Mbak Mei,
Ayat tersebut ada kelanjutannya, "kemudian Kami kembalikan dia ke dalam bentuk
yang seburuk-buruknya, kecuali orang yang beriman dan beramal shaleh, maka bagi
mereka ada pahala yang tiada putus-putusnya" (QS 95:5-6).
Nah yang jadi perbincangan saya dengan pak Chodjim adalah, bahwa yang terlahir
intelegensinya idiot, imbecil dan moron tidak memiliki kesempatan untuk beriman
dan beramal shaleh, karena faith (iman) dan good work (amal shaleh) hanya bisa
diterima oleh orang aqil baligh, sementara anak yang terlahir idion, imbecil dan
moron meskipun sampai dewasa dia tidak akan berkesempatan untuk beriman maupun
beramal shaleh, karena aqil balighnya tidak pernah mengalami kemajuan.
Memang pada akhir ayat di QS at tiin tsb disebutkan, "maka apa yang membuat kamu
mendustakan pembalasan setelah itu (adanya keterangan), bukankah Allah itu Maha
Menghakimin dan Maha Adil ?".
Berbeda dengan mereka yang cuma cacat fisik, tetapi mental maupun intelegensinya
masih sehat, maka dia masih sanggup menerima iman dan beramal shaleh, kelemahan
fisik masih bisa diatasi dengan mengaktifkan kelebihan yang lain.
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: L.Meilany <wpamungk@centrin.net.id>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Kam, 24 Februari, 2011 20:41:39
Judul: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
Nimbrung Pak Muiz:
Bagaimana dengan ayat yg menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia dengan
sempurna
dan dalam sebaik-baik bentuk?
Artinya kan orang yg terlahir punya kekurangan [ cacat mental, cacat tubuh]
adalah 'kesalahan' si ibu yg mengandung.
Kesalahan lingkungan.
Yg saya tahu bahwa selama masa kehamilan itulah calon bayi di bentuk. Selain
campur tangan Allah tapi juga gimana si ibunya.
Fakta jelas, bahwa bayi, anak2 yg cacat adalah faktor dari ibunya ketika hamil.
Yg banyak pantanglah, yg kurang asupan makanan yg benerlah.
Makanya anak2 cacat keliatannya lebih banyak dari kalangan orang2 miskin atau yg
nggak peduli sama kesehatan waktu hamil.
Kalo gila /skizofren, homo mungkin dari pola asuh, trauma, lingkungan?
Makanya kan kalo menikah musti tahu riwayat penyakit masing2 pasangan yg
kemungkinannya bisa menurun.
Dimaping gitu nenek moyangnya pernah punya masalah psikis, kesehatan/kejadian
apa.
Jadi nantinya siap2 apa perlu punya anak atau tidak. Kalo tetep mau punya anak
dengan segala risiko [ misal nenek moyangnya ada yg sarap]
upayakan nanti si anak terus dalam kondisi yg terhindar dari pencetus gila,
misalnya
Daripada bikin anak tapi belakangannya si anak menderita. Jadi beban masyarakat
Karena kalo jadi gila, homo itu selalu ketahuannya sudah dewasa. Jadi selama
dalam masa asuh itu pinter2lah si ortunya.
Kan kalo gak bisa ngurus anak itu dosa.
Silaken saja dilanjut oleh para ahlinya :-)
Salam,
l.meilany
----- Original Message -----
From: Abdul Muiz
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Thursday, February 24, 2011 5:15 AM
Subject: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan
Dosa'
Thanks Pak Chodjim,
tidak salah memang mengasihani anak terlahir idiot sehingga menjadi beban orang
lain seumur-umur, namun jangan lupa firman Allah, "ma khalaqta hadza bathila" =
tidak ada yang Engkau ciptakan ini sia-sia.
Kadang ketika kita mudah mengasihani anak yang terlahir cacat (sekali lagi saya
menilai, saya tidak menyalahkan sikap mengasihani tsb), namun lupa pada sisi
yang lain. Sebagai komparasi saya ingin menyampaikan bahwa betapa kasihan nasib
kambing, rusa, sapi atau binatang lain di hutan seumur-umur dijadikan mangsa
melulu oleh sang raja hutan harimau atau singa. Apakah kita akan mengatakan
Allah maha kejam ya ?:) apa kawaban dari fenomena ini ? bisa beragam jawaban
yang akan diberikan. Begitu juga dengan fenomena dissable anak yang terlahir
cacat, misalnya akan memberikan inspirasi bagi orang lain untuk riset dan
pengembangan pengetahuan, memikirkan lembaga pendidikan yang cocok seperti SDLB
(SD Luar Biasa), sang guru juga terinspirasi untuk mengupdate metode belajar,
dsb. Salah satu efek fenomena anak idiot atau dissable kan membuka lapangan
kerja di sektor pendidikan ?.
Dan jangan salah, manusia-manusia yang ditaqdirkan terlahir cacat bawaan
(dissable) ternyata mampu berbuat "sesuatu" yang di luar perhitungan manusia,
seperti yang tunanetra memiliki kepekaan mendengar yang luar biasa, sehingga dia
mampu menutupi kekurangan pandangan mata tergantikan oleh kepekaan pendengaran,
mampu dengan tepat menebak siapa yang datang hanya lewat deteksi langkah kaki
bahkan bau keringat dsb dsb.
Saya sekarang punya pimpinan yang salah satu anak kandungnya yang cacat telah
memberikan inspirasi bagi dirinya untuk tabah dan terenyuh ketika sang anak yang
cacat suatu ketika dapat meresponse dengan baik suatu problem yang semula
bingung apa solusinya. Saya juga dulu punya tetangga yang cacat bawaan lahir
sejak bayi, tidak punya kaki, orang tuanya amat bersedih dan pesimis bagaimana
memprediksi masa depan sang anak, namun saat remaja dia belajar otodidak ilmu
elektronika, dia sering mengamati pamannya yang berprofesi service radio, dan
diam-diam dia belajar sendiri, dan sering mencoba mengotak-atik radio rusak
hingga baik, akhirnya dia menjadi mahir dan mampu melakukan reparasi radio
sebagaimana yang dilakukan orang normal, lama-lama dia punya pelanggan sendiri
dan mampu hidup mandiri bahkan dia sanggup berderma pada orang lain yang dia
anggap lebih miskin dari dirinya. Mungkin saya tidak begitu banyak referensi
untuk menjelaskan fenomena ini. Silakan teman-teman memberikan komentar.
Allah berfiman, "fa man ya'mal mitsqala dzaaratin syarron yarah, wa man ya'mal
mitsqala dzaaratin khayron yara". Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal
hamba-Nya meskipun seberat atom.
Wassalam
Abdul Mu'iz
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment