1. Syi'ah Zaidiyah (jelas-jelas Syi'ah yang TIDAK sesat)
Pendiri Syi'ah Zaidiyah yaitu nya Zaid bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali Radiallau Anhu (80 - 122 H). Beliau pernah memimpin satu revolusi Syi'ah di Irak melawan orang-orang umawi (Umayyad Caliphate) pada masa Hisyam bin Abdaul Malik. Penduduk kufah mendorongnya untuk memimpin revolusi tersebut.
Syi'ah Zaidiyyah adalah aliran Syiah yang paling dekat kepada Ahlussunnah wal Jama'ah. Dan paling moderat karena tidak mengangkat para Imam ke-derajat mendekati kenabian. Mereka memandang para Imam sebagai manusia paling utama setelah Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassallam. Mereka pun tidak mengkafirkan para sahabat.
Secara umum hampir tidak ada perbedaan antara Syi'ah Zaidiyah dengan Ahlussnnah wal Jama'ah khususnya dalam masalah ibadah, masalah masalah yang fardlu, hanya ada perbedaan sedikit dalam masalah furu' seperti: dalam adzan ada kata-kata hayya ala khairil a'mal, shalat jenazah harus lima kali takbir,
tidak sedakap dalam shalat, shalat hari raya tidak mesti berjamaah, shalat tarawih berjamaah dikategorikan bid'ah, tidak shah shalat dibelakang orang yang penuh dosa, rukun wudhu ada sepuluh.
Syi'ah Zaidiyah tersebar ke Timur sampai ke Negara-negara Hazr (wilayah Afghanistan), Dailam, Thobristan dan Jailan. Sedangkan ke Barat tersebar sampai Negara-negara Hijaz dan Mesir. Yaman tergolong pusat Syi'ah Zaidiyah. *Sampai sekarang sekurang-kurangnya 2/3 (Dua per tiga) penduduk yaman adalah penganut Syi'ah Zaidiyah.
2. Syi'ah Sabaisme (jelas-jelas Syi'ah yang SESAT)
Syi'ah Sabaisme sampai hati mengatakan bahwa malaikat Jibril AS telah salah meneruskan wahyu, seharusnya kepada Ali bin Abi Thalib, bukan kepada Muhammad SAW. Ini sangat mungkin berasal dari cerita Pendawa Lima dari Hindustan yang disuntikkan ke dalam Syi'ah oleh Abdullah bin Saba', bahwa utusan dari dewa Wisynu yang membawa senjata pamungkas salah memberikan senjata itu yakni kepada Dipati Karna, yang sesungguhnya itu mesti diberikannya kepada Harjuna. Kalau kita telusuri ke belakang, aktor intelektual di belakang penyimpangan aqidah tsb adalah Abdullah bin Saba', yang dalam sejarah otentik terbukti menjadi provokator di wilayah-wilayah Islam. Tokoh ini telah menyebarkan fitnah, berita bohong, kebencian kepada para shahabat serta menanamkan paham-paham yang merusak aqidah. Dia tidak lain adalah yahudi Yaman yang berpura-pura masuk Islam.
Varian Syi'ah lain yang menyimpang dari segi aqidah adalah mereka yang mengaku-ngaku memiliki mushaf Al-Qur'an versi mereka sendiri yang isinya tidak sama dengan mushaf 'Utsmaniy.
Wassalam
HMNA
----- Original Message -----
Sent: Thursday, January 05, 2012 9:24 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Ketua MUI: Syiah Sah sebagai Mazhab Islam
Intinya : di internal MUI sendiri tidak kompak, ada yang menghakimi syi'ah sesat, ada yang tidak. Padahal Syi'ah sebagai salah satu firqah punya varian yang beragam mulai dari mengkultuskan Ali bin Abi thalib secara extrim, moderat hingga netral.
Sama halnya dengan MUI menyikapi Ahmadiyah, ada dua aliran yang berseberangan tentang anggapan thd Nabi Muhammad.
So what ?
Wassalam
Abdul Mu'iz
Powered by Telkomsel BlackBerry®
0 comments:
Post a Comment