimah.com>http://www.wanita-muslimah.com
>ARSIP DISKUSI :
><http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages>http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
>
>Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
>Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
>Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
>Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
>
>Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment