http://www.tempo.co/hg/fokus/2011/09/19/fks,20110919-2079,id.html
Setelah Foke Minta Maaf
Senin, 19 September 2011 | 16:34 WIB
Berita terkait
a.. Polisi Tangkap Tiga Tersangka Kasus Pemerkosaan Angkot D02
b.. Perkosaan Marak, Penjualan Alat Kejut Listrik Meningkat
c.. Isu Rok Mini dan Perkosaan Bikin Risi Koperasi Sopir Angkot
d.. Puluhan Perempuan Mengenakan Rok Mini Berunjuk Rasa di Bundaran HI
e.. Angkot Berkaca Gelap Dirazia
TEMPO Interaktif, Jakarta - Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta merazia 80 angkutan umum kota (angkot) yang menggunakan kaca film hitam. Mayoritas yang terjaring adalah angkot jurusan Kotabumi-Kalideres dan Serpong-Kalideres.
"Untuk saat ini kami hanya memberikan peringatan. Mereka tidak langsung kami tilang," kata Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Riza Hashim di Terminal Kalideres Jakarta Barat, Senin, 19 September 2011.
Jika setelah tujuh hari masih ditemukan angkot yang menggunakan kaca film, petugas akan langsung menilang. Kalau masih membandel, petugas akan langsung menggudangkannya.
Razia kaca film ini dilakukan sebagai salah satu upaya Pemerintah DKI menekan angka kriminalitas di dalam angkutan ibu kota menyusul kasus pemerkosaan terhadap penumpang angkutan kota Jakarta minggu lalu.
Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan untuk menekan angka kriminalitas di angkutan kota, pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap angkutan umum. Pengelola angkutan umum, kata dia, harus memenuhi tiga syarat, yaitu sarana yang memadai, prasarana, dan manajemen sumber daya manusia.
Menurut dia, sarana yang memadai bisa meniru Kopaja yang dilengkapi dengan AC dan pintu otomatis, sehingga penumpang tidak bisa keluar masuk sembarangan, serta orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk.
Prasarana yang memadai bisa dilakukan dengan menyediakan pangkalan yang terdapat ruang kesehatan untuk sopir dan ruang pemeriksaan administrasi yang dilengkapi bengkel. "Jadi sopirnya sendiri diperiksa kesehatannya, identitasnya, juga termasuk perilakunya. Kendaraannya diperiksa juga kelaikannya," katanya.
Perbaikan manajemen sumber daya, kata dia, bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan dan pembinaan untuk mencegah kriminalitas serta sistem gaji bukan berdasarkan setoran. "Kalau ketiga hal tersebut dilaksanakan dengan baik oleh operator angkutan umum, mudah-mudahan tidak mengalami kecelakaan ataupun ada tindakan kriminalitas," katanya.
Memang peristiwa pemerkosaan itu telah menyisakan pekerjaan rumah yang besar terhadap pemerintah DKI Jakarta. Pemerintah DKI sendiri sebelumnya telah dikecam karena Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terkesan menyalahkan perempuan yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
"Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet duduknya pakai rok mini, kan agak gerah juga," kata Foke sembari bercanda saat itu, Jumat September 2011. "Sama kayak orang naik motor, pakai celana pendek ketat lagi, itu yang di belakangnya bisa goyang-goyang."
Tak ayal puluhan perempuan yang sebagian besar mengenakan rok mini berunjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Ahad, 18 September 2011. Mereka menolak dan mengecam pemerkosaan serta tindakan menyalahkan perempuan yang selama ini biasanya menjadi korban pemerkosaan.
"Kami menolak pernyataan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo beberapa hari lalu yang mengatakan bahwa rok mini menjadi salah satu pemicu pemerkosaan," kata Tunggal Pawestri, salah seorang aktivis Perempuan Menolak Pemerkosaan, di Bundaran HI.
Fauzi Bowo pun buru-buru minta maaf atas pernyataannya itu. "Saya minta maaf bahwa pernyataan saya sebelumnya rawan salah tafsir. Saya sama sekali tidak bermaksud melecehkan kaum perempuan," kata Fauzi kemarin. "Saya justru mengutuk aksi pemerkosaan tersebut dan minta pelakunya dihukum seberat-beratnya."
Tidak hanya permintaan maaf, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Neng Dara Affiah, meminta Fauzi Bowo memberi jaminan keamanan, khususnya terhadap perempuan, bahwa alat transportasi publik bebas dari kekerasan seksual.
ARYANI KRISTANTI | MUNAWWAROH | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI | ADITYA BUDIMAN
From: H. M. Nur Abdurrahman
Sent: Sunday, September 25, 2011 5:22 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Catatan Jurnal Perempuan: Akuntabilitas Pernyataan Pejabat Publik
Ada tujuh catatan yang diantarai
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Salam diskriminasi
HMNA
----- Original Message -----
From: "Dwi Soegardi" <mailto:soegardi%40gmail.com>
To: <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Sent: Saturday, September 24, 2011 11:11 PM
Subject: [wanita-muslimah] Catatan Jurnal Perempuan: Akuntabilitas
Pernyataan Pejabat Publik
*Catatan Jurnal Perempuan: Akuntabilitas Pernyataan Pejabat Publik*
Published on
jurnalperempuan.com<http://jurnalperempuan.com/2011/09/catatan-jurnal-perempuan-akuntabilitas-pernyataan-pejabat-publik/>|
shared via
feedly <http://www.feedly.com>
Kita semua terpengarah ketika membaca di media baru-baru ini bahwa Gubernur
Jakarta, Fauzi Bowo, meminta perempuan agar tidak memakai rok mini di
kendaraan umum untuk menghindari perkosaan. Gubernur yang akrab dipanggil
Foke ini memberikan pendapatnya dalam rangka insiden kasus pemerkosaan yang
sedang marak di Jakarta. Korban yang terbaru adalah seorang perempuan muda
yang diperkosa oleh empat orang di sebuah kendaraan jenis angkot. Atas
kejadian ini, Foke bukan saja memberikan nasihat bagaimana perempuan harus
berpakaian tapi juga bagaimana perempuan harus duduk di dekat supir supaya
sang supir tidak terangsang (Jakarta Globe, 16 September 2011). Pernyataan
demikian menunjukkan bahwa Foke lebih mengkriminalkan cara perempuan
berpakaian dan bukan laki-laki yang memperkosa dan jelas-jelas melanggar
hukum.
1.
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Nasihat Foke yang baik, kok dibilangin diskriminasi, heraaaan saya.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Belum usai membaca ucapan Foke yang menyentakkan hati, terbit berita ucapan
Marzuki Alie, ketua DPR-RI. Ia menyetujui perkawinan poligami yang
dianggapnya tidak menjadi masalah untuk para pejabat.
2.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Orang yang menyetujui poligami dibilangin diskriminasi, heraaaan saya.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
"Banyak orang
beristri 10, ada yang beristri empat tapi tidak ganggu pekerjaan, dia mampu
mengatur. Ada menteri kita istrinya dua..enggak ada masalah", ucapnya
ringan (Kompas.com, 16 September 2011). Tentu ucapan baik Foke dan Marzuki
membawa amarah sejumlah kalangan aktivis hak asasi manusia, meski pernyataan
menghina semacam ini yang dilontarkan kalangan pejabat Indonesia bukanlah
sesuatu yang baru.
Pernyataan yang menghina kaum perempuan pernah pula diucapkan Jusuf Kalla
yang dimuat di harian The Jakarta Post pada tanggal 29 Juni 2006, tentang
turis timur tengah yang mencari janda di Puncak. Bagi Kalla yang ketika itu
menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia, kawin kontrak tersebut tidak
masalah karena selain dapat memperbaiki keturunan ia menambahkan "nanti
mendapat rumah kecil, rumah BTN, ini artinya kan sah-sah saja".
3.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Terlepas dari setuju atau tidak setuju dengan nikah mut'ah (kawin kontrak),
kok nikah mut'ah dibilangin diskriminasi, heraaaan saya.
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jelas pernyataan pejabat yang menghina harga diri perempuan di abad ke-21
ini tidak dapat diterima. Peradaban sudah sedemikian majunya dan segala
bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan dan kaum minoritas lainnya tidak
dapat dianggap sepele apalagi bila dilakukan oleh pejabat negara. Sebab
Konvensi Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan (CEDAW)
telah disahkan sejak tahun 1979 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Artinya, negara memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa tidak ada
diskriminasi terhadap perempuan. Lalu, bila seorang pejabat negara sendiri
yang melakukan diskriminasi seperti yang dilakukan oleh pejabat-pejabat
kita, bagaimana?
Ada banyak contoh dimana pejabat publik dipaksa mengundurkan diri dari
posisi mereka karena pernyataan-pernyataan mereka yang mengandung
diskriminasi. Contohnya Lawrence Summers, rektor Harvard yang meletakkan
jabatannya pada tahun 2006 karena melontarkan komentar soal kemampuan
perempuan yang minim di bidang teknik dan science. Summers dipaksa meminta
maaf dan mengundurkan diri.
Contoh lain adalah Scott Bloch, deputi direktur dan penasihat hukum di
Departemen Kehakiman Amerika Serikat, yang pernah melontarkan
pernyataan-pernyataan anti homoseksual serta berusaha menyusun kebijakan
yang mendiskriminasi kaum homoseksual.
4.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Diskriminasi atas kaum gay, itu adalah diskriminasi yang TERPUJI
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bloch juga tidak menindaklanjuti
segala keluhan tentang diskriminasi kaum gay. Bloch akhirnya diprotres oleh
berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat dan dicopot dari jabatannya serta
diminta mengundurkan diri oleh Gedung Putih pada bulan Oktober 2009. Bloch
kemudian juga dinvestigasi karena dianggap menghapus ribuan email yang
penting tentang kebijakan-kebijakannya yang diskriminatif.
Berikut adalah contoh yang benar-benar membuat perempuan berang dan
melakukan aksi besar-besaran atas pernyataan pejabat publik yang
diskriminatif. Kasus ini bermula ketika seorang polisi menasehati para
mahasiswi di Universitas York, Toronto, Kanada pada bulan Januari 2011.
Polisi ini menasehati para mahasiswi bahwa mereka jangan berpakaian seronok
atau seperti "sluts" (pelacur) bila tidak mau diperkosa.
5.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Nasihat polisi yang bijak, kok dibilangin diskriminasi, heraaaan saya
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kontan perempuan
di 75 kota di dunia memprotes keras ucapan pejabat publik tersebut dan
membuat gerakan masif bukan saja di Toronto tapi di kota-kota seperti di
Amerika Serikat, Swedia dan Afrika Selatan. Sebanyak 3000 perempuan
mengikuti setiap protes yang dinamakan "Slut Walk" yang menuntut
akuntabilitas pernyataan pejabat publik yang seksis. Mereka menyerukan
bahwa "pilihan cara berpakaian perempuan adalah hak semua perempuan" dan
mempopulerkan slogan "my dress is not a yes (untuk diperkosa-red)".
Banyak yang berpendapat bahwa pernyataan lisan yang diskriminatif yang
dilakukan pejabat publik sebenarnya tidak merugikan dan tidak perlu
dipermasalahkan. Anggapan seperti ini jelas salah dan sudah dipermaslahkan
oleh Komite CEDAW pada sesi ke 44 bulan Juli tahun 2009.
Komite CEDAW pada sesi ke 44 tersebut, pernah memanggil pejabat Pemerintah
Jepang tentang banyaknya insiden pernyataan-pernyataan pejabat publik di
Jepang yang melontarkan kata-kata yang mendiskriminasi perempuan. Jawaban
pemerintah Jepang ketika itu tidak memuaskan anggota Komite sehingga anggota
Komite menulis peringatan keras dan menghimbau "agar pemerintah mengambil
tindakan tegas termasuk mengkriminalkan kekerasan verbal agar pejabat
Pemerintah tidak lagi membuat pernyataan-pernyataan yang mendiskriminasi
perempuan."
Peringatan yang dilakukan oleh Komite CEDAW merupakan peringatan yang
berlaku bagi pemerintah di negara manapun. Hendaknya himbauan Komite Cedaw
diperhatikan juga di Indonesia. Hal ini perlu dilakukan mengingat Indonesia
telah meratifikasi CEDAW dan telah berkomitmen untuk menjalankan tata kelola
pemerintahan yang baik dan bermartabat (good governance).
Kembali ke masalah kita di Indonesia dan khususnya di Jakarta. Foke harus
ingat bahwa Jakarta bukan hanya milik laki-laki. Lebih dari 50% penduduk di
Jakarta adalah perempuan, mereka berkontribusi pada pesatnya pertumbuhan
perekonomian di Jakarta. Namun di kota ini pula penduduk yang termiskin,
berpendidikan rendah dan paling banyak bekerja di sektor informal
berwajahkan perempuan. Kini ditambah, mereka adalah target pemerkosaan di
kota Jakarta.
6.
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HMNA:
Ada Hari Ibu, tidak ada Hari Bapak, ini jelas-jelas diskriminasi, kok CEDAW
cq *Gadis Arivia* menjahit mulutnya (bungkem), heraaaan saya
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mengingat begitu banyak beban penderitaan perempuan di kota Jakarta,
layakkah seorang pejabat melontarkan pernyataan-pernyataan yang
diskriminatif dan tidak sensitif terhadap korban? Tidakkah sebaiknya
pejabat seperti ini meminta maaf seperti kasus-kasus pejabat di atas dan
bahkan bila memiliki rasa "malu" mengundurkan diri? Karena sungguh harga
diri perempuan dipertaruhkan di sini. (*Gadis Arivia)*
7.
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Harus memiliki rasa malu?, lho apa-apa diskriminasi, apa-apa diskriminasi,
apa yang nggak diskriminasi? kok bilangin nggak punya rasa malu, ngapain
mesti malu, yang dibilangin diskriminasi itu kagak relevan, herrrraaaaaan
saya.
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
*Bila anda menyukai Catatan Jurnal Perempuan dan ingin mendukung penerbitan
Jurnal Perempuan klik
www.jurnalperempuan.com<http://jurnalperempuan.com/1000-sahabat-jp/>
Foto: By Amida
Feedly. Feed your mind. http://www.feedly.com <http://www.feedly.com/#mail>
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment