Hahaha....., ini kan karena IPB sejak reformasi tidak berpijak pada khitah
IPB.
Saya pernah menjadi fungsionaris almamater IPB, dan saya melihat adanya
penyimpangan dari khitahnya. Lalu, dalam suatu rapat pengurus alumni, saya
sampaikan bahwa IPB akan tinggal kenangan. IPB yang memiliki kemampuan
membangun Bimas dan Swasembada pangan pada era Orba, akan tinggal kenangan
karena generasi barunya hanya sibuk di perpolitikan agama. Maka, jangan
heran bila si ini dan si itu yang sekarang banyak nongkrong di ERAMUSLIM,
tidak menunjukkan cara dan kualitas berpikir sebagai sarjana pertanian yang
seharusnya mempertimbangkan banyak aspek kehidupan [perlu diketahui, hidup
bertani itu berkaitan dengan dan bergantung pada alam dan makhluk hidup,
sehingga harus benar-benar memahami ekosistem, kultur dan sistem sosial].
Oleh karena lebih banyak disibukkan dalam perpolitikan agama, maka hasil
pembacaan Alquran pun tidak "tune" dengan kenyataan sosial, dan akhirnya
rancu dalam berpikir. Mereka sekarang tidak bisa memilah-milah aneka sistem
yang ada di dunia saat ini, seperti komunisme, sosialisme, kapitalisme,
materialisme, spiritisme, dan lain-lainnya. Akhirnya, mereka tidak bisa
membedakan antara sistem dan elemen-elemen pembentuk sistem.
Kata alm. Dr. Hidajat Nataatmadja, banyak tamatan IPB di era reformasi ini
yang cuma belajar ilmu tuyul. Tahu sendiri artinya.....
Menurut beliau, seharusnya sarjana IPB itu harus mengetahui dan memahami
ilmu pertanian dengan benar, dan belajar agama dengan benar, sehingga ia
benar-benar menjadi sarjana pertanian yang benar yang dilandasi dengan
ajaran agama yang dipeluknya. Jadi, bukan dengan menggabung-gabungkan ilmu
pertanian dan agama. Bila ini yang terjadi... ilmu tuyul yang dihasilkan,
hahaha....
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: "donnie damana" <donnie.damana@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Friday, February 04, 2011 8:14 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Mesir Bergejolak: Saatnya Revolusi (Ganti
Rezim, Ganti Sistem)!
> Bingung dengan cara berpikir mas Andi lulusan IPB ini. Mungkin saya yang
> gak mudeng aja yah.
>
> Mencampur-adukan antara kapitalisme dengan sekularisme, sosialisme dengan
> materialisme, sosialisme identik dengan komunisme dan atheisme.
> Padahal kapitalis dan sosialis bisa seorang materialist/sekuler ataupun
> tidak.
> Keluarga penguasa Arab Saudi contoh kapitalis sejati meskipun nggak
> sekuler. Para romo penganut gereja pembebasan di amerika latin merupakan
> sosialis sejati meskipun mungkin bukan seorang materialis (kalo materialis
> gak jadi romo deh dia)
>
> Yang jelas sih materialis sejati adalah mereka yang atheis, dan
> meterialisme gak ada hubungannya dengan cewek matre.
>
>
> On Feb 4, 2011, at 10:01 AM, Yudi Yuliyadi wrote:
>>
>> Sekilas tentang 3 ideologi
>> Kapitalisme adalah suatu ideologi yang dibangun atas akidah pemisahan
>> kehidupan dari agama atau biasa disebut dengan sekularisme. Oleh karena
>> itu,
>> agama tidak boleh turut campur dalam ranah - ranah publik seperti negara,
>> politik, ekonomi, sistem sosial, sistem pendidikan dll. Awal kemunculan
>> ideologi ini bermula ketika dominasi gereja di daratan Eropa telah
>> membawa
>> kemunduran yang amat sangat pada semua bidang kehidupan.
>>
>> Maka dengan begitu kehidupan agama harus dibuang jauh - jauh dari ranah
>> publik. Agama hanya boleh ada di ranah-ranah privat seperti gereja,
>> masjid
>> serta daerah daerah privat lainnya, sedangkan pengaturan-pengaturan
>> masalah
>> publik diserahkan sepenuhnya kepada rakyat. Negara penganut ideologi ini
>> misalnya Amerika Serikat dan Inggris.
>>
>> Sosialisme adalah suatu ideologi yang berdiri atas dasar akidah
>> materialisme
>> serta evolusi dan menolak keberadaaan agama. Ideologi ini muncul sebagai
>> anti tesis terhadap ideologi kapitalisme. Awal kemunculan ideologi ini
>> bermula dari kesenjangan ekonomi yang lebar pada masyarakat kapitalistik
>> Eropa.
>>
>>
>>
> Bingung dengan kalimat ini: "sosialisme sebagai ideologi juga memiliki
> problem solving atas berbagai permasalahan manusia.."
> Bagus dong kalo sampeyan (mas penulis) percaya bahwa sosialisme merupakan
> problem solving bagi permasalahan manusia. Kalo percaya sosialisme yah
> jadi sosialis sejati, lah kok malah mengajukan sistem Islam. Argumen yang
> sangat aneh...
>
>
> Lha terus apa bedanya sistem sosialisme yang menghendaki bahwa public
> goods (seperti minyak dan barang tambang) dikuasai negara untuk
> kepentingan publik dengan sistem Islam (if there is any) yang menyatakan
> bahwa public goods (minyak dan barang tambang) harus dikelola negara agar
> semua rakyat bisa menikmati tanpa mengambil untung. Padahal di negara
> sosialis public goods umumnya dapat subsidi negara, atau dengan kata lain
> negara (bahkan mungkin) harus nomboki biaya produksi.
>
> Berarti Islam identik dengan sosialisme dong.. cuman jadi gagu kalo diberi
> label material girl :p
>
>
> Mas Andi kayaknya juga gak pernah ke bengkel modifikasi. Karena ada
> bengkel modifikasi mobil, yang membuat mobil kita bisa lebih aman, lebih
> nyaman, lebih efisien energi, lebih sesuai dengan kebutuhan personal,
> lebih awet bahkan, dengan melakukan modifikasi tertentu.
>
> Analogi lain: saya pake telpon Samsung galaxy S, sistem operasinya
> android 2.1 (eclair). Tapi ya itu, gak responsif, sering hang, batere
> cepet habis, performance buruk kalo dikalibrasi pake linpack. Setelah baca
> sana-sini di internet (bukan buku manual keluaran Samsung), sistem
> operasinya diganti pake android 2.2 (froyo) custom ROM, bikinan sekelompok
> orang yang tidak saya kenal sama sekali dan dengan modifikasi habis2an.
> Dan hasilnya? whoa... performance naik drastis, jarang hang, sangat
> responsif dan cepat, batere relatif lebih tahan lama, kalo dikalibrasi
> performancenya, scorenya meningkat drastis. Sekarang bahkan saya bisa back
> up semua aplikasi dan data yang ada di telpon sehingga kalo ada apa2 atau
> mau ganti telpon tinggal di restore saja. Sesuatu yang gak mungkin
> dilakukan dalam versi resmi keluaran samsung.
>
> Moral of the story.. jangan samakan perintah Allah dengan bengkel
> modifikasi mobil.. pamali looh...
>
> :D
>
>
>
>
>
>>
>> Sosialisme sebagai ideologi juga memiliki problem solving atas berbagai
>> permasalahan manusia. Sosialisme menetapkan bahwasanya barang - barang
>> tambang dan minyak bumi misalnya adalah milik publik, serta semua rakyat
>> harus merasakannya sama rata tidak hanya kalangan - kalangan berduit
>> saja.
>> Hal ini juga sesuai dengan akidah mereka yaitu materialisme.
>>
>> Berbeda dengan kedua ideologi diatas, Islam menggariskan bahwasanya
>> sesuai
>> dengan ketentuan Allah SWT barang - barang seperti minyak dan barang
>> tambang
>> itu harus dikelola oleh negara dan negara tidak boleh menjualnya kepada
>> rakyat dengan mengambil untung, melainkan hanya sekedar biaya produksi
>> saja.
>> Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yaitu :
>>
>> " Manusia itu berserikat dalam tiga hal, yaitu padang gembalaan (hutan
>> dsb),
>> air dan api ( barang tambang, minyak dll)." (HR Abu Dawud dan Ibnu
>> Majah).
>>
>> Saatnya Ganti Rezim, Ganti Sistem
>> Keadaan Mesir yang bergejolak hendaknya menjadi pelajaran pada kita bahwa
>> rezim sekuler akan segera berakhir dan Rezim yang taat pada Syariat Allah
>> dalam Sistem Islam (khilafah) sajalah yang akan berkuasa di muka bumi,
>> oleh
>> karena itu ketika seseorang akan memimpin suatu negara dengan memilih
>> sistem
>> mana yang akan dijalankan maka cukuplah kiranya diilustrasikan sebuah
>> kasus
>> untuk menentukan sistem atau ideologi manakah yang akan dipilih untuk
>> diterapkan.
>>
>> Misalkan saja suatu pabrik mobil A mengeluarkan suatu produk mobil yang
>> diberi nama X. Lalu pabrik mobil A tersebut juga menjual secara terpisah
>> buku yang berisikan cara - cara merawat mobil X. Suatu pabrik mobil
>> katakanlah B juga ikut - ikutan menjual buku yang berisikan cara - cara
>> merawat mobil X. Anda sebagai seorang pembeli mobil dan pembeli buku
>> untuk
>> merawat mobil tersebut, buku keluaran pabrik manakah yang akan Anda beli?
>>
>> Ya tentu saja buku yang dikeluarkan oleh pabrik A sebagai pabrik yang
>> membuat mobil tersebut dan mengetahui seluk beluk dari mobil tsb. Begitu
>> juga dengan manusia yang menjadi pemimpin, kita diciptakan oleh Allah SWT
>> dan tentu saja sebagai sang Pencipta, Dia mengeluarkan buku petunjuk yang
>> berisikan cara - cara untuk merawat manusia. Lalu apakah buku petunjuk
>> lain
>> yang bakalan kita pilih?
>>
>> Sekali lagi jawabannya tentu saja buku yang dikeluarkan oleh Allah SWT
>> sajalah yang harus kita pilih (baca: Al-Quran), jadi kenapa harus pilih
>> sistem yang lain?. Karenanya saatnya rezim dan sistem sekuler diganti
>> dengan
>> rezim yang taat pada syariat Allah dalam sistem Islam atau khilafah
>> Islamiyah. Wallohua'alam Bishshowwab.
>>
>> Andi Perdana Gumilang
>> Alumni IPB dan Kontributor Redaksi Website LDK BKIM
>> http://bkim.lk.ipb.ac.id/
>>
>> ERAMUSLIM
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment