"Barat Ikut Bersalah, Karena Dukung Rezim Otoriter di Dunia Arab"
Kamis, 24/02/2011 15:27 WIB | email | print
Perdana Menteri Inggris David Cameron mengakui kontribusi Barat dalam
kekacauan yang terjadi saat ini di negara-negara Afrika Utara dan Timur
Tengah. Kesalahan yang dilakukan Barat adalah memberikan dukungan pada para
diktator dan rezim otoriter Arab di kawasan itu.
Cameron juga menyatakan bahwa pandangan Barat bahwa Arab dan Muslim tidak
cocok untuk berdemokrasi merupakan pandangan yang "salah dan ofensif".
Sejarah sedang menerobos batas-batas itu di kawasan Timur Tengah. "Dilakukan
bukan oleh kekuatan dan kekerasan, tapi oleh rakyat yang menuntut hak-hak
mereka, dan dibanyak kasus mereka melakukannya dengan berani dan dengan cara
yang damai," kata Cameron dalam pidatonua di depan parlemen Kuwait, dikutip
The Independent, Rabu (23/2).
Revolusi di Tunisia yang berhasil menumbangkan kekuasaan Presiden Ben Ali,
memicu revolusi serupa di sejumlah negara, antara lain; Mesir, Yaman,
Aljazair, Bahrain dan Libya. Sejumlah negara Arab lainnya seperti Yordania,
berhasil meredam aksi protes rakyatnya dengan menjanjikan reformasi
secepatnya.
Lebih lanjut Cameron mengatakan bahwa sebagian orang selama ini berpendapat
bahwa stabilitas sebuah negara membutuhkan sebuah rezim yang mengontrol
penuh kekuasaan. Sedangkan reformasi dan transparansi hanya akan mengganggu
stabilitas.
"Maka, dengan argumen itu, negara-negara seperti Bahrain harus menghadapi
pilihan antara kepentingan dan nilai-nilai. Dan jujur saja, kita kadang
sudah memperhitungkan hal itu sebelumnya. Tapi saya katakan bahwa itu adalah
pilihan yang salah," kata Cameron
Oleh sebab itu, Cameron menyerukan Barat untuk mengkaji ulang dukungan
mereka terhadap rezim otoriter di dunia Arab dan menegakkan demokrasi
sebagaimana mestinya, bukan digunakan ibaratnya hanya untuk "kesepakatan
dagang."
Cameron juga menyerukan agar hak rakyat melakukan aksi protes, hak
mengemukakan pendapat dan hak mengakses internet serta hak berkumpul,
dihormati.
Kritik Cameron soal kesalahan Barat di dunia Arab, patut dihargai. Tapi
faktanya, Inggris termasuk AS adalah negara-negara yang menjalin hubungan
erat dengan rezim-rezim otriter di dunia Arab, termasuk dengan pemimpin
Libya Muammar Gaddafi yang saat ini menjadi sorotan dunia karena tindakan
brutalnya terhadap para demonstran di Libya. (ln/oi)
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/barat-ikut-bersalah-karena-dukung-rezi
m-otoriter-di-dunia-arab.htm
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment