Yang ada nanti orang-orang yg terpilih bisa jadi 'nabi' baru. Karena ambisi utk menjadi pimpinan diatas kepemimpinan-kepemimpinan yg sudah ada dimiliki orang2 yg haus akan kepemimpinan dg mengatasnamakan berbagai kepentingan (dilihat dr sejarah kepemimpinan oleh manusia diluar Nabi/Rasul). Ujung2nya utk kepentingan pribadi diatas kepentingan ummat. Sudah sepatutnya disadari bahwa tugas terutama kita sbg manusia adalah menjadi khalifah dimuka bumi secara pribadi, dan kontrak itu adalah kontrak personal sbg tugas mulia manusia dg Allah sang pencipta sbg amanah yang harus diemban tiap manusia secara bertanggungjawab dan berkesinambungan dengan berakhlak mulia sbg patuhnya dan kecintaan manusia kpd sang Khalik sehingga tercipta insan kamil sesuai yg dicontohkan oleh junjungan kita Rasulullah Muhammad S.A.W. Dengan kesadaran itu otomatis terpancar dari tiap muslim pribadi-pribadi yang memancarkan rahmat bagi keluarga, lingkungan dan dimanapun dia berada selama hidup. Menurut saya lho... Karena mimpi berlarut2 sayang umur saya yg kontraknya cm sebentar banget ini.
Salam bermalam minggu
Wasalam
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: Dwi Soegardi <soegardi@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 5 Feb 2011 11:21:02
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
Khalifah, dalam sejarahnya, tidak pernah dipilih
sebagaimana kita mengenal Pemilu.
Yang ada adalah aturan "baiat" yang simpang-siur sebagai berikut:
" .....karena tidak ada aturan yg jelas, maka para ulama berdebat, spt
direkam dengan baik oleh al-Mawardi, M. Abu faris dan Wahbah al-Zuhayli:
berapa orang yg dibutuhkan untuk membai'at seorang khalifah? Ada yg bilang
lima [karena Abu Bakr dipilih oleh 5 orang], tiga [dianalogikan dengan aqad
nikah dimana ada 1 wali dan 2 saksi], bahkan satu saja cukup [Ali diba'iat
oleh Abbas saja]. Jadi, cukup 5 orang saja utk membai'at khalifah. Aturan
itu cocok untuk kondisi Madinah jaman dulu, namun terhitung "menggelikan"
untuk jaman sekarang." (Nadirsyah Hosen, Khilafah Islam: Fiktif!)
Selanjutnya raja-raja dinasti Umayyah, Abbasiyah, dst, menganggap mereka
legitimate
karena dibaiat oleh Mufti, oleh Syaikhul Islam, dll,
yang mereka angkat/tunjuk sendiri.
(lho kok tiba-tiba Soeharto terasa lebih legitimate dibanding para khalifah
ini hehehe)
2011/2/5 encosid <encosid@yahoo.com>
>
>
> pertanyaannya sederhana saja
>
> SIAPA YANG BERWENANG MEMILIH KHALIFAH ?
>
> ATAS DASAR APA MEREKA MEMPUNYAI KEWENANGAN MEMILIH KHALIFAH TERSEBUT ?
>
>________________________________
> Dari: Abdul Muiz <muizof@yahoo.com <muizof%40yahoo.com>>
>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Terkirim: Sab, 5 Februari, 2011 15:21:13
> Judul: Bls: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
>
>
> Apa saja kalau dipolitisir maka jarak kebaikan dan keburukan itu hanya
> sejengkal
>
> bahkan tidak berjarak. Makanya orang jahat bisa jadi penghuni istana
> negara,
> dihormati dan disanjung-sanjung para pengikutnya, sementara orang baik dan
> benar
>
> justru dijebloskan di penjara dicerca dan dihina. Begitu pula agama kalau
> dipolitisir maka wajah kebenaran dan keburukan menjadi kabur, upaya
> menghidupkan
>
> khilafah dengan cara copy paste itu termasuk mempolitisir apa enggak ya ?
> Bukan
> berarti umat islam haram berpolitik, boleh saja berpolitik karena politik
> adalah
>
> faktor inheren sama halnya dengan aspek kehidupan lain.
>
> Kadang pengusung ide khilafah islam adalah karena tidak tahan borok aspek
> negatif kehidupan umat seperti kebobrokan moral atau fenomena dekadensi
> moral
> yang muncul di era sistem demokrasi yang sudah lebih dahulu distempel
> sebagai
> sistem kufur. Padahal sistem khilafah islam juga tidak steril dari tragedi
> sejarah kemanusiaan, coba lihat fakta sejarah :
>
> 1) khalifah Umar bin Khattab dibunuh orang kafir
> 2) Khalifah Utsman bin Affan dibunuh orang islam
> 3) Khalifah Ali bin Abi Thalib juga dibunuh orang islam bahkan sebelum
> dibunuh
> terjadi perang saudara perang Jamal antara Pasukan Khalifah Ali (menurut
> hadits
> dijamin masuk syurga) vs Pasukan Aisyah (yang didukung oleh orang yang
> dijamin
> masuk syurga yaitu thalhah dan Zubair). Kemudian dilanjutkan perang shiffin
>
> antara Pasukan Ali bin Abi Thalib vs Pasukan Mu'awiyah.
> 4) Imam Ahmad bin Hanbali dipersekusi oleh khalifah Bani Umayyah yang
> menganut
> Muktazilah, hanya karena Imam Ahmad bin Hanbali berpendapat Qur'an adalah
> kalam
> Ilahi, sementara sang Khalifah karena menganut Muktazilah berpendapat
> qur'an
> adalah makhluq. Nah ketika terjadi suksesi khalifah, maka Imam Ahmad Bin
> Hanbali
>
> dibebaskan dan direhab nama baiknya karena khalifah juga menganut sunni
> sebagaimana yang dianut Imam Ahmad Bin Hanbali, giliran warga negara yang
> tidak
> menganut sunni dikejar-kejar, dipersekusi tidak diberi tempat.
> 5) Khalifah turki Utsmani (Ottoman) banyak memelihara gundik, menghabisi
> lawan
> poltik dengan cara keji di luar perikemanusiaan, kafir dzimmi dipungut
> pajak
> yang super berat dan menyulitkan hidup, sementara khalifah hidup
> bergelimang
> kemewahan, sehingga jatuhlah kekhalifahan Islam ottaman, dan wilayahnya
> menjadi
> rebutan (bancakan) kaum kolonialis sekuler (Inggris dkk).
>
> Memang daulat umayyah, abbasiyah, umayyah di andalusia hingga ottoman
> semuanya
> menegakkan syari'at islam dan banyak memberikan kontribusi bagi peradaban
> islam
> yang luar biasa hebatnya, pada saat peradaban sekular (eropa dan amerika
> maupun
> jepang) masih dalam era the dark of middle age alias era jahiliyah. Maka
> kalau
> menyalahkan aspek negatif seperti dekadensi moral, korupsi, pornografi dsb
> di
> era sekarang dengan blame other sistem demokrasi sebagai biang kerok karena
>
> demokrasi bukan sistem khilafah maka sebenarnya kalau kita jujur, maka
> aspek
> negatif juga pernah melanda sistem khilafah, mengapa kok sekarang masih
> diusung
> sebagai pil atau kapsul terbaik dari segala problema umat di era sekarang
> ??
> Padahal yang paling menikmati sistem demokrasi adalah para pengusung idek
> khilafah seperti HT/HTI dan Ikhwanul Muslimin dkk lho ? Tidak percaya, lha
> mengapa oganisasi Hizbut Tahrir atau Ikhwanul Muslimin malah dilarang di
> negara
> islam timur tengah, malah tumbuh subur di luar timur tengah yang notabene
> atalah
>
> penganut sistem demokrasi ??
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
>________________________________
> Dari: chodjim <chodjim@gmail.com <chodjim%40gmail.com>>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Terkirim: Sab, 5 Februari, 2011 13:01:06
> Judul: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
>
> Mas Wikan, kalau seseorang bersandar pada "pokoknya", ya pokoknya guru saya
>
> menyampaikan seperti itu, hahaha....
>
> Memang sulit koq Mas Wikan, kita berdiskusi dengan orang yang berkaidah
> pada
> "pokoknya". Jadi, tidak bisa melihat zaman Nabi sebagaimana adanya, lalu
> barulah
>
> menganalisis dan menyimpulkan.
>
> Dalam bidang arsitektur --program studi elektif saya "arsitektur lanskap"
> (landscape architecture)-- kami dibiasakan menggambar dulu kondisi yang ada
>
> sebelum dilakukan pekerjaan baru pada tapaknya. Ada "existing condition".
> Lalu,
> kita coba rancang di atas tapak dengan existing conditionnya.
>
> Nah, berdasarkan analisis "existing condition", ternyata Nabi dipilih oleh
> Allah
>
> untuk membangun umat baru pada tapak Mekah dan Madinah. Makanya, Nabi
> Muhammad
> tidak disebut dalam Alquran sebagai amir, imam, khalifah, sultan, rais,
> atau
> yang lainnya. Muhammad di dalam Alquran hanya disebut sebagai Nabi atau
> Rasul-Nya.
>
> Tidak ada bukti penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Nabi kepada sahabat,
>
> meskipun ada klaim dari pihak Syi'ah tentang khutbah Kanjeng Nabi Muhammad
> di
> Ghadir Khum. Namun, dalam hal pemindahan kekuasaan negara dari Kanjeng Nabi
>
> Muhammad ke Imam Ali bin Abi Thalib kw adalah sesuatu yang "debatable".
> Oleh
> karena itu, terjadi perselisihan politik pasca wafat Rasulullah. Ali dan
> Fathimah putri Nabi tidak mau berbaiat kepada Abubakar. Ali baru berbaiat
> setelah wafat Sayyidah Fathimah. Jadi, baiat-baiatan yang dipahami oleh
> orang-orang dewasa ini juga perlu dipertanyakan karena baiatnya lebih
> bernuansa
> politis.
>
> Dan, kalau kita jujur, maka baiat sejati adalah "syahadat" (bukan sekadar
> mengucapkan kalimat syahadat tetapi bersaksi alias witness).
>
> Wassalam,
>
> chodjim
>
> ----- Original Message -----
> From: Wikan Danar Sunindyo
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
> Sent: Saturday, February 05, 2011 12:17 PM
> Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
>
> lho kok mas yudi bisa tahu mana yang duluan?
> apa Nabi menjelaskan mana yang duluan apa umat yang terserak atau
> khalifah yang satu
> kita sudah pernah mengalami khalifah berkali-kali
> dan di akhir hadits, Nabi terdiam
> orang HT menafsirkan itu pertanda kiamat
> tapi itu kan tafsirnya HT
> Nabi diam ya mungkin beliau diam
> atau "melihat" sesuatu yang beliau tidak bisa deskripsikan dengan
> kondisi jaman waktu itu
> bentuk negara republik itu kan nggak ada di jaman Nabi, bukan
> kerajaan, bukan kekhalifahan, bukan apa-apa
> coba Anda kembali ke jaman Nabi ada gak nubuwah Nabi tentang bentuk
> pemerintahan republik di mana kepala pemerintahannya adalah presiden
> dipilih secara demokratis untuk waktu yang ditentukan (bukan seumur
> hidup)
>
> salam,
> --
> Wikan
>
> 2011/2/4 Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com <yudi%40geoindo.com>>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment