Abah HMNA, jawaban berdasarkan dalil umum dan khusus sudah saya berikan untuk menanggapi pandangan Mas Abdul Muiz.
Hadis Nabi tentang anak-anak yang meninggal sebelum balig, atau orang yang meninggal yang selama hidupnya "tidak memiliki kesadaran akal-pikiran", itu tidak ditujukan kepada yang meninggal, tetapi kepada keluarga yang ditinggalkan agar tidak larut dalam kesedihan atau tidak terbebani oleh anak-anak cacat berat yang ditanggungnya.
Jadi, jawaban abah itu tidak bisa meniadakan atau melemahkan ayat Alquran yang saya sebutkan.
Bila anak-anak yang belum mati dijamin masuk surga, ya lebih baik orang-orang miskin itu membunuh anak bayinya, bukankah membunuh bayi itu menolong makhluk-makhluk baru tersebut cepat masuk surga? Logikanya, bila kita berdalil sebagaimana yang Abah kemukakan "Mereka ditakdirkan selamat di akhirat kelak", maka perbuatan Fir'aun membunuh seluruh bayi laki-laki Bani Israil adalah perbuatan mulia, karena telah menyelamatkan anak-anak tersebut dari perbudakan Fir'aun dan mereka selamat di akhirat.
Terima kasih, atas partisipasinya...
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, February 23, 2011 6:13 PM
Subject: Re: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
"chodjim" wrote:
kasihan benar lho orang-orang yang dilahirkan idiot
================================
HMNA:
Bukan kasihan, melainkan beruntunglah, seperti mereka yang meninggal waktu balita. Walaupun tidak berkesempatan untuk beramal shalih, namun mereka juga tidak memikul dosa. Mereka ditakdirkan selamat di akhirat kelak.
Wassalam
HMNA
----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, February 23, 2011 17:51
Subject: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
Mas Muiz,
Yang inging saya sampaikan bukanlah kaidah fikihnya terhadap "disability", tetapi pernyataan Alquran bahwa manusia diciptakan dalam "ahsan taqwiim". Sambungannya kan "dikembalikan pada keadaan asfala saafiliin, kecuali.... ". Lha, ini belum dikembalikan sudah asfala saafiliin duluan, hahaha....
Jadi, kalau ahli fikih pada waktu dulu bisa merumuskan kaidah orang-orang "disable", tentu ahli fikih sekarang, seiring dengan kemajuan di bidang kedokteran seharusnya mereka bisa bertanya kepada ahlinya untuk merumuskan fikih... Dengan demikian, bukan bersifat menghakimi padahal ilmu yang diketahui sudah "obsolete".
Bila dikembalikan pada Alquran, kasihan benar lho orang-orang yang dilahirkan idiot, imbisil dan moron itu. Dilahirkan ke dunia koq tidak diberikan kesempatan untuk beramal saleh, malah menjadi beban keluarga yang menerima warga cacat tersebut. Bila dikembalikan kepada Alquran, justru dinyatakan dengan tegas bahwa Allah tidak menganiaya manusia sekecil apapun, kecuali manusia itu sendiri yang menganiaya dirinya sendiri (Q. 10:44).
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: Abdul Muiz
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, February 23, 2011 9:27 AM
Subject: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
Pak chodjim,
Dalam khasanah fiqh ada kelompok manusia yang digolongkan hajru (di bawah
pengampuhan, karena dipandang tidak mampu mengelola hartanya sendiri) dan ada
lagi istilah mukallaf, maka menurut saya orang-orang dissable cacat lahir
termasuk abnormal karena IQ di bawah rata-rata (idiot dan imbecil maupun
moron) adalah orang yang masuk kelompok hajru, maka dalam kaitannya dengan amal
sholeh ya orang tsb termasuk belum aqil (belum mampu menggunakan aqalnya dengan
baik) ya tidak dituntut menjalankan syariah termasuk beramal shaleh karena
tergolong belum mukallaf. Tetapi Allah Mahaadil tidak akan pernah menyia-nyiakan
perbuatan hamba-Nya apapun kondisi dan situasinya.
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: chodjim <chodjim@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 23 Februari, 2011 08:44:05
Judul: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
Tambahan, Mas Donnie.
HY bukan hanya tidak pernah melakukan penelitian di bidang biologi, tetapi juga
latar belakangnya tidak "well-educated" di bidang biologi/kedokteran/pertanian.
Di luar perihal HY.
Beberapa waktu yang lalu, saya sudah memberitahu bahwa antara kitab suci dan
ilmu pengetahuan jangan dicampuradukkkan. Apa pun yang ada di dalam kitab suci
bukanlah ilmu pengetahuan, dan bukan pula buku sejarah. Kitab suci itu landasan
moralitas untuk berbuat yang benar. Jadi, semua ayat yang menyebutkan hal-hal
yang berbau ilmu pengetahuan, lebih berfungsi untuk memberikan landasan
moralitas, nilai, etika, dan norma-norma daripada mengutarakan kebenaran ilmiah
itu sendiri.
Bila ayat Alquran dan ilmu pengetahuan dicampuradukkan, akan lahir ilmu tuyul
seperti yang diungkapkan oleh Dr. Ir. Hidajat Nataatmadja.
Dalam kitab suci Alquran disebutkan bahwa Tuhan semesta alam menciptakan manusia
dalam wujud laki-laki dan perempuan. Tetapi, dalam kenyataannya, faktanya, ada
manusia-manusia yang berkelamin ganda. Kita bisa saksikan sendiri gambar/foto
orang-orang yang berkelamin ganda ini di buku-buku yang membahas seksualitas.
Dalam kitab suci Alquran, manusia disebut diciptakan oleh Tuhan dalam "ahsan
taqwim" (ciptaan yang lebih baik) daripada makhluk-makhluk lainnya. Tetapi,
dalam kenyataannya, banyak manusia dilahirkan cacat --cacat fisik dan ada juga
yang cacat mental. Ada pula yang dilahirkan sebagai manusia idiot (IQ 0 - 20),
embisil (IQ 20 - 50), dan moron (IQ 50 - 70). Bila dilahirkan demikian,
bagaimana mereka bisa beriman dan beramal saleh?
Terima kasih.
Wassalam,
chodjim
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment