Advertising

Saturday, 5 February 2011

Re: Bls: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT

 

Lessons learnt dari sistem kekalifahan bagi mereka yang menginginkan kembali
sistem itu mungkin ya yang mas Mu'iz sampaikan:
Boleh kok mempersekusi mereka yang tidak seide.
Wajar kok mengambil alih kekuasaan lewat jalan kekerasan.
Wajar kalo menetapkan perlakuan berbeda bagi kelompok minoritas
Syah -syah saja membunuh lawan politiknya.

Toh mendapat impunitas langsung dari Allah.

;D
On Feb 5, 2011 9:21 AM, "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com> wrote:
> Apa saja kalau dipolitisir maka jarak kebaikan dan keburukan itu hanya
sejengkal
> bahkan tidak berjarak. Makanya orang jahat bisa jadi penghuni istana
negara,
> dihormati dan disanjung-sanjung para pengikutnya, sementara orang baik dan
benar
> justru dijebloskan di penjara dicerca dan dihina. Begitu pula agama kalau
> dipolitisir maka wajah kebenaran dan keburukan menjadi kabur, upaya
menghidupkan
> khilafah dengan cara copy paste itu termasuk mempolitisir apa enggak ya ?
Bukan
> berarti umat islam haram berpolitik, boleh saja berpolitik karena politik
adalah
> faktor inheren sama halnya dengan aspek kehidupan lain.
>
> Kadang pengusung ide khilafah islam adalah karena tidak tahan borok aspek
> negatif kehidupan umat seperti kebobrokan moral atau fenomena dekadensi
moral
> yang muncul di era sistem demokrasi yang sudah lebih dahulu distempel
sebagai
> sistem kufur. Padahal sistem khilafah islam juga tidak steril dari tragedi

> sejarah kemanusiaan, coba lihat fakta sejarah :
>
> 1) khalifah Umar bin Khattab dibunuh orang kafir
> 2) Khalifah Utsman bin Affan dibunuh orang islam
> 3) Khalifah Ali bin Abi Thalib juga dibunuh orang islam bahkan sebelum
dibunuh
> terjadi perang saudara perang Jamal antara Pasukan Khalifah Ali (menurut
hadits
> dijamin masuk syurga) vs Pasukan Aisyah (yang didukung oleh orang yang
dijamin
> masuk syurga yaitu thalhah dan Zubair). Kemudian dilanjutkan perang
shiffin
> antara Pasukan Ali bin Abi Thalib vs Pasukan Mu'awiyah.
> 4) Imam Ahmad bin Hanbali dipersekusi oleh khalifah Bani Umayyah yang
menganut
> Muktazilah, hanya karena Imam Ahmad bin Hanbali berpendapat Qur'an adalah
kalam
> Ilahi, sementara sang Khalifah karena menganut Muktazilah berpendapat
qur'an
> adalah makhluq. Nah ketika terjadi suksesi khalifah, maka Imam Ahmad Bin
Hanbali
> dibebaskan dan direhab nama baiknya karena khalifah juga menganut sunni
> sebagaimana yang dianut Imam Ahmad Bin Hanbali, giliran warga negara yang
tidak
> menganut sunni dikejar-kejar, dipersekusi tidak diberi tempat.
> 5) Khalifah turki Utsmani (Ottoman) banyak memelihara gundik, menghabisi
lawan
> poltik dengan cara keji di luar perikemanusiaan, kafir dzimmi dipungut
pajak
> yang super berat dan menyulitkan hidup, sementara khalifah hidup
bergelimang
> kemewahan, sehingga jatuhlah kekhalifahan Islam ottaman, dan wilayahnya
menjadi
> rebutan (bancakan) kaum kolonialis sekuler (Inggris dkk).
>
> Memang daulat umayyah, abbasiyah, umayyah di andalusia hingga ottoman
semuanya
> menegakkan syari'at islam dan banyak memberikan kontribusi bagi peradaban
islam
> yang luar biasa hebatnya, pada saat peradaban sekular (eropa dan amerika
maupun
> jepang) masih dalam era the dark of middle age alias era jahiliyah. Maka
kalau
> menyalahkan aspek negatif seperti dekadensi moral, korupsi, pornografi dsb
di
> era sekarang dengan blame other sistem demokrasi sebagai biang kerok
karena
> demokrasi bukan sistem khilafah maka sebenarnya kalau kita jujur, maka
aspek
> negatif juga pernah melanda sistem khilafah, mengapa kok sekarang masih
diusung
> sebagai pil atau kapsul terbaik dari segala problema umat di era sekarang
??
> Padahal yang paling menikmati sistem demokrasi adalah para pengusung idek
> khilafah seperti HT/HTI dan Ikhwanul Muslimin dkk lho ? Tidak percaya, lha

> mengapa oganisasi Hizbut Tahrir atau Ikhwanul Muslimin malah dilarang di
negara
> islam timur tengah, malah tumbuh subur di luar timur tengah yang notabene
atalah
> penganut sistem demokrasi ??
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
>
>
> ________________________________
> Dari: chodjim <chodjim@gmail.com>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Terkirim: Sab, 5 Februari, 2011 13:01:06
> Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
>
>
> Mas Wikan, kalau seseorang bersandar pada "pokoknya", ya pokoknya guru
saya
> menyampaikan seperti itu, hahaha....
>
> Memang sulit koq Mas Wikan, kita berdiskusi dengan orang yang berkaidah
pada
> "pokoknya". Jadi, tidak bisa melihat zaman Nabi sebagaimana adanya, lalu
barulah
> menganalisis dan menyimpulkan.
>
> Dalam bidang arsitektur --program studi elektif saya "arsitektur lanskap"
> (landscape architecture)-- kami dibiasakan menggambar dulu kondisi yang
ada
> sebelum dilakukan pekerjaan baru pada tapaknya. Ada "existing condition".
Lalu,
> kita coba rancang di atas tapak dengan existing conditionnya.
>
>
> Nah, berdasarkan analisis "existing condition", ternyata Nabi dipilih oleh
Allah
> untuk membangun umat baru pada tapak Mekah dan Madinah. Makanya, Nabi
Muhammad
> tidak disebut dalam Alquran sebagai amir, imam, khalifah, sultan, rais,
atau
> yang lainnya. Muhammad di dalam Alquran hanya disebut sebagai Nabi atau
> Rasul-Nya.
>
> Tidak ada bukti penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Nabi kepada
sahabat,
> meskipun ada klaim dari pihak Syi'ah tentang khutbah Kanjeng Nabi Muhammad
di
> Ghadir Khum. Namun, dalam hal pemindahan kekuasaan negara dari Kanjeng
Nabi
> Muhammad ke Imam Ali bin Abi Thalib kw adalah sesuatu yang "debatable".
Oleh
> karena itu, terjadi perselisihan politik pasca wafat Rasulullah. Ali dan
> Fathimah putri Nabi tidak mau berbaiat kepada Abubakar. Ali baru berbaiat
> setelah wafat Sayyidah Fathimah. Jadi, baiat-baiatan yang dipahami oleh
> orang-orang dewasa ini juga perlu dipertanyakan karena baiatnya lebih
bernuansa
> politis.
>
> Dan, kalau kita jujur, maka baiat sejati adalah "syahadat" (bukan sekadar
> mengucapkan kalimat syahadat tetapi bersaksi alias witness).
>
>
> Wassalam,
>
> chodjim
>
> ----- Original Message -----
> From: Wikan Danar Sunindyo
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Saturday, February 05, 2011 12:17 PM
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
>
> lho kok mas yudi bisa tahu mana yang duluan?
> apa Nabi menjelaskan mana yang duluan apa umat yang terserak atau
> khalifah yang satu
> kita sudah pernah mengalami khalifah berkali-kali
> dan di akhir hadits, Nabi terdiam
> orang HT menafsirkan itu pertanda kiamat
> tapi itu kan tafsirnya HT
> Nabi diam ya mungkin beliau diam
> atau "melihat" sesuatu yang beliau tidak bisa deskripsikan dengan
> kondisi jaman waktu itu
> bentuk negara republik itu kan nggak ada di jaman Nabi, bukan
> kerajaan, bukan kekhalifahan, bukan apa-apa
> coba Anda kembali ke jaman Nabi ada gak nubuwah Nabi tentang bentuk
> pemerintahan republik di mana kepala pemerintahannya adalah presiden
> dipilih secara demokratis untuk waktu yang ditentukan (bukan seumur
> hidup)
>
> salam,
> --
> Wikan
>
> 2011/2/4 Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment