Mas Wikan, kalau seseorang bersandar pada "pokoknya", ya pokoknya guru saya menyampaikan seperti itu, hahaha....
Memang sulit koq Mas Wikan, kita berdiskusi dengan orang yang berkaidah pada "pokoknya". Jadi, tidak bisa melihat zaman Nabi sebagaimana adanya, lalu barulah menganalisis dan menyimpulkan.
Dalam bidang arsitektur --program studi elektif saya "arsitektur lanskap" (landscape architecture)-- kami dibiasakan menggambar dulu kondisi yang ada sebelum dilakukan pekerjaan baru pada tapaknya. Ada "existing condition". Lalu, kita coba rancang di atas tapak dengan existing conditionnya.
Nah, berdasarkan analisis "existing condition", ternyata Nabi dipilih oleh Allah untuk membangun umat baru pada tapak Mekah dan Madinah. Makanya, Nabi Muhammad tidak disebut dalam Alquran sebagai amir, imam, khalifah, sultan, rais, atau yang lainnya. Muhammad di dalam Alquran hanya disebut sebagai Nabi atau Rasul-Nya.
Tidak ada bukti penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Nabi kepada sahabat, meskipun ada klaim dari pihak Syi'ah tentang khutbah Kanjeng Nabi Muhammad di Ghadir Khum. Namun, dalam hal pemindahan kekuasaan negara dari Kanjeng Nabi Muhammad ke Imam Ali bin Abi Thalib kw adalah sesuatu yang "debatable". Oleh karena itu, terjadi perselisihan politik pasca wafat Rasulullah. Ali dan Fathimah putri Nabi tidak mau berbaiat kepada Abubakar. Ali baru berbaiat setelah wafat Sayyidah Fathimah. Jadi, baiat-baiatan yang dipahami oleh orang-orang dewasa ini juga perlu dipertanyakan karena baiatnya lebih bernuansa politis.
Dan, kalau kita jujur, maka baiat sejati adalah "syahadat" (bukan sekadar mengucapkan kalimat syahadat tetapi bersaksi alias witness).
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: Wikan Danar Sunindyo
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Saturday, February 05, 2011 12:17 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
lho kok mas yudi bisa tahu mana yang duluan?
apa Nabi menjelaskan mana yang duluan apa umat yang terserak atau
khalifah yang satu
kita sudah pernah mengalami khalifah berkali-kali
dan di akhir hadits, Nabi terdiam
orang HT menafsirkan itu pertanda kiamat
tapi itu kan tafsirnya HT
Nabi diam ya mungkin beliau diam
atau "melihat" sesuatu yang beliau tidak bisa deskripsikan dengan
kondisi jaman waktu itu
bentuk negara republik itu kan nggak ada di jaman Nabi, bukan
kerajaan, bukan kekhalifahan, bukan apa-apa
coba Anda kembali ke jaman Nabi ada gak nubuwah Nabi tentang bentuk
pemerintahan republik di mana kepala pemerintahannya adalah presiden
dipilih secara demokratis untuk waktu yang ditentukan (bukan seumur
hidup)
salam,
--
Wikan
2011/2/4 Yudi Yuliyadi <yudi@geoindo.com>
> "mas yudi pernah dengar hadits yang kira2 berbunyi bahwa di akhir jaman
> umat islam bagaikan buih di lautan, banyak terserak tapi tidak
> berguna. apa itu kira2 menggambarkan umat islam sekarang? apakah itu
> termasuk janji Allah dan rasul-Nya yang harus kita penuhi? apakah
> hadits itu tidak bertentangan dengan hadits khalifah akhir jaman?
> duluan mana berlangsungnya, apakah umat yang berserak bagai buih di
> lautan atau umat islam memimpin di akhir jaman?
> mohon jawabannya. terima kasih."
>
> siplah, benar sekali. Sudah jelas terjadi, kalau yang harus kita penuhi
> bahasanya kurang pas. Kalao bahasa saya mah takdir yang sudah
> ditetapkan,penyebabnya runtuhnya khilafah.
>
> Oh tidak , setelah masa khilafah yang menggigit lalu timbullah masa
> dictator( disinilah dimulai umat islam seperti buih di lautan) dan insya
> ALLAH khilafah akan tegak kembali
>
> Dan itulah yang kami perjuangkan
>
> Ya jelas bagai buih di lautan, kemudian disatukan dalam naungan khilafah.
> Kalao untuk lebih jelasnya silahkan konsultasi dengan ulama atau baca kitab
> berkaitan dengan fitnah akhir zaman, kedatangan isa almasih dan imam almahdi
>
> Wallahualam, saya masih kurang ilmu
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment