Advertising

Sunday, 9 January 2011

Re: Bls: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI

 

Dalam EYD mengenai Penulisan Kata di bawah memang justru yang ada hanya
pemakaian kata sandang si dan sang., sedangkan sama sekali tidak ada
mengenai Alquran.

Wassalam
HMNA

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua
berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987, dicermatkan pada Rapat Kerja
ke-30 Panitia Kerja Sama Kebahasaan di Tugu, tanggal 16-20 Desember 1990 dan
diterima pada Sidang ke-30 Majelis Bahasa Brunei
arussalam-Indonesia-Malaysia di Bandar Seri Begawan, tanggal 4-6 Maret 1991.

Penulisan Kata

A. Kata Dasar
-------------
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Misalnya:
Ibu percaya bahwa engkau tahu.
Kantor pajak penuh sesak.
Buku itu sangat tebal.

B. Kata Turunan
---------------
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata

dasarnya.
Misalnya:
. bergeletar
. dikelola
. penetapan
. menengok
. mempermainkan
2. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis

serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya.
(Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.)
Misalnya:
. bertepuk tangan
. garis bawahi
. menganak sungai
. sebar luaskan
3. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan

akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.
(Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab V, Pasal E, Ayat 5.)
Misalnya:
. menggarisbawahi
. menyebarluaskan
. dilipatgandakan
. penghancurleburan
4. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi,

gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya:
adipati mahasiswa
aerodinamika mancanegara
antarkota multilateral
anumerta narapidana
audiogram nonkolaborasi
awahama Pancasila
bikarbonat panteisme
biokimia paripurna
caturtunggal poligami
dasawarsa pramuniaga
dekameter prasangka
demoralisasi purnawirawan
dwiwarna reinkarnasi
ekawarna saptakrida
ekstrakurikuler semiprofesional
elektroteknik subseksi
infrastruktur swadaya
inkonvensional telepon
introspeksi transmigrasi
kolonialisme tritunggal
kosponsor ultramodern

Catatan:
(1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf

kapital, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).
Misalnya:
. non-Indonesia
. pan-Afrikanisme
(2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata

yang bukan kata dasar, gabungan itu ditulis terpisah.
Misalnya:
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.
Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

C. Kata Ulang
-------------
Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.
Misalnya:
anak-anak, buku-buku, kuda-kuda, mata-mata, hati-hati, undang-undang,

biri-biri, kupu-kupu, kura-kura, laba-laba, sia-sia, gerak-gerik, huru-hara,

lauk-pauk, mondar-mandir, ramah-tamah, sayur-mayur, centang-perenang,

porak-poranda, tunggang-langgang, berjalan-jalan, dibesar-besarkan,

menulis-nulis, terus-menerus, tukar-menukar, hulubalang-hulubalang,

bumiputra-bumiputra

D. Gabungan Kata
----------------
1. Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah

khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah.
Misalnya:
duta besar, kambing hitam, kereta api cepat luar biasa, mata pelajaran, meja

tulis, model linear, orang tua, persegi panjang, rumah sakit umum, simpang

empat.
2. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan

kesalahan pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan

pertalian di antara unsur yang bersangkutan.
Misalnya:
alat pandang-dengar, anak-istri saya, buku sejarah-baru, mesin-hitung
tangan,

ibu-bapak kami, watt-jam, orang-tua muda
3. Gabungan kata berikut ditulis serangkai.
Misalnya:
acapkali, adakalanya, akhirulkalam, alhamdulillah, astagfirullah, bagaimana,
barangkali, bilamana, bismillah, beasiswa, belasungkawa, bumiputra,
daripada,
darmabakti, darmasiswa, dukacita, halalbihalal, hulubalang, kacamata,
kasatmata, kepada, keratabasa, kilometer, manakala, manasuka, mangkubumi,
matahari, olahraga, padahal, paramasastra, peribahasa, puspawarna,
radioaktif, sastramarga, saputangan, saripati, sebagaimana, sediakala,
segitiga, sekalipun, silaturahmi, sukacita, sukarela, sukaria, syahbandar,
titimangsa, wasalam

E. Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya
----------------------------------
Kata ganti ku ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; ku, mu, dan

nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
Apa yang kumiliki boleh kauambil.
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.

F. Kata Depan di, ke, dan dari
------------------------------
Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya
kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata
seperti kepada dan daripada.
(Lihat juga Bab III, Pasal D, Ayat 3.)
Misalnya:
Kain itu terletak di dalam lemari.
Bermalam sajalah di sini.
Di mana Siti sekarang?
Mereka ada di rumah.
Ia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
Ke mana saja ia selama ini?
Kita perlu berpikir sepuluh tahun ke depan.
Mari kita berangkat ke pasar.
Saya pergi ke sana-sini mencarinya.
Ia datang dari Surabaya kemarin.
Catatan:
Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini ditulis serangkai.
Si Amin lebih tua daripada si Ahmad.
Kami percaya sepenuhnya kepadanya.
Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu.
Ia masuk, lalu keluar lagi.
Surat perintah itu dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 1966.
Bawa kemari gambar itu.
Kemarikan buku itu.
Semua orang terkemuka di desa itu hadir dalam kenduri itu.

G. Kata si dan sang
-------------------
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
Harimau itu marah sekali kepada sang Kancil.
Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim.

H. Partikel
-----------
1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang

mendahuluinya.
Misalnya:
Bacalah buku itu baik-baik.
Jakarta adalah ibu kota Republik Indonesia.
Apakah yang tersirat dalam surat itu?
Siapakah gerangan dia?
Apatah gunanya bersedih hati?
2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus.
Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan.
Jangan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.
Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi.
Catatan:
Kelompok yang lazim dianggap padu, misalnya adapun, andaipun, ataupun,

bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun,

sungguhpun, walaupun ditulis serangkai.
Misalnya:
Adapun sebab-sebabnya belum diketahui.
Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu.
Baik para mahasiswa maupun mahasiswi ikut berdemonstrasi.
Sekalipun belum memuaskan, hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.
Walaupun miskin, ia selalu gembira.
3. Partikel per yang berarti 'mulai', 'demi', dan 'tiap' ditulis

terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya.
Misalnya:
Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 April.
Mereka masuk ke dalam ruangan satu per satu.
Harga kain itu Rp 2.000 per helai.

I. Singkatan dan Akronim
------------------------
1. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf

atau lebih.
a. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau

pangkat diikuti dengan tanda titik.
Misalnya:

A.S. Kramawijaya
Muh. Yamin
Suman Hs.
Sukanto S.A.
M.B.A. master of business administration
M.Sc. master of science
S.E. sarjana ekonomi
S.Kar. sarjana karawitan
S.K.M. sarjana kesehatan masyarakat
Bpk. bapak
Sdr. saudara
Kol. kolonel

b. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan
atau organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata
ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Misalnya:

DPR Dewan Perwakilan Rakyat
PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia
GBHN Garis-Garis Besar Haluan Negara
SMTP Sekolah Menengah Tingkat Pertama
PT Perseroan Terbatas
KTP Kartu Tanda Penduduk

c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu

tanda titik.
Misalnya:

dll. dan lain-lain
dsb. dan sebagainya
dst. dan seterusnya
hlm. halaman
sda. sama dengan atas
Yth. (Sdr. Moh. Hasan) Yang terhormat (Sdr. Moh. Hasan)

Tetapi:
a.n. atas nama
d.a. dengan alamat
u.b. untuk beliau
u.p. untuk perhatian
s.d. sampai dengan

d. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata

uang tidak diikuti tanda titik.
Misalnya:

Cu kuprum
TNT trinitrotoluen
cm sentimeter
kVA kilovolt-ampere
l liter
kg kilogram
Rp (5.000,00) (lima ribu) rupiah

2. Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan

suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang

diperlakukan sebagai kata.
a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret

kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Misalnya:

ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
LAN Lembaga Administrasi Negara
PASI Persatuan Atletik Seluruh Indonesia
IKIP Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
SIM Surat Izin Mengemudi

b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf

dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
Misalnya:

Akabri Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Iwapi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia
Kowani Kongres Wanita Indonesia
Sespa Sekolah Staf Pimpinan Administrasi

c. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata,

ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis

dengan huruf kecil
Misalnya:

pemilu pemilihan umum
radar radio detecting and ranging
rapim rapat pimpinan
rudal peluru kendali
tilang bukti pelanggaran

Catatan:
Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat

berikut:
1. Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazin

pada kata Indonesia
2. Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan

konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

J. Angka dan Lambang Bilangan
-----------------------------
1. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Di dalam

tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.
Angka Arab : ?,?,?,?,?,?,?,?,?,?
Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C

(100), D (500), M (1.000)
Pemakaiannya diatur lebih lanjut dalam pasal-pasal yang berikut ini.
2. Angka digunakan untuk menyatakan:
(i) ukuran panjang, berat, luas, dan isi (ii) satuan waktu (iii) nilai uang,

dan (iv) kuantitas
Misalnya:
0,5 sentimeter
5 kilogram
4 meter persegi
10 liter 1 jam 20 menit
pukul 15.00
tahun 1928
17 Agustus 1945 Rp5.000,00
US$3.50*
$5.10*
¥100
2.000 rupiah 50 dolar Amerika
10 paun Inggris
100 yen
10 persen
27 orang
* tanda titik di sini merupakan tanda desimal.
3. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen,

atau kamar pada alamat.
Misalnya:
. Jalan Tanah Abang I No. 15
. Hotel Indonesia, Kamar 169
4. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab

suci.
Misalnya:
. Bab X, Pasal 5, halaman 252
. Surah Yasin: 9
5. Penulisan lambang bilangan yang dengan huruf dilakukan sebagai

berikut:
a. Bilangan utuh
Misalnya:
dua belas
dua puluh dua
dua ratus dua puluh dua 12
22
222

b. Bilangan pecahan
Misalnya:
setengah
tiga perempat
seperenam belas
tiga dua pertiga
seperseratus
satu persen
satu dua persepuluh 1/2
3/4
1/16
3 2/3
1/100
1%
1,2

6. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang

berikut.
Misalnya:
. Paku Buwono X
. pada awal abad XX
. dalam kehidupan pada abad ke-20 ini
. lihat Bab II, Pasal 5
. dalam bab ke-2 buku itu . di daerah tingkat II itu
. di tingkat kedua gedung itu
. di tingkat ke-2 itu
. kantornya di tingkat II itu

7. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti
Misalnya:
tahun '50-an
uang 5000-an
lima uang 1000-an (tahun lima puluhan)
(uang lima ribuan)
(lima uang seribuan)

8. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata

ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara

berurutan, sperti dalam perincian dan pemaparan.
Misalnya:
Amir menonton drama itu sampai tiga kali.
Ayah memesan tiga ratus ekor ayam.
Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan

5 orang memberikan suara blangko.
Kendaraan yang ditempah untuk pengangkutan umum terdiri atas 50 bus, 100

helicak, 100 bemo.
9. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu,

susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan

satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.
Misalnya:
Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu.
Pak Darmo mengundang 250 orang tamu.
Bukan:
15 orang tewas dalam kecelakaan itu.
Dua ratus lima puluh orang tamu diundang Pak Darmo.
10. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian

supaya lebih mudah dibaca.
Misalnya:
Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah.
Penduduk Indonesia berjumlah lebih dari 120 juta orang.
11. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam

teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi.
Misalnya:
Kantor kami mempunya dua puluh orang pegawai.
DI lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah.
Bukan:
Kantor kamu mempunyai 20 (dua puluh) orang pegawai.
Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah.
12. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf, penulisannya harus

tepat.
Misalnya:
Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp999,75 (sembilan ratus sembilan

puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah).
Saya lampirkan tanda terima uang sebesar 999,75 (sembilan ratus sembilan
puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus) rupiah.

----- Original Message -----
From: "chodjim" <chodjim@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Monday, January 10, 2011 07:18
Subject: Re: Bls: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI

Hasil dari EYD kan sudah dibakukan di kamus bahasa Indonesia. Jika Abah
masih ragu menuliskan suatu kata benar atau tidak, bisa dirujukkan pada
kamus bahasa Indonesia. Oleh karena itu, silakan menelusuri KBBI, atau Kamus
Bahasa Indonesia oleh J. Badudu. Bila Abah menemukan penulisan Al-Kitab dan
Al-Quran, bisa di-"sharing"-kan di milis WM ini dengan menunjukkan KBBI
edisi dan tahunnya.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Sunday, January 09, 2011 12:00 AM
Subject: Re: Bls: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI

Ejaan yang benar tentang penulisan Alkitab seharusnya Al-Kitab itu menurut
siapa, Abah? Berdasarkan EYD, Al-Quran harus ditulis Alquran, dan Al-Kitab
harus ditulis Alkitab.
************************************************
HMNA:
Itu menurut ejaan yang baku di pesantren. Dan menurut Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD), kata sandang si dan sang ditulis
terpisah dari kata yang mengikutinya. Ma'rifah Al tergolong dalam kata
sndang. Jadi Al harus ditulis terpisah dari Quran, Kitab dll. Saya tidak
mendapatkan dalam EYD harus ditulis Alquran, dan Alkitab.

Wassalam
HMNA

----- Original Message -----
From: "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrahman@yahoo.co.id>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Sunday, January 09, 2011 14:34
Subject: Re: Bls: Bls: Re: [wanita-muslimah] TUHAN YANG BAIK HATI

Mohon maaf, Abah.

Ejaan yang benar tentang penulisan Alkitab seharusnya Al-Kitab itu menurut
siapa, Abah?

Kita harus mengetahui bahwa ejaan yang benar adalah ejaan Bahasa Indonesia
yang telah disempurnakan sebagai EYD sesuai keputusan yang sudah menjadi UU
tentang ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berdasarkan EYD,
Al-Quran harus ditulis Alquran, dan Al-Kitab harus ditulis Alkitab.

Wassalam,

chodjim

----- Original Message -----
From: H. M. Nur Abdurahman
To: tahajjud_call@yahoogroups.com ; wanita-muslimah@yahoogroups.com ;
Tadabbur@yahoogroups.com ; Sabili ; mayapadaprana@yahoogroups.com ;
mangajiRN@yahoogroups.com ; Jamaah-Islamiyah@yahoogroups.com ;
BUGINESE@yahoogroups.
Sent: Saturday, January 08, 2011 8:48 PM
Subject: [wanita-muslimah] Seri 956 Al-Quran dan Nama-namanya yang Lain

BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
956 Al-Quran dan Nama-namanya yang Lain

Pertanyaan dari Muh.Amir
Singkat saja pertanyaan saya Ustad: "Apa itu LAI dalam Seri 955, dimana
tertulis: pengertian selamat dalam agama Kristen dapat disimak dari
Perjanjian Baru: -- [LAI-Roma 10:9] dst."

Wassalam,
Muh. Amir

Jawab:
LAI itu adalah sebuah lembaga yang menterjemahkan Bible ke dalam bahasa
Indonesia. Itu adalah singkatan dari: "Lembaga Alkitab Indonesia. Terkait
dengan Alkitab yang dipakai LAI, sesungguhnya Alkitab menurut ejaan yang
benar adalah Al-Kitab, sebagaimana juga Al-Quran yang umumnya dalam bahasa
pers dieja dengan Alquran. Selama ini dalam semua Seri WAHYU DAN AKAL - IMAN
DAN ILMU saya tuliskan Al-Quran, tetapi selalu diubah oleh Redaksi Fajar
menjadi Alquran yaitu dengan gaya ejaan bahasa pers. Sesungguhnya Al-Kitab
adalah nama lain dari Al-Quran. Asal tahu saja bahwa dalam Bible tidak ada
disebutkan bahwa nama Kitab Suci tsb adalah Alkitab. Bahkan dalam Kitab Suci
tsb tidak ada juga disebutkan bahwa nama Kitab Suci itu adalah Bible atau
Bijbel. Berlainanan dengan Al-Quran dan nama-namanya yang lain ada
dinyatakan nama-nama itu oleh ayat-ayatnya.

Di bawah adalah daftar Al-Quran dan nama-namanya yang lain. Ayat-ayat di
bawah cuma dikemukakan artinya saja, karena keterbatasan ruangan. Huruf
ganda aa, ii dan uu dalam menuliskan nama-nama tsb dalam terjemahan
maksudnya dipanjangkan membacanya. Di antara tanda [] adalah akar katanya
yang terdiri dari tiga huruf dari nama-nama tsb.

1. Al-Quran [QRA] (Bacaan)
Dan jikalau Kami jadikan Al-Quran itu suatu bacaan dalam bahasa 'Ajam
(bahasa selain bahasa Arab), tentulah mereka (orang Arab Quraisy)
mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya (dalam bahasa yang dapat
kami fahami)?" Apakah (patut Al-Quran) dalam bahasa 'Ajam sedang (rasul
berbicara langsung di antara orang-orang yang berbahasa) Arab? (S.
Fushshilat, 41:44)

2. Al-Kitab [KTB] (Tulisan)
Al-Kitaab ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang
bertaqwa (S. Al-Baqarah, 2:2)

3. Al-Furqan [FRQ] (Pembeda benar salah)
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan kepada hamba-Nya, agar
dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (S. Al-Furqaan, 25:1)

4. Adz-Dzikr [DzKR] (pemberi Peringatan)
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr, dan sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya. (S. Al Hijr, 15:9)

5. Al-Mau'izhah [W'AZh] (Pelajaran)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu Al-Mau'izhah dari Maha
Pengaturmu dan Asy-Syifaa' bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada
dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (S. Yunus, 10:57)

6. Asy-Syifa' [SyFa] (Penyembuh)
Lihat no.6 (S. Yunus, 10:57)

7. Al-Hukm [hKM] (Peraturan/Hukum)
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan itu sebagai Al-Hukm dalam bahasa
Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang
pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara
bagimu terhadap (siksa) Allah. (S. Ar-Ra'd, 13:37)

8. Al-Hikmah [hKM] (Kebijaksanaan)
Itulah Al-Hikmah yang diwahyukan Maha Pengaturmu kepadamu. Dan janganlah
kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu
dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari
rahmat Allah). (S. Al Israa', 17:39)

9. Al-Huda [HDY] (petunjuk)
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar Al-Hudaa, kami beriman kepadanya.
Barangsiapa beriman kepada Maha Pengaturnya, maka ia tidak takut akan
pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan
kesalahan. (S. Al-Jinn, 72:13)

10. At-Tanzil [NZL] (yang Diturunkan)
Dan sesungguhnya ini benar-benar At-Tanziil oleh Pengatur semesta alam,
(S. Asy-Syu'araa', 26:192)

11. Ar-Rahmat [RhM] (Karunia)
Dan sesungguhnya itu benar-benar menjadi petunjuk dan Ar-Rahmat bagi
orang-orang yang beriman. (S. An-Naml, 27:77)

12. Ar-Ruh [RWh] (Ruh)
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Ar-Ruuh dengan perintah Kami. (S.
Asy- Syuura, 42:52)

13. Al-Bayan [BYN] (Pencerah)
Ini adalah Al-Bayaan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran
bagi orang-orang yang bertakwa. (S. Ali 'Imraan, 3:138)

14. Al-Kalam [KLM] (Ucapan/Firman)
Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan
kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar Al-Kalaam Allah,
kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan
mereka kaum yang tidak mengetahui. (S. At-Taubah, 9:6)

15. Al-Busyra [BSyR] (Kabar Gembira)
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan itu dari Maha Pengaturmu
dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan
menjadi petunjuk serta Al-Busyraa bagi orang-orang yang berserah diri
(kepada Allah)". (S. An-Nahl, 16:102)

16. An-Nur [NWR] (Cahaya)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari
Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu
An-Nuur yang terang benderang. (Al-Qur'an). (S. An Nisaa' [4]:174)

17. Al-Bashair [BShR] (Pedoman)
Ini adalah Al-Bashair bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
meyakini. (S. Al-Jaatsiyah, 45:20)

18. Al-Balagh [BLGh] (Penyampaian)
Ini adalah Al-Balaagh yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi
peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah
Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
(S. Ibrahim, 14:52)

19. Al-Qaul [QWL] (Perkataan)
Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut Al-Qaul ini kepada
mereka agar mereka mendapat pelajaran. (S. Al-Qashash, 28:51)

WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 9 Januari 2011
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2011/01/956-al-quran-dan-nama-namanya-yang-lain.html

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment