kalau begitu pertanyaan saya revisi
SIAPA YANG BERWENANG MEMBAIAT KHALIFAH ?
ATAS DASAR APA MEREKA MENDAPAT KEWENANGAN MEMBAIAT SESEORANG MENJADI KHALIFAH ?
ATAU
SIAPA YANG MEMBERI MEREKA WEWENANG MEMBAIAT SESEORANG MENJADI KHALIFAH ?
________________________________
Dari: Dwi Soegardi <soegardi@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Sab, 5 Februari, 2011 23:21:02
Judul: Re: Bls: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
Khalifah, dalam sejarahnya, tidak pernah dipilih
sebagaimana kita mengenal Pemilu.
Yang ada adalah aturan "baiat" yang simpang-siur sebagai berikut:
" .....karena tidak ada aturan yg jelas, maka para ulama berdebat, spt
direkam dengan baik oleh al-Mawardi, M. Abu faris dan Wahbah al-Zuhayli:
berapa orang yg dibutuhkan untuk membai'at seorang khalifah? Ada yg bilang
lima [karena Abu Bakr dipilih oleh 5 orang], tiga [dianalogikan dengan aqad
nikah dimana ada 1 wali dan 2 saksi], bahkan satu saja cukup [Ali diba'iat
oleh Abbas saja]. Jadi, cukup 5 orang saja utk membai'at khalifah. Aturan
itu cocok untuk kondisi Madinah jaman dulu, namun terhitung "menggelikan"
untuk jaman sekarang." (Nadirsyah Hosen, Khilafah Islam: Fiktif!)
Selanjutnya raja-raja dinasti Umayyah, Abbasiyah, dst, menganggap mereka
legitimate
karena dibaiat oleh Mufti, oleh Syaikhul Islam, dll,
yang mereka angkat/tunjuk sendiri.
(lho kok tiba-tiba Soeharto terasa lebih legitimate dibanding para khalifah
ini hehehe)
2011/2/5 encosid <encosid@yahoo.com>
>
>
> pertanyaannya sederhana saja
>
> SIAPA YANG BERWENANG MEMILIH KHALIFAH ?
>
> ATAS DASAR APA MEREKA MEMPUNYAI KEWENANGAN MEMILIH KHALIFAH TERSEBUT ?
>
> ________________________________
> Dari: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com <muizof%40yahoo.com>>
>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Terkirim: Sab, 5 Februari, 2011 15:21:13
> Judul: Bls: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
>
>
> Apa saja kalau dipolitisir maka jarak kebaikan dan keburukan itu hanya
> sejengkal
>
> bahkan tidak berjarak. Makanya orang jahat bisa jadi penghuni istana
> negara,
> dihormati dan disanjung-sanjung para pengikutnya, sementara orang baik dan
> benar
>
> justru dijebloskan di penjara dicerca dan dihina. Begitu pula agama kalau
> dipolitisir maka wajah kebenaran dan keburukan menjadi kabur, upaya
> menghidupkan
>
> khilafah dengan cara copy paste itu termasuk mempolitisir apa enggak ya ?
> Bukan
> berarti umat islam haram berpolitik, boleh saja berpolitik karena politik
> adalah
>
> faktor inheren sama halnya dengan aspek kehidupan lain.
>
> Kadang pengusung ide khilafah islam adalah karena tidak tahan borok aspek
> negatif kehidupan umat seperti kebobrokan moral atau fenomena dekadensi
> moral
> yang muncul di era sistem demokrasi yang sudah lebih dahulu distempel
> sebagai
> sistem kufur. Padahal sistem khilafah islam juga tidak steril dari tragedi
> sejarah kemanusiaan, coba lihat fakta sejarah :
>
> 1) khalifah Umar bin Khattab dibunuh orang kafir
> 2) Khalifah Utsman bin Affan dibunuh orang islam
> 3) Khalifah Ali bin Abi Thalib juga dibunuh orang islam bahkan sebelum
> dibunuh
> terjadi perang saudara perang Jamal antara Pasukan Khalifah Ali (menurut
> hadits
> dijamin masuk syurga) vs Pasukan Aisyah (yang didukung oleh orang yang
> dijamin
> masuk syurga yaitu thalhah dan Zubair). Kemudian dilanjutkan perang shiffin
>
> antara Pasukan Ali bin Abi Thalib vs Pasukan Mu'awiyah.
> 4) Imam Ahmad bin Hanbali dipersekusi oleh khalifah Bani Umayyah yang
> menganut
> Muktazilah, hanya karena Imam Ahmad bin Hanbali berpendapat Qur'an adalah
> kalam
> Ilahi, sementara sang Khalifah karena menganut Muktazilah berpendapat
> qur'an
> adalah makhluq. Nah ketika terjadi suksesi khalifah, maka Imam Ahmad Bin
> Hanbali
>
> dibebaskan dan direhab nama baiknya karena khalifah juga menganut sunni
> sebagaimana yang dianut Imam Ahmad Bin Hanbali, giliran warga negara yang
> tidak
> menganut sunni dikejar-kejar, dipersekusi tidak diberi tempat.
> 5) Khalifah turki Utsmani (Ottoman) banyak memelihara gundik, menghabisi
> lawan
> poltik dengan cara keji di luar perikemanusiaan, kafir dzimmi dipungut
> pajak
> yang super berat dan menyulitkan hidup, sementara khalifah hidup
> bergelimang
> kemewahan, sehingga jatuhlah kekhalifahan Islam ottaman, dan wilayahnya
> menjadi
> rebutan (bancakan) kaum kolonialis sekuler (Inggris dkk).
>
> Memang daulat umayyah, abbasiyah, umayyah di andalusia hingga ottoman
> semuanya
> menegakkan syari'at islam dan banyak memberikan kontribusi bagi peradaban
> islam
> yang luar biasa hebatnya, pada saat peradaban sekular (eropa dan amerika
> maupun
> jepang) masih dalam era the dark of middle age alias era jahiliyah. Maka
> kalau
> menyalahkan aspek negatif seperti dekadensi moral, korupsi, pornografi dsb
> di
> era sekarang dengan blame other sistem demokrasi sebagai biang kerok karena
>
> demokrasi bukan sistem khilafah maka sebenarnya kalau kita jujur, maka
> aspek
> negatif juga pernah melanda sistem khilafah, mengapa kok sekarang masih
> diusung
> sebagai pil atau kapsul terbaik dari segala problema umat di era sekarang
> ??
> Padahal yang paling menikmati sistem demokrasi adalah para pengusung idek
> khilafah seperti HT/HTI dan Ikhwanul Muslimin dkk lho ? Tidak percaya, lha
> mengapa oganisasi Hizbut Tahrir atau Ikhwanul Muslimin malah dilarang di
> negara
> islam timur tengah, malah tumbuh subur di luar timur tengah yang notabene
> atalah
>
> penganut sistem demokrasi ??
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> ________________________________
> Dari: chodjim <chodjim@gmail.com <chodjim%40gmail.com>>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Terkirim: Sab, 5 Februari, 2011 13:01:06
> Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
>
> Mas Wikan, kalau seseorang bersandar pada "pokoknya", ya pokoknya guru saya
>
> menyampaikan seperti itu, hahaha....
>
> Memang sulit koq Mas Wikan, kita berdiskusi dengan orang yang berkaidah
> pada
> "pokoknya". Jadi, tidak bisa melihat zaman Nabi sebagaimana adanya, lalu
> barulah
>
> menganalisis dan menyimpulkan.
>
> Dalam bidang arsitektur --program studi elektif saya "arsitektur lanskap"
> (landscape architecture)-- kami dibiasakan menggambar dulu kondisi yang ada
>
> sebelum dilakukan pekerjaan baru pada tapaknya. Ada "existing condition".
> Lalu,
> kita coba rancang di atas tapak dengan existing conditionnya.
>
> Nah, berdasarkan analisis "existing condition", ternyata Nabi dipilih oleh
> Allah
>
> untuk membangun umat baru pada tapak Mekah dan Madinah. Makanya, Nabi
> Muhammad
> tidak disebut dalam Alquran sebagai amir, imam, khalifah, sultan, rais,
> atau
> yang lainnya. Muhammad di dalam Alquran hanya disebut sebagai Nabi atau
> Rasul-Nya.
>
> Tidak ada bukti penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Nabi kepada sahabat,
>
> meskipun ada klaim dari pihak Syi'ah tentang khutbah Kanjeng Nabi Muhammad
> di
> Ghadir Khum. Namun, dalam hal pemindahan kekuasaan negara dari Kanjeng Nabi
>
> Muhammad ke Imam Ali bin Abi Thalib kw adalah sesuatu yang "debatable".
> Oleh
> karena itu, terjadi perselisihan politik pasca wafat Rasulullah. Ali dan
> Fathimah putri Nabi tidak mau berbaiat kepada Abubakar. Ali baru berbaiat
> setelah wafat Sayyidah Fathimah. Jadi, baiat-baiatan yang dipahami oleh
> orang-orang dewasa ini juga perlu dipertanyakan karena baiatnya lebih
> bernuansa
> politis.
>
> Dan, kalau kita jujur, maka baiat sejati adalah "syahadat" (bukan sekadar
> mengucapkan kalimat syahadat tetapi bersaksi alias witness).
>
> Wassalam,
>
> chodjim
>
> ----- Original Message -----
> From: Wikan Danar Sunindyo
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Sent: Saturday, February 05, 2011 12:17 PM
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
>
> lho kok mas yudi bisa tahu mana yang duluan?
> apa Nabi menjelaskan mana yang duluan apa umat yang terserak atau
> khalifah yang satu
> kita sudah pernah mengalami khalifah berkali-kali
> dan di akhir hadits, Nabi terdiam
> orang HT menafsirkan itu pertanda kiamat
> tapi itu kan tafsirnya HT
> Nabi diam ya mungkin beliau diam
> atau "melihat" sesuatu yang beliau tidak bisa deskripsikan dengan
> kondisi jaman waktu itu
> bentuk negara republik itu kan nggak ada di jaman Nabi, bukan
> kerajaan, bukan kekhalifahan, bukan apa-apa
> coba Anda kembali ke jaman Nabi ada gak nubuwah Nabi tentang bentuk
> pemerintahan republik di mana kepala pemerintahannya adalah presiden
> dipilih secara demokratis untuk waktu yang ditentukan (bukan seumur
> hidup)
>
> salam,
> --
> Wikan
>
> 2011/2/4 Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com <yudi%40geoindo.com>>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment