This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Advertising

Thursday, 1 July 2010

[wanita-muslimah] Takbir Cinta Zahrana 1

 

by : Habiburrahman el shirazy

Matanya berkaca-kaca. Kalau tidak ada kekuatan iman
dalam dada ia mungkin telah memilih sirna dari dunia.
Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan orangorang
seusianya. Banyak yang memandangnya sukses.
Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang terhormat
dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia mampu
meraih gelar master teknik dari sebuah institut
teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia
dipercaya duduk dalam jajaran pengajar tetap di
universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa
Tengah: Semarang.

Satu
Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapatkan
penghargaan sebagai dosen paling berdedikasi di
kampusnya. Ia sangat disegani oleh sesama dosen dan
dicintai oleh mahasiswanya. Ia juga disayang oleh
keluarga dan para tetangganya. Bagi perempuan
seusianya, nyaris tidak ada yang kurang pada dirinya.
Sudah berapa kali ia mendengar pujian tentang
kesuksesannya. Hanya ia seorang yang tahu bahwa
sejatinya ia sangat menderita.
Ada satu hal yang ia tangisi setiap malam. Setiap kali
bermunajat kepada Sang Pencipta siang dan malam. Ia
menangisi takdirnya yang belum juga berubah. Takdir
sebagai perawan tua yang belum juga menemukan
jodohnya. Dalam keseharian ia tampak biasa dan ceria.
Ia bisa menyembunyikan derita dan sedihnya dengan
sikap tenangnya.
Ia terkadang menyalahkan dirinya sendir kenapa tidak
menikah sejak masih duduk di S.l dahulu? Kenapa tidak
berani menikah ketika si Gugun yang mati-matian
mencintainya sejak duduk di bangku kuliah itu
mengajaknya menikah?
Ia dulu memandang remeh Gugun. Ia menganggap Gugun
itu tidak cerdas dan tipe lelaki kerdil. Sekarang si
Gugun itu sudah sukses jadi pengusaha cor logam dan
baja di Klaten. Karyawannya banyak dan anaknya sudah
tiga. Gugun sekarang juga punya usaha Travel Umroh di
Jakarta. Setiap kali bertemu, nyaris ia tidak berani
mengangkat muka.

Kenapa juga ketika selesai S.l ia tidak langsung
menikah? Kenapa ia lebih tertantang masuk S.2 di ITB
Bandung? Padahal saat itu, temannya satu angkatan si
Yuyun menawarkan kakaknya yang sudah buka kios
pakaian dalam di Pasar Bringharjo Jogja. Saat itu
kenapa ia begitu tinggi hati. Ia masih memandang
rendah pekerjaan jualan pakaian dalam. Sekarang
kakaknya Yuyun sudah punya toko pakaian dan sepatu
yang lumayan besar di Jogja. Akhirnya ia menikah
dengan seorang santriwati dari Pesantren Al Munawwir,
Krapyak.
Dan sekarang telah membuka SDIT di Sleman. Apa
sebetulnya yang ia kejar? Kenapa waktu itu ia tidak
juga cepat dewasa dan menyadari bahwa hidup ini
berproses.
Ia meneteskan airmata. Dulu banyak mutiara yang
datang kepadanya ia tolak tanpa pertimbangan. Dan kini
mutiara itu tidak lagi datang. Kalau pun ada seolah-olah
sudah tidak lagi tersedia untuknya. Hanya bebatuan
dan sampah yang kini banyak datang dan membuatnya
menderita batin yang cukup dalam.
Matanya berkaca-kaca. Ketika ia sadar harus rendah
hati. Ketika ia sadar prestasi sejati tidaklah sematamata
prestasi akademik. Ketika ia sadar dan ingin
mencari pendamping hidup yang baik. Baik bagi dirinya
dan juga bagi anak-anaknya kelak. Ketika ia sadar dan
ingin menjadi Muslimah seutuhnya. Ketika ia menyadari,
semua yang ia temui kini, adalah jalan terjal yang
panjang yang menguji kesabarannya

Umurnya sudah tidak muda lagi. Tiga puluh empat
tahun. Teman-teman seusianya sudah ada yang memiliki
anak dua, tiga, empat, bahkan ada yang lima. Adik-adik
tingkatnya, bahkan mahasiswi yang ia bimbing
skripsinya sudah banyak yang nikah. Sudah tidak
terhitung berapa kali ia menghadiri pernikahan
mahasiswinya. Dan ia selalu hanya bisa menangis iri
menyaksikan mereka berhasil menyempurnakan separo
agamanya.
Hari ini ia kembali diuji. Seseorang akan datang.
Datang kepada orangtuanya untuk meminangnya. Ia
masih bimbang harus memutuskan apa nanti. Ia sudah
sangat tahu siapa yang akan datang. Dan sebenarnya ia
juga sudah tahu apa yang harus ia putuskan. Meskipun
pahit ia merasa masih akan bersabar meniti jalan terjal
dan panjang sampai ia menemukan mutiara yang ia
harapkan. Tapi bagaimana ia harus kembali memberikan
pemahaman kepada ayah-ibunya yang sudah mulai
renta?
Hand phone-nya berdering. Dengan berat ia angkat,
"Zahrana?" Suara yang sangat ia kenal. Suara Bu
Merlin, atasannya di kampus. Bu Merlin, ataulengkapnya
Ir. Merlin Siregar M.T., adalah Pembantu Dekan I. Ia
orang kepercayaan Pak Karman. Sejak SMA ia di
Semarang, jadi logat Bataknya nyaris hilang. Bahasa
Jawanya bisa dibilang halus.
"Iya Bu Merlin." Jawabnya dengan airmata menetes di
pipinya.
"Saya dan rombongan Pak Karman sudah sampai
Pedurungan. Dua puluh menit lagi sampai."

"Iya Bu Merlin." Jawabnya hambar, dengan suara
serak.
"Suaramu kok sepertinya serak. Sudahlah Rana,
bukalah hatimu kali ini. Pak Karman memiliki apa yang
diinginkan perempuan. Dia sungguh-sungguh berkenan
menginginkanmu."
"Iya Bu Merlin, semoga keputusan yang terbaik nanti
bisa saya berikan."
"Baguslah kalau begitu. Gitu dulu ya. O ya jangan lupa
dandan yang cantik." Klik. Tanpa salam.
Kali ini yang datang melamarnya bukan orang
sembarangan. Pak H. Sukarman, M.Sc., Dekan Fakultas
Teknik, orang nomor satu di fakultas tempat dia
mengajar. Duda berumur lima puluh lima tahun. Status
dan umur baginya tidak masalah. Sudah bertitel haji.
Kredibilitas intelektualnya tidak diragukan. Materi tak
usah ditanyakan. Di Semarang saja ia punya tiga pom
bensin. Namun soal kredibilitas moralnya, susah
Zahrana untuk memaafkannya. Repotnya, jika ia
menolak ia sangat susah untuk menjelaskan. Ia harus
berkata bagaimana.
Ia telah membicarakan hal ini pada kedua sahabat
karibnya. Si Lina, yang kini jualan buku-buku Islami di
Tembalang. Dan si Wati yang kini jadi isteri lurah
Tlogosari Kulon. Lina berpendapat untuk tidak
mengambil risiko dengan menerima orang amoral
seperti Pak Karman itu. Apapun titel dan jabatannya.
Moral adalah nyawa orang hidup. Jika moral itu hilang
dari seseorang, ia ibarat mayat yang bergentayangan.
Itu pendapat Lina.

Sedangkan Wati lain lagi, menurutnya sudah saatnya ia
tidak melangit. Mencari manusia setengah malaikat itu
hal yang mustahil. Selama Pak Karman masih shalat dan
puasa ya terima saja. Apalagi ia orang terpandang. Dan
juga kesempatan seperti ini tidak selalu datang.
Terakhir Wati bilang, "Siapa tahu dengan menikah
denganmu, Pak Karman berubah. Dan di hari tuanya ia
sepenuhnya membaktikan umurnya untuk kebaikan.
Bukankah itu bagian dari dakwah yang agung
pahalanya?"
Ia belum bisa mengambil keputusan. Kata-kata Wati
selalu terngiang-ngiang di telinganya. Ia nyaris
memutuskan untuk menerima saja lamaran Pak Karman.
Namun jika ia teringat apa yang dilakukan Pak Karman
pada beberapa mahasiswi yang dikencaninya diam-diam,
ia tak mungkin memaafkan. Jika sudah demikian
tibatiba wajah keriput kedua orangtuanya muncul
dengan sebuah pertanyaan, "Kowe mikir opo Nduk?
Kowe ngenteni opo? Dadine kapan kowe kawin, Nduk?"1
***
Lima menit sebelum rombongan Pak Karman datang,
Zahrana berbicara kepada kedua orangtuanya. Ia minta
kepada mereka pengertiannya jika ia nanti mengambil
keputusan yang mungkin tidak melegakan mereka
berdua. Diberitahu seperti itu kedua orangtuanya
menangkap apa yang akan terjadi. Dan mereka kembali
pasrah dalam kekecewaan. Namun mereka tetap
berharap akan terjadi hal yang membahagiakan.
Mereka berdoa, kali ini semoga keputusan putri semata
wayang mereka lain dari sebelum-sebelumnya. Semoga

hatinya terbuka. Segera menikah. Dan segera lahir
cucu yang jadi penerus keturunan.
Kamu mikir apa, Anakku? Kamu menunggu apa? Kapan
kamu menikah, Anakku?
la meneguhkan jiwa, menata hati. la juga memprediksi
gaya bahasa yang akan disampaikan pihak Pak Karman.
Dan menyiapkan bahasa yang tepat untuk menjawab. la
juga tidak lupa menyiapkan hidangan yang pantas untuk
menghormati tamu. Ruang tamu telah ia rapikan. Bungabunga
ia tata, dan sarung bantal ia ganti dengan yang
baru. Tuan rumah harus bisa menjaga kehormatan. Dan
ia kembali meneguhkan prinsipnya dalam menghadapi
siapapun: harus tenang, bicara yang tepat, rendah hati
dan santun. Itulah senjata para pemenang. Dan ia harus
menang. Ia teringat perkataan Napoleon Hill,
"Kebijakan yang sesungguhnya, biasanya tampak melalui
kerendahan hati dan tidak banyak cakap."
Ia kini tampak tegar. Tak ada lagi airmata. Mental yang
ia siapkan adalah mental seorang dosen pembimbing
yang siap maju sidang membela mahasiswanya
mempertahankan skripsinya. Ia sangat yakin akan
kekuatannya.
Ia berdandan secukupnya. Ia pakai jilbab hijau muda
kesayangannya. Sangat serasi dengan gamis bordir
hijau tua bermotif bunga melati putih kecil-kecil.
Hanya dirinya dan kedua orangtuanya yang akan
menyambut. Ia merasa tak perlu mengundang para
kerabat. Sebab seperti yang telah lalu, jika terjadi hal
yang tidak memuaskan hanya akan jadi gunjingan
panjang tak berkesudahan. Ia tak ingin itu terjadi lagi.

Ia ingin para kerabat diundang hanya untuk yang sudah
jadi. Yang tak ada ruang bagi mereka berbincang
kecuali kebaikan. Kali ini yang ia undang justru dua
orang ibu-ibu yang biasa membantu keluarganya selama
ini.
Rombongan Pak Karman datang tepat jam setengah lima
sore. Tidak main-main. Empat mobil. la harus mengakui
kehebatan Bu Merlin mengorganisir ini semua. Juga
keberhasilan Bu Merlin memprovokasi Pak Karman
untuk nekat seperti ini. Ayah ibunya tampak kaget.
Tidak menduga yang datang akan sebanyak ini dan
seserius ini. Untung ruang tamu rumah orangtuanya
cukup luas.
Hanya tiga orang yang tidak dapat tempat duduk.
Terpaksa duduk di beranda. la yakin tujuan Bu Merlin
baik, hanya saja Bu Merlin tidak tahu visi hidupnya saat
ini. Bukan sekadar materi dan kedudukan yang ia
harapkan dari calon suaminya. la mencari calon suami
yang bisa dijadikan imam. Imam yang menjadi bagian
tak terpisahkan dalam ibadahnya kala mengarungi
kehidupan. Karena itulah posisinya benar-benar sulit
kali ini. Bu Merlinlah yang selama ini banyak
membantunya di kampus. Dia jugalah yang dulu memberi
bocoran adanya lowongan dosen di kampusnya.
Rombongan telah duduk tenang. Pak Karman menyukur
bersih kumis dan cambangnya. Ia tampak lebih muda
dari biasanya. Koko biru muda dan peci hitam
membuatnya tampak alim. Seorang lelaki setengah
baya, mengaku sebagai adiknya Pak Karman, namanya
Pak Darmanto mengawali pembicaraan. Unggah-ungguh

dan basa-basi berjalan. Ia sendiri lebih banyak diam.
Tak bicara jika tidak perlu bicara. Ibunya yang
biasanya memang cerewet yang banyak mengimbangi
bicara.
Sesekali ada lelucon-lelucon yang menghangatkan
suasana. Makanan dan minuman dikeluarkan oleh dua
orang ibu-ibu yang rapi berkerudung. "Tape ketan ini
dibuat oleh anakku, si Zahrana ini dengan penuh cinta.
Siapa yang memakannya insya Allah awet muda." Ibunya
melucu sambil mempersilakan tamu-tamunya menikmati
hidangan seadanya. Mendengar hal itu spontan Pak
Karman berkomentar dengan gaya lucu,
"Sebelum yang lain mengambil saya dulu yang harus
mencicipi. Agar awet muda dan bisa menyunting
bidadari."
Spontan perkataan itu disambut tertawa semua yang
hadir, kecuali dirinya. Entah kenapa perkataan itu
menurutnya tidak lucu. Perkataan itu seperti sampah
yang hendak dijejalkan ke telinganya. Bagaimana
mungkin ia hidup bersama orang yang suaranya saja
tidak mau ia dengar.
Lima belas menit basa-basi akhirnya Pak Darmanto,
juru bicara Pak Karman, masuk pada inti kedatangan,
"...dan maksud kedatangan kami adalah untuk
menyambung persaudaraan dan kekeluargaan dengan
keluarga Bapak Munajat. Kami bermaksud menyunting
putri Bapak Munajat, yaitu Dewi Zahrana untuk
saudara kami Bapak H. Sukarman, M.Sc. Alangkah
bahagianya jika maksud dan tujuan kami dikabulkan."

Ayahnya menjawab dengan suara rentanya yang
terbata-bata,
"Pertama....tama, ka...kami sekeluarga menyampaikan
rasa terima kasih atas silaturrahminya. Kami juga
bahagia. Bagi ka..kami lamaran ini adalah suatu bentuk
penghormatan. Dan jika bisa kami akan membalasnya
dengan penghormatan yang le..lebih baik. Namun
masalah jodoh hanya Allahlah yang mengatur. Putri
kami sudah sangat dewasa. Dia lebih berpendidikan
daripada kami berdua. Dia bisa memutuskan sendiri
mana yang baik baginya. Itu yang bisa kami sampaikan."
Masalah sudah jelas. Semua tamu melihat ke arahnya.
la tahu bola sekarang ada di tangannya. Dialah sekarang
yang paling berkuasa di majelis itu. la berusaha untuk
tenang. Setenang ketika ia membantu argumen
mahasiswa yang dibelanya dalam sidang skripsi,
"Saya pernah mendengar Baginda Nabi Muhammad
Saw., pernah bersabda, 'Al 'ajalatu minasy syaithan.
Tergesa-gesa itu datangnya dari setanl' Saya tidak
mau tergesa-gesa. Saya tidak mau mengecewakan
siapapun. Termasuk diri saya sendiri. Maka
perkenankan saya untuk menjawabnya tiga hari ke
depan. Saya akan langsung sampaikan kepada Pak
Karman yang saya hormati. Maafkan jika saya tidak
bisa menjawab sekarang."
Ada sedikit gurat kekecewaan di wajah Pak Darmanto
dan Pak Karman. Namun keduanya tidak bisa bersikap
apapun kecuali setuju. Bu Merlin tersenyum tanda
setuju. Yang lain bisa memahami dan memaklumi.

Hanya Pak Munajat, ayahnya yang meneteskan airmata
mendengar jawaban putrinya itu. Ia sudah tahu ke
mana arah perkataan putrinya itu.
Menjelang Maghrib rombongan itu pamit. Zahrana
langsung ke kamarnya mengatur kata yang tepat untuk
disampaikan pada Pak Karman. Ia tersenyum, dengan
senyum yang susah diartikan.
* * *
"Kamu masih nunggu yang bagaimana lagi, Nduk? Pak
Karman memang agak tua, tapi ia berpendidikan dan
kaya. Dia juga bisa tampak muda." Kata ibunya yang
sudah tahu keputusannya.
"Saya tidak menunggu yang bagaimana-bagaimana Bu.
Saya menunggu lelaki saleh yang pas di hati saya. Itu
saja." Jawab Zahrana.
"Lha Pak Karman itu apa masih kurang saleh. Dia sudah
haji. Sudah menyempurnakan rukun Islam. Kita saja
belum." Bantah ibunya.
Ia merasa, memang agak susah memahamkan ibunya
bahwa kesalehan tidak dilihat dari sudah haji atau
belum. Tidak dilihat dari pakai baju koko atau tidak.
Tidak bisa dilihat dari pakai peci putih atau peci yang
lainnya. Betapa banyak penjahat di negeri ini yang
bertitel haji. Setiap tahun haji justru untuk menutupi
kejahatannya. Atau malah berhaji untuk melakukan
kejahatan di musim haji. Ibunya tidak akan nyambung
dia ajak dialog masalah itu.
"Pokoknya menurutku Pak Karman masih kurang. Saya
sangat tahu siapa dia, soalnya saya satu kampus
dengannya. Nanti kalau ada yang cocok pasti saya
menikah Bu."
Begitu mendengar dari jawabannya ada perkataan
"pokoknya", sang ibu langsung diam dengan raut muka
sedih. Dalam hati ia istighfar jika telah melukai ibunya.
Tapi ia tidak mau asal menikah. Menikah adalah ibadah,
tidak boleh asal-asalan. Harus dikuati benar syarat
rukunnya. Meskipun ia tahu ia sudah jadi perawan tua
yang sangat terlambat menikah, namun ia tidak mau
gegabah dalam memilih ayah untuk anak-anaknya kelak.
Zahrana masuk kamar dan menulis surat jawaban untuk
Pak Karman dengan komputernya. Bahasanya tegas dan lugas:
Kepada
Yth. Bpk. H. Sukarman, M.S.c
Di Semarang
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Semoga Bapak senantiasa sehat dan berada dalam
naungan hidayah-Nya.
To the point saja, tanpa mengurangi rasa hormat saya
kepada Bapak, saya ingin menyampaikan bahwa saya
belum bisa menerima pinangan Bapak. Semoga Bapak
mendapatkan yang lebih baik dari saya. Mohon maklum
dan mohon maaf jika tidak berkenan.
Wassalam,
Dewi Zahrana

la lalu menge-print surat itu dan memasukkannya ke
dalam amplop putih. Ia akan minta bantuan seorang
mahasiswanya untuk menyampaikan hal itu kepada Pak
Karman besok pagi. Dan ia sudah berketetapan akan
mengambil cuti satu minggu. Sebab jawaban itu pasti
tidak diinginkan oleh Pak Karman. Bahkan pasti sangat
mengecewakan Pak Karman. Untuk menjaga hal yang
tidak baik, lebih baik ia tidak masuk kampus. Dan
kembali masuk jika suasana kembali seperti sediakala.
Apa yang ia rencanakan berjalan. Dan apa yang ia
prediksi terjadi. Dua hari kemudian ia mendapatkan
SMS dari Pak Karman:
"Suratmu sudah aku terima. Kamu pasti tahu bahwa
jawabanmu sangat mengecewakan aku!"
Ia membaca jawaban itu dengan hati tidak enak. Entah
kenapa ia merasakan ada aroma jahat dalam setiap
huruf-hurufnya dan susunan kalimatnya. Lalu ia
mendapat SMS dari Bu Merlin:
"Hari ini saya dicacimaki Pak Karman gara-gara
jawabanmu. Saya sungguh kecewa dengan kamu!"
Airmatanya meleleh.
"Maafkan aku Bu Merlin," lirihnya dengan hati perih. Ia
merasakan dunia ini begitu sempit. Dinding-dinding
kamarnya seakan hendak menggenjetnya. Atap
kamarnya seakan mau rubuh menimpanya. Ia hanya bisa
pasrah kepada-Nya dan memohon kekuatan untuk tetap
kuat dan tegar di jalan-Nya.
* * *

to be continued...

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Get real-time World Cup coverage on the Yahoo! Toolbar. Download now to win a signed team jersey!

.

__,_._,___

Re: [wanita-muslimah] Manohara, Andi Meriam Mattalatta dan Luna Maya

 

Ibarat punya kopi di rumah, tetapi minum juga kopi di warung kopi.

----- Original Message -----
From: kmjp47@indosat.net.id
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Thursday, July 01, 2010 8:06 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Manohara, Andi Meriam Mattalatta dan Luna Maya

Benar mas Chodjim, hubungan seks bukan suami isteri sering
dilakukan oleh pejabat negara maupun partai. Juga dilakukan
oleh Mao Zhe Dong sewaktu berkuasa, itu menurut buku yang
ditulis oleh dokter pribadi Mao Zhe Dong.
KM

----Original Message----
From: chodjim@gmail.com
Date: 02/07/2010 2:33
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Subj: Re: [wanita-muslimah] Manohara, Andi Meriam
Mattalatta dan Luna Maya

Pada Mei 1988 saya "meeting dan diskusi" tentang
pengembangan benih padi di
Manila. Beberapa pesertanya berasal dari RRC, di antaranya
dari lembaga
penelitian dan pengembangan padi RRC. Pada waktu itu, ada
jam istirahat
untuk merokok. Ternyata mereka tidak boleh merokok ketika
sedang berdinas,
meski itu berada di Manila dan bukan di RRC.

Lalu, saya mencoba bertanya kepada mereka, apakah hubungan
seksual yang
dilakukan di luar negeri juga termasuk yang dilarang?
Jawaban mereka,
hubungan seksual hanya untuk pasangan suami istri dan
bukan untuk yang di
luar itu. Dan, hal itu harus dipatuhi meski sudah jauh
dari negeri sendiri.
Mereka menyadari bahwa dalam sistem negara komunis, selalu
ada mata-mata
yang bertugas untuk mematai-matai pegawai negeri dan juga
warga sipil di
mana pun berada. Hal ini dimaksud agar tidak terjadi
pengkhianatan maupun
pelanggaran terhadap UUD/UU/Peraturan RRC oleh warganya di
mana pun berada.
Hukumannya berat!

Namun, kalau kita membaca buku "Gunung Jiwa" (Lingshan)
yang ditulis oleh
Gao Hingjian (peraih Nobel Sastra 2000), seks bebas biasa
dilakukan oleh
para lelaki elite partai kepada perempuan pegiat partai.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: "Ari Condro" <masarcon@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Cc: <mayapadaprana@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, June 30, 2010 3:59 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Manohara, Andi Meriam
Mattalatta dan Luna
Maya

> kalau negara komunis sejak jaman dulu melarang
pornografi memang. saya
> malah baru tahu dari baca buku teman yg melawat ke
negara negara eks
> komunis. padahal selama orde baru selalu dicitrakan
kalau negara komunis
> identik dengan seks bebas karena mereka tidak bertuhan.
dan orang
> proletar,
> milik satu orang adalah milik rame rame orang yg lain.
>
>
>
>
> salam,
> Ari
>
> 2010/7/1 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.
id>
>
>>
>>
>> HUKUM & 1001 Masalah Kemasyarakatan
>> Kolom Tetap Harian Fajar
>> oleh:
>> Prof. Achmad Ali
>>
>> ==============================================
>> Manohara, Andi Meriam Mattalatta dan Luna Maya
>> ==============================================
>>
>> ARTIS-artis dan penyanyi cantik yang berasal dari
Makassar juga cukup
>> banyak, seperti almarhumah Andi Meriam Mattalatta, atau
yang suaminya
>> orang
>> Makassar seperti Widyawati (istri almarhum Sophan
Sophiaan) dan Titiek
>> Sandhora (istri
>> Muchsin). Alhamdulillah, tidak pernah ada skandal atau
gosip yang melanda
>> rumah tangga ataupun perilaku mereka. Inilah implikasi
kultur SIRI'(*)
>> Sulawesi Selatan.
>>
>> Beberapa malam lalu, saya menghadiri satu pesta taman
seorang sahabat
>> kental saya, seorang jenderal bintang empat, merayakan
syukuran atas
>> kenaikan putranya ke brigjen TNI. Acara itu dihadiri
ratusan undangan, di
>> antaranya puluhan sosok-sosok terkenal seperti Ketua
MPR-RI Taufik
>> Kiemas,
>> dan lain lain. Alhamdulillah, kebetulan saya satu meja
dengan Manohara,
>> si
>> cantik yang pernah ramai kasusnya dengan Sang Pangeran
Malaysia,
>> suaminya.
>> Dan saya akui, Manohara memang memiliki kecantikan
alamiah, seperti
>> halnya
>> almarhumah Andi Meriam Mattalatta di masa mudanya. Dan
persamaan keduanya
>> lagi, tak ada kesan genit dalam berbagai penampilan
mereka.
>>
>> Tentu saja, kedua sosok itu berbeda dengan Luna Maya
dan Cut Tari, dua
>> sosok artis "cantik" yang diduga keras (bukan mirip)
bermain "blue film"
>> dengan Ariel yang kini sudah lebih dulu menjadi
tersangka dan ditahan
>> oleh
>> Mabes Polri.
>>
>> Sungguh suatu hal yang memprihatinkan, bahwa meskipun
ketiganya (Ariel,
>> Luna Maya dan Cut Tari) "diduga keras" telah melakukan
perbuatan
>> menjijikkan, tidak bermoral dengan melakukan adegan
seks yang brutal,
>> yang
>> dapat disaksikan oleh jutaan orang di internet; tetapi
toh masih juga,
>> tanpa
>> malu-malu, sekawanan aktor dan artis pada berdatangan
menunjukkan rasa
>> simpati mereka. Ini membuktikan bahwa sebagian (besar?)
aktor dan artis
>> Indonesia, menganggap perbuatan yang tidak senonoh itu
sebagai perbuatan
>> biasa, dan pribadi, persis cara berpikir sosok-sosok
yang tidak beragama.
>> Mereka tidak menyadari bahwa adegan mesum tersebut
telah merusak jutaan
>> anak
>> Indonesia yang dapat men-"download" adegan mengerikan
itu dengan
>> ponselponsel
>> mereka.
>>
>> Di negara mantan negara komunis seperti China saja,
memblokir
>> adegan-adegan
>> dan situs-situs seks di internet untuk rakyatnya; yang
berarti tingginya
>> kesadaran mereka terhadap bahaya dekadensi moral, yang
telah menggerogoti
>> dan menghancurkan orang di negara-negara barat; yang
menganggap hubungan
>> seks bebas atas dasar suka sama suka, bukan
pemerkosaan, adalah hal
>> pribadi,
>> yang tidak boleh dikriminalisasikan.
>>
>> Memang benar bahwa ketiga pelaku adegan mesum itu tidak
dapat dijerat
>> dengan pasal 284 KUH Pidana, pasal yang mengancamkan
pidana terhadap
>> tindak
>> pidana perselingkuhan (pelakunya adalah istri atau
suami yang sah dari
>> pria
>> atau wanita lain). KUH Pidana kita memang tidak
mengancamkan pidana
>> terhadap
>> "perzinaan" yang dilakukan oleh pasangan yang masih
bujang atau gadis
>> atau
>> janda. Hal itu wajar karena KUH Pidana Indonesia
sekarang adalah 100
>> persen
>> adopsi dari "wetboek van straaftrecht"nya Belanda, yang
liberal, sekuler
>> dan
>> individualis.
>>
>> Sungguh langkah yang sangat tepat bahwa ketiga pelaku
adegan mesum itu
>> harus mendapat ganjaran sosial, bukan sebaliknya
mendemonstrasikan rasa
>> simpati. Opini publik yang konon di"biayai" seorang
"bos besar" untuk
>> membalik rasa kebencian menjadi simpati, kini memang
sedang mereka
>> upayakan
>> bangun di media TV tertentu. Tetapi kita harus
melawannya dengan kontra
>> opini yang agamis!
>> ----------------
>> (*)
>> Untuk mengerti makna SIRIQ silakan simak Seri 182 dan
495 di bawah -HMNA-
>>
>> ******************************************************
>>
>> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
>>
>> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
>> [Kolom Tetap Harian Fajar]
>> 182. Pacce
>>
>> Pacce adalah mitra dari siri'. Nilai kembar siri' na
pacce merupakan
>> nilai
>> sentral dari etnik yang mediami jazirah Sulawesi
Selatan. Siri'
>> menyangkut
>> kehormatan, harga diri (dignity). Kehormatan diri dan
keluarga. Kalau
>> ditarik ke atas dapat menjadi kehormatan bangsa dan
tanah air. Ditarik ke
>> atas lagi akan menjadi kehormatan agama. Dalam
kebudayaan Jepang kita
>> kenal
>> pula budaya siri' ini yang disebut bushido. Orang yang
dilecehkan
>> kehormatannya dapat membunuh jika budaya siri ataupun
bushido masih
>> mendarah
>> daging dalam diri yang bersangkutan. Cuma bedanya kalau
orang disini
>> nipakasiri' ia akan membunuh orang lain. Sedangkan bagi
orang Jepang
>> dengan
>> budaya bushido itu akan membunuh dirinya. Aplikasinya
disebut harakiri.
>> Tekniknya mengoyak perut sendiri dengan pedang samurai.
>>
>> Ada untaian kata dalam bahasa Makassar: Ta'bangka tena
siri'na,
>> napaccenaseng niya'. Jika tak dijangkau rasa siri', ia
akan merasakan
>> pacce.
>> Ini ditujukan kepada seseorang yang bukan dari kalangan
keluarga dekat.
>> Ukurannya, hingga sepupu empat kali masih dianggap
dekat. Sepupu enam
>> kali
>> misalnya karena merasa sudah jauh, ada kemungkinan
tidak lagi dijangkau
>> oleh
>> siri', akan tetapi masih dijangkau oleh rasa pacce,
solidaritas julu
>> bori'
>> (sekampung sehalaman), solidaritas sosial. Rasa pedih
dalam hati sanubari
>> karena julu bori'nya ditimpah musibah, kehormatannya
dilecehkan, kematian
>> dan musibah yang lain.
>>
>> Mengentaskan kemisikinan tidak cukup dengan upaya
aplikasi mekanisme
>> perangkat kasar sivilisasi, seperti organisasi,
birokrasi, ekonomi, dan
>> Ipatek. (Sengaja ditambah a oleh karena yang dimaksud
dengan singkatan
>> Iptek
>> adalah Science and Technology, ilmu pengetahuan alam
dan teknologi).
>> Untuk
>> mengentaskan kemiskinan, perlu sekali perangkat kasar
sivilisasi itu
>> diisi
>> dengan perangkat halus kebudayaan yang menjadi jiwa
yang akan
>> membangkitkan
>> motivasi dalam upaya mengentaskan itu. Nilai budaya
yang menjadi
>> motivator
>> itu adalah nilai pacce, rasa pedih dalam hati sanubari.
>>
>> Jadi perangkat kasar memang perlu untuk mengentaskan
kemiskinan, tetapi
>> itu
>> belum cukup. Supaya perlu dan cukup maka mengentaskan
itu harus didorong
>> oleh rasa menyantuni dari dalam hati sanubari.
>>
>> Secara kecil-kecilan kita dapat ikut menyantuni orang
miskin dengan
>> menjadi
>> konsumen orang-orang miskin yang mencari nafkah dalam
sektor informal,
>> pedagang kaki lima dan pengecer bensin di pinggir jalan
misalnya.
>> Komoditi
>> yang dapat kita beli dari pedagang kaki lima tidak usah
gengsi-gengsian
>> untuk membelinya di toko swalayan. Takut membeli bensin
di pinggir jalan
>> jangan-jangan bensin itu dicampur minyak tanah,
sehingga mesin mobil atau
>> motornya rusak? Saya hampir tidak pernah membeli bensin
di pompa bensin.
>> Sangat sederhana untuk mengetes apakah bensin itu
dicampur minyak tanah
>> atau
>> tidak. Tuangkan sedikit di tangan (kalau bensin dijual
dalam botol), atau
>> celupkan tangan kedalamnya (jika bensin dijual dalam
kaleng besar dengan
>> literan). Kalau lambat menguap dari tangan dan kalau
dicium berbau minyak
>> tanah, itu tandanya dicampur minyak tanah.
AlhamduliLlah mobil saya
>> sampai
>> sekarang tidak pernah mengalami gangguan karena membeli
bensin di pinggir
>> jalan.
>>
>> Kalau kita dapati pengecer yang mencampur bensinnya
dengan minyak tanah
>> jangan membentaknya, melainkan bersedekalah dengan kata-
kata yang baik.
>> Bersedekah tidak perlu selalu dengan uang atau barang.
Kata-kata lembut
>> juga
>> merupakan sedekah. Tetapi ini hanya dapat dilakukan
jika memang ada rasa
>> pacce terhadap sesama yang kehidupannya sulit. "E
sari'battang, ka'de'
>> tena
>> nubengkoroki minynya' tanah, ma'nassa ammaliku. Sallang
puna ambani
>> la'busu'
>> bensinna otoku nakunumalo anrinni, assengkaja antu
pole. Napunna tenamo
>> ta'bengkoro' akkulleki anjari sambalu'.
Nakupa'biritangi mange-mange pole
>> ritaua angakana anrinni bajiki bensinna, teyako mallaki
ammalli. Jari
>> pila'
>> jai sallang pole sambalu' bensinnu". (Hai saudaraku,
coba engkau tidak
>> mencampurnya minyak tanah, tentu saya beli. Kelak nanti
jika bensin
>> mobilku
>> hampir habis dan waktu itu saya lalu di sini niscaya
saya singgah lagi.
>> Jika
>> tidak tercampur lagi, kita bisa jadi langganan. Akan
kusebar-luaskan
>> kepada
>> kenalan baikku bahwa bensin di sini murni, jangan takut
membelinya. Jadi
>> makin banyak nanti langgananmu).
>>
>> Rasa solidaritas senasib sepenanggungan di kalangan
sahabat Nabi sangat
>> tinggi. Dalam pertempuran Yarmuk Hudzaifah al 'Adawiy
meriwayatkan,
>> katanya:
>> "Di hari pertempuran Yarmuk aku pergi mencari anak
pamanku dengan membawa
>> air minum. Kutemukan dia dalam keadaan luka parah.
Kataku, minumlah air
>> ini.
>> Karena dia tidak mampu berbicara lagi, maka ia hanya
memberikan isyarat
>> kepadaku yang artinya Ya. Dalam pada itu kedengaran
seorang lain minta
>> air
>> pula. Maka anak pamanku yang sedang dalam sakarat itu
sebelum sempat
>> kuberi
>> minum mengisyaratkan kepadaku untuk segera pergi
mendapatkan orang yang
>> merintih meminta air itu. Kiranya orang itu adalah
Hisyam ibn 'Ash, yang
>> sedang dalam sakarat pula. Kataku kepadanya, engkau
akan kuberi minum.
>> Kemudian dalam pada itu kedengaran pula rintihan orang
lain minta minum.
>> Hisyam memberi isyarat kepadaku untuk mendapatkan orang
itu sebelum
>> sempat
>> memberinya minum. Sesampainya aku ketempat orang itu
dia sudah berpulang
>> ke
>> rahmatuLlah. Maka kembalilah aku menemui Hisyam, dan
ketika itu Hisyampun
>> telah berpulang ke rahmatuLlah juga. Akhirnya aku
kembali kepada anak
>> pamanku aku dapatkan dia telah berpulang ke rahmatuLlah
pula.
>>
>> Menyantuni orang miskin karena pacce dapat ditingkatkan
nilainya, yaitu
>> ikhlas karena Allah.
>>
>> Wa Yuth'imuwna thTha'a-ma 'alay Hubbihi Miskiynan wa
Yatiyman wa Asiyran.
>> Innama- Nuth'imukum liWajdi Lla-hi (S.AdDahr,8,9). Dan
mereka memberikan
>> makanan atas yang dikasihinya orang-orang miskin, anak
yatim dan orang
>> tawanan. (Mereka berkata) sesungguhnya kami memberi
makan kepadamu karena
>> Allah (76:8,9).
>> Wa Llahu A'lamu bi shShawab.
>>
>> *** Makassar, 25 Juni 1955
>> H.Muh.Nur Abdurrahman]
>> http://waii-hmna.blogspot.com/1995/06/182-pacce.html
>>
>> ***
>>
>> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
>>
>> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
>> [Kolom Tetap Harian Fajar]
>> 495 Siri' na-Pacce dan Perang Informasi
>>
>> Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada
Allah SWT, dalam
>> kolom
>> ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi
huruf. Bila
>> pembaca
>> merasa "terusik" dengan transliterasi ini, tolong
dilampaui, langsung ke
>> cara membacanya saja.
>>
>> Akhir-ahirnya Amerika Serikat dan Inggris menyerang
Afghanistan, yang
>> berpenduduk 26 juta jiwa. Yang baru saja menang perang
melepaskan diri
>> dari
>> cengkraman 10 tahun rezim komunis Uni Soviet sejak
1979. Yang
>> pemerintahannya masih belum stabil. Yang tingkat
kemajuan ekonominya
>> masih
>> dibawah garis kemiskinan. Yang rakyatnya, yang ummat
Islam itu masih
>> hidup
>> dalam kemiskinan. Yang ratusan ribu ummat Islam masih
tinggal di
>> kemah-kemah
>> pengungsian. Mereka inilah ummat Islam Afghanistan yang
diterror oleh
>> Amerika-Inggris (baca: fundamentalis-terroris Bush-
Blair) menjelang
>> serangan
>> atas Afghabnistan. Ratusan ribu, bahkan mendekati angka
satu juta ummat
>> Islam Afghanistan yang sengsara yang terdiri atas anak-
anak, perempuan,
>> orang-orang jompo yang diterror oleh fundamentalis-
terroris Bush-Blair
>> itu.
>> Ummat Islam Afghanistan yang sengsara yang diterror itu
mengarungi gurun
>> pasir yang gersang menuju ke negara tetangganya.
>>
>> Kehancuran World Trade Center (WTC) di New York dan
runtuhnya gedung
>> pertahanan Pentagon (Ptg) di Washington sangatlah tidak
sebanding dengan
>> kesengsaraan anak-anak, perempuan, orang-orang jompo
ummat Islam
>> Afghanistan
>> yang jumlahnya mendekati satu juta orang itu, yang
diterror oleh
>> fundamentalis-terroris Bush-Blair itu menjelang hari H-
nya penyerangan
>> atas
>> Afghanistan. Bahkan fundamentalis-terroris Bush tidak
malu-malu secara
>> arogan dan manipulatif "memanfaatkan" hancurnya WTC dan
runtuhnya Ptg
>> untuk
>> menggiring opini seluruh bangsa-bangsa di dunia menjadi
opini
>> internasional,
>> dengan menyodorkan ultimatum: "Apakah mau mendukung
kami atau mendukung
>> terrorisme".
>>
>> Maka inilah jawaban ummat Islam! Firman Allah SWT:
>> -- ADZN LLDZYN YQATLWN BANHM ZHLMWA WAN ALLH 'ALY
NSHRHM LQDYR. ALDZYN
>> AKHRJWA MN DYARHM BGHYR HQ ALA AN YQWLWA RBNA ALLH (S.
ALHJ, 39-40),
>> dibaca:
>> Udzina lilladzi-na yuqa-talu-na biannahum zhulimu-
wainnaLla-ha 'ala-
>> nashrihim laqadi-r. Alladzi-na ukhriju- min diya-rihim
bighayri haqqin
>> illa-
>> ayyaqu-lu- rabbunaLla-hu (s. alhjj), artinya:
>> -- Diizinkan berperang karena mereka dizalimi. Yaitu
orang-orang yang
>> diusir dari tempatnya bermukim dengan tidak benar hanya
karena mereka
>> berkata Maha Pemelihara kami adalah Allah (22 : 39-40).
Dan Hadits yang
>> diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Nu'man ibn Basyir
seperti berikut:
>> -- LMW^MNYN FY TRAHMHM WTWADHM WT'AATHFHM KMTSL ALJSD
ADZA ASYTKY 'ADHWA
>> TDA'AY LH SA^R JSDH BALSHR WALHMY, dibaca: Almu'mini-na
fi- tara-humihim
>> watawa-dihim wata'a- thifihim kamatsalil jasadi idzasy
taka- 'udhwan
>> tada-'a- lahu sa-iru jasadihi bissahri walhumma,
artinya:
>> -- Para mu'min dalam kasih mengasihi, cinta mencintai,
tolong menolong,
>> ibarat tubuh, jika ada salah satu anggota yang terkena
luka, seluruh
>> tubuh
>> ikut menderita tidak dapat tidur dan meriang (ditimpa
demam).
>>
>> Berdasarkan ayat (22 : 39-40) dan Shahih Bukhari yang
dikutip di atas itu
>> ummat Islam yang punya harga diri balik bertanya:
"Apakah mau ikut
>> bersama-sama menegakkan siri' na-pacce, harga diri
ummat Islam dan
>> solidaritas atas kaum Muslimin Islam Afghanistan yang
teraniaya, atau
>> mendukung state-terrorism fundamentalis-terroris Bush-
Blair itu?"
>>
>> Pertanyaan ini ditujukan pula kepada Lembaga Eksekutif
serta Lembaga
>> Legislatif Indonesia, dan supaya kedua lembaga itu dan
alat-negara, yang
>> kebanyakan terdiri dari ummat Islam juga, dapat
"memahami" keinginan
>> sweeping sebagian ummat Islam Indonesia, yang mereka
anggap melanggar
>> hukum
>> positif itu, tidak lain karena mereka itu sedang
"meriang". Maka
>> janganlah
>> dihadapi dengan tindakan represif, andai kata mereka
mensweeping,
>> takutlah
>> akan sanksi Allah SWT di Hari Pengadilan kelak.
>>
>> ***
>>
>> Ada dua sisi dari perang antara fundamentalis-terroris
Bush-Blair versus
>> Gerakan Pelajar Islam (Thaliban). Sisi yang pertama
perang konvensional,
>> yaitu perang senjata lawan senjata dan sisi yang lain
perang canggih
>> yaitu
>> perang informasi lawan informasi. Akhir-akhirnya
fundamentalis-terroris
>> Bush-Blair tidak berdaya dalam perang informasi di
Afghanistan, karena
>> alat
>> propagandanya yaitu CNN, BBC, NBC; ABC telah keok di
Afghanistan. Yang
>> selama ini dengan corong pengeras suara CNN, BBC, NBC;
ABC dari
>> fundamentalis-terroris Bush dapat seenak perutnya
memutar balik informasi
>> ke
>> dunia internasioanl. Namun sekarang dalam perang
melawan
>> mujahidin-mujahidin
>> Afghanistan dibawah Usamah bin Ladin dan Muhammad Umar,
ternyata
>> alat-alat
>> mesin propaganda pemimpin fundamentalis-terroris Bush
dipaksa tunduk
>> kepada
>> strategi kaum Muslimin mujahidin Afghanistan. Sampai-
sampai raja berita
>> 24
>> jam CNN harus menjadi pengecer berita yang berdiri
diluar pagar
>> Afghanistan
>> memungut berita-berita yang keluar lewat pagar negara
Islam Afghanistan
>> di
>> perbatasan Pakistan. Memang benar-benar fundamentalis-
terroris Bush
>> dibuat
>> tidak berkutik oleh alat-alat mesin berita mujahidin
Afghanistan. Semua
>> mass
>> media, baik itu tv, radio, kantor-kantor berita dan
surat-surat kabar
>> harus
>> melalui jalur dan arus yang dipancarkan oleh Al Jazirah
dari Qatar.
>>
>> Fakta-fakta kerusakan akibat ledakan misil-misil
fundamentalis-terroris
>> Bush-Blair yang ditembakkan melalui pesawat-pesawat
tempurnya, dan
>> kapal-kapal laut induknya ke arah Kabul, Kandahar,
Jalalabad, Kunduz,
>> Mazar-i-Sharif, berhasil dipancarkan dan didengungkan
keseluruh dunia
>> melalui pancaran satelit al-Jazirah di Qatar. Sehingga
>> fundamentalis-terroris Bush tidak dapat lagi membohongi
dunia
>> internasional,
>> karena jempolan corong pengeras suara CNN hanya sekadar
menjadi pengecer
>> berita. Inilah sekadar contoh bagaimana CNN membisu. Al
Jazirah
>> memberitakan: "Four USA/UK planes have been shot down
by Thaliban since
>> yesterday, but no mention on BBC and CNN. In order to
keep the moral of
>> USA/UK air forces the media is playing deaf, dumb and
blind. The wreckage
>> of
>> one plane along with its killed crew members have been
identified
>> including
>> pilot. The wreckage of three others is actively sought.
As soon as it is
>> found we will inform you." WaLlahu A'lamu bi shShawab.
>>
>> *** Makassar, 14 Oktober 2001
>> [H.Muh.Nur Abdurrahman]
>>
>> http://waii-hmna.blogspot.com/2001/10/495-siri-na-pacce-
dan-perang-informasi.html
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga,
maupun masyarakat.
> Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
> Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
> ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-
muslimah/messages
> Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.
com
> Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-
sejahtera@yahoogroups.com
> Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
>
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
>
>
>

=======
Email scanned by PC Tools - No viruses or spyware found.
(Email Guard: 7.0.0.18, Virus/Spyware Database: 6.15330)
http://www.pctools.com
=======

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.


Hobbies & Activities Zone: Find others who share your passions! Explore new interests.

.

__,_._,___