----- Original Message -----
From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, January 08, 2011 04:58
Subject: Bls: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
Ya, beginilah kalau mempersepsi asma'ul husna menurut syahwat pribadi,
sehingga
al ahad tidak perlu ada karena dianggap : 1) sinonim dengan al wahid, 2)
tidak
lazim menggunakan nama abdul ahad pada manusia.
######################################################
HMNA:
Tidak ada masalah syahwat pribadi. Tidak ada alasan Ar-Rabb tidak
dimasukkan, padahal ada yang kelebihan yaitu Ahad dan Wahid. Susunan Asmaul
Husna itu saya ambil dari Handbooknya kakek saya Opu Tuan Imam Barat
Batangmata, yang beliau dapatkan dari guru beliau di Makkah..Kok dibilangin
guru kakek saya itu pakai syahwat pribadi. Coba bercermin, apakah kata-kata
yang ente lontarkan itu bukankah pantulan dari ente punya syahwat pribadi
?!? Saya tersinggung, mulai sekarang saya berENTE kepada ente yang menghina
guru kakek saya itu. Ente itu sangat tidak sopan rupanya.
######################################################
Padahal asma'ul husna 1) banyak yang sinonim, contohnya : Allah Maha
Pengampun ada al ghaffar, al ghafuur, belum lagi nama lain tetapi ada
kedekatan
makna dengan pengampun yaitu al afw dan al tawwab kemudian Maha Besar ada al
kabiir dan ada al mutakabbir, Maha Kasih Sayang ada al Rahman dan al Rahiim,
############################################################
HMNA:
Oh, ente memang masih picik. Kalau kail panjang sejengkal, jangan laut
hendak diduga.Rahman tidak sama dengan Rahim
Allah dengan sifat RahmanNya itu tidak membeda-bedakan hamba sahayaNya di
dunia ini, apakah ia Islam, atau bukan, bahkan yang ingkar kepadaNya
sekalipun. Siapa saja yang mencari rezeki termsuk ilmu dengan
bersungguh-sungguh, Allah akan memberikan.
Allah dengan sifat Rahimnya hanya diberikan kepada yang bermohon kepadaNya.
Orang kafir yang ingkar kepadaNya tidak akan mendapatkannya.
Sebagai bonus silakan ente simak Seri 038 di bawah:ttg dua orang ilmuwan
Schaever dan Vonnegut , agar ente bertambah ilmunya yang picik itu, yang
tidak tahu kesopanan, asal bicara tentang syahwat pribadi.
***********************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
038. Menabur Awan Suatu Serendipitas
Menabur awan adalah terjemahan dari seeding the clouds ataupun het enten van
woken. Kedua ungkapan asing itu biasanya diterjemahakan dalam bahasa
Indonesia dengan ungkapan membuat hujan. Terjemahan ini dapat menyesatkan,
lebih-lebih bagi mereka yang begitu kagum bercampur fanatik, yang
hampir-hampir mengkultuskan iptek. Bagi yang tidak begitu mengetahui
seluk-beluk hujan buatan itu dikiranya seenaknya saja hujan itu dapat
dibuat.
Hujan itu merupakan bagian dari apa yang disebut dalam dunia ilmiyah dengan
ungkapan daur hidrologik. Daur adalah suatu yang melingkar. Hidrologi
adalah ilmu tentang seluk beluk tabiat air. Secara gampangnya, daur
hidrologik itu dapat dijelaskan seperti berikut. Air hujan turun ke bumi,
ada air yang langsung mengalir di atas permukaan bumi, yang disebut sungai.
Ada yang masuk meresap dalam tanah, disebut air tanah. Di mana mungkin air
dalam tanah mengalir membentuk sungai dalam tanah, dan yang sempat muncul di
permukaan tanah disebut mata air, yang menjadi hulu sungai. Sungai-sungai di
atas tanah bersama-sama dengan sungai-sungai di bawah tanah mengalirkan air
ke laut. Di tengah jalan aliran air itu di beberapa tempat berhenti
mengalir, untuk beristirahat sejenak di danau-danau. Air di laut di danau
dan di sungai-sungai menguap ke udara, karena dipukul oleh radiasi matahari.
Di udara air itu berwujud awan. Dari awan ini turunlah
hujan. Demikianlah daur hidrologik itu melingkar terus.
Bagaimana proses terbentuknya hujan dari awan merupakan masalah yang
musykil, memusingkan para pakar. Pasalnya ialah walaupun suhu awan sudah
jauh di bawah titik beku, air masih berbentuk uap. Seharusnya dalam suhu
yang rendah itu sudah terbentuk butir-butir kristal es dari awan itu.
Seorang pakar bernama John Aitken berteori bahwa kristal es baru dapat
terbentuk apabila ada zat yang halus sekali apakah debu atau materi lain,
yang menjadi inti butir-butir kristal itu. Tanpa zat halus itu tak mungkin
terbentuk titik-titik kristal itu. Bermodalkan teori ini sejumlah pakar
mengadakan penelitian dari tahun ke tahun tanpa hasil. Macam-macamlah zat
yang dicoba untuk ditaburkan di atas awan. Tentu saja menaburnya dari atas
kapal terbang.
Vincent Joseph Schaever mengadakan penelitian tidak pakai kapal terbang dan
tidak berurusan dengan awan di alam bebas, karena biayanya mahal. Ia membuat
simulasi, yaitu membuat contoh dengan meniru keadaan yang sebenarnya.
Schaever mengambil ruang dalam lemari es sebagai simulasi angkasa di atas
sana yang dingin. Sebagai simulasi awan ia mempergunakan hembusan napasnya
ke dalam lemari es. Sudah banyak zat yang dicobanya, sampai-sampai kepada
mentega. Tidak ada yang berhasil. Rupanya semua usahanya seperti sia-sia.
Lalu pada suatu hari sedang asyik-asyiknya Schaever meneliti didepan lemari
es simulasinya itu, seorang kawan datang mengajaknya makan siang.
"Tinggalkan dulu pekerjaanmu yang melelahkan itu, lebih baik kita pergi
mengisi perut." Schaever menurut, dan sebelum pergi ia meninggalkan lemari
esnya dalam keadaan terbuka, karena suhu cuaca sedang menurun. Dengan
demikian suhu dalam ruang simulasi turut turun suhunya. Setelah kembali ke
laboratoriumnya sehabis makan, dengan kecewa ia mendapati suhu udara bebas
sedang naik. Suhu ruang simulasinya juga ikut naik tentunya, sehingga
penelitian tidak dapat dengan segera dimulainya. Harus menunggu dahulu mesin
refrigerator bekerja menurunkan suhu ruangan simulasi. Schaever berpikir
cepat, teringat bahwa di lemari es yang lain tersimpan es kering.
Ingat jangan dikacaukan dengan es krim. Es kering adalah CO2 yang padat,
jauh lebih dingin dari es biasa. CO2 ini zat istimewa, tidak pernah dalam
phase cair, dari padat langsung jadi phase gas. Itulah sebabnya disebut dry
ice, es kering, karena tak pernah basah. Schaever memasukkan es kering ke
dalamnya. Dengan demikian ia dapat menghemat waktu. Secara kebetulan
bersamaan dengan masuknya es kering itu ia mengeluarkan napas. Ia segera
membelalak. Segala jerih payahnya selama ini terbayar. Ia menyaksikan
terjadinya hujan di dalam ruangan simulasi itu. Tentu saja penemuan yang tak
disangka-sangka ini belum final, karena baru pada simulasi. Harus dicoba di
alam bebas. Awan ditabur dengan es kering dari atas kapal terbang. Dan
ternyata memang turun hujan betul-betul. Tentu dicoba beberapa kali mengubah
awan menjadi hujan dengan jalan menaburnya. Dan inilah yang disebut dengan
seeding the clouds, menabur awan.
Schaever berhasil dalam penelitiannya tetapi tidak dengan sengaja. Inilah
yang disebut dengan serendipity, discovery by accident, penemuan yang tak
disangka-sangka. Istilah itu diciptakan oleh Horace Walpole, seorang penulis
terkenal, dalam tahun 1754. Konon diambil dari nama kota dalam dongeng
Sindbad the Sailor. Pelaut itu menemukan kota Serendib by accident. Saya
usulkan untuk menobatkan istilah ini menjadi bahasa Indonesia, serendipitas.
Sebab belum ada bahasa Indonesianya. Dalam kamus hanya dijelaskan
serendipity, penemuan tak disangka-sangka.
Rupanya teori inti dari Aitken ini akan gugur. Hasil serendipitas Schaever
menunjukkan tidak perlu ada inti. Cukup dengan es kering. Namun Bernard
Vonnegut tanpa disengaja (again by accident) suatu hari ia melihat titik air
di udara bertuliskan Pepsi Cola. Sebuah pesawat terbang dalam rangka reklame
Pepsi Cola, membuat tulisan asap nama minuman itu di udara. Vonnegut melihat
bahwa terbentuk gerimis hujan dari asap yang membuat tulisan nama minuman
itu. Dari peristiwa itu Vonnegut berkesimpulan teori inti Aitken tidak
gugur. Vonnegut lalu mendalami teori kristal es bersisi enam dari seorang
pakar bernama Findeisen. Vonnegut berkesimpulan bahwa inti itu di samping
halus harus memenuhi bentuk sisi enam. Akhirnya ia mendapatkan zat kimia
yang memenuhi persyaratan itu, iodida perak. Zat ini dicoba Vonnegut untuk
menabur awan, dan hujan turun.
Sampai sekarang ini kedua cara itu dipakai untuk menabur awan, dengan es
kering dan dengan iodida perak. Tentu saja penelitian dilanjutkan terus
untuk mendapatkan zat penabur awan yang lebih murah harganya. Penemuan itu
oleh keduanya didapatkan tidak dengan sengaja. Schaever tidak sengaja dalam
menabur es kering, dan Vonnegut tidak sengaja melihat Pepsi Cola untuk tetap
bertahan pada teori inti dan mendapatkan iodida perak untuk menabur. Jadi
kesimpulan sementara dari hasil serendipiti Shaever dan Vonnegut itu seperti
berikut ini. Kalau suhunya cukup rendah, pembentukan kristal es tidak perlu
pakai inti. Kalau tidak cukup rendah harus pakai inti.
Berfirman Allah dalam S.Al Baqarah 212 dan S.An Nur 38: Wa Llahu yarzuqu man
yasyaau bi ghayri hisab, artinya: Allah memberi rezeki kepada siapa yang
mau (untuk mendapatkan rezeki), dengan tidak disangka-sangka.
Schaever dan Vonnegut telah mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka.
Allah berkehendak memberikan rezeki kepada keduanya, karena keduanya
berkeinginan dan berikhtiar bersungguh-sungguh mendapatkan rezeki yang dalam
hal ini rezeki itu berwujud ilmu pengetahuan. Mungkinkah ayat tersebut
berlaku untuk Schaever dan Vonnegut? Keduanya bukan orang Islam! Allah
adalah Ar Rahman, Maha Pengasih. Allah dengan sifat RahmanNya itu tidak
membeda-bedakan hamba sahayaNya di dunia ini, apakah ia Islam, atau bukan,
bahkan yang ingkar kepadaNya sekalipun. Siapa saja yang mencari rezeki
termsuk ilmu dengan bersungguh-sungguh, Allah akan memberikan. Karena Allah
adalah Sumber dari segala-galanya, antara lain Sumber rezeki dan Sumber
ilmu. WaLlahu a'lamu bishshawab
*** Makassar, 19 Juli 1992
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2007/06/038-menabur-awan.html
##########################################################
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment