Lha wong diskusi dasar negara, koq nggladrah "jalani aja Islam bagi yang beragama Islam".
Bangun Bus! Agar nyambung diskusinya... Atau, Bus orang Islam yang "stateless"?
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: bus anas
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Thursday, September 23, 2010 8:42 PM
Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI ALLAH
gak usah ribut mw dsar apa.....ntar jdi isue publik lgi....kalau kita mersa
Islam dsarnya..jalanin aja...dengan baik]
takutnya nanti jd isue lalu da mandemnam dan ribut lgi....
jalanin aja islam bagi yg bergama islam
________________________________
From: chodjim <chodjim@gmail.com>
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Sat, September 25, 2010 12:23:36 AM
Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
ALLAH
Salam, Mbak Ning.
UUD itu tidak dapat dilepaskan dari Tap MPR/MPRS yang menyatakan bahwa Pancasila
sebagai dasar negara. Jadi, kalaulah di dalam UUD 1945 belum disebut secara
tersurat bahwa Pancasila itu sebagai Dasar Negara, maka kita perlu kembalikan
pada sistem perundangan yang lebih tinggi, yaitu MPR.
Mengapa MPR di zaman Suharto tidak melakukan amandemen? Ya, karena mereka ingin
mempertahankan bunyi UUD 1945 tidak berubah. Dan, yang belum disebutkan dalam
UUD 1945 dituangkan dalam Tap MPR.
Artinya apa? Meributkan bahwa dasar negara NKRI bukan Pancasila berarti
melanggar UUD 1945 itu sendiri yang telah menyebutkan bahwa kekuasaan tertinggi
di tangan rakyat yang diwakilkan pada MPR.
Jadi, mereka yang memandang dasar negara NKRI bukan Pancasila hanyalah debat
kusir, main kayu bukan berdasarkan dalil qath'i sistem perundang-undangan NKRI.
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Thursday, September 23, 2010 7:47 PM
Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
ALLAH
Nah kan bener…..
Pancasila dihafal jadi lima prinsip itu kan kebiasaan diajarin dari TK… Malah
jaman pak Harto, membaca-nya harus pake nomor, iya kan? Barusan saya cobain..
masih hafal ternyata…
Justru yang dibilang pak Egi Sudjana, kemudian diteruskan oleh Abah itu kan
justru mengidentify "disconnection"-nya. Lima statement di situ itu ngga pernah
disebut atau dinamakan sebagai Pancasila. Kan gitu… Bahkan di batang tubuhnya,
yang kata Abah itu, yand disebut sebagai Dasar Negara hanya yang "sila pertama"…
Makanya abah menginterpretasikan seperti di emailnya itu..
Lha, saya selama ini juga sudah "take it for granted", bahwa dasar negara
Indonesia adalah Pancasila.. makanya ini info baru buat saya.. bahwa statement
"PANCASILA DASAR NEGARA" itu adanya di lagu, bukan di UUD 45.
Betul ya gitu ?
-Ning
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com [mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com]
On Behalf Of Abdul Muiz
Sent: Friday, September 24, 2010 10:14 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
ALLAH
Begini saja mbak Ning, Please deh (dengan tersipu-sipu),
Pancasila itu kan lima prinsip ?? sila pertama, sila kedua, sila ketiga, sila
keempat dan sila kelima, hafal kan ??
Terus pembukaan UUD 1945 khususnya di alinea 4 kan menyebutkan dasar negara RI
kelima sila itu secara lengkap == tanpa disebutkan nama "pancasila" itu memang
fakta == kalau tidak hafal ini saya copy pastekan text pembukaan UUD 1945 secara
lengkap :
( P r e a m b u l e)
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,
maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan
peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu
gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan
luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia
menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam
suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan
Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia
dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia
Apa bedanya Pancasila yang sudah lazim dan umum dikenal rincian sila-silanya di
benak warga negara Indonesia dengan penyebutan lengkap rincian dasar negara di
alinea 4 pembukaan uud '45 tanpa diberikan nama secara tersurat "pancasila" ??
wassalam
Abdul Mu'iz
--- Pada Jum, 24/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com
<mailto:ninghdw%40chevron.com> > menulis:
Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com
<mailto:ninghdw%40chevron.com> >
Judul: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI ALLAH
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Tanggal: Jumat, 24 September, 2010, 8:07 AM
Please deh mas…
Itu bukan opini saya ataupun Abah. Memang fakta kan bahwa di UUD 45 tidak pernah
disebutkan : "Dasar Negara Indonesia adalah PANCASILA".
Coba mas tunjukkan di bagian mana di UUD 45 ada tulisan seperti itu ? (** saya
juga ngga hafal sih isi UUD 45 **)
Opini atau interpretasi abah sudah dijelaskan seperti emailnya beliau.
Opini saya ? Saya belum interpretasikan apa2 kok.. Saya hanya merasa dapat info
baru aja.. baru nyadar bahwa ternyata di UUD 45 tidak pernah ada penyebutan di
atas..
GItu mas..
-Ning
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of Abdul Muiz
Sent: Friday, September 24, 2010 9:01 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
ALLAH
itu bukan fakta mbak, itu penafsiran alias opini, kalau menurut abah HMNA dan
mbak ning bukan Pancasila, tetapi menurut yang lain ya pancasila. Bersuara
menyampaikan opini adalah fakta, tetapi tidak berarti opini tentang dasar negara
RI adalah Allah otomatis menjadi fakta.
--- Pada Jum, 24/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com
<mailto:ninghdw%40chevron.com> <mailto:ninghdw%40chevron.com> > menulis:
Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com
<mailto:ninghdw%40chevron.com> <mailto:ninghdw%40chevron.com> >
Judul: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI ALLAH
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Tanggal: Jumat, 24 September, 2010, 7:56 AM
Yang saya bilang fakta : dalam UUD 45, yang disebutkan sebagai dasar negara
ternyata bukan PANCASILA.
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of Abdul Muiz
Sent: Friday, September 24, 2010 8:54 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
ALLAH
lho, penafsiran dasar negara RI bukan pancasila kok fakta ?? terus kalau mbak
ning mengaminkan penafsiran model aba, what next ?
--- Pada Jum, 24/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com
<mailto:ninghdw%40chevron.com> <mailto:ninghdw%40chevron.com>
<mailto:ninghdw%40chevron.com> > menulis:
Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com
<mailto:ninghdw%40chevron.com> <mailto:ninghdw%40chevron.com>
<mailto:ninghdw%40chevron.com> >
Judul: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI ALLAH
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Tanggal: Jumat, 24 September, 2010, 6:39 AM
Mas Muiz,
Berebut Allah ? Hahaha… Bila ada non Muslim yang menyebut Allah, ya bolah boleh
saja kan ? Masak kita larang sih ? Bahkan sampai mereka "merasa" Allah juga
adalah Tuhan mereka, itu hak mereka. Untuk apa diributkan. Bahkan orang
jahiliyah pun menyebut Allah, tahu bahwa ada Allah yang menciptakan mereka.. Dan
Rasul tidak pernah meributkan hal tersebut, bukan ? Ya ikuti aja Rasul.. aman..
Dan lagi, tidak perlu merasa lebih Islamiy ketika menyadari bahwa ternyata dalam
UUD 45, yang disebutkan sebagai dasar negara ternyata bukan PANCASILA. Itu kan
fact of life, faktanya memang demikian. Begitu pun sebaliknya, tidak perlu
menyebut kafir pada orang2 yang mengatakan dasar negara Indonesia adalah
PANCASILA. Mosok islam dan kafir kriterianya dari situ…
Aneh deh.. ada finding kaya gini aja trus interpretasinya macem2… Ini kan
bermula dari membahas Komentar Egi Sudjana, trus diterangkan oleh Abah maksudnya
apa 'gitu… Kok langsung pada sensi..
Maaf yah kalau menyinggung.
Wassalaam,
-Ning
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of Abdul Muiz
Sent: Thursday, September 23, 2010 8:02 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Subject: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI
ALLAH
Mbak Ning,
sebagai pegawai salah satu BUMN, manajemen saya rajin menjalankan upacara setiap
tanggal 17 tiap bulan. Karena saya di tempatkan di Denpasar yang rekan kerja
saya mayoritas hindu, maka seringkali petugas upacara yang membacakan pembukaan
UUD '45 atau preambul adalah teman-teman penganut Hindu, dan setiap kali
membacakan text pembukaan terutaman pada kalimat ....... atas berkat rahmat
Allah yang mahakuasa ..... petugas tsb dengan ikhlas membaca bunyi text dengan
lancar dan meskipun keyakinan agama yang dianut tidak mengenal konsep "Allah"
dia baca apa adanya tanpa merasa akan keluar dari agama yang dia anut meskipun
menyebut Allah, hal yang sama juga terjadi ketika penganut non muslim lainnya
seperti kristen, ya membaca hal serupa dengan lancar, tanpa harus merasa menjadi
Muslim, meskipun nama Allah jauh lebih dikenal penganut kristen daripada
penganut islam. Karena nabi mereka lebih dulu muncul ke bumi ini memperkenalkan
Allah daripada Nabi Muhammad.
Nah apakah kita akan berebut "Allah" seolah hanya milik islam, lha kok kayak
negeri jiran saja yang ingin memonopoli pemakaian Allah sebagai Tuhan umat Islam
saja ?? Ataukah menganggap pancasila adalah "hadiah" dari umat islam kepada
Nusantara ini ?? apa tidak arogan tuh, padahal pak Maramis (advokat), Liem Koen
Hian (naturalisasi dari WNA), Oey tiang Tjoei (anggota Tyuuo Sangi In), Yohanes
Latu Harhary (gubernur Maluku), itu juga founding father ( BPUPKI lihat link ini
: http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Anggota_BPUPKI-PPKI ) non muslim yang
tergabung dalam penggodokan atau mempersiapkan kemeerdekaan berikut dasar negara
RI.
Wassalam
Abdul Mu'iz
--- Pada Kam, 23/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com
<mailto:ninghdw%40chevron.com> <mailto:ninghdw%40chevron.com>
<mailto:ninghdw%40chevron.com> <mailto:ninghdw%40chevron.com> > menulis:
Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ninghdw@chevron.com
<mailto:ninghdw%40chevron.com> <mailto:ninghdw%40chevron.com>
<mailto:ninghdw%40chevron.com> <mailto:ninghdw%40chevron.com> >
Judul: RE: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA TAPI ALLAH
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Tanggal: Kamis, 23 September, 2010, 3:22 PM
Dulu saya jadi mahasiswa baru jaman ORBA, ada penataran P4 juga, Lulus..
ada certificatenya kalau tdk salah (udah g tau di mana simpannya).. Tapi
tidak sampai dapat ilmu seperti di bawah ini ^_^.. Kayanya dulu ngga ada
yang pernah mempermasalahkan "ketidaksingkronan" antara yang ada di
pembukaan dan batang tubuh UUD 45 itu... saya juga baru nyadar...
Lucu juga ya, kalau ternyata dasar negara Indonesia adalah pancasila,
hujjahnya adalah Lagu Garuda Pancasila. Memang di lagu itu ada kata2 :
"Pancasila Dasar negara..."... dan herannya tidak ada yang protes ya...
lagu itu dasarnya dari mana ?
Ada cerita lucu mengenai lagu itu, waktu penataran P4 dulu. Kebetulan
yang jadi mentor di kelas saya itu seorang Professor bidang science.
Saya rasa, beliau juga ngga paham benar P4, dan juga tidak hafal lagu2
wajib. Nah, pas ada permainan semacam monopoli gitu.. teman saya ada
yang kegiliran suruh nyanyi lagu wajib. Trus dia bilang : "Saya mau
nyanyi Burung Garuda Pak."
Trus Pak Prof bilang : "Ya, silakan"
Teman saya nyanyi : "Burung Garuda Pancasila..." (Lagu aslinya tidak ada
kata BURUNG)
Pak Professor mungkin merasakan keganjilan lagu itu, trus menstop teman
saya : "Saya rasa saudara salah menyanyikannya.."
Teman saya menjawab : "Salah di mana pak, kan saya menyanyi lagu Burung
garuda.."
Pak Professor manggut2..: "Ya coba ulangi.."
Teman saya mengulangi lagi dengan syair yang sama..(dengan kata BURUNG),
trus distop lagi sama pak Professor. Kayanya pak Prof merasakan
kejanggalan, hanya dia sendiri tidak hafal dan tidak tau salahnya ada di
mana, karena teman saya kept saying bahwa dia mau nyanyi lagu "BURUNG
GARUDA PANCASILA".
AKhirnya, Pak Prof menyerah.. dan membiarkan teman saya menyanyi "Burung
Garuda Pancasila..dst" sampai selesai.
Kami, peserta P4, sibuk menahan tawa melihat adegan itu...
Saya rasa teman saya itu memang iseng mempermainkan pak Prof, yang dia
sudah perkirakan tidak akan hafal lagu2 wajib.... Dassaarr...
Anyway, terimakasih penjelasannya,Bah. Menambah pengetahuan saya.
Wassalaam,
-Ning
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of H. M. Nur
Abdurahman
Sent: Thursday, September 23, 2010 10:40 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
TAPI ALLAH
Lebih baik saya mulai dari awal. Begini yang saya tatarkan dahulu dalam
penataran Pancasila dalam era Otde Baru.
Alinea keempat Pembukaan UUD 1945:
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia
yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar
negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan
Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia,
dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mari kita fokus pada: negara Republik Indonesia yang berkedaulatan
rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan
yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan itu sejenis, dipisahkan oleh kata penghubung
SERTA dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Ada empat dasar dan satu tujuan. Keempat dasar itu dipisahkan
dengan tujuan oleh kata penghubung SERTA. Yang sejenis itu dicakup oleh
kata BERDASAR KEPADA sebelumnya, sehingga empat yang sejenis itu adalah
dasar atau sila. Yang dicakup oleh kata SERTA adalah tujuan, yaitu
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengapa
tujuan? Karena dikuatkan oleh kata MEWUJUDKAN. Jadi ada empat sila serta
satu tujuan.
Keempat sila yang tanpa kata kerja di depannya, itu adalah:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa,
2. kemanusiaan yang adil dan beradab,
3. persatuan Indonesia, dan
4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
Serta satu tujuan dengan kata kerja mewujudkan di depannya yaitu:
mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun dalam Batang Tubuh UUD 45 pasal 29 ayat 1 termaktub:
Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
Pembukaan menyatakan empat sila, sedangkan Batang Tubuh menegaskan satu
sila. UUD 45 merupakan SATU kesatuan, sehingga Pembukaan tidak boleh
berbeda dengan Batang Tubuh, jadi Pembukaan harus disinkronkan dengan
Batang Tubuh.
Dan inilah hasil sinkronisasi itu:
Satu Sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa
dan tiga Sub-Sila, yaitu:
1. kemanusiaan yang adil yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,
2. persatuan Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,
3. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
Sekarang akan saya jawab Pak Muis yang menulis:
A. Terus apakah bedanya tiga sub sila menurut Abah :
1) berperikemanusiaan yang adil dan beradab yang berketuhanan yang
mahaesa DENGAN berketuhanan yang mahaesa yang berperikemanusiaan yang
adil dan beradab alias manusia indonesia religius yang manusiawi ?.
2) Persatuan Indonesia yang berketuhanan yang mahaesa DENGAN
berketuhanan yang mahaesa yang bersatu dalam NKRI alias manusia
indonesia religius yang bersatu dalam wadah negara kesatuan RI ??
3) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan / perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa DENGAN
berketuhanan yang mahaesa yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
B. Satu sila menunjukan kesan, abah HMNA theosentris. Padahal founding
father secara proporsional menyebutkan kelima sila secara berurutan
tanpa menyelipkan kata men"sub" sila lain dan tanpa memilih atau
menetapkan sila kelima sebagai tujuan.
Jawab saya:
Koreksi dahulu, bukan perikemanusiaan melainkan kemanusiaan tanpa peri.
A. berketuhanan yang mahaesa yang berperikemanusiaan yang adil dan
beradab hanya sinkron dengan pasal 29 ayat 1, jika pasal itu diubah
menjadi: Negara berdasar atas kemanusiaan yang adil dan beradab.
berketuhanan yang mahaesa yang yang bersatu dalam NKRI hanya sinkron
dengan pasal 29 ayat 1, jika pasal itu diubah menjadi: negara berdasar
atas persatuan Indonesia.
berketuhanan yang mahaesa yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan hanya sinkron dengan
pasal 29 ayat 1, jika pasal itu diubah menjadi: Negara berdasar atas
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
/ perwakilan.
B. Batang Tubuh UUD 45 pasal 29 ayat 1 menyatakan: Negara berdasar atas
Ketuhanan Yang Maha Esa, artinya theosentris. UUD 1945 lebih kuat dari
dari ucapan perseorangan, siapapun dia.
Wassalam
HMNA
----- Original Message -----
From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com <mailto:muizof%40yahoo.com>
<mailto:muizof%40yahoo.com> <mailto:muizof%40yahoo.com>
<mailto:muizof%40yahoo.com> <mailto:muizof%40yahoo.com> >
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> >
Sent: Wednesday, September 22, 2010 16:41
Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
TAPI ALLAH
Terima kasih atas koreksinya abah HMNA,
Lima sila ditafsirkan Abah HMNA menjadi satu sila, tiga sub sila, dan
satu tujuan, saya jadi ingat Bung karno memeras pancasila menjadi
trisila dan diperas lagi menjadi ekasila (saya lupa ekasila itu apa).
Terus apakah bedanya tiga sub sila menurut Abah :
1) berperikemanusiaan yang adil dan beradab yang berketuhanan yang
mahaesa DENGAN berketuhanan yang mahaesa yang berperikemanusiaan yang
adil dan beradab alias manusia indonesia religius yang manusiawi ?.
2) Persatuan Indonesia yang berketuhanan yang mahaesa DENGAN
berketuhanan yang mahaesa yang bersatu dalam NKRI alias manusia
indonesia religius yang bersatu dalam wadah negara kesatuan RI ??
3) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan / perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa DENGAN
berketuhanan yang mahaesa yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
Kemudian satu tujuan : Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Memang ada kata "mewujudkan" dalam sila kelima tetapi
sebenarnya negara juga wajib mewujudkan atau memelihara pencapaian
ke-empat sila lainnya. Mustahil mampu mewujudkan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat indonesia tanpa memelihara dan menegakkan sila pertama,
kedua dan ketiga serta keempat. Dengan kata lain kelima sila itu saling
terkait tidak terpisahkan. Apakah pemerintah hanya fokus pada tujuan
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia saja ? tanpa
bertujuan membangun manusia religius (berketuhanan yang maha esa) ?
tanpa bertujuan membangun kemanusiaan yang adil dan beradab ? tanpa
bertujuan menjaga persatuan indonesia ? tanpa bertujuan menegakkan
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
/ perwakilan ?
Artinya tujuan negara tidak cuma mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat
Indonesia.
Satu sila menunjukan kesan, abah HMNA theosentris. Padahal founding
father secara proporsional menyebutkan kelima sila secara berurutan
tanpa menyelipkan kata men"sub" sila lain dan tanpa memilih atau
menetapkan sila kelima sebagai tujuan.
Kita bebas memaknai manusia indonesia yang religius sekaligus manusiawi,
bersatu, demokratis dan berkeadilan sosial atau dibalik-balik kelima
sila tsb. Toh kelima prinsip tersebut adalah prinsip universal.
Wassalam
Abdul Mu'iz
--- Pada Rab, 22/9/10, H. M. Nur Abdurahman <
mnur.abdurrahman@yahoo.co.id <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
>
menulis:
Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> >
Judul: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
TAPI ALLAH
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 2:52 PM
----- Original Message -----
From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com <mailto:muizof%40yahoo.com>
<mailto:muizof%40yahoo.com> <mailto:muizof%40yahoo.com>
<mailto:muizof%40yahoo.com> <mailto:muizof%40yahoo.com> >
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> >
Sent: Wednesday, September 22, 2010 14:41
Subject: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
TAPI ALLAH
sudah jelas di alinea ke-4 pembukaan UUD '45, kelima prinsip disebut
lengkap satu persatu yang tidak lain adalah PANCASILA, lha kok karena
penyebutan "Pancasila" tidak tersurat dalam pembukaan UUD '45, menjadi
bebas ditafsirkan bukan Pancasila ??
Abah HMNA tidak dilarang menafsirkan sila pertama sebagai tujuan, sila
lain menjadi sub-sub, tetapi kan tidak ada kewajiban orang lain atau
seluruh warga negara mengikuti penafsiran Abah HMNA
*****************************************************************
HMNA:
1. Pak Muis, jangan impulsif, melainkan silakan baca baik-baik tulisan
orang baru menanggapi. Saya tidak menulis "sila pertama sebagai tujuan".
Silakan baca baik-baik baru menanggapi, jangan impulsif. Yang saya
tulis: Satu Sila, Tiga Sub-Sila dan Satu Tujuan.
2. Demikianlah saya tatarkan dalam penataran Pancasila dalam era Orde
Baru.
3. Yang dianggap sila kelima itu adalah sila, justru itulah penafsiran.
Coba baca baik-baik:
serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia, itu qath'i tujuan,
******************************************************************
Toh ada yang berpendirian agama adalah untuk manusia, lantas ada yang
membalik manusia untuk agama kok ??
Wassalam
Abdul Mu'iz
--- Pada Rab, 22/9/10, H. M. Nur Abdurahman <
mnur.abdurrahman@yahoo.co.id <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
>
menulis:
Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> <mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id>
<mailto:mnur.abdurrahman%40yahoo.co.id> >
Judul: Re: [wanita-muslimah] TERNYATA DASAR NEGARA RI BUKAN PANCASILA
TAPI ALLAH
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>
Tanggal: Rabu, 22 September, 2010, 1:23 PM
istiaji sutopo wrote:
Mohon tanggapan Pak Ustadz
===========================
HMNA:
Karena saya juga ustadz, saya merasa itu juga ditujukan kepada saya.
Bismillahirrahmanirrahiym
Alinea ketiga dan keempat Pembukaan UUD 1945:
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh
keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat
Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.(*)
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia
yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan
bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar
negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan
Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia,
dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
UUD 45 pasal 29 ayat 1
Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dalam era reformasi ini ada kebebasan untuk mengkaji secara terbuka yang
obyektif. Marilah kita lihat bahwa tidak ada dalam UUD-1945 Pancasila
itu dasar negara, melainkan Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha
Esa. Siapakah Tuhan Yang Maha Esa menurut UUD 45? Bacalah alinea ketiga
Pembukaan UUD 45: Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan
didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang
bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan inikemerdekaannya. Jadi
Tuhan Yang Maha Esa menurut UUD 45 adalah Allah.
Menurut alinea keempat Pembukaan UUD 45: negara Republik Indonesia yang
berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dengan mengsinkronkan antara Pembukaan dengan Batang Tubuh, alinea
keempat dengan pasal 29 ayat 1, maka ada Satu Dasar / Sila dan tiga
Sub-Sila, serta satu Tujuan.
Satu Sila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa
dan tiga Sub-Sila, yaitu: kemanusiaan yang adil yang ber-Ketuhanan Yang
Maha Esa, persatuan Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa,
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
Serta Tujuan yang satu itu adalah: mewujudkan suatu keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Jadi secara substantif tidak ada itu Limasila
atau Pancasila. Yang ada menurut Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 45,
yaitu Satu Sila, Tiga Sub-Sila dan Satu Tujuan.
---------------------------------
(*)
Piagam Jakarta yang dipersiapkan untuk dibacakan dalam maklumat
kemerdekaan Indonesia urung dilaksanakan, karena sejarah berkata lain.
Bung Karno dan Bung Hatta pada 15 Agustus 1945 larut malam diciduk oleh
pemuda ke Rengas Dengklok dan di sana didesak untuk memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia. Atas jaminan Mr Ahmad Soebardjo kedua pemimpin
itu dikembalikan ke Jakarta pada malam 16 Agustus 1945 dengan janji akan
memprokla-masikan kemerdekaan Indonesia pada pagi-pagi keesokan harinya
17 Agustus 1945. Karena naskah Piagam Jakarta tidak ditemukan malam itu,
berhubung keberangkatan yang tergesa-gesa karena diciduk pada larut
malam 15 Agustus itu, maka dibuatlah teks proklamasi berdasarkan ingatan
alinea ketiga Piagam Jakarta. Sehingga diambillah bagian kalimat
terakhir dari alinea ketiga Piagam Jakarta: rakyat Indonesia dengan ini
menyatakan kemerdekaannya. Kata "rakyat Indonesia" diganti dengan "kami
bangsa Indonesia". Inilah yang dijadikan bagian
pertama dari teks proklamasi. Bung Hatta kemudian mengusulkan tambahan
untuk menegaskan status hukum peralihan kekuasaan dan itulah yang
menjadi bagian kedua dari teks proklamasi: Hal-hal yang mengenai
pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara saksama
dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Teks itulah yang dibacakan
pada 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi. Karena bukan Piagam Jakarta yang
dibaca secara keseluruhan pada waktu proklamasi kemerdekaan, akibatnya
ialah Republik Indonesia diproklamasikan tanpa Muaddimah Undang-Undang
Dasar, sehingga terjadi kevakuman UUD selama satu hari.
***.
Lalu di mana landasannya Pancasila itu dasar negara?
Ada yaitu dalam Lagu Garuda Panca Sila
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa.
Jadi Pancasila dasar negara menurut Lagu Garuda Panca Sila yang disuruh
adil adalah rakyat bukan pemerintah.
Fyi, saya itu di era Orde Baru penatar Pancasila lho. Yang saya tatar
antara lain semua Bupati dalam Provinsi Sulawesi Selatan, Di atas saya
tulis: Dalam era reformasi ini ada kebebasan untuk mengkaji secara
terbuka yang obyektif. Pada era Orde Baru apa yang telas saya tulis
tentang Pancasila ini saya tatarkan, tetapi tidak secara terbuka,
melainkan secara tertutup, yaitu dalam ruang penataran saja, tidak
ditulis secara terbuka di surat kabar. Waktu itu internet di Indonesia
belum ada.
Oh, ya, frankly speaking, ttg yang ini saya tidak tatarkan waktu itu.
Lalu di mana landasannya Pancasila itu dasar negara?
Ada yaitu dalam Lagu Garuda Panca Sila
Pancasila itu dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa.
Jadi Pancasila dasar negara menurut Lagu Garuda Panca Sila yang disuruh
adil adalah rakyat bukan pemerintah.
Itu baru saya kemukakan dalam orde reformasi ini. Ya, you know, not the
whole truth, tentu pakai reserve juga dong.
WaLlahu a'lamu bi al-shawab
Wassalam
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment