This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Advertising

Tuesday, 1 May 2012

[wanita-muslimah] Re: Tentang qurban dan sesajen

 

Hehehehe, maaf pak Muiz; memang itu kebodohan saya.

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Mu'iz, Abdul" <muizof@...> wrote:
>
> Pak Abbas,
>
> Hitam itu bahasa arabnya aswad lho, kalau hajar dalam bahasa arab artinya batu, tetapi ethiopia kan bukan arab, kalau tidak salah, Hajar itu keturunan Raja Ethiopia (hyksos atau apa ya ?, saya lupa abah HMNA pernah menyebut karena kerajaannya jatuh maka menjadi tawanan Raja Mesir yang kemudian dihadiahkan kepada Sarah dan Ibrahim). Boleh jadi Hajar itu keturunan Ratu Balqis penguasa Sabah lho ? Jadi sebutan hitam atau negro jadi tidak sepenuhnya benar.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "Abbas" <abas_amin08@...>
> Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Date: Tue, 01 May 2012 03:41:42
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: [wanita-muslimah] Re: Tentang qurban dan sesajen
>
> Kita tahu kan arti hajar itu hitam. Ya tak mungkin lah disebut si hitam kalau kulitnya tidaak hitam !
> Dan saya yakin nama sebenarnya sih mungkin saja bukan Hajar...........
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Mu'iz, Abdul" <muizof@> wrote:
> >
> > Pak abbas,
> >
> > Kalau merujuk bible, justru Hajar (setelah hamil) yang menghina Sarah. Sehingga Sarah merasa dizalimi. Hajar hitam ? Dulu almarhum Eyang HMNA pernah bertanya info dari mana kalau Hajar hitam, bahkan beliau menginformasikan bahwa Hajar adalah keturunan bangsawan ethiopia lho ?
> >
> > Wassalam
> > Abdul Mu'iz
> >
> > Powered by Telkomsel BlackBerry®
> >
> > -----Original Message-----
> > From: "Abbas" <abas_amin08@>
> > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Date: Tue, 01 May 2012 00:55:50
> > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > Subject: [wanita-muslimah] Re: Tentang qurban dan sesajen
> >
> > Mestinya memang begitu; malah sarah tiap hari mengHajar yang memang bernama Hajar ( hitam ); maka daripada Sarah nanti ngabunuh Hajar; padahal Ibraahim sangat sayang pada Sarah; maka dibawalah Hajar ke Gurun yang jauh kesana kemari; bukan buat diasingkan; tapi demi penyelamatan Jiwa Rumah Tangga dlsb. Disini Ibrahim terpaksa melakukan perbuatan yang agak sedikit tak kupahami kenapa ? Tapi mungkin tak ada jaalan lain; jadi keputusan terbaik dari yang buruk2.
> >
> > Jadi Hajar dibiarkan terlunta luntaa di Gurun Arab/Hejaz; sementara Ibrahim pulaang dengan membawa Golok yang belepotan darah; dan dikatakannya itu adalah darah hajar dan Ismail.
> >
> > Setelah itu tentunyaa Ibrahim kuatir ada pertemuan saudara ; sehingga bakal ketaahuaan belangnya; jadi ya mungkin saja Ibrahim melarang Ishak untuk pepergian kedaerah tersebut; lagian memang itu gurun gersang yang jauh.
> >
> > Tapi ujungnya memang Program Tuhan yaang JALAN; aartinya Tuhan menghendaki Ismail menyebarkan agama Allah ke Hejaz; daan Ishak di Kan+an dan belakangan Jusuf ke Mesir.
> >
> >
> > --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@ wrote:
> > >
> > > Hihihi..kok kisahnya kayak Tutur Sinetron, pak Abbas..
> > >
> > > Salam
> > > Mia
> > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: "Abbas" <abas_amin08@>
> > > Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > Date: Mon, 30 Apr 2012 14:52:07
> > > To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> > > Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> > > Subject: [wanita-muslimah] Re: Tentang qurban dan sesajen
> > >
> > > Wahhhhh ............. rame juga dialognya.......... hehehe
> > > masalaah Ismail Ishak; saya kira yang bener Ismail. Buktinya apa ?
> > > Buktinya yang menjalankan Idhul qurban, kan Islam syariat Muhammad; sementara di Kristen kan gak ada tuh upaacara qurban seperti itu ? Jadi memang Ismail saat itu yang mau disembelih. Itu kalaau lihat FAKTA kini.
> > >
> > > Mengenai KISAH. Lebih masuk akal lagi Ismail mau disembelih; karena Sarah uring2an terus marah2; gaara2 Ibrahim lebih sering tidur dengan Hajar; walau itu disuruh Sarah sendiri; akhirnya nyesel ( tuh ini bukti bahwa Poligami jelek; nyuruh saja akhirnya uring2an, hehehehe )
> > > Ahirnya Ibraahim pusing; dan berjaanji mau nyembeleh keduanya; tapi setelah ditengah jalan HAJAR disuruh pergi sejauh mungkin dengan baayinya ( Ismail ) ; kemudian golok yang belepotan darah Kambing dibaawa pulang, dan laporan bahwa sudah beres. Sarah jadi tenang walaaupun ada sedikit rasa menyesal; eee taunya Sarahpun HAMIL melahirkan Ishak.
> > > Rupaanya uring2annya Sarah adalah gara2 NGIDAM !
> > > Wallahualam.
> > > Tapi Logikanya begitu
> > >
> > >
> > > --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@ wrote:
> > > >
> > > > Obrolan unplugged:
> > > >
> > > > S penganut ajaran Leluhur Dewa
> > > > M penganut ajaran Islam
> > > > --------------------------------------------------
> > > >
> > > > S: Apakah betul tersebut di ayat Qur'an bahwa manusia adalah cerminan atau bagian dari Allah?
> > > >
> > > > M: Ada, di semua kitab suci dibilang gitu.
> > > >
> > > > S: Kalau begitu itu maksudnya kira-kira sama dengan ajaran kami yg mengatakan bahwa manusia itu keturunan para Dewa.
> > > >
> > > > M: Yang memperhatikan ayat2 seperti itu biasanya sufi, mistik atau kebatinan. Dikatakan Quran penuh perumpamaan dan alam penuh dg tanda2Nya, termasuk juga kata2 kita ini termasuk simbol, tanda, alegori. Disimpulkan alam ini adalah image Tuhan. Kalau bahasa metafisik-nya, fractal. Dikatakan juga bahwa manusia adalah image yg lebih daripada yg lain. Implikasinya, kalau "image yang lebih" itu disebut dewa, kukira sah2 saja.
> > > >
> > > > S: Apakah ada kajian tentang Idul Qurban, kok bisa2nya ayah menyembelih anaknya?
> > > >
> > > > M: Ibrahim dan Ismail?
> > > >
> > > > S: Iya
> > > >
> > > > M: Iya itu cerita Semit, di Yahudi anaknya Ishaq, di Islam Ismail.
> > > >
> > > > S: Apakah benar Ibrahim mendapat bisikan Yang Maha Pengasih Pencipta atau mungkin bisikan yg lain?
> > > >
> > > > M: Di Quran dikatakan Ibrahim mimpi mendapat perintah Tuhan utk sembelih anaknya buat qurban.
> > > >
> > > > S: Waaah mimpinya kok aneh ya.. Sulit dipercaya kalau Yang Maha Kuasa menyuruh manusia membunuh anaknya sendiri?
> > > >
> > > > M: Cerita lengkapnya, kemudian Ibrahim bilang ke anaknya, yg setuju, lalu keduanya berangkat, sepanjang jalan iblis menggoda keduanya untuk mbatalin. Lalu waktu Ismail mau disembelih, malaikat datang bawa kambing utk dikorbankan.
> > > >
> > > > S: Waahhhahah lucu, jadi malah iblis yg bener dong. Masa orang tua membunuh anak kandung sendiri?
> > > >
> > > > M: Iya, emang lucu kalau dibaca secara harafiah/literal.
> > > >
> > > > S: Salah satu pentafsiran kita mengatakan bahwa bisikan itu dari Butho. Setelah ketahuan bahwa Butho yg suruh, Ibrahim malu, kurban pun diganti dengan kambing. Sekaligus penghinaan bagi kambing yg sekarang dipotong tiap tahun untuk hura2.
> > > >
> > > > M:Apa mau mendengar tafsiran alternatif?
> > > >
> > > > S: Boleh
> > > >
> > > > M: Tafsiran kontekstual. Kisah mitos mirip seperti ini banyak terdapat di kitab suci dan hikayat, salah satu yg kubaca di Hikayat Bengkulu, bagaimana pendeta Majapait menangani ini di rakyat Bengkulu.
> > > >
> > > > Konteksnya, di masa 5000an tahun lalu, human sacrifice dilakukan di sebagian adat paganism. Karena bagian dari adat, yang dikorbankan biasanya merasa mendapat kehormatan tertinggi.
> > > >
> > > > Ringkasnya, Ibrahim "membuat" perubahan dari human sacrifice menjadi binatang (kambing).
> > > > Artinya juga pada saat yg sama Ibrahim tetap menerapkan adat krusial pada waktu itu ttg "berkorban" sebagai tanda taat kepada Tuhan.
> > > >
> > > > S: Pagan yang seperti itu, misalnya Viking di Barat memang dipengaruhi Butho, genderuwo yg memang suka makan darah/manusia. Di Nusantara nggak pernah ada ajaran sesajen daging mentah, karena itu makanan Butho. Sedangkan sesajen kepada Leluhur nggak sama satu dg lainnya, sama halnya dengan Leluhur yg tidak sama satu dg lainnya. Yang pasti Genderuwo yg suka makan darah/daging mentah.
> > > >
> > > > M: Hikayat Bengkulu mengatakan pengorbanan perawan setiap periode kepada Beruk. Diceritakan, pendeta Majapait datang, membawa calon korban beberapa anak perawan, lalu "menipu" sang Beruk. Setelah itu nggak terjadi lagi korban manusia digantikan sesajen biasa.
> > > >
> > > > S: Beruk itu Ganderuwo atau Butho . Butho yang sakti bisa mengubah diri jadi terlihat spt manusia biasa. Kita tidak mengenal Berkorban-- tapi Sajen.
> > > >
> > > > M: Iya, kalo dimasa dan di daerah Ibrahim, yg pasti banyak itu kambing ketimbang lalapan hijauan. Kalo di Nusantara rasanya lalapan yg lebih banyak. Korban dan sesajen, prinsipnya sama. Di Quran diceritakan tentang Habil dan Qabil yg bentuk sesajennya itu masing2 hewan dan sayur2an.
> > > >
> > > > S: Sajen di kisah Qabil Habil itu untuk siapa?
> > > >
> > > > M: Disebut di Quran untuk Tuhan.
> > > >
> > > > S:Kata2nya beda makna: kurban, sajen. Kurban seakan mengurbankan diri sebagian dari yang dimiliki. Sajen adalah memenuhi apa yg disukai diminta Leluhur. Pemberian yang kita punya atau miliki bukan sajenan.
> > > >
> > > > M: Iya kurasa memang maknanya berbeda, sacrifice atau korban, sesajen atau menyediakan. Salah satu kebiasaan menyembelih kambing itu, darahnya mesti tertumpah ke tanah. Mungkin itu yg disesajenkan utk bumi.
> > > > Dan seingatku, kakekku selalu menyisihkan suatu bagian dari kambing utk dikuburin. Nggak inget apa bagian itu, dari perut.
> > > > Btw, di Quran juga dibilang salah satu sesajen Habil/Qabil disukai atau diterima Tuhan, yg satunya lagi nggak.
> > > >
> > > > S: Waaah bumi itu Dewi Pertiwi, Dewi Pertiwi tidak makan darah. Yg makan itu darah Gandaruwo.
> > > >
> > > > M: Ya pake standar yang lagi dibicarakan dong, ini tentang korban hewan.
> > > >
> > > > S: Sajen itu kan ditujukan pada Leluhur, masa Tuhan dikasih darah atau kambing, lah kan Dia yg ciptain?
> > > >
> > > > M: Nggak diartikan seperti itu.
> > > >
> > > > S: Jadi Tuhan gak suka terhadap salah satu sajenan Qobil-Habil, tahunya dari mana? Makanya aku pikir banyak orang dogmatis-kurang kritis. Masa Yang Maha Pengasih nyuruh nyembelih anaknya? Banyak deh...
> > > >
> > > > M: Satu2 donk. Di kisah Quran itu lengkapnya, Habil-Qabil sesajen sayuran / hewan. Yg satu ditolak, yg satu diterima. Yg ditolak marah lalu bunuh yg lain, terus merasa nyesel, minta ampun sama Tuhan. Trus ngliat burung nguburin mayat burung lain, maka yg bunuh itupun ikut nguburin jasadnya. Itu kisah lengkapnya.
> > > >
> > > > Kebanyakan kita sekarang ya nggak percaya Tuhan nyuruh sembelih anak, literally.
> > > >
> > > > S: Tapi tiap sholat Adha diceramahin gitu kok..Ibrahim diperintah nyembelih anaknya.
> > > >
> > > > M: Iya kisahnya seperti itu, makna yg selalu disebutkan biasanya ketaatan pada Allah.
> > > >
> > > > S: Menurutku sih: monotheisme termasuk salah satu kemenangan Butho, karena mereka nggak punya saingan, para god/godess yang ngatur alam tidak dikenali manusia. Jadi Butho bebas bergerak, cuma dunia masih dijagain para manusia luhur di Kumara Madya (jin baik). Sehingga Butho tetep punya saingan, manusia baik sering dibantu oleh mereka yang di Kumara Madya- jin baik setiap saat, setiap hari. Kalau nggak, hancur dunia.
> > > >
> > > > M: Di surat An-Nas, juga disebutkan kita berlindung kepada Tuhan dari bisikan setan yang selalu menggoda manusia, dari golongan jin dan manusia.
> > > >
> > > > S: Butho itu beda dgn jin,
> > > > Butho itu iblis. Jin itu manusia yang telah meninggal, belum sampai ke Nirwana ada di Kumara Madya, di Arcapada (bumi) bisa bantu manusia.
> > > >
> > > > Manusia adalah yg Sempurna, ketika dia menjadi lebih rendah itu karena prilaku Butho/Kala.
> > > >
> > > > M: Betul, yg seperti juga ada di ayat Quran, kalo nggak salah At Tin.
> > > >
> > > > S: Taurat, Injil, Quran itu copy paste dari ajaran Leluhur Nusantara, misalnya kunfayakun= Sabdodadi, etc.
> > > >
> > > > M: Dikatakan sebelumnya, Quran di copy paste dari Injil, dan Taurat. Kalo kemudian dikatakan copy paste dari ajaran Nusantara, nggak papa, itu bagus.
> > > >
> > > > S: Tentunya bukan yg poligami dan monoteis
> > > >
> > > > M: Iya, sebagian orang dimana2 berpoligami, sebagian nggak. sebagian pagan, sebagian monoteis.
> > > >
> > > > -----end------
> > > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
> > > >
> > >
> >
>

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang qurban dan sesajen

 


Iya Mas Chodjim, saya sudah baca jawaban mas ini untuk mbak Mia, justru itulah saya tanyakan lagi, apa dasar mas Chodjim menafsirkan "bi ghulamin halim" (dengan anak yang santun) itu sebagai frasa yang mengacu kepada Ishaq, bukan Ismail? Adakah dalil tafsir atau hadis untuk frasa itu?

Sebab "setting" ayat 37: 101 berbeda sama sekali dengan berita kelahiran Ishaq pada ayat-ayat lain yang mas Chodjim sebutkan (11:71-72, 51:28-29, dan 15:53). Pada ketiga surat itu berita kelahiran Ishaq selalu dimulai dengan kedatangan tamu tak dikenal (malaikat) ke rumah Ibrahim yang membuat Ibrahim takut, sebelum malaikat menjelaskan bahwa kedatangan mereka membawa dua tujuan (1) untuk mengabarkan kelahiran Ishaq dan (2) untuk memberi peringatan kepada kaum Luth. Bahkan pada ayat 11:71-72 dan 51:28-29 ada tanya jawab antara malaikat dengan Sarah, yang merasa mustahil bisa melahirkan karena kondisinya sudah uzur.

Kondisi ini (kedatangan tamu tak dikenal/malaikat ke rumah Ibrahim) sama sekali tak diceritakan pada 37: 101, bukan?  Bahkan pada ayat sebelumnya, digambarkan Nabi Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh (37:100).
Kalau memang "bi ghulamin halim" yang dimaksudkan dalam ayat ini juga mengacu pada Ishaq, mengapalkan ayat 37:100-101 ini BERBEDA SEKALI penggambarannya dengan 11:71-72, 51:28-29 dan 15:53?

Selain itu, bukankah doa Ibrahim pada 37:100 itu lebih mudah dipahami sebagai munajat seorang lelaki yang BELUM PUNYA anak? sementara saat tamu asing/malaikat mengabarkan kelahiran Ishaq kepada Ibrahim dan Sarah, Ibrahim SUDAH memiliki seorang putra, Ismail, dari Hajar.

Mohon pencerahan mas Chodjim.

salam,

Akmal Nasery Basral

On May 1, 2012, at 2:40 PM, "chodjim" <chodjima@gmail.com> wrote:

 



Mas Akmal, sebenarnya telah saya terangkan pada uraian tentang kelahiran  Ishaq dan Ismail yang saya postingkan pada Mbak Mia. Ini saya posting lagi.
 
Berita kelahiran Ishaq secara khusus dimuat di beberapa ayat, yaitu 11:71-72, 51:28-29, 15:53, 37: 101-112. Nah, pada 37: 101 dan 112 inilah hampir seluruh umat Islam terjebak teka-teki Ismail-Ishaq. Padahal, ayat 101 itu tentang berita kelahiran seorang anak yaitu Ishaq dan ayat 112 menegaskan bahwa Ibrahim menerima berita gembira bahwa Ishaq dipilih menjadi seorang nabi yang tergolong dalam golongan orang yang saleh. Jadi, ayat 37:101 itu memberitakan tentang kelahirannya, sedangkan ayat 112 tentang pemilihan Ishaq sebagai nabi. Jadi, 37:112 sama sekali tidak menjelaskan kelahiran Ishaq.
 
Dalam kaitannya dengan Ibrahim, Ismail disebut dalam Alquran secara "ujug-ujug" (tiba-tiba), yaitu sebagai pemuda yang mendampingi Ibrahim dalam membangun "sistem tauhid" yang disebut sebagai "bayt", yaitu dalam Q. 2:125-140 dan pernyataan Ibrahim bahwa dia dikaruniai anak Ismail dan Ishaq.. Umat Islam terjebak lagi makna "bayt" menjadi Ka'bah, akhirnya penerjemah Alquran ngayawara (memaksakan diri) untuk melawan realitas makna.
 
Wassalam,
 
chodji
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 01, 2012 2:23 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang qurban dan sesajen

 


Mas Chodjim yang baik,
Sebetulnya saya sangat tertarik untuk berdiskusi tentang hal-hal di bawah ini, tapi waktu sedang "tak bersahabat".

For starter saja, dalam banyak versi Ibnu Abbas wafat umur 71 tahun pada tahun 68 H, sehingga diperkirakan lahir tahun ke-3 sebelum hijrah, sehingga saat Nabi wafat beliau berusia sekitar 13 tahun. Masih muda memang, tapi bukankah Ibnu Mas'ud yang berusia 36 tahun lebih tua dari Ibnu Abbas sendiri pernah berkata bahwa Ibnu Abbas adalah "Tarjaman Al Qur'an" atau orang yang pemahaman Al Qur'annya "paling matang dibandingkan kami semua, bagaimana jika dia seumuran dengan kami?" ujar Ibnu Mas'ud.

Karena konteks diskusi ini soal Ismail-Ishaq, maka pengalaman perang Ibnu Abbas adalah non-faktor dalam menjelaskan perbedaan tafsir tentang siapa anak Ibrahim yang sebetulnya dikurbankan. 

Tapi ya itu tadi, saya belum bisa tambahkan argumen lain, karena sedang "belibet" urusan lain. Moga-moga bisa secepatnya bertukar pikiran dengan mas Chodjim dkk tentang hal ini.

Sebab bukankah aneh jika untuk sejarah Habil vs Qabil yang jauh lebih tua saja umat Islam bisa punya pemahaman tunggal bahwa Qabil yang membunuh Habil, dan bukan sebaliknya, mengapa dalam peristiwa kurban (versi Islam, terjadi di Mina. Tak  usahlah kita bahas soal kurban bakaran versi Kitab Kejadian di bukit Moria), pemahaman umat Islam terbelah antara yang meyakini kejadian itu terjadi pada Ismail atau Ishaq?

Pertanyaan awal saya: mohon mas Chodjim uraikan tafsir bahwa yang dimaksud Q:S: 37: 101 itu adalah Ishaq, dan bukannya Ismail.

Terima kasih.

Salam,

ANB

On May 1, 2012, at 9:16 AM, "chodjim" <chodjima@gmail.com> wrote:

 



Sewaktu diskusi dengan alm. Abah HMNA sekitar Idul Adha tahun lalu, saya telah menyampaikan bahwa secara tinjauan antropologis, Ishaq yang akan dikorbankan. Malah, saya tambahkan bahwa sahabat besar Ibnu Mas'ud dengan tegas menyatakan bahwa Ishaq yang dikorbankan. Pada waktu itu, Mbak Mia menyatakan bahwa "make a sense" (saya lupa kata persisnya) kalau Ishaq yang dikorbankan.
 
Ibnu Abbas tidak dimasukkan sebagai sahabat, melainkan tabiun, karena ketika Rasul wafat Ibnu Abbas baru berumur 5 tahun. Dengan kata lain, Ibnu Abbas tidak berkiprah dalam perjuangan Islam bersama Rasulullah. 
 
Tentu pagi ini saya akan memberikan penjelasan ulang, dan terlepas dari sikap kompromistik "happy ending" bagi keduanya.
 
Anak tunggal
Dalam budaya Semitik, yang dianggap anak adalah anak dari permaisuri. Selain itu, pada masa remajanya Ishaq, memang yang berkumpul dengan Ibrahim adalah Ishaq saja. Oleh karena itu, Ishaq secara antropologis disebut "anak tunggal". Hal ini sama dengan Isa al-Masih yang disebut sebagai anak tunggal Tuan (Lord, bukan God)) semesta alam, meski dalam budaya Semitik orang-orang beriman disebut sebagai anak-anak Tuan semesta alam. Di Jazirah Arab, para malaikat juga disebut sebagai putri-putri atau anak-anak perempuan Tuan (Q. 17:40, 37:150)
 
Tradisi
Sebuah tradisi yang terus-menerus dilestarikan tidak berarti itu sebuah kenyataan asal tradisi itu. Penerusan suatu tradisi dalam ilmu budaya bisa dianggap sebagai suatu "strategi budaya" (strategy of culture). Contohnya, baik masyarakat Islam di ranah Minang, Bengkulu, Jambi dan Palembang, maupun masyarakat Islam di Jawa, ada tradisi "Suran" (membuat bubur Suro, melakukan festival Suro, dan sejenisnya) hingga hari ini; yang notabene itu adat saudara-saudara kita dari Syi'ah. Namun, kita tidak bisa mengatakan bahwa masyarakat di daerah-daerah itu sebagai orang Syi'ah. Malah, hampir semua pelaku itu adalah orang-orang Islam yang bermazhab Syafii.
 
Pelestarian kurban oleh orang Arab (jangan lari ke Islam dulu) pra-Islam dan selanjutnya diteruskan di era Islam menunjukkan "strategi kebudayaan" dalam Islam untuk dapat memenangkan persaingan dengan Yahudi dan Nasrani waktu itu. Jikalau dilihat dari asal-usul, banyak hal yang dilakukan oleh orang Arab itu ditiru dari orang-orang Yahudi yang menghuni daerah-daerah subur di Jazirah Arabia. Sebelum Nabi membangun umat, orang Arab itu minder terhadap para Yahudi. Nah, dengan strategi budaya yaitu dengan cara mempertahankan budaya kurban, haji, salat, puasa, ternyata Kanjeng Nabi Muhammad memenangkan pertarungan ajaran.
 
Akan tetapi, keadaan telah berubah jauh daripada kehidupan di masa awal-awal perkembangan agama Islam. Akankah kurban (hewan) yang dilestarikan di masa sekarang bisa memenangkan dalam "istabiq al-khayrat"?
 
Silakan merenung..., dan memikirkan strategi budayanya.
 
Wassalam,
 
chodjim
 
 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, May 01, 2012 2:31 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Tentang qurban dan sesajen

 

Ishak atau Ismail?


Generasi Sahabat (Umar cs.) termasuk yang memilih Ishak,
sedang generasi tabiin (Ibn Abbas cs) memihak Ismail.

Does it matter?


2012/4/30 Akmal N. Basral <anb99@yahoo.com>
 

Pak Wikan,
Nama Ismail memang tidak disebutkan secara tersurat. Dalam Q:S: 37: 101 hanya berbunyi: 
------
maka Kami beri kabar gembira kepadanya (Ibrahim)  dengan kelahiran seorang anak yang sangat sabar/santun (بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ)'
------
Setelah itu dilanjutkan dengan ayat 102-111 yang mengisahkan Ibrahim menceritakan mimpinya kepada sang anak, sampai pada proses pengurbanan, sang anak digantikan Allah dengan "seekor sembelihan yang besar". 

Namun pada ayat 112, Allah berfirman:
-------
Dan Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan kelahiran Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
--------

Dari urutan kronologi ayat Q: S: 37: 101-112 itu berarti:

1. Yang menjalani proses pengurbanan BUKAN Ishaq
2. Yang mengalami adalah anak Ibrahim yang lahir lebih dulu (kakak) Ishaq.
3. Tak dijelaskan secara spesifik pada rangkaian ayat itu apakah Ishaq dan kakaknya berasal dari satu ibu (ibu kandung yang sama) atau tidak.

Jadi siapakah kakak Ishaq itu? Sependek pengetahuan saya, Al Qur'an juga tak pernah mendeskripsikan secara harfiah semisal "Ismail kakak Ishaq". Pola deskripsi yang lazim dalam Qur'an adalah penyebutan berderet: Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub (2:136, 2:140, 3: 84)

Namun ada satu ayat (14: 39) di mana Ibrahim menyatakan dengan jelas kebahagiaannya memiliki dua putra, Ismail dan Ishak, yang disebutkan secara jelas:

------
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua, Ismail dan Ishaq. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar doa.
-------

Lagi, Al Qur'an tidak menjelaskan seberapa tua saat Ibrahim dianugerahkan Ismail dan Ishaq itu.

Namun dalam kitab Kejadian (Genesis 15:5) disebutkan bahwa saat Ibrahim sedang gelisah karena masih belum juga dianugerahkan anak di usianya yang sudah tua, Tuhan berfirman menyuruhnya keluar tenda. "Sekarang, pandanglah langit dan hitunglah bintang-bintang di sana, bila engkau sanggup." Ibrahim pun menatap langit dan terdengarlah suara: "Sebanyak itulah anak keturunannya nanti." 

Saat itu Ibrahim sudah berusia 85 tahun dan istrinya Sarah, 76 tahun. Menyadari usianya yang sudah lanjut untuk melahirkan bayi, Sarah mengizinkan Ibrahim menikahi Hajar, budak mereka asal Mesir. Setelah itu malaikat datang mengabarkan kabar gembira Tuhan kepada Hajar, "Aku akan memperbanyak keturunanmu yang tak terhitung jumlahnya. Berbahagialah! Kamu akan dikaruniai seorang anak. Namailah Ismâ'îl karena Tuhan telah mendengar penderitaanmu." (16: 10-11). Hajar lalu menemui Ibrahim dan Sarah, menyampaikan pesan malaikat. Ketika akhirnya Hajar betul-betul hamil dan melahirkan bayi lelaki, Ibrahim memberinya nama Ismâ'îl yang berarti "Tuhan telah Mendengar".

Ketika Ibrahim berusia 100 tahun, dan Sarah 90 tahun, Tuhan menjawab doa Ibrahim dengan sebuah kabar gembira lagi.

Ibrahim berdoa, "Semoga Ismâ'îl hidup dalam hidayahMu ya Allah." Dan Allah menjawab, "Aku mendengar doamu tentang Ismâ'îl, tenanglah. Aku merahmatinya dan Aku akan menjadikan dia pemimpin suatu bangsa yang besar. Tetapi kehendak-Ku tentang Ishaq telah Kutetapkan, dan Sarah akan melahirkannya tahun depan." (17: 20-21).

Jadi dari penjelasan Genesis, ada beda umur 15 tahun antara Ismail dan Ishaq. Urutan genealogis ini sinkron dengan penjelasan Q:S: 37: 101-112 yang sudah dikutip di atas. Dan karena proses pengurbanan melibatkan "anak Ibrahim" (saat sang anak masih kanak-kanak, belum menja

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___