Bukan komparasi antara LGBT dengan tinggi badannya per se.
Tetapi terkait dengan distribusi sebuah karakteristik di populasi. Gen yang dominan akan mempunyai distribusi dipopulasi yang dominan juga, sehingga diberi label sebagai normal oleh kita, sementara yang mempunyai distribusi minoritas disebut sebagai tidak normal atau menyimpang sebagai lawan kata normal (padahal tidak normal bukan berarti tidak berfungsi dengan baik, tetapi lebih karena orang tidak biasa saja, misalnya pada orang yang tinggi badannya kerdil tadi, dia bisa sama normalnya dengan orang yang punya tinggi badan pada umumnya). Padahal lagi kedua-duanya sama2 eksis di populasi, tapi yang minoritas menerima persekusi dari mayoritas. Pada tataran tersebut pelabelan normal dan ab-normal mempunyai komparasi yang sebanding.
Perbandingan tadi juga menunjukkan bahwa sesuatu yang kita pikir sebagai takdir biologis (tinggi badan) juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan, dan demikian juga sebaliknya, apa yang disebabkan oleh lingkungan bisa punya predisposisi biologis (pengaruh gen).
Terkait orthopedi mungkin ibaratnya jadi homosexual karena pernah diperkosa oleh seorang homosex. Jadi bertambah tinggi badannya karena ada intervensi kekerasan :D
salim,
:D
On Feb 23, 2011, at 10:56 AM, abdul mu'iz wrote:
> Terima kasih mas Dokter Donny yang super baik,
>
> LGBT itu dapat diumpamakan dengan tinggi badan ya ?? kalau orthopedi
> itu boongan ya ?? katanya memanjangkan tulang itu bisa diupayakan.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> Catatan, mas donny kan sudah dikenal baik, jadi kalau tidak diberikan
> imbuhan ya jangan ngiri, baru tahu dari bang DWS sih kalau mas
> encosid itu dokter untung
>
> At 03:26 PM 2/23/2011, you wrote:
> >Mas Muiz and all,
> >
> >Di bidang kesehatan, secara umum teori penyebab sebuah event terkait
> >kesehatan (sehat, sakit, perilaku berisiko seperti merokok, alkohol,
> >bahkan homosexualitas) bukanlah disebabkan oleh penyebab tunggal.
> >Teori penyebab tunggal yang diperkenalkan dulu oleh Koch abad 19
> >sudah banyak ditinggalkan.
> >
> >Semua hal terkait sehat sehat-sakit dipengaruhi (bukan disebabkan)
> >oleh berbagai faktor, sehingga kita sekarang sering mendengar
> >istilah faktor risiko. Orang kesehatan tidak bicara tentang penyebab
> >sakit janting, tapi faktor risiko sakit jantung, ada sekian % bisa
> >diatributkan oleh rokok, sekian % oleh pola makan tidak sehat
> >(tetapi tidak merokok), sekian % oleh inaktivitas, sekian % karena
> >interaksi faktor risiko. Demikian juga dengan homosexualitas ada
> >sekian % dari homosex punya gen tertentu, sekian % punya riwayat
> >ibunya punya inaktivasi gen tertentu di kromosomnya, sekian % karena
> >pengaruh lingkungan, dan sekian % karena interaksi diantaranya
> >(silahkan lihat di wikipedia).
> >
> >Itu kenapa menimbulkan kesan bagi orang2 bahwa penyebabnya masih
> >menjadi perdebatan. Padahal perdebatan tentang penyebab (atau risk
> >faktor) dalam bidang kesehatan memanglah bagian yang inheren dari
> >diadopsinya teori penyebab ganda (multiple cause). Sehingga level
> >diskusinya sebaiknya bukan pada tataran apakah penyebab tersebut
> >masih diperdebatkan atau tidak, tetapi pada level seberapa kredibel
> >bukti tadi dan seberapa besar (berapa banyak dalam %) penyebab tadi
> >bisa diatributkan sebagai penyebab sebuah penyakit (misalnya: rokok
> >bertanggung jawab terhadap lebih dari 90% kasus kejadian kanker paru).
> >
> >Kembali ke homosexualitas, orientasi seksual (bukan perilaku
> >liwathnya loh ya) bisa diturunkan secara genetis maupun ditularkan
> >secara perilaku, tapi bagaimana kedua hal itu berpengaruh tidak
> >sesederhana, seperti pilihan kalo tidak A ya B. Menurut saya
> >interaksinya bisa sangat kompleks seperti halnya faktor yang
> >menyebabkan kenapa sebagian orang sukses dalam karir, sebagian lagi
> >gagal dalam karir. Kedua faktor baik biologis maupun lingkungan bisa
> >sama pentingnya.
> >
> >Secara genetika (pandangan awam saya loh ya, secara saya bukan ahli
> >genetika pun ahli tentang homosexualitas, cmiiw) gen terkait
> >homosexualitas bukanlah gen yang dominan tetapi ada. Sama seperti
> >halnya gen yang mengatur tinggi badan. Gen yang dominan yah mengatur
> >tinggi badan orang dewasa umumnya diatas satu hingga mendekati 2
> >meter, tapi ada sebagian kecil gen yang menyebabkan tinggi badan
> >orang dewasa kurang dari 1 meter (kerdil). Toh meskipun sudah diatur
> >dalam gen, tinggi badan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan
> >misalnya intake nutrisinya, tapi ada juga yang nggak bisa (yang kerdil).
> >
> >Pertanyaannya adalah: benarkah tinggi badan adalah pilihan? hehehehe
> >
> >
> >salim,
> >:D
> >
> >ps: kalo sama dokter untung pake imbuhan 'yang baik', kalo sama saya
> >kok nggak pernah yah? :D
> >
> >
> >
> >On Feb 23, 2011, at 1:31 AM, Abdul Muiz wrote:
> >
> > > Mas Dokter untung (encosid) yang baik,
> > >
> > > Benar bahwa QS 7:80 ada teori genetis, namun dengan tegas ada
> > pernyataan negasi,
> > > yakni perbuatan liwath (homosexual) yang dilebeli fakhisya (keji)
> > yakni belum
> > > pernah dikerjakan oleh pendahulunya. Ini berarti menimbulkan pertanyaan :
> > >
> > > 1) benarkah kaum luth (di sodom dan gomorah) merupakan pendiri
> > atau pelopor
> > > perbuatan homosexual ?
> > > 2) benarkah perilaku liwath (homosexual) itu bisa menular secara
> > genetik pada
> > > generasi berikutnya ?,
> > >
> > > 3) lha kalau dikisahkan kaum sodom dan gomorah pada zaman Nabi Luth pada
> > > akhirnya dipunahkan dengan bencana alam yang dahsyat (QS 7:84),
> > lantas kemudian
> > > pada zaman sekarang muncul LGBT itu dari gen mana, siapa pendahulunya ??
> > > 4) bagaimana sain menjelaskan fenomena LGBT dari sisi genetika ??
> > > 5) apakah solusi bagi LGBT yang orientasi sexualnya tidak seperti lazimnya
> > > (laki-laki kepada perempuan), ada orientasi nafsu sexnya bangkit
> > pada sesama
> > > jenis, ada yang bisex dan ada yang transsexual ? bagaimana Islam
> > memahami dan
> > > memberikan solusinya ??
> > > 6) benarkah LGBT itu pilihan ?
> > >
> > > Wassalam
> > > Abdul Mu'iz
> > >
> > > ________________________________
> > > Dari: encosid <encosid@yahoo.com>
> > > Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > Terkirim: Sel, 22 Februari, 2011 10:49:50
> > > Judul: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
> > >
> > >
> > > Al Qur'an surat Al A'raaf (7): 80 - 84
> > >
> > > 80. dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya).
> > (ingatlah) tatkala
> > > dia berkata kepada mereka :"mengapa kamu mengerjakan perbuatan
> > faashisyah itu
> > > (gay), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (didunia ini)
> > sebelumnya
> > >
> > > kalimat pada ujung ayat tersebut sangat jelas menampikkan teori genetis
> > >
> > > sampai saat ini, teori genetik sebagai penyebab homoseksual, masih menjadi
> > > perdebatan.
> > >
> > > ________________________________
> > > Dari: abdul mu'iz <quality@posindonesia.co.id>
> > > Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > Terkirim: Sel, 22 Februari, 2011 08:47:46
> > > Judul: Re: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
> > >
> > > Warna juga bukan cuma hitam dan putih doang, ada pelangi (merah,
> > > jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu), abu-abu, coklat dsb.
> > > Perputaran masa juga tidak hanya siang dan malam, tetapi ada sore,
> > > senja, pagi, subuh, dan duha. Wajah orang juga beragam bukan cuma
> > > cakep dan jelek, ada yang agak cakep atau agak jelek dsb. Keberadaan
> > > LGBT tidak berdosa, karena tidak selalu pilihan melainkan ada juga
> > > yang merupakan kodrat atau genetik (benar enggak ya ??), yang disebut
> > > dosa atau lebih spesifik adalah fakhsya' (keji) dalam al qur'an
> > > adalah perilaku liwath (homosexual). Lantas apa solusinya orang gay
> > > atau lesbi yang karena orientasi sexualnya pada sejenis ?
> > >
> > > Wassalam
> > > Abdul Mu'iz
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> >
> >
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >------------------------------------
> >
> >=======================
> >Milis Wanita Muslimah
> >Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> >Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> >Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> >ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> >Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> >Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
> >Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
> >Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
> >
> >Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment