Terimakasih atas penjelasannya, Abah.
Saya kayanya perlu belajar lagi.. supaya tidak bingung mengenai istilah2
yang digunakan. Tapi secara konsep saya mengerti sih, ada institusi
(pemerintahan Islam) dan pemimpin institusi-nya . Hanya dari sejarah
bahasanya, bahwa semula Khilafah (bukan kholifah ya?) digunakan untuk
menyebut orang yang menggantikan Nabi SAW pada awal Islam.. dan kemudian
berubah makna menjadi Negara Islam itu sendiri, itu yang saya belum
pernah tahu selama ini.
Wassalaam,
-Ning
-----Original Message-----
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com] On Behalf Of H. M. Nur
Abdurahman
Sent: Friday, February 04, 2011 4:53 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
Apakah itu sesungguhnya Khilafah
Pengertian Bahasa
Khilafah berasal dari akar kata [Kha-Lam-Fa] mashdar dari fi'il madhi
khalafa, berarti : menggantikan atau menempati tempatnya. Menurut Imam
Ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as-sulthan
al-a'zham (penguasa besar ummat Islam) disebut sebagai khalifah, karena
dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya.
Pengertian Syar'i
Dalam pengertian syariah, Khilafah digunakan untuk menyebut orang yang
menggantikan Nabi SAW dalam kepemimpinan Negara Islam (ad-dawlah
al-islamiyah) Inilah pengertiannya pada masa awal Islam. Kemudian, dalam
perkembangan selanjutnya, istilah Khilafah digunakan untuk menyebut
Negara Islam itu sendiri. Pemahaman ini telah menjadi dasar pembahasan
seluruh ulama fiqih siyasah ketika mereka berbicara tentang "Khilafah"
atau "Imamah". Dengan demikian, walaupun secara literal tak ada satu pun
ayat Al-Qur`an yang menyebut kata ad-dawlah al-islamiyah (negara Islam),
bukan berarti dalam Islam tidak mewajibkan adanya Negara Islam. Para
ulama terdahulu telah membahas konsep negara Islam atau sistem
pemerintahan Islam dengan istilah lain yang lebih spesifik, yaitu
istilah Khilafah/Imamah atau istilah Darul Islam. Kedudukan Khilafah
(manshib Al-Khilafah) adalah sebagai pengganti kenabian dalam penjagaan
agama dan pengaturan urusan dunia. Yang dimaksud dengan pengaturan
urusan dunia, yakni sebagai institusi yang menjalankan urusan politik
(al-mazhhar as-siyasi) atau yang berkaitan dengan kekuasaan (as-sulthan)
dan sistem pemerintahan (nizham al-hukm).
Tegasnya, khilafah berurusan dengan melindungi Islam dan ummat Islam
khususnya dan sebuah sistem pemerintahan yang mengurus ummat manusia
menurut Syari'ah pada umumnya dalam kemaslahatan-kemaslahatan mereka
baik ukhrawiyah, maupun duniawiyah yang kembali kepada kemaslahatan
ukhrawiyah, menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah
Islamiyah ke seluruh dunia. WaLlahu a'lamu bi al-shawab
Wassalam
HMNA
----- Original Message -----
From: "Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)" <ninghdw@chevron.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Friday, February 04, 2011 14:11
Subject: RE: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
Kalau yang saya pahami, insitusinya namanya KHILAFAH. Pemimpinnya,
namanya KHALIFAH... Bai'at itu kepada Khalifah (pemimpin Khilafah), yang
kadang disebut Amiul Mukminin, Imamah atau yang lainnya.. tapi maksudnya
adalah pemimpin insitusi khilafah. Jadi baiat bukan kepada khilafah,
tetapi pada khalifah...
Khilafah dan khalifah... mirip sih ya.. kadang2 kebolak-balik.. Ada
malah yang keliru dengan khilafiyah.. Sekarang ada film juga yang
judulnya kholifah, tapi yang di film itu sih - kalau tidak salah -
khalifah itu nama seorang perempuan.. Jadi nothing to do dengan
Khilafah.. (kalau gak salah)
Wassalaam,
-Ning
-----Original Message-----
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com] On Behalf Of ma_suryawan
Sent: Friday, February 04, 2011 12:23 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Re: Tentang khilafat ala HT
Ini omongan Anda yang salah kaprah, lho kok sekarang malah mau
ngeless..:-))
Kata Yudi: "Kita berbaiat kepada khilafah, kalau kapada ketua kelompok
itu namanya qasam"
Jadi, menurut Yudi, orang berbaiat kepada KHILAFAH, bukan berbai'at
kepada Nabi atau penerusnya.
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Yudi Yuliyadi" <yudi@...>
wrote:
>
>
> Hehe. Apa tidak kebalik pak ahmadiyah
>
>
> Khilafah itu adalah sebuah system, kita berbaiat kepada para pemimpin
> khilafah
> HT> ma_suryawan@... <http://profiles.yahoo.com/ma_suryawan>
> ma_suryawan
>
>
> Thu Feb 3, 2011 6:05 pm (PST)
>
>
>
>
> Yudi ini rupanya memiliki pemahaman yg salah kaprah karena
> disebutnya/menurutnya orang berbaiat kepada khilafah, padahal orang
Islam
> itu dahulu berbai'at kepada Nabi SAW dan para Khalifahnya (Abu Bakr,
Umar,
> Ustman dan Ali).
>
> Coba perbaiki dulu pemahaman Anda ya ...:)
>
> ===
>
> Assalamu'alaikum,
>
> Bai'at adalah suatu contoh teladan yang ditampilkan oleh Jemaat Islam
> di masa awal (48:10). Bai'at adalah suatu tindakan wajib bagi orang
> beriman untuk menjual diri dan hartanya, sebagai pembelinya adalah
> Allah Ta'ala, dan ajaran bai'at ini juga terdapat dalam Taurat dan
> Injil (9:111).
>
> Jadi, bai'at merupakan bagian dari Syari'at Islam, sebab hal itu
> merupakan alat pengikat sewaktu memasuki pintu gerbang Jemaat Islam
> yang dikehendaki oleh Allah Ta'ala dan rasul-Nya.
>
> Mengenai bai'at, Hadhrat Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW bersabda:
> "Siapa yang mati, padahal tidak ada bai'at diatasnya, maka berarti ia
> mati seperti mati jahiliyah." (HR Ahmad bin Hanbal, Ibnu Sa'at dari
> Ibnu Umar r.a.; dan Kanzul Ummal Juz I/463).
>
> Dahulu, Jemaat Islam di masa awal telah ber-bai'at kepada Nabi
> Muhammad SAW. Setelah beliau SAW wafat, para sahabat dan umat Islam
> berbai'at kepada Hadhrat Abu Bakr r.a. setelah beliau terpilih menjadi
> Khalifah Rasulullah (Al-Harits, Ibn Jarir, Bukhari, Muslim dan Kanzul
> Ummal Juz V/14109). Bahkan Sa'at bin Ubadah r.a. diperintahkan oleh
> Hadhrat Abu Bakr r.a. untuk memberitahukan kepada umat untuk berbai'at
> kepada Khalifah Rasulullah (Ibn Sa'ad dan Kanzul Ummal Juz V/14108).
>
> Demikian pula dengan Hadhrat Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. dan
> Hadhrat Zubair r.a. berbai'at kepada Hadhrat Abu Bakr r.a. (Kanzul
> Ummal Juz V/14124).
>
> Demikian pula dengan Hadhrat Umar ibn Khatab r.a. setelah terpilih
> sebagai Khalifah, menyuruh umat untuk berbai'at kepadanya, lalu mereka
> berbai'at (Bukhari, Muslim, Kanzul Ummal Juz V/14135).
>
> Jadi jelaslah, bahwa untuk menerapkan Syari'at Islam yang sejati,
> diperlukan adanya bai'at dari umat Islam sedunia kepada
> khalifah/pemimpin umat, seperti yang dimiliki oleh Jemaat Islam di
> masa awal.
>
> Lalu bagaimana keadaan umat Islam saat ini. Benarkah semua umat Islam
> siap menjalankan Syari'at Islam yang sejati secara utuh dan sempurna?
>
> Semoga bermanfaat di tahun baru China ini.
>
> Salam,
> MAS
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment