Apa saja kalau dipolitisir maka jarak kebaikan dan keburukan itu hanya sejengkal
bahkan tidak berjarak. Makanya orang jahat bisa jadi penghuni istana negara,
dihormati dan disanjung-sanjung para pengikutnya, sementara orang baik dan benar
justru dijebloskan di penjara dicerca dan dihina. Begitu pula agama kalau
dipolitisir maka wajah kebenaran dan keburukan menjadi kabur, upaya menghidupkan
khilafah dengan cara copy paste itu termasuk mempolitisir apa enggak ya ? Bukan
berarti umat islam haram berpolitik, boleh saja berpolitik karena politik adalah
faktor inheren sama halnya dengan aspek kehidupan lain.
Kadang pengusung ide khilafah islam adalah karena tidak tahan borok aspek
negatif kehidupan umat seperti kebobrokan moral atau fenomena dekadensi moral
yang muncul di era sistem demokrasi yang sudah lebih dahulu distempel sebagai
sistem kufur. Padahal sistem khilafah islam juga tidak steril dari tragedi
sejarah kemanusiaan, coba lihat fakta sejarah :
1) khalifah Umar bin Khattab dibunuh orang kafir
2) Khalifah Utsman bin Affan dibunuh orang islam
3) Khalifah Ali bin Abi Thalib juga dibunuh orang islam bahkan sebelum dibunuh
terjadi perang saudara perang Jamal antara Pasukan Khalifah Ali (menurut hadits
dijamin masuk syurga) vs Pasukan Aisyah (yang didukung oleh orang yang dijamin
masuk syurga yaitu thalhah dan Zubair). Kemudian dilanjutkan perang shiffin
antara Pasukan Ali bin Abi Thalib vs Pasukan Mu'awiyah.
4) Imam Ahmad bin Hanbali dipersekusi oleh khalifah Bani Umayyah yang menganut
Muktazilah, hanya karena Imam Ahmad bin Hanbali berpendapat Qur'an adalah kalam
Ilahi, sementara sang Khalifah karena menganut Muktazilah berpendapat qur'an
adalah makhluq. Nah ketika terjadi suksesi khalifah, maka Imam Ahmad Bin Hanbali
dibebaskan dan direhab nama baiknya karena khalifah juga menganut sunni
sebagaimana yang dianut Imam Ahmad Bin Hanbali, giliran warga negara yang tidak
menganut sunni dikejar-kejar, dipersekusi tidak diberi tempat.
5) Khalifah turki Utsmani (Ottoman) banyak memelihara gundik, menghabisi lawan
poltik dengan cara keji di luar perikemanusiaan, kafir dzimmi dipungut pajak
yang super berat dan menyulitkan hidup, sementara khalifah hidup bergelimang
kemewahan, sehingga jatuhlah kekhalifahan Islam ottaman, dan wilayahnya menjadi
rebutan (bancakan) kaum kolonialis sekuler (Inggris dkk).
Memang daulat umayyah, abbasiyah, umayyah di andalusia hingga ottoman semuanya
menegakkan syari'at islam dan banyak memberikan kontribusi bagi peradaban islam
yang luar biasa hebatnya, pada saat peradaban sekular (eropa dan amerika maupun
jepang) masih dalam era the dark of middle age alias era jahiliyah. Maka kalau
menyalahkan aspek negatif seperti dekadensi moral, korupsi, pornografi dsb di
era sekarang dengan blame other sistem demokrasi sebagai biang kerok karena
demokrasi bukan sistem khilafah maka sebenarnya kalau kita jujur, maka aspek
negatif juga pernah melanda sistem khilafah, mengapa kok sekarang masih diusung
sebagai pil atau kapsul terbaik dari segala problema umat di era sekarang ??
Padahal yang paling menikmati sistem demokrasi adalah para pengusung idek
khilafah seperti HT/HTI dan Ikhwanul Muslimin dkk lho ? Tidak percaya, lha
mengapa oganisasi Hizbut Tahrir atau Ikhwanul Muslimin malah dilarang di negara
islam timur tengah, malah tumbuh subur di luar timur tengah yang notabene atalah
penganut sistem demokrasi ??
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: chodjim <chodjim@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Sab, 5 Februari, 2011 13:01:06
Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
Mas Wikan, kalau seseorang bersandar pada "pokoknya", ya pokoknya guru saya
menyampaikan seperti itu, hahaha....
Memang sulit koq Mas Wikan, kita berdiskusi dengan orang yang berkaidah pada
"pokoknya". Jadi, tidak bisa melihat zaman Nabi sebagaimana adanya, lalu barulah
menganalisis dan menyimpulkan.
Dalam bidang arsitektur --program studi elektif saya "arsitektur lanskap"
(landscape architecture)-- kami dibiasakan menggambar dulu kondisi yang ada
sebelum dilakukan pekerjaan baru pada tapaknya. Ada "existing condition". Lalu,
kita coba rancang di atas tapak dengan existing conditionnya.
Nah, berdasarkan analisis "existing condition", ternyata Nabi dipilih oleh Allah
untuk membangun umat baru pada tapak Mekah dan Madinah. Makanya, Nabi Muhammad
tidak disebut dalam Alquran sebagai amir, imam, khalifah, sultan, rais, atau
yang lainnya. Muhammad di dalam Alquran hanya disebut sebagai Nabi atau
Rasul-Nya.
Tidak ada bukti penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Nabi kepada sahabat,
meskipun ada klaim dari pihak Syi'ah tentang khutbah Kanjeng Nabi Muhammad di
Ghadir Khum. Namun, dalam hal pemindahan kekuasaan negara dari Kanjeng Nabi
Muhammad ke Imam Ali bin Abi Thalib kw adalah sesuatu yang "debatable". Oleh
karena itu, terjadi perselisihan politik pasca wafat Rasulullah. Ali dan
Fathimah putri Nabi tidak mau berbaiat kepada Abubakar. Ali baru berbaiat
setelah wafat Sayyidah Fathimah. Jadi, baiat-baiatan yang dipahami oleh
orang-orang dewasa ini juga perlu dipertanyakan karena baiatnya lebih bernuansa
politis.
Dan, kalau kita jujur, maka baiat sejati adalah "syahadat" (bukan sekadar
mengucapkan kalimat syahadat tetapi bersaksi alias witness).
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: Wikan Danar Sunindyo
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Saturday, February 05, 2011 12:17 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
lho kok mas yudi bisa tahu mana yang duluan?
apa Nabi menjelaskan mana yang duluan apa umat yang terserak atau
khalifah yang satu
kita sudah pernah mengalami khalifah berkali-kali
dan di akhir hadits, Nabi terdiam
orang HT menafsirkan itu pertanda kiamat
tapi itu kan tafsirnya HT
Nabi diam ya mungkin beliau diam
atau "melihat" sesuatu yang beliau tidak bisa deskripsikan dengan
kondisi jaman waktu itu
bentuk negara republik itu kan nggak ada di jaman Nabi, bukan
kerajaan, bukan kekhalifahan, bukan apa-apa
coba Anda kembali ke jaman Nabi ada gak nubuwah Nabi tentang bentuk
pemerintahan republik di mana kepala pemerintahannya adalah presiden
dipilih secara demokratis untuk waktu yang ditentukan (bukan seumur
hidup)
salam,
--
Wikan
2011/2/4 Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com>
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment