This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Advertising

Monday, 31 January 2011

Re: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Memecah Belah Dunia Muslim

 

Benar Bung Mu'iz, komunitas Muslim yang kuat yang dibentuk oleh Kanjeng Nabi SAW dikenal dg nama JAMAAH, dan perlu diperhatikan bahwa Jamaah bukanlah sebutan kepada jumlah massa. Ribuan dan
jutaan individu tak dapat disebut satu Jamaah. Yang disebut Jamaah adalah individu-individu yang berkumpul dan bersatu padu untuk bertekad bekerja sama dan melaksanakan satu program bersama. Jumlah lima atau enam orang pun yang semacam itu merupakan satu Jamaah.

Sebaliknya, walaupun orang–orang itu berjumlah ribuan atau jutaan, dan dalam kumpulan orang-orang tersebut tidak terdapat unsur 'tekad, bekerja untuk visi dan misi yang sama' dan tidak memiliki pemimpin(Imam), maka mereka bukanlah suatu Jamaah.

Dahulu, ketika Rasulullah SAW mengumumkan kenabian beliau di kota Mekkah, maka pada hari pertama hanyalah empat orang saja yang beriman kepada beliau, termasuk dengan dirinya jumlahnya menjadi lima orang. Kendatipun hanya berlima, tapi mereka merupakan satu Jamaah.

Sebaliknya, penduduk Mekkah yang berjumlah delapan sampai sepuluh ribu orang itu bukanlah merupakan satu Jamaah, sebab mereka tidak bertekad untuk melakukan satu pekerjaan, dan tidak mempunyai program bersama.

Nah, bagaimana dengan kondisi terkini. Apakah kaum Muslimin di Indonesia atau Malaysia atau di negara-negara lain yang jumlahnya ratusan jutaan itu merupakan satu Jamaah? Apakah kaum Muslimin sedunia telah mengambil keputusan untuk bekerja bersama-sama dalam segala aktivitas? Apakah mereka mempunyai sebuah program bersama?

Harus diakui bahwa di dalam hati kaum Muslimin terdapat rasa simpati antara satu sama lain. Tetapi perasaan itu tidak merata terdapat pada semua orang Muslim. Sebagian ada mempunyai perasaan itu, sebagian lagi tidak. Lagi pula tidak ada semacam organisasi, yang dengan perantaraannya pertentangan-pertentangan antar golongan dalam Islam dapat didamaikan.

Bagaimanapun, pertentangan paham adalah sesuatu yang alami dan memang terdapat dalam satu Jamaah. Di zaman Rasulullah SAW juga adakalanya terjadi tidak adanya persesuaian paham antara kalangan Anshar dan Muhajirin dan kadang-kadang timbul pertikaian antar suku. Akan tetapi, apabila Rasulullah SAW mengambil suatu keputusan, maka segala pertentangan dan perselisihan itu segera dapat didamaikan. Begitu
juga di zaman Khilafat Rasyidah telah timbul perselisihan, tetapi apabila timbul hal itu dan Khalifah turun tangan dengan mengambil keputusan, maka perselisihan itu reda kembali.

Juga sesudah habisnya masa Khilafat hingga tujuh puluh tahun lamanya kaum Muslimin berada di bawah satu pemerintahan. Di mana pun kaum Muslimin berada pada waktu itu, di sana mereka tunduk kepada satu peraturan. Baik atau buruknya peraturan itu tidak akan dipersoalkan di sini, tetapi bagaimanapun, peraturan itu telah mengikat kaum Muslimin menjadi satu.

Jadi, jelaslah bahwa yang namanya "Al-Jamaah" adalah segolongan Jamaah Islam yang memiliki pimpinan (Imam) dan pimpinan itu harus ditaati dan disayangi oleh Jamaah Islam. Dengan kata lain: Tidak ada yang namanya al-jamaah [Islam] tanpa pimpinan (imam) dan tidak ada pimpinan (imam) tanpa al-jamaah.

Saya tidak tahu definisi "organized religion" yang Anda maksud, akan tetapi atas dasar penjelasan-penjalasan di atas rasanya kriteria adanya agama, imam dan pengikutnya mutlak harus ada dalam sebuah organized religion.

Salam,
MAS

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Abdul Muiz <muizof@...> wrote:
>
> Terlepas dari perbedaan Jemaah Ahmadiyah dan Hizbut Tahrir, sebenarnya Islam itu
> organized religion apa bukan ?
>
>
> Kalau mau mencontoh Nabi Muhammad, maka nabi itu membentuk komunitas muslim yang
> kuat tanpa peduli bentuknya itu negara atau bukan juga tidak peduli dengan
> predikat nama sang penguasa, meskipun Nabi juga bertindak sebagai agamawan juga
> mengurusi semua aspek kehidupan, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan
> keamanan (padahal pada era nabi sudah ada yang namanya konsep kerajaan, seperti
> Romawi dan Persia itu jelas dipimpin oleh Kaisar, dan kerajaan lain yang
> kecil-kecil juga punya penguasa dengan sebutan raja).
>
> Jabatan khalifah itu kan baru muncul setelah Rasulullah wafat, era khulafaur
> rasyidin penguasanya disebut amirul mukminin atau khalifah, sesudah itu muncul
> era kerajaan karena suksesi kepemimpinan melalui cara turun temurun. Hingga
> runtuhnya kekhalifahan islam yang terakhir (Turki Utsmani). Umat islam dan
> wilayahnya menjadi jajahan koloni bangsa Eropa, yang kemudian satu
> persatu merdeka dengan konsep nation state hingga sekarang.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
>
>
> ________________________________
> Dari: ma_suryawan <ma_suryawan@...>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Terkirim: Sel, 1 Februari, 2011 11:18:54
> Judul: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Memecah Belah Dunia Muslim
>
>  
> Nabi SAW saja menyuruh Jemaat Islam di masa awal agar berlindung di negara
> Kristen Abessinia, dan Jemaat Islam tahu rasa berterima kasih untuk tidak
> mengubah idiologinya atau mengacaukan negeri Abessinia.
>
> Beda dengan HT yang ingin mengubah idiologi dimana mereka tinggal, termasuk di
> Indonesia.
>
> Salam,
> MAS
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Dwi Soegardi <soegardi@> wrote:
> >
> > akhirnya ada tuh kesamaan antara HT dan Ahmadiyah ..... berlindung di
> > negara2 sekuler,
> > dan dikejar-kejar di negara2 muslim ....
> >
> > ya udah pisss deh ya .... :-)
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Find useful articles and helpful tips on living with Fibromyalgia. Visit the Fibromyalgia Zone today!


Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___

[wanita-muslimah] Kagum pada Ajaran Islam Soal Moral, Profesor Yahudi Bersyahadat

 


Kagum pada Ajaran Islam Soal Moral, Profesor Yahudi Bersyahadat

Sebut saja namanya Khadija, nama yang digunakannya setelah masuk Islam. Ia
seorang profesor keturunan Yahudi yang menemukan cahaya Islam setelah
menyaksikan kematian seorang sutradara bernama Tony Richardson akibat
penyakit AIDS. Khadija mengagumi Richardson sebagai sutradara panggung drama
yang profesional, brilian dan diakui kalangan seniman internasional.

Kehidupan Richardson sebagai homoseks menularkannya penyakit AIDS yang
mematikan. Dari situlah Khadija mulai memikirkan gaya hidup masyarakat Barat
dan masyarakat Amerika terutama dalam masalah moralitas. Khadija pun mulai
melirik ajaran Islam.

Khadija memulainya dengan mempelajari sejarah Islam. Sebagai seorang Yahudi,
ia masih mengingat sejarah nenek moyangnya, Yahudi Spanyol yang hidup di
tengah masyarakat Muslim dan terusir pada masa inkuisisi pada tahun 1942.
Khadija mempelajari bagaimana kekhalifahan Turki Ustmani memperlakukan para
pengungsi Yahudi dengan cara yang manusiawi pada masa pengusiran orang-orang
Yahudi dari daratan Eropa.

"Allah membimbing saya dalam belajar dan saya belajar Islam dari banyak
tokoh seperti Imam Siddiqi dari South Bay Islamic Association, Hussein
Rahima dan kakak angkat saya, Maria Abidin, seorang muslim orang Amerika
asli dan bekerja sebagai penulis di majalah SBIA, IQRA," kisah Khadija
mengawali ceritanya sebelum menjadi seorang muslim.

Saat melakukan riset tentang Islam, Khadija mewawancarai seorang pemilik
toko daging halal di sebuah distrik di San Francisco. Di toko itu ia bertemu
dengan seorang pembeli, perempuan berjilbab yang kemudian sangat
mempengaruhinya dalam memahami ajaran Islam. Khadija terkesan dengan
perilaku perempuan itu yang lembut dan ramah, apalagi perempuan berjilbab
itu ternyata menguasai empat bahasa asing.

"Kecerdasannya, membuat saya merasa terbebas dari sikap arogan dan
memberikan kesan mendalam di masa-masa awal saya mempelajari bagaimana Islam
bisa mempengaruhi perilaku manusia," ujar Khadija.

"Riset yang saya lakukan membuat saya tahu lebih banyak tentang Islam dari
sekedar sekumpulan fakta, bahwa Islam adalah agama yang hidup. Saya belajar
bagaimana kaum Muslimin memperlakukan diri mereka sendiri dengan penuh
martabat dan kebaikan sehingga bisa mengangkat mereka dari kekerasan dan
perbudakan di Amerika ..."

"Saya belajar bahwa lelaki dan perempuan Muslim bisa saling mendukung
keberadaan masing-masing, tanpa harus merusak keduanya secara verbal maupun
fisik. Saya juga belajar bahwa busana yang pantas menunjukkan semangat
spiritualitas dan mengangkat derajat mereka sebagai manusia," papar Khadija.

Kondisi itu sangat berbeda dengan apa yang dialami Khadija selama ini,
sebagai perempuan yang hidup di tengah budaya masyarakat Amerika. Seperti
perempuan Amerika pada umumnya, ia ibarat hidup di tengah perbudakan
seksual. Sejak usia dini, Khadija belajar bahwa masyarakat AS pada umumnya
menilai manusia semata-mata dari penampilan luarnya saja sehingga banyak
remaja, baik perempuan maupun laki-laki yang putus asa karena merasa tidak
diterima oleh teman sebayanya.

Setelah mengetahui lebih banyak tentang Islam dan bergaul dengan beberapa
muslim Amerika, Khadija makin mencintai dan menghormati Islam. "Saya
mendukung dan mengagumi Islam karena Islam memberikan hak yang sama dalam
masalah pendidikan untuk laki-laki dan perempuan, menghormati hak laki-laki
dan perempuan dalam masyarakat dan ajaran tentang cara berbusana yang pantas
serta aturan Islam tentang perkawinan," tukas Khadija.

"Islam mengajarkan untuk menghargadi diri kita sendiri sebagai makhluk
ciptaanNya yang dianugerahi kemampuan untuk bertanggung jawab dalam hubungan
kita dengan orang lain. Lewat salat dan zakat, serta komitmen keimanan dan
pendidikan, jika kita mengikuti jalan Islam, kita memiliki kesempatan untuk
mendidik anak-anak yang akan terbebas dari ancaman kekerasan dan
eksploitasi," sambungnya.

Dalam perjalanannya memeluk Islam, Khadija aktif di organisasi AMILA
(American Muslims Intent on Learning and Activism) dan ikut mengelola situs
organisasi itu. Khadija dengan jujur mengakui bahwa komunitas Muslim adalah
komunitas yang mengagumkan. "Islam memberi petunjuk pada kita agar terhindar
dari api neraka," kata Khadija.

Khadija pun bertekad bulat untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan
menjadi seorang muslim. "Sang Pencipta dikenal dengan banyak nama.
Rahmat-Nya kita rasakan dan kehadiran-Nya dimanifestasikan dengan cinta,
toleransi dan kasih sayang yang hadir di tengah kehidupan masyarakat,"
tandas Khadija. (ln/oi)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___