Saya kira poinnya bukan siapa figurnya dan kiprahnya, tetapi demokrasi yang sehat memungkinkan siapa saja maju dalam pemilu.
Tapi demokrasi yang sehat juga seharusnya menuntut akuntabilitas para pemainnya.
-- Sent from my Palm Pixi
On Aug 8, 2011 3:36 PM, Ari <masarcon@gmail.com> wrote:
aku kira pak ibrahim isa agak kiri, tapi nada komentarnya nampaknya cukup
mendukung mbak sri.
mengapa bisa demikian ?
salam,
Ari
<http://papabonbon.wordpress.com>
2011/8/9 isa <i.bramijn@chello.nl>
> **
>
>
> *Kolom IBRAHIM ISA*
>
> *Senin, 08 Agustus 2011*
>
> *-----------------------------*
>
> *Pencalonan Sri MULYANI Sbg CALPRES --- Dan Apa Kata Wimar Witular?*
>
> Sekitar SRI MULYANI, salah seorang tokoh wanita ekonom dan akhli
> keuangan Indonesia yang paling banyak dan paling sering dibicarakan,
> ditulis dan di-isukan di dunia politik dan media Indonesia, menjadi
> fokus perhatian lagi. Mengapa?
>
> Bukan saja karena Sri Mulyani itu, dianggap adalah protagonis sistim
> ekonomi neo-liberal, dan belakangan menjadi pejabat tinggi World Bank,
> yang juga dinilai adalah promotor ekonomi-pasar kapitalis, untuk Dunia
> Ketiga. Bukan saja karena alasan-salasan tsb diatas. Ia terlibat dan
> dianggap ikut bertanggungjawab sekitar kasus Bailout Century Bank.
> Seperti a.l tercermin dalam tulisan Fuad Bawzir. Kasus Sri Mulyani,
> tidak berhenti di situ saja.
>
> *Soalnya jadi hangat kembali: Karena Sri Mulyani yang mantan Menteri
> Keuangan pemerintah SBY itu, oleh Partai Serikat Rakyat Independen, SRI,
> diajukan sbg calpres pemilihan peresiden 2014, menggantikan SBY.*
>
> *Hari ini bisa dibaca berita Sinar Harapan sbb: MANTAN MENTERI KEUANGAN
> (MENKEU) SRI MULYANI INDRAWATI AKHIRNYA SECARA RESMI DIDEKLARASIKAN
> SEBAGAI CALON PRESIDEN (CALPRES) PADA PEMILIHAN UMUM (PEMILU) 2014"*
>
> Kasus Sri Mulyani dicalonkan sebagai calpres oleh SRI, bagus sekali bila
> bisa menyulut diskusi (baru) mengenai situasi pemberlakukan DEMOKRASI di
> negeri ini. Bukankah kita sudah 12 tahun memasuki masa Reformasi.
> Bukankah sudah 12 tahun Presiden Suharto digulingkan dari kedudukannya.
> Sejarah mancatat selama 32 tahun Suharto mengepalai suatu rezim yang
> paling anti-demokratis di Indonesia. Patutlah menjadi perhatian setiap
> pemeduli demokrasi dan keadilan sosial, --- rezim yang bagaimana yang
> semestinya dibangun di atas reruntuhan rezim Orba yang diktatorial itu.
>
> * * *
>
> Orangnya, yang mengkaitkan permbicaraan sekitar Sri Mulyani dengan
> masalah yang lebih fundamental, yaitu *MASALAH PEMBERLAKUKAN DEMOKRASI
> DI INDONESIA*, adalah tulisan *Wimar Witular *yang dikutip lengkap di
> bawah ini.
>
> * * *
>
> Tulisan Farid Prawiranegara CPA, dan pasti masih ada lagi, yang
> meragukan tuduhan terhadap Sri Mulyani mengenai kasus Bailout Century
> Bank, bagus sekali bila bisa menylut diskusi baru. Bukan saja mengenai
> masalah Sri Mulyani kaitannya dengan kasus Bailout Century Bank dan
> tuduhan lainnya, tapi mengenai diajukannya Sri Mulyani sebagai calpres
> pilpres 2014, dan kaitannya dengan isu demokrasi di Indonesia.
>
> Masalah yang dimasuki disini (oleh tulisan Witular), adalah masalah yang
> lebih penting dan fundamental. Yaitu: Masalah pemberlakuan DEMOKRASI di
> Indonesia, setelah 12 tahun Reformasi, dan mau kemana kita selanjutnya.
>
> Isu yang diajukan di Koran Digital oleh WIMAR WITULAR, mantan Jurubicara
> Presiden Abdurrahman Wahid, <yang pernah menulis memoarnya, berjudul "NO
> REGRET. REFLECTIONS OF A PRESIDENTIAL SPOKESMAN">, patut menjadi
> perhatian kita semua. Perhatikan yang dikemukakan Wimaqt Witular, dalam
> Koran Digital tsb:
>
> "*Boleh dikatakan, ini merupakan suatu pemberitaan yang meledak, baik di
> dalam maupun di luar negeri." . . . . . "tuduhan media dan DPR dalam
> kasus Century tidak didukung oleh fakta hukum. Tidak ada perangkat hukum
> yang menyatakan Sri Mulyani bersalah, hanya suara politik dan televisi
> politik.*
>
> *Yang lebih signifikan, keistimewaan pencalonan Sri Mulyani dan
> pendirian partai SRI adalah bahwa warga mampu bersuara bebas dalam
> sistem demokrasi kita." . . . .*
>
> "*Yang lebih signifikan, keistimewaan pencalonan Sri Mulyani dan
> pendirian partai SRI adalah bahwa warga mampu bersuara bebas dalam
> sistem demokrasi kita. Sebelumnya banyak yang menganggap demokrasi
> gagal, karena pemerintah bermasalah, partai penuh skandal, dan DPR
> menjalankan kepentingan diri.*
>
> "Akan tetapi yang gagal bukan sistem demokrasi, melainkan pemakai sistem
> itu. Singkat kata, orang yang memenangkan pemilu, tapi tidak menjalankan
> mandatnya demi kepentingan publik. Orang melihat negara makin kacau,
> sedangkan demokrasi sudah jalan selama 12 tahun, lalu disimpulkan
> demokrasi itu yang gagal.
>
> *Justru demokrasi tidak gagal, hanya belum dipakai secara benar. Ibarat
> orang beli mobil, terus kurang lancar, maka orang kecewa pada mobil
> itu.Padahal yang salah bukan mobil, tapi pengemudinya." . . . . Demikian
> Wimar Witular.*
>
> ** * **
>
> Dan juga yang tidak kalah penting adalah canang Wimar bahwa demokrasi
> kita nyatanya dimanfaatkan dan dikuasai oleh suatu*Oligarki* (suatu
> sisitim kekuasaan yang didirikan,lahir dan bersandar pada kekayaan, pada
> uang): Tulis Wimar:
>
> "*Demokrasi kita lahir secara cemerlang tahun 1998. Sayangnya, hasil
> demonstrasi jalanan tidak digunakan oleh mereka yang menciptakan
> perubahan, tapi oleh orang memanfaatkannya untuk kepentingan sempit
> melalui partai, melalui DPR, dan melalui pemerintah.*
>
> "*Ketiganya mengubah demokrasi menjadi oligarki, kubu kekuasaan yang
> saling memberi jalan mengambil harta dan kekuasaan dari masyarakat.
> Praktik lama seperti korupsi dan kolusi subur kembali. Ini merusak nama
> demokrasi. Yang buruk bukan demokrasi, tapi pemakainya yang membentuk
> oligarki."*
>
> Silakan pembaca menelusuri selengakpnya yang ditulis Wimar. Bila
> berkenan masuki pemikiran mengenai masalah yang diajukan oleh Wimar
> Witular: DEMOKRASI SESUDAH 12 TAHUN REFORMASI. Kita akan menarik
> manfaatnya dari diskusi seperti itu.
>
> Jelas, yang menjadi fokus bagi Wimar, --- bukan masalah apakah Sri
> Mulyani bertanggungjawab sehubungan dengan Bailout Century Bank, bukan
> lagi apakah Sri Mulyani promotor neo-liberalisme di Indonbesia, ----
> Tetapi *BAGAIMANA DEMORASI SEHARUSNYA DIBERLAKUKAN DI INDONESIA.*
>
> Dalam tulisannya itu, Wimar Witular, tidak rikuh atau 'khawatir'
> menunjukkan simpatinya pada Sri Mulyani. Yang saat ini begitu
> dipersoalkan, begitu diragukan dan begitu dianggap pembela sistim
> neo-liberlisme di Indonesia.
>
> Sikap Wimar seperti itu, patut didengar dan dihormati
>
> * * *
>
> Koran Digital
>
> 08 Agustus 2011
>
> *WIMAR WITULAR:*
>
> Belum genap seminggu, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) didaftarkan
> di Kementerian Hukum dan HAM.Namun, berita ini telah menjadi berita
> politik yang menakjubkan dari segi banyaknya perhatian.
>
> Boleh dikatakan, ini merupakan suatu pemberitaan yang meledak, baik di
> dalam maupun di luar negeri.Saya sendiri secara pribadi telah memberikan
> empat wawancara di dalam negeri dan tiga wawancara melalui telepon ke
> media luar negeri. Sementara saya bukan pendiri partai, bahkan bukan
> pejabat partai.
>
> Saya hanya membantu mendirikan Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk
> Keadilan (SMI-K),ormas yang menjadi "bidan"lahirnya Partai SRI. Menarik
> untuk memikirkan secara sederhana mengapa bisa sampai begini. Kita lihat
> bahwa reaksi publik bermacam- macam.
>
> Dari yang mulai skeptis, meragukan, meremehkan, sampai yang benci dan
> marah-marah, sampai mendukung, dan sampai menjadi sangat bersemangat
> ingin ikut bergabung. Spektrum respons sangat lebar,sesuatu yang sehat
> dalam demokrasi.
>
> Jelas bukan suatu kejadian biasa,pendirian Partai SRI dan pencalonan Sri
> Mulyani, merupakan satu-satunya berita politik yang membuka pilihan baru
> kepada publik. Kekurangdewasaan politik masyarakat kita masih terlihat
> pada reaksi negatif, sedangkan kita tahu bahwa kalau orang tidak suka
> pada seorang calon presiden, mudah sekali menyatakannya.
>
> Tidak perlu sibuk menggugat, mencerca, dan melemparkan tuduhan. Cukup
> abaikan saja, jangan pilih. Namun,pencalonan Sri Mulyani mengkhawatirkan
> orang yang tidak ingin diganggu dalam kegiatan yang "biasa".Terulang
> suasana kampanye hitam yang menyerangnya di televisi dan DPR pada
> 2009--2010. Ternyata efektif, seperti kata Menteri Propaganda Adolf
> Hitler,Joseph Goebbels "kalau kamu cukup sering mengulangi dan
> meneriakkan kebohongan, lama-lama orang akan percaya."
>
> Ini masalah sementara, karena tuduhan media dan DPR dalam kasus Century
> tidak didukung oleh fakta hukum. Tidak ada perangkat hukum yang
> menyatakan Sri Mulyani bersalah, hanya suara politik dan televisi politik.
>
> Yang lebih signifikan, keistimewaan pencalonan Sri Mulyani dan pendirian
> partai SRI adalah bahwa warga mampu bersuara bebas dalam sistem
> demokrasi kita. Sebelumnya banyak yang menganggap demokrasi gagal,
> karena pemerintah bermasalah, partai penuh skandal, dan DPR menjalankan
> kepentingan diri.
>
> Akan tetapi yang gagal bukan sistem demokrasi, melainkan pemakai sistem
> itu. Singkat kata, orang yang memenangkan pemilu, tapi tidak menjalankan
> mandatnya demi kepentingan publik. Orang melihat negara makin kacau,
> sedangkan demokrasi sudah jalan selama 12 tahun, lalu disimpulkan
> demokrasi itu yang gagal.
>
> Justru demokrasi tidak gagal, hanya belum dipakai secara benar. Ibarat
> orang beli mobil, terus kurang lancar, maka orang kecewa pada mobil
> itu.Padahal yang salah bukan mobil, tapi pengemudinya.
>
> *Menggeser Oligarki*
>
> Demokrasi kita lahir secara cemerlang tahun 1998. Sayangnya, hasil
> demonstrasi jalanan tidak digunakan oleh mereka yang menciptakan
> perubahan, tapi oleh orang memanfaatkannya untuk kepentingan sempit
> melalui partai, melalui DPR, dan melalui pemerintah.
>
> Ketiganya mengubah demokrasi menjadi oligarki, kubu kekuasaan yang
> saling memberi jalan mengambil harta dan kekuasaan dari masyarakat.
> Praktik lama seperti korupsi dan kolusi subur kembali. Ini merusak nama
> demokrasi. Yang buruk bukan demokrasi, tapi pemakainya yang membentuk
> oligarki.
>
> Oligarki adalah kondisi di mana kekuasaan dipegang oleh beberapa
> kelompok elite.Mayoritas masyarakat tidak ikut membuat keputusan. Kita
> lihat keputusan politik diambil oleh Setgab Koalisi atau oleh pimpinan
> fraksi di DPR, atau oleh Presiden bersama partaipartai.
>
> Sangat berbahaya ini tidak dihayati. Orang perlu sadar, bahwa dalam
> oligarki, kekuasaan ada dalam kolusi antara partai, penguasa dan uang.
> Presiden tidak kuat melawan tekanan oligarki politik uang. Dalam konteks
> ini, pencalonan Sri Mulyani menjadi penting.
>
> Minggu lalu kita melihat 100 orang datang ke Kementerian Hukum dan HAM,
> ribuan orang mendirikan SMI-K di daerah, kemudian Partai SRI membentuk
> DPW dan DPC syarat verifikasi partai. Dibandingkan dengan keadaan tahun
> lalu di mana rakyat bungkam, capaian sekarang ini luar biasa.
>
> Tidak banyak yang menyangsikan kapabilitas Sri Mulyani. Namun, ada saja
> orang yang tidak suka, karena tidak mengerti arti penghargaan dunia.
> Kenyataannya di Indonesia ada perasaan minder yang berwujud dalam
> xenophobia,takut pada segala hal berbau asing. Pengakuan internasional
> justru membangun bangsa.
>
> Tantangan bagi SRI adalah pendidikan publik mengenai kenyataan
> bernegara, dasar pengertian ekonomi yang menjelaskan bahwa bailout Bank
> Century itu menyelamatkan ekonomi kita. Presiden mengingatkan dalam
> menghadapi kemungkinan krisis ekonomi hari ini, bahwa kita punya
> pengalaman menghindari krisis dari luar dengan pilihan kebijaksanaan
> yang tepat pada 2008.
>
> Tampilnya SRI membuktikan bahwa warga sekarang mampu mengajukan calon
> presiden yang bersih. Itu tanda keberdayaan pemilih yang menghidupkan
> kembali demokrasi kita.Pekerjaan rumah SRI adalah mengembangkan dirinya
> menjadi pendukung yang layak untuk Sri Mulyani 2014.
>
> Saat ini Sri Mulyani secara etis tidak boleh bicara politik, karena dia
> memegang kepercayaan 77 negara di dunia sebagai Managing Director Bank
> Dunia. Ini bukan merupakan halangan. Sri Mulyani sudah siap menjadi
> calon presiden. Yang masih harus dimatangkan adalah perangkat pendukung
> untuk meluruskan disinformasi.
>
> Namun, bagaimanapun suatu perubahan politik sedang terjadi tanpa senjata
> dan tanpa uang, hanya suara pemilih. Itu hal yang sangat menggugah
> kita.Tujuan Partai SRI bukan menjadi partai besar, tetapi untuk
> menyiapkan calon bersih untuk Presiden RI. Hasil pilpres diserahkan pada
> suara pemilih. Sri Mulyani harus menjadi presiden dengan cara yang jujur
> dan terbuka, didasarkan pada sifatnya yang jujur,tegas,dan mampu.
>
> WIMAR WITOELAR Pengamat Politik dan Praktisi Komunikasi
>
> http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/419055/
>
> * * *
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment