Advertising

Wednesday, 23 February 2011

Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'

 

He he he, ya deh panjenengan benar. Komparasi
anak idiot sama dengan kambing cs di hutan yang
seumur-umur menjadi mangsa raja hutan ya pak Chodjim ??

At 08:24 AM 2/24/2011, you wrote:
>
>
>Lho, apa yang dikemukakan Mas Muiz itu kan
>analisis sepihak dari orang yang tidak masuk
>kategori idiot. Yang cacat ya tetap menderita,
>dan tidak ingin cacat. Dan, kalau cacatnya sudah
>idiot cs., ya jangan harap mereka bisa belajar
>untuk menyempurnakan dirinya. Bagi orang luar
>yang normal, tentu saja semuanya merupakan pasar
>ekonomi, sehingga ada orang-orang yang
>menciptakan SLB. Yang jelas SLB tidak didirikan
>oleh si idiot. Dan, kalau benar-benar idiot (IQ
>0 - 20) tidak bisa lagi dididik atau dilatih
>lewat SLB. Orang idiot perlu perawatan sepanjang hidupnya.
>
>Kembali pada pernyataan Alquran sendiri.
>A. Dalil umum:
>1. Manusia itu sesungguhnya dalam kerugian,
>kecuali yang dijelaskan pada ayat selanjutnya
>pada Surat al-'Ashr. Jadi, jelas ini tidak bisa
>dibandingkan dengan kambing, sapi, ayam dan hewan-hewan lainnya.
>
>2. Manusia dicipta dalam "ahsan taqwiim"
>sebagaimana dinyatakan dalam Surat al-Thiin.
>Lalu, dikembalikan pada kehidupan "asfala
>saafiliin", kecuali mereka yang beriman dan
>beramal saleh. Jadi, tak ada pernyataan Alquran
>bahwa manusia itu dicipta seperti makhluk
>lainnya (hewan, tumbuhan, bakteri, virus, protista, cendawan).
>
>3. Manusia diciptakan lebih mulia dari sebagian
>besar makhluk-Nya di bumi (Q. 17:70). Apa ya si
>idiot lebih mulia daripada hewan? Jika
>dibandingkan, pemilik hewan lebih merasa bahagia
>dengan hewan piaraannya daripada memiliki anak idiot.
>
>4. Manusia disebut beruntung kalau mereka bisa
>menyucikan "nafs" mereka (Q. 91:9). Dan,
>penyucian diri ini adalah untuk menyempurnakan
>diri (91:7). Jadi, berdasarkan ayat itu hanya
>orang yang sanggup menyucikan dirinya yang bisa
>menyempurnakan diri, karena itu disebut "aflah" alias beruntung.
>
>5. Manusia yang bersyukur itu berarti bersyukur
>untuk dirinya sendiri (Q. 31:12). Hanya manusia
>normal (cacat anggota badan masih dikategorikan
>normal bila kesadarannya masih normal alias
>waras). Jadi, yang saya fokus adalah masalah
>ke-idiot-an, dan bukan cacat anggota badan.
>
>Jadi, seperti itulah yang dinyatakan dalam
>Alquran yang kita terima sebagai kebenaran. Dan,
>ayat itu benar adanya serta tidak bertentangan
>dengan kenyataan --sekali lagi, kenyataan-- di
>alam bila disinkronkan dengan Q. 42:30 dan 4:79.
>
>B. Dalil khusus:
>Manusia justru beruntung dan malah menikmati
>rezeki dari Sisi Allah bila mereka mati syahid
>alias mati "fi sabiil Allah" (Q. 2:154,
>3:169-171). Dengan demikian, kekecualian pada
>dalil umum, dijelaskan secara khusus. Dan,
>orang-orang yang disebut syahid yang berada di
>luar gugur di medan perang, dijelaskan dalam
>Hadis Rasulullah, misalnya mati ketika
>melahirkan, mati karena membela/melindungi orang
>yang tak bersalah, mati di atas dipan atau
>karena usia tetapi sepanjang hidupnya selalu
>menjalankan kebenaran, dan lain sebagainya.
>
>Wassalam,
>
>chodjim
>
>----- Original Message -----
>From: Abdul Muiz
>To: <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com
>Sent: Thursday, February 24, 2011 5:15 AM
>Subject: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam
>Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
>
>Thanks Pak Chodjim,
>
>tidak salah memang mengasihani anak terlahir
>idiot sehingga menjadi beban orang
>lain seumur-umur, namun jangan lupa firman
>Allah, "ma khalaqta hadza bathila" =
>tidak ada yang Engkau ciptakan ini sia-sia.
>
>Kadang ketika kita mudah mengasihani anak yang
>terlahir cacat (sekali lagi saya
>menilai, saya tidak menyalahkan sikap mengasihani tsb), namun lupa pada sisi
>yang lain. Sebagai komparasi saya ingin
>menyampaikan bahwa betapa kasihan nasib
>kambing, rusa, sapi atau binatang lain di hutan seumur-umur dijadikan mangsa
>melulu oleh sang raja hutan harimau atau singa. Apakah kita akan mengatakan
>Allah maha kejam ya ?:) apa kawaban dari fenomena ini ? bisa beragam jawaban
>yang akan diberikan. Begitu juga dengan fenomena dissable anak yang terlahir
>cacat, misalnya akan memberikan inspirasi bagi orang lain untuk riset dan
>pengembangan pengetahuan, memikirkan lembaga
>pendidikan yang cocok seperti SDLB
>(SD Luar Biasa), sang guru juga terinspirasi untuk mengupdate metode belajar,
>dsb. Salah satu efek fenomena anak idiot atau dissable kan membuka lapangan
>kerja di sektor pendidikan ?.
>
>Dan jangan salah, manusia-manusia yang ditaqdirkan terlahir cacat bawaan
>(dissable) ternyata mampu berbuat "sesuatu" yang di luar perhitungan manusia,
>seperti yang tunanetra memiliki kepekaan
>mendengar yang luar biasa, sehingga dia
>mampu menutupi kekurangan pandangan mata
>tergantikan oleh kepekaan pendengaran,
>mampu dengan tepat menebak siapa yang datang hanya lewat deteksi langkah kaki
>bahkan bau keringat dsb dsb.
>
>Saya sekarang punya pimpinan yang salah satu anak kandungnya yang cacat telah
>memberikan inspirasi bagi dirinya untuk tabah
>dan terenyuh ketika sang anak yang
>cacat suatu ketika dapat meresponse dengan baik suatu problem yang semula
>bingung apa solusinya. Saya juga dulu punya tetangga yang cacat bawaan lahir
>sejak bayi, tidak punya kaki, orang tuanya amat
>bersedih dan pesimis bagaimana
>memprediksi masa depan sang anak, namun saat remaja dia belajar otodidak ilmu
>elektronika, dia sering mengamati pamannya yang berprofesi service radio, dan
>diam-diam dia belajar sendiri, dan sering mencoba mengotak-atik radio rusak
>hingga baik, akhirnya dia menjadi mahir dan mampu melakukan reparasi radio
>sebagaimana yang dilakukan orang normal,
>lama-lama dia punya pelanggan sendiri
>dan mampu hidup mandiri bahkan dia sanggup berderma pada orang lain yang dia
>anggap lebih miskin dari dirinya. Mungkin saya tidak begitu banyak referensi
>untuk menjelaskan fenomena ini. Silakan teman-teman memberikan komentar.
>
>Allah berfiman, "fa man ya'mal mitsqala
>dzaaratin syarron yarah, wa man ya'mal
>mitsqala dzaaratin khayron yara". Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal
>hamba-Nya meskipun seberat atom.
>
>Wassalam
>Abdul Mu'iz
>
>________________________________
>Dari: chodjim <<mailto:chodjim%40gmail.com>chodjim@gmail.com>
>Kepada:
><mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com
>Terkirim: Rab, 23 Februari, 2011 16:51:33
>Judul: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
>
>Mas Muiz,
>
>Yang inging saya sampaikan bukanlah kaidah fikihnya terhadap "disability",
>tetapi pernyataan Alquran bahwa manusia diciptakan dalam "ahsan taqwiim".
>Sambungannya kan "dikembalikan pada keadaan asfala saafiliin, kecuali.... ".
>Lha, ini belum dikembalikan sudah asfala saafiliin duluan, hahaha....
>
>Jadi, kalau ahli fikih pada waktu dulu bisa merumuskan kaidah orang-orang
>"disable", tentu ahli fikih sekarang, seiring dengan kemajuan di bidang
>kedokteran seharusnya mereka bisa bertanya kepada ahlinya untuk merumuskan
>fikih... Dengan demikian, bukan bersifat
>menghakimi padahal ilmu yang diketahui
>sudah "obsolete".
>
>Bila dikembalikan pada Alquran, kasihan benar lho orang-orang yang dilahirkan
>idiot, imbisil dan moron itu. Dilahirkan ke
>dunia koq tidak diberikan kesempatan
>untuk beramal saleh, malah menjadi beban keluarga yang menerima warga cacat
>tersebut. Bila dikembalikan kepada Alquran,
>justru dinyatakan dengan tegas bahwa
>Allah tidak menganiaya manusia sekecil apapun,
>kecuali manusia itu sendiri yang
>menganiaya dirinya sendiri (Q. 10:44).
>
>Wassalam,
>
>chodjim
>
>----- Original Message -----
>From: Abdul Muiz
>To: <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>wanita-muslimah@yahoogroups.com
>Sent: Wednesday, February 23, 2011 9:27 AM
>Subject: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan
>Dosa'
>
>Pak chodjim,
>
>Dalam khasanah fiqh ada kelompok manusia yang digolongkan hajru (di bawah
>pengampuhan, karena dipandang tidak mampu mengelola hartanya sendiri) dan ada
>lagi istilah mukallaf, maka menurut saya orang-orang dissable cacat lahir
>termasuk abnormal karena IQ di bawah rata-rata (idiot dan imbecil maupun
>moron) adalah orang yang masuk kelompok hajru,
>maka dalam kaitannya dengan amal
>sholeh ya orang tsb termasuk belum aqil (belum
>mampu menggunakan aqalnya dengan
>baik) ya tidak dituntut menjalankan syariah termasuk beramal shaleh karena
>tergolong belum mukallaf. Tetapi Allah Mahaadil
>tidak akan pernah menyia-nyiakan
>
>perbuatan hamba-Nya apapun kondisi dan situasinya.
>
>Wassalam
>Abdul Mu'iz
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit the Fibromyalgia Zone today!

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment