Advertising

Thursday, 24 February 2011

Re: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'

Kalo anak autis masuk kedalam kategori mana mas Mu'iz?

On Feb 24, 2011, at 3:40 PM, Abdul Muiz wrote:

> Mbak Mei,
>
> Ayat tersebut ada kelanjutannya, "kemudian Kami kembalikan dia ke dalam bentuk
> yang seburuk-buruknya, kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh, maka bagi
> mereka ada pahala yang tiada putus-putusnya" (QS 95:5-6).
>
> Nah yang jadi perbincangan saya dengan pak Chodjim adalah, bahwa yang terlahir
> intelegensinya idiot, imbecil dan moron tidak memiliki kesempatan untuk beriman
> dan beramal shaleh, karena faith (iman) dan good work (amal shaleh) hanya bisa
> diterima oleh orang aqil baligh, sementara anak yang terlahir idion, imbecil dan
> moron meskipun sampai dewasa dia tidak akan berkesempatan untuk beriman maupun
> beramal shaleh, karena aqil balighnya tidak pernah mengalami kemajuan.
>
> Memang pada akhir ayat di QS at tiin tsb disebutkan, "maka apa yang membuat kamu
> mendustakan pembalasan setelah itu (adanya keterangan), bukankah Allah itu Maha
> Menghakimin dan Maha Adil ?".
>
> Berbeda dengan mereka yang cuma cacat fisik, tetapi mental maupun intelegensinya
> masih sehat, maka dia masih sanggup menerima iman dan beramal shaleh, kelemahan
> fisik masih bisa diatasi dengan mengaktifkan kelebihan yang lain.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> ________________________________
> Dari: L.Meilany <wpamungk@centrin.net.id>
> Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Terkirim: Kam, 24 Februari, 2011 20:41:39
> Judul: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
>
> Nimbrung Pak Muiz:
> Bagaimana dengan ayat yg menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia dengan
> sempurna
> dan dalam sebaik-baik bentuk?
> Artinya kan orang yg terlahir punya kekurangan [ cacat mental, cacat tubuh]
> adalah 'kesalahan' si ibu yg mengandung.
> Kesalahan lingkungan.
> Yg saya tahu bahwa selama masa kehamilan itulah calon bayi di bentuk. Selain
> campur tangan Allah tapi juga gimana si ibunya.
>
> Fakta jelas, bahwa bayi, anak2 yg cacat adalah faktor dari ibunya ketika hamil.
> Yg banyak pantanglah, yg kurang asupan makanan yg benerlah.
> Makanya anak2 cacat keliatannya lebih banyak dari kalangan orang2 miskin atau yg
> nggak peduli sama kesehatan waktu hamil.
>
> Kalo gila /skizofren, homo mungkin dari pola asuh, trauma, lingkungan?
> Makanya kan kalo menikah musti tahu riwayat penyakit masing2 pasangan yg
> kemungkinannya bisa menurun.
> Dimaping gitu nenek moyangnya pernah punya masalah psikis, kesehatan/kejadian
> apa.
> Jadi nantinya siap2 apa perlu punya anak atau tidak. Kalo tetep mau punya anak
> dengan segala risiko [ misal nenek moyangnya ada yg sarap]
>
> upayakan nanti si anak terus dalam kondisi yg terhindar dari pencetus gila,
> misalnya
> Daripada bikin anak tapi belakangannya si anak menderita. Jadi beban masyarakat
>
> Karena kalo jadi gila, homo itu selalu ketahuannya sudah dewasa. Jadi selama
> dalam masa asuh itu pinter2lah si ortunya.
>
> Kan kalo gak bisa ngurus anak itu dosa.
> Silaken saja dilanjut oleh para ahlinya :-)
>
> Salam,
> l.meilany
> ----- Original Message -----
> From: Abdul Muiz
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Sent: Thursday, February 24, 2011 5:15 AM
> Subject: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan
> Dosa'
>
> Thanks Pak Chodjim,
>
> tidak salah memang mengasihani anak terlahir idiot sehingga menjadi beban orang
> lain seumur-umur, namun jangan lupa firman Allah, "ma khalaqta hadza bathila" =
> tidak ada yang Engkau ciptakan ini sia-sia.
>
> Kadang ketika kita mudah mengasihani anak yang terlahir cacat (sekali lagi saya
> menilai, saya tidak menyalahkan sikap mengasihani tsb), namun lupa pada sisi
> yang lain. Sebagai komparasi saya ingin menyampaikan bahwa betapa kasihan nasib
> kambing, rusa, sapi atau binatang lain di hutan seumur-umur dijadikan mangsa
> melulu oleh sang raja hutan harimau atau singa. Apakah kita akan mengatakan
> Allah maha kejam ya ?:) apa kawaban dari fenomena ini ? bisa beragam jawaban
> yang akan diberikan. Begitu juga dengan fenomena dissable anak yang terlahir
> cacat, misalnya akan memberikan inspirasi bagi orang lain untuk riset dan
> pengembangan pengetahuan, memikirkan lembaga pendidikan yang cocok seperti SDLB
> (SD Luar Biasa), sang guru juga terinspirasi untuk mengupdate metode belajar,
> dsb. Salah satu efek fenomena anak idiot atau dissable kan membuka lapangan
> kerja di sektor pendidikan ?.
>
> Dan jangan salah, manusia-manusia yang ditaqdirkan terlahir cacat bawaan
> (dissable) ternyata mampu berbuat "sesuatu" yang di luar perhitungan manusia,
> seperti yang tunanetra memiliki kepekaan mendengar yang luar biasa, sehingga dia
>
> mampu menutupi kekurangan pandangan mata tergantikan oleh kepekaan pendengaran,
> mampu dengan tepat menebak siapa yang datang hanya lewat deteksi langkah kaki
> bahkan bau keringat dsb dsb.
>
> Saya sekarang punya pimpinan yang salah satu anak kandungnya yang cacat telah
> memberikan inspirasi bagi dirinya untuk tabah dan terenyuh ketika sang anak yang
>
> cacat suatu ketika dapat meresponse dengan baik suatu problem yang semula
> bingung apa solusinya. Saya juga dulu punya tetangga yang cacat bawaan lahir
> sejak bayi, tidak punya kaki, orang tuanya amat bersedih dan pesimis bagaimana
> memprediksi masa depan sang anak, namun saat remaja dia belajar otodidak ilmu
> elektronika, dia sering mengamati pamannya yang berprofesi service radio, dan
> diam-diam dia belajar sendiri, dan sering mencoba mengotak-atik radio rusak
> hingga baik, akhirnya dia menjadi mahir dan mampu melakukan reparasi radio
> sebagaimana yang dilakukan orang normal, lama-lama dia punya pelanggan sendiri
> dan mampu hidup mandiri bahkan dia sanggup berderma pada orang lain yang dia
> anggap lebih miskin dari dirinya. Mungkin saya tidak begitu banyak referensi
> untuk menjelaskan fenomena ini. Silakan teman-teman memberikan komentar.
>
> Allah berfiman, "fa man ya'mal mitsqala dzaaratin syarron yarah, wa man ya'mal
> mitsqala dzaaratin khayron yara". Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal
> hamba-Nya meskipun seberat atom.
>
> Wassalam
> Abdul Mu'iz
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 comments:

Post a Comment