Munafik dan ngeyel ?? aneh sekali, memang anda ini tukang tunjuk cermin, semua
orang tahu kok kalau Anda itu diskusinya model tukang njeplak, umur saja sudah
uzur, tetapi karakter seperti childish, berapa kali kalau anda keliru dikoreksi
suka kebakaran jenggot, tidak pakai logika tetapi ngasal alias ngeyel itu sudah
beberapa kali anda peragakan kok sekarang menuduh saya ngeyel ? terus berapa
kali anda memplagiat tulisan orang begitu diprotes, ngeyel juga. Jangankan minta
maaf dan mengakui khilaf malah menyerang pribadi orang yang memprotes Anda,
terus di millist sebelah anda disebut dengan kasar sebagai raja Kete' Anda tidak
marah, tidak tersinggung cuma diam dlongop saja, saya yang cuma menilai apa
adanya bahwa anda suka mengikuti syahwat pribadi tersinggungnya bukan main.
Mengapa saya katakan informasi yang anda sampaikan itu tidak ada hubungannya
dengan yang didiskusikan ??
1) anda mengatakan al ahad tidak ada jamaknya sementara al wahid ada jamaknya,
al wahid itu kan bilangan, ya sudah pasti tidak ada jamaknya, anak madrasah
ibtida'iyah juga sudah tahu bahwa bilangan alias number seperti satu atau one
gak perlu dipersoalkan bentuk mufrad (singular) atau jamak (plural). Itu artinya
informasi anda adalah mubazir, memangnya member wm ini anak SD dikasih informasi
yang mubazir ??
2) sudah saya ka katakan bahwa asma'ul husna menurut hadits bukhari muslim itu
ada 99 + 1 ini bisa dilihat di buku bukhari muslim baik dibuku yang dijual bebas
di toko buku, maupun di internet, termasuk di al qur'an terbitan depag yang
selalu menampilkan asma'ul husna sering menyebutkan tidak ada "al Rab" tetapi
ada "al ahad". Bagi saya no problem "al rab" itu ada atau tidak ada di hadits
bukhari muslim, karena seperti yang saya postingkan bahwa jumlah bilangan
asma'ul husna itu banyak jumlahnya berapa ya tergantung referensi yang dipakai,
boleh jadi di Bukhari Muslim tidak ada nama tertentu tetapi ada di riwayat lain.
Tetapi anda kan ngeyel bahwa itu anda ambil dari handbook kakek Anda yang
diperoleh dari gurunya di Mekkah, lantas tidak boleh dipertanyakan kok beda
dengan yang hadits bukhari muslim maupun qur'an versi depag RI baik di toko buku
yang dapat dibaca semua orang maupun di internet ? Response anda sungguh
menggelikan saya dianggap tidak sopan, padahal ketika saya mengatakan syahwat
pribadi, pada awalnya anda merespons tidak masalah dengan syahwat pribadli lha
kok akhirnya menuduh saya tidak sopan ?? lha kalau tidak masalah kenapa sewot ??
supaya 99 + 1 tidak berubah ?, kok jadi meributkan soal angka ?, kan sudah ada
yang mengingatkan seperti akang Wiwaha bahwa bilangan asma'ul husna tidak
penting ? atau mau seperti yang disindir pak Chodjim bahwa untuk apa berebut
pepesan kosong ? ya kalau ingin berebut pepesan kosong ya silakan saja diambil
semoga anda puas dan bahagia.
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Ming, 9 Januari, 2011 13:34:09
Judul: Re: Bls: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
Syahwat pribadi ente mendorong ente berbohong (salah satu sifat munafik), ente
menjilat ludah, sudah berjanji menyatakan "closed,", kok masih ngeyel lagi. Saya
masih mereply itu maunya saya. Ente ngeyel membantah jadi saya mesti jawab.
Sayakan tidak pernah menyatakan "closed".
Saya bilang: "Ahad bisa dijama'. Jama' ahad adalah ahaduuna alif-ha-dal-waw-nun,
Sedangkan wahid tidak ada jama'nya."
Lalu ente ngeyel: "Tidak ada hubungannya dengan yang didiskusikan."
Itu namanya asal ngeyel saja. Dengar baik-baik agar tidak sembarangan ngeyel
lagi. Karena tidak ada Ar-Rabb, maka Ar-Rabb harus dimasukkan, maka itu berarti
kelebihan dari 99, padahal ada Al-Ahad dan Al-Wahid. Jadi salah satunya di
antara Al-Ahad atau Al-Wahid yang harus diambil. Ahad bisa dijama', sedangkan
wahid tidak ada jama'nya. Maka diambillah Al-Wahid, sedangkan Al-Ahad digantikan
posisinya oleh Ar-Rabb. Itu bukan syahwat pribadi dari gurunya kakek saya yang
di Makkah itu.
HMNA
----- Original Message -----
From: "Abdul Muiz" <muizof@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, January 08, 2011 18:04
Subject: Bls: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
Asal anda tahu, informasi anda tersebut tidak ada hubungannya dengan yang
didiskusikan.
Apa beda al ahad dan al wahid :
1) al ahad digunakan untuk sesuatu yang tidak dapat menerima penambahan baik
dalam ide (benak) maupun realita (kenyataan), karena itu kata ini, ketika
berfungsi sebagai sifat tidak termasuk dalam rentetan bilangan, berbeda dengan
al wahid menunjuk bilangan
2) Jika Anda berkata, "tidak seorangpun yang datang" maka kata satu orangpun
dalam Bahasa Arab digunakan dengan kata "ahad" ini menunjukkan tidak ada yang
datang walau seorang. Jika Anda berkata, "tidak satu orang yang datang", maka
kata satu orang digunakan dengan kata "wahid" ini dapat bermakna selain satu,
yaitu bisa dua, tiga atau banyak.
(silakan dilihat di tulisan pak Quraish Shihab Menyingkap tabir Ilahi Asma'ul
Husna).
Terlepas dari setuju atau kontra dengan pembedaan tersebut, yang jelas Allah itu
esa, satu tunggal dan unik. Jadi tidak hanya menyangkut bilangan tetapi
menyangkut tidak ada duanya atau setara dengan Dia. Kata al ahad di qur'an
disebut 30 kali menurut Quraish Shihab, kalau menurut Ali Audah ada 53,
sementara al wahid disebut 53 kali menurut Quraish Shihab, kalau menurut ali
audah ada 62.
Apabila menurut logika Anda bahwa al ahad sudah terwakili oleh al wahid, maka
sebenarnya ada banyak yang serupa dengan al ahad dan al wahid, yaitu al muta'al
dan al ali, kemudian ada al kabiir dan al mutakabbir, serta al mu'iz dan al al
aziz. Asma'ul husna kok pakai konsep keterwakilan segala, opo tumon ??
By The Way, sorry ya, saya kan sudah menghimbau Anda untuk tidak mereply ?
semoga tidak marah atau tersinggung lagi.
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Sab, 8 Januari, 2011 16:01:33
Judul: Re: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
Asal ente tahu,
Ahad bisa dijama'
Jama' ahad adalah ahaduuna alif-ha-dal-waw-nun,
Sedangkan wahid tidak ada jama'nya
HMNA
----- Original Message -----
From: "abdul mu'iz" <quality@posindonesia.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Saturday, January 08, 2011 11:28
Subject: Re: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI
> ABDUL MU'IZ : Ya, beginilah kalau mempersepsi asma'ul husna menurut
> syahwat pribadi, sehingga al ahad tidak perlu ada karena dianggap :
> 1) sinonim dengan al wahid, 2) tidak lazim menggunakan nama abdul
> ahad pada manusia.
>
> HMNA : Tidak ada masalah syahwat pribadi. Tidak ada alasan Ar-Rabb
> tidak dimasukkan, padahal ada yang kelebihan yaitu Ahad dan Wahid.
> Susunan Asmaul Husna itu saya ambil dari Handbooknya kakek saya Opu
> Tuan Imam Barat Batangmata, yang beliau dapatkan dari guru beliau di
> Makkah..Kok dibilangin guru kakek saya itu pakai syahwat pribadi.
> Coba bercermin, apakah kata-kata yang ente lontarkan itu bukankah
> pantulan dari ente punya syahwat pribadi ?!? Saya tersinggung, mulai
> sekarang saya berENTE kepada ente yang menghina guru kakek saya itu.
> Ente itu sangat tidak sopan rupanya.
>
> ABDUL MU'IZ : Sedikitpun tidak ada niat saya berlaku tidak sopan,
> mohon maaf kalau tersinggung, saya cuma jujur menilai abah HMNA apa
> adanya, ya gpp saya dipanggil ente, sebagai balasan saya panggil abah
> pakai anda.
>
> ABDUL MU'IZ : Padahal asma'ul husna 1) banyak yang sinonim, contohnya
> : Allah Maha Pengampun ada al ghaffar, al ghafuur, belum lagi nama
> lain tetapi ada kedekatan makna dengan pengampun yaitu al afw dan al
> tawwab kemudian Maha Besar ada al kabiir dan ada al mutakabbir, Maha
> Kasih Sayang ada al Rahman dan al Rahiim,
>
> HMNA : Oh, ente memang masih picik. Kalau kail panjang sejengkal,
> jangan laut hendak diduga.Rahman tidak sama dengan Rahim Allah dengan
> sifat RahmanNya itu tidak membeda-bedakan hamba sahayaNya di dunia
> ini, apakah ia Islam, atau bukan, bahkan yang ingkar kepadaNya
> sekalipun. Siapa saja yang mencari rezeki termsuk ilmu dengan
> bersungguh-sungguh, Allah akan memberikan. Allah dengan sifat
> Rahimnya hanya diberikan kepada yang bermohon kepadaNya. Orang kafir
> yang ingkar kepadaNya tidak akan mendapatkannya. Sebagai bonus
> silakan ente simak Seri 038 di bawah:ttg dua orang ilmuwan Schaever
> dan Vonnegut , agar ente bertambah ilmunya yang picik itu, yang tidak
> tahu kesopanan, asal bicara tentang syahwat pribadi.
>
> ABDUL MU'IZ : Lho bukannya yang tidak sopan itu abah Sendiri, kalau
> sombong atau bangga dengan takabur dan merasa paling alim ya silakan
> saja, saya tidak tersinggung meskipun dikatakan picik, karena
> penjelasan dan uraian Anda tidak membantah postingan saya (saya cuma
> geli saja), pakai bonus segala, artikel yang anda tulis kan bukan hal
> yang baru. Masih ingat kan, kalau Anda suka menuding orang lain
> impulsif, ternyata anda menuding cermin, makanya jangan suka memotong
> postingan saya, saya ulang postingan saya yang anda hapus "
> ..................... masih banyak lagi yang sinonim, dan yang perlu
> diketahui adalah sinonim dalam asmaul husna tidak selalu memiliki
> makna yang persis sama tetapi apabila diurai lebih lanjut akan
> dijumpai perbedaannya. Adapun 2) penafian al ahad tidak ada
> hubungannya dengan kelaziman nama manusia (abdul wahid lebih lazim
> daripada abdul ahad). Kalau pakai logika ini maka tidak ada artinya
> sifat wajib Tuhan "laysa kamitslihi" atau "mukhalafatulil hawaditsi".
>
> Nama-nama Allah yang indah terlalu luas untuk diurai dan dijelaskan
> dengan kata-kata dan teramat banyak untuk ditafsirkan, maka tidak ada
> yang aneh dengan istilah tuhan yang baik hati dari pak Sarlito
> Wirawan, begitu juga dengan opini Emha Ainun Najib yang pernah
> menyebut bahwa Allah itu Maha Lucu.
>
> Sudah saya tegaskan bahwa tidak semua yang sinonim itu memiliki makna
> yang sama persis, contohnya ya al rahman dan al rahim meskipun
> memiliki akar kata yang sama tetapi bisa berbeda dalam memaknainya.
> Begitu pula dengan al wahid dan al ahad memiliki akar kata yang sama
> tetapi bisa berbeda dalam memaknainya. Jadi karena Anda terlalu
> impulsif maka langsung mengatakan al rahim dan al rahman itu beda lha
> kalau begitu apa bedanya penjelasan anda dengan postingan saya ??
> lantas kalau al ahad dan al wahid memiliki kesamaan akar kata tetapi
> makna bisa berbeda mengapa Anda katakan berlebihan sehingga tidak perlu ??
>
> Ok deh, biar gak tambah emosi, dan diskusi ini nanti jadi tidak
> bermanfaat, maka saya closed, mohon postingan ini tidak usah Anda reply.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment