Mas Muiz and all,
Di bidang kesehatan, secara umum teori penyebab sebuah event terkait kesehatan (sehat, sakit, perilaku berisiko seperti merokok, alkohol, bahkan homosexualitas) bukanlah disebabkan oleh penyebab tunggal. Teori penyebab tunggal yang diperkenalkan dulu oleh Koch abad 19 sudah banyak ditinggalkan.
Semua hal terkait sehat sehat-sakit dipengaruhi (bukan disebabkan) oleh berbagai faktor, sehingga kita sekarang sering mendengar istilah faktor risiko. Orang kesehatan tidak bicara tentang penyebab sakit janting, tapi faktor risiko sakit jantung, ada sekian % bisa diatributkan oleh rokok, sekian % oleh pola makan tidak sehat (tetapi tidak merokok), sekian % oleh inaktivitas, sekian % karena interaksi faktor risiko. Demikian juga dengan homosexualitas ada sekian % dari homosex punya gen tertentu, sekian % punya riwayat ibunya punya inaktivasi gen tertentu di kromosomnya, sekian % karena pengaruh lingkungan, dan sekian % karena interaksi diantaranya (silahkan lihat di wikipedia).
Itu kenapa menimbulkan kesan bagi orang2 bahwa penyebabnya masih menjadi perdebatan. Padahal perdebatan tentang penyebab (atau risk faktor) dalam bidang kesehatan memanglah bagian yang inheren dari diadopsinya teori penyebab ganda (multiple cause). Sehingga level diskusinya sebaiknya bukan pada tataran apakah penyebab tersebut masih diperdebatkan atau tidak, tetapi pada level seberapa kredibel bukti tadi dan seberapa besar (berapa banyak dalam %) penyebab tadi bisa diatributkan sebagai penyebab sebuah penyakit (misalnya: rokok bertanggung jawab terhadap lebih dari 90% kasus kejadian kanker paru).
Kembali ke homosexualitas, orientasi seksual (bukan perilaku liwathnya loh ya) bisa diturunkan secara genetis maupun ditularkan secara perilaku, tapi bagaimana kedua hal itu berpengaruh tidak sesederhana, seperti pilihan kalo tidak A ya B. Menurut saya interaksinya bisa sangat kompleks seperti halnya faktor yang menyebabkan kenapa sebagian orang sukses dalam karir, sebagian lagi gagal dalam karir. Kedua faktor baik biologis maupun lingkungan bisa sama pentingnya.
Secara genetika (pandangan awam saya loh ya, secara saya bukan ahli genetika pun ahli tentang homosexualitas, cmiiw) gen terkait homosexualitas bukanlah gen yang dominan tetapi ada. Sama seperti halnya gen yang mengatur tinggi badan. Gen yang dominan yah mengatur tinggi badan orang dewasa umumnya diatas satu hingga mendekati 2 meter, tapi ada sebagian kecil gen yang menyebabkan tinggi badan orang dewasa kurang dari 1 meter (kerdil). Toh meskipun sudah diatur dalam gen, tinggi badan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan misalnya intake nutrisinya, tapi ada juga yang nggak bisa (yang kerdil).
Pertanyaannya adalah: benarkah tinggi badan adalah pilihan? hehehehe
salim,
:D
ps: kalo sama dokter untung pake imbuhan 'yang baik', kalo sama saya kok nggak pernah yah? :D
On Feb 23, 2011, at 1:31 AM, Abdul Muiz wrote:
> Mas Dokter untung (encosid) yang baik,
>
> Benar bahwa QS 7:80 ada teori genetis, namun dengan tegas ada pernyataan negasi,
> yakni perbuatan liwath (homosexual) yang dilebeli fakhisya (keji) yakni belum
> pernah dikerjakan oleh pendahulunya. Ini berarti menimbulkan pertanyaan :
>
> 1) benarkah kaum luth (di sodom dan gomorah) merupakan pendiri atau pelopor
> perbuatan homosexual ?
> 2) benarkah perilaku liwath (homosexual) itu bisa menular secara genetik pada
> generasi berikutnya ?,
>
> 3) lha kalau dikisahkan kaum sodom dan gomorah pada zaman Nabi Luth pada
> akhirnya dipunahkan dengan bencana alam yang dahsyat (QS 7:84), lantas kemudian
> pada zaman sekarang muncul LGBT itu dari gen mana, siapa pendahulunya ??
> 4) bagaimana sain menjelaskan fenomena LGBT dari sisi genetika ??
> 5) apakah solusi bagi LGBT yang orientasi sexualnya tidak seperti lazimnya
> (laki-laki kepada perempuan), ada orientasi nafsu sexnya bangkit pada sesama
> jenis, ada yang bisex dan ada yang transsexual ? bagaimana Islam memahami dan
> memberikan solusinya ??
> 6) benarkah LGBT itu pilihan ?
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> ________________________________
> Dari: encosid <encosid@yahoo.com>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Terkirim: Sel, 22 Februari, 2011 10:49:50
> Judul: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
>
>
> Al Qur'an surat Al A'raaf (7): 80 - 84
>
> 80. dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala
> dia berkata kepada mereka :"mengapa kamu mengerjakan perbuatan faashisyah itu
> (gay), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (didunia ini) sebelumnya
>
> kalimat pada ujung ayat tersebut sangat jelas menampikkan teori genetis
>
> sampai saat ini, teori genetik sebagai penyebab homoseksual, masih menjadi
> perdebatan.
>
> ________________________________
> Dari: abdul mu'iz <quality@posindonesia.co.id>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Terkirim: Sel, 22 Februari, 2011 08:47:46
> Judul: Re: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
>
> Warna juga bukan cuma hitam dan putih doang, ada pelangi (merah,
> jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu), abu-abu, coklat dsb.
> Perputaran masa juga tidak hanya siang dan malam, tetapi ada sore,
> senja, pagi, subuh, dan duha. Wajah orang juga beragam bukan cuma
> cakep dan jelek, ada yang agak cakep atau agak jelek dsb. Keberadaan
> LGBT tidak berdosa, karena tidak selalu pilihan melainkan ada juga
> yang merupakan kodrat atau genetik (benar enggak ya ??), yang disebut
> dosa atau lebih spesifik adalah fakhsya' (keji) dalam al qur'an
> adalah perilaku liwath (homosexual). Lantas apa solusinya orang gay
> atau lesbi yang karena orientasi sexualnya pada sejenis ?
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment