Advertising

Thursday, 6 January 2011

[wanita-muslimah] Takut Kepada Allah Melahirkan Jiwa Kesatria, Perkasa Dan Berwibawa (Bagian I)

 

Takut Kepada Allah Melahirkan Jiwa Kesatria, Perkasa Dan Berwibawa (Bagian
I)

Adanya rasa takut dalam diri manusia adalah hal biasa (alami). Sebab rasa
takut itu merupakan salah satu inidikasi dari naluri untuk bertahan hidup
(gharîzah al-baqâ') yang ada di dalam diri manusia. Ketika indikasi ini
tergerak oleh sesuatu apapun, maka manusia akan menghadapinya dengan
dorongan akidah yang dimilikinya, serta menentukan perilaku sesuai
pemahamannya tentang sesuatu yang telah membangkitkan rasa takut dalam
dirinya. Jika pemahamannya ini salah, maka akan melahirkan perilaku yang
salah. Sebaliknya, jika pemahamannya ini benar, maka akan melahirkan
perilaku yang benar pula.

Dengan demikian, rasa takut mungkin melahirkan kepengecutan dan kerendahan
jika itu dihasilkan dari rasa takut kepada manusia; ia mendekat pada manusia
untuk mencari kerelaannya, dan untuk mendapatkan kesenangan duniawi yang
dimilikinya. Sebaliknya, rasa takut mungkin melahirkan keperkasaan dan
kemuliaan jika itu dihasilkan dari rasa takut kepada Allah SWT, dengan
mencari ridha-Nya, dan kenikmatan surga-Nya.

Sungguh penting sekali bagi kaum Muslim yang menginginkan kebangkitan dari
bencana dan malapetaka yang mewarnai kehidupannya sepanjang hari, agar
mereka tidak takut kecuali kepada Allah Yang Mahakuasa atas hamba-Nya.
Sehingga mereka menjadi orang-orang yang perkasa dalam ibadahnya, serta
menjadi orang-orang yang paling mulia ketika hidup dan matinya.

Allah SWT berfirman: "Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan
kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata
disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab
mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka
catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran
Al-Qur'an dan kenabian Muhammad Saw). Mengapa kami tidak akan beriman kepada
Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat
ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang
saleh?" Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka
ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang
mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat
kebaikan (yang ikhlas keimanannya)." (TQS. Al-Maidah [5] : 83-85).

Allah SWT juga berfirman: "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik
(yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang,
gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian
menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah
petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya.
Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun pemberi
petunjuk baginya."(TQS. Az-Zumar [39] : 23).

Sebagaimana firman Allah SWT yang lain: "Dan orang-orang yang menghubungkan
apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada
Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar
karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan
sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau
terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah
yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)."(TQS. Ar-Ra'd [13] : 21-22).

Dan begitu juga dengan ayat-ayat lainnya yang senantiasa memuji mereka yang
di dalam hati mereka begitu besar rasa takutnya kepada Allah SWT. Sebab
setiap saat mereka sangat takut akan murka dan siksaan-Nya, sehingga mereka
berusaha untuk meraih ridha-Nya, dan begitu berharap untuk mendapatkan
pahala dari-Nya.

Apabila warna seperti ini telah terbentuk dalam hati manusia, maka ia akan
menjadi seseorang di antara mereka yang Allah sebutkan di dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman: "Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang
menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka
ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan
mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)."(TQS. Al-Ahzab [33] : 23).

Dan firman-Nya: "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak
(pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan
sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari
yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan
yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan
balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya
Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada
siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (TQS. An-Nur [24] : 37-38).

Dengan demikian, jika tanaman yang bersih dan baik ini, benihnya telah
ditanam dalam hati seorang yang mukmin dan telah berakar, maka ia akan
berbuah dan memberikan banyak kebaikan. Berbeda dengan hati yang sakit, yang
tidak layak untuk benih yang bersih ini, sebab tanahnya tandus, sehingga
tidak layak kecuali yang keji dan kotor. Oleh karena itu, hati ada dua
jenis: Pertama, hati yang baik dan bagus, yang takut kepada Allah baik
ketika sendirian maupun ketika besama banyak orang; takut akan rusaknya
hubungan antara dirinya dengan Allah SWT, sehingga ia berusaha sekuat tenaga
untuk mendapatkan ridha-Nya, sekalipun hal itu harus dibeli dengan murka
orang lain.

Kedua, hati yang sakit dan rusak, tidak takut kepada Allah, terang-terangan
melakukan kemaksiatan, tidak peduli dengan hubungan yang menghubungkan
dirinya dengan Allah, dan tidak memperhitungkan hisab (perhitungan) apapun,
sehingga ia terlihat membeli kesenangan orang lain dengan murka Allah atas
dirinya.

Dan berdasarkan jenis hati ini, orang-orang diklasifikasikan, dan berbagai
aktivitas dilakukan. Seseorang yang mendatangi penguasa zalim dan
menasihatinya, lalu ia ditangkap dan dibunuh oleh penguasa. Tentu, ini
berbeda dengan seseorang yang diberi oleh Allah pengetahuan tentang
hukum-hukum agama, lalu ia duduk di lantai penguasa zalim, dam membuatkannya
fatwa yang membenarkan berbagai aktivitas dan kebijakan yang dilakukannya,
dan seperti inilah kebanyakan mereka sekarang.

Maka yang pertama, adalah orang yang menyampaikan Islam. Apabila ia dibunuh
oleh seorang penguasa zalim pada saat ia menyampaikan nasihat kepadanya,
maka ia adalah syahid. Sedang yang kedua, adalah orang yang menjadikan
sorban putihnya sebagai otoritas untuk mengubah kata-kata dari maksud
sesungguhnya, membuat kebohongan atas nama Allah, dan memelintir nash-nash
untuk memalingkan isinya, lalu disesuaikan dengan keinginannya, dalam rangka
untuk menyenangkan hawa nafsu penguasa. Inilah yang difirmankan Allah SWT:
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan
Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah),
mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya
melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat
dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih."
(TQS. Al-Baqarah [2] : 174).

Dan dalam firman-Nya yang lain: "Sesungguhnya di antara mereka ada
segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu
menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari
Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi
Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap
Allah, sedang mereka mengetahui."(TQS. Ali Imran [3] : 78).

Dan begitulah hati yang buta, yang tidak ada ketakwaan dan rasa takut kepada
Allah sama sekali, sebaliknya ia dipenuhi dengan rasa takut kepada para
thaghut dan para wali setan. Oleh karena itu, apabila hati telah buta, maka
yang diperhitungkan pertama adalah kemarahan penguasa zalim hingga melupakan
murka Allah. Sehingga pahala dan siksa akhirat terlihat remeh baginya, dan
menukarnya dengan kesenangan dunia yang fana dan murah!!

Jadi, jangan heran dengan adanya fatwa-fatwa aneh yang dikeluarkan oleh
orang-orang seperti mereka ini, seperti fatwa bolehnya berdamai dengan
negara Yahudi, bolehnya meminta bantuan kaum kafir untuk memerangi kaum
Muslim, bolehnya membunuh (bughat, kaum pemberontak) yang membangkang pada
penguasa yang melakukan kekufuran secara nyata, serta bolehnya menumpahkan
darah, merampas harta dan kehormatan mereka yang ikhlas di antara umat ini,
yaitu mereka yang melakukan amar makruf nahi munkar, karena mereka diklaim
sebagai "teroris, ekstrimis, dan tidak menaati penguasa", dan fatwa-fatwa
lainnya yang dibuat oleh mereka yang telah menjual dirinya pada para
penguasa jahat. Sehingga apapun pekerjaan dan ketetapan yang mereka buat,
semua berujung pada kejahatan dan kriminalitas[].

Sumber: hizb-ut-tahrir.info (31/12/2010)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment