This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Advertising

Thursday, 5 December 2013

[wanita-muslimah] Kang Sobary: Pengabdian dan Penghargaan

 

Pengabdian dan Penghargaan

Oleh: Mohamad Sobary*


(Bagaimana kalau orang tanpa pengorbanan menerima dengan bangga penghargaan yang ditawarkan?)

 

Dosen sejarah sosial menjelaskan kepada para mahasiswa bahwa sejarah bukan kisah kepahlawanan orang-orang besar, yaitu para jenderal, atau para panglima, yang menang perang, yang kemudian menyusun sejarahnya sendiri, sehingga makna sejarah ditentukan semata-mata oleh orang-orang yang menang.

 

Sejarah juga bukan berarti panggung kemegahan raja-raja, para pangeran, bala tentara, dan para pemimpin yang menggerakkan peperangan.

 

Ini karena kalau begitu cara memandang sejarah, maka para petani dan orang-orang biasa lainnya, yang sebenarnya juga berhak mendapat sebutan sebagai aktor sejarah—yang gagah berani seperti para jenderal—niscaya tidak akan pernah memiliki tempat di dalam sejarah, seperti tampak jelas dalam orientasi sejarah yang bersifat Eropa sentris, atau kolonial sentris.

 

Sebuah film koboi, The Magnificent Sevent, bisa menjadi ilustrasi menarik. Di dalamnya ditampilkan "sejarah" perlawanan petani—dibantu, atau dilindungi tujuh jagoan—melawan para perampok yang secara permanen menjarah desa dan kehidupan mereka. Pada mulanya para petani yang hidup sederhana, lugu, dan puas menerima apa yang mereka miliki itu tak berdaya dan tak berani membela diri.

Berkat dorongan orang tertua, yang agaknya juga pemimpin rohani di desa itu, para petani mencari perlindungan para jagoan di kota, dan mereka pun berhasil membeli senjata-senjata yang terbukti sangat berguna untuk mengusir para penjarah. Dipimpin tujuh jagoan tadi, para petani bertempur. Bernard, dimainkan oleh Charles Bronson, yang dipanggil Bernardo, disukai dan diidolakan anak-anak. Dalam pertempuran pun anak-anak mengikutinya.

 

Mereka bilang, ayah anak-anak itu bukan pemberani seperti Bernardo. Kontan Bernard marah sekali. "Coba lihat, ayah-ayah kalian bukan pengecut. Mereka juga pemberani seperti kami. Jangan sembarangan bicara," kata Bernard.

 

Tak diragukan, film ini mengesankan adanya pandangan bahwa aktor sejarah hanya orang-orang terkemuka, seperti tujuh jagoan itu, dan petani—ayah-ayah mereka—dianggap remeh. Tapi, sekali lagi, kesalahan cara pandang itu dibetulkan oleh Bernard.

 

Kemudian dosen itu bertanya, "Kalau begitu dengan apa kebesaran manusia ditentukan di dalam sejarah?"

 

"Dengan silsilahnya," jawab seorang mahasiswa.

 

"Tidak."

 

"Dengan jabatannya," jawab mahasiswa yang lain.

 

"Tidak."

 

"Dengan pangkatnya," jawab mahasiswa yang lain lagi.

 

"Tidak."

 

Suasana ruang kuliah, yang diisi hanya oleh 12 mahasiswa semester empat jurusan sejarah itu, menjadi hiruk-pikuk oleh perdebatan, dan sang dosen membiarkan mereka sedikit ribut untuk beberapa saat, sampai akhirnya mereka tenang kembali. Tak lama sesudahnya salah seorang dari mereka berbicara. "Dengan apa kalau begitu?" tanya mahasiswa tersebut.

 

"Dengan pengabdiannya, atau berdasarkan jasa-jasanya," jawab mahasiswa yang sejak tadi masih diam saja.

 

Sang dosen memberi tanda bahwa dia setuju pada jawaban itu. "Semua mendengar baik-baik jawaban itu tadi?" tanyanya.

 

Layak Dihargai

 

Tujuh jagoan itu mengabdi kemanusiaan dengan melindungi kelompok lemah, yang dijadikan "sapi perahan" oleh para penjarah-rayah. Pengabdian, bisa juga disebut pengorbanan, yang mereka berikan kepada para petani itu layak diberi penghargaan. Hanya sesudah melakukan pengabdian dan pengorbanan yang nyata bagi kehidupan manusia seseorang layak diberi penghargaan.

 

Orang yang mendapat penghargaan pasti merasa senang. Tiap manusia memiliki watak dan sifat senang dihormati. Ada orang yang selalu hormat kepada orang lain, semata karena dia berharap agar orang lain juga menghormatinya. Sikapnya yang baik itu mengandung pamrih. Tapi tak mengapa.

 

Ada juga orang yang bisa disebut penggemar penghormatan, dan selalu mendambakan penghargaan. Belum tentu dia termasuk kategori orang yang gila hormat. Dia hanya menjadi orang sangat bangga jika hasratnya terpenuhi.

 

Dalam jejak hidupnya sudah banyak tanda bahwa dia memang penggemar penghargaan tadi. Boleh jadi itu hanya sekadar untuk bisa dibanggakan pada orang lain. Tapi bisa juga itu tanda bahwa yang bersangkutan mengidap gejala tak sehat, untuk mengagungkan diri sendiri.

 

Kecenderungan seperti itu, di dalam pergaulan yang tak sehat, yang penuh pamrih, penuh kepentingan, penuh sikap menjilat, bisa semakin berkobar dan menjadi-jadi. Jika orang macam itu makin didorong dan dipanas-panasi agar selalu berusaha memperoleh penghargaan demi penghargaan, yang bersangkutan jelas akan menempuh cara apa pun agar penghargaan yang dianggap membuatnya semakin besar itu bisa diraihnya.

 

Kalau dia memiliki jasa dalam pengabdian bagi sesama manusia, yang menjamin hak-hak mereka, atau melindugi mereka dari ancaman pihak lain, maka penghargaan itu ada alasannya untuk diterima. Tapi bagaimana kalau orang tanpa pengorbanan, tanpa jasa, tapi menerima dengan bangga penghargaan yang ditawarkan padanya?

 

Kita tahu penghargaan hanya diberikan kepada mereka yang punya jasa, yang mengabdi, dan berkorban bagi sesama manusia. Di luar itu kita tak berhak menerimanya.

 

S

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

[wanita-muslimah] KPP minta polisi usut tuntas korupsi KPU Jatim

 

JARAK - Jaringan Anti Korupsi
KPP Jatim Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Korupsi KPU Jatim
Karena Ada Dugaan Pembiayaan Ganda Yang Berpotensi Merugikan Negara

Komisi Pelayanan Publik (KPP) Jatim, sebuah lembaga negara di tingkat propinsi Jatim, yang bertugas memantau & mendorong instansi pemerintah di Jatim dalam rangka peningkatan pelayanan pada masyarakat, meminta polisi dalam hal ini Polda Jatim untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di KPU Jatim.

Inilah isi selengkapnya pernyataan ketua KPP Jatim, Hardly Stefano Pariela:

Terkait penyelidikan Polisi terhadap KPU Jatim masalah pencetakan DPT pilgub 2013, dimana berdasarkan laporan masyarakat ditemukan adanya kejanggalan dengan dikeluarkannya surat KPU Jatim yang meminta KPU Kota / Kabupaten untuk melakukan pencetakan, Komisi Pelayanan Publik (KPP) meminta agar penyelidikan ini dapat dituntaskan.

Kejanggalan terkait pencetakan DPT ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak awal penunjukan rekanan, dimana pada saat itu KPP telah merespon pengaduan dari masyarakat dengan melakukan sidak ke perusahaan yang ditunjuk untuk melihat kesiapan peralatan dan operator untuk mengerjakan pencetakan DPT tersebut, namun sidak tersebut ditolak oleh rekanan. KPP juga sudah mengingatkan KPU Jawa Timur untuk melakukan recheck atau mencek kembali kesiapan rekanan mengingat keterbatasan waktu dalam proses pencetakan dan distribusi DPT.

Terkait dengan adanya temuan surat KPU Jatim yang meminta KPU Kota/Kabupaten untuk mencetak DPT, paling tidak ada dua hal yang harus diselidiki oleh Polda Jatim. Yang pertama, patut diduga bahwa rekanan yang ditunjuk telah melakukan wanprestasi karena tidak melaksanakan spesifikasi pekerjaan sebagaimana dokumen pengadaan.

Hal kedua yang perlu diselidiki adalah darimana sumber pembiayaan untuk pencetakan DPT yang dilakukan oleh KPU kota/kabupaten, patut diduga telah terjadi double costing atau pembiayaan ganda. Kedua permasalahan tersebut saling terkait dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Untuk dapat mengurai dan mengidentifikasi permasalahan pencetakan DPT pilgub ini, menurut KPP selain memeriksa KPU Jatim pihak kepolisian diharapkan juga dapat meminta keterangan dari rekanan yang ditunjuk untuk pengerjaan pencetakan DPT tersebut, dan meminta keterangan dari KPU kota/kabupaten se Jatim.

Komisi Pelayanan Publik Propinsi Jawa Timur
Ketua,
Hardly Stefano Pariela
HP: 08123570231 ; 082140206869

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___