Nimbrung Pak Muiz:
Bagaimana dengan ayat yg menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia dengan sempurna
dan dalam sebaik-baik bentuk?
Artinya kan orang yg terlahir punya kekurangan [ cacat mental, cacat tubuh] adalah 'kesalahan' si ibu yg mengandung.
Kesalahan lingkungan.
Yg saya tahu bahwa selama masa kehamilan itulah calon bayi di bentuk. Selain campur tangan Allah tapi juga gimana si ibunya.
Fakta jelas, bahwa bayi, anak2 yg cacat adalah faktor dari ibunya ketika hamil.
Yg banyak pantanglah, yg kurang asupan makanan yg benerlah.
Makanya anak2 cacat keliatannya lebih banyak dari kalangan orang2 miskin atau yg nggak peduli sama kesehatan waktu hamil.
Kalo gila /skizofren, homo mungkin dari pola asuh, trauma, lingkungan?
Makanya kan kalo menikah musti tahu riwayat penyakit masing2 pasangan yg kemungkinannya bisa menurun.
Dimaping gitu nenek moyangnya pernah punya masalah psikis, kesehatan/kejadian apa.
Jadi nantinya siap2 apa perlu punya anak atau tidak. Kalo tetep mau punya anak dengan segala risiko [ misal nenek moyangnya ada yg sarap]
upayakan nanti si anak terus dalam kondisi yg terhindar dari pencetus gila, misalnya
Daripada bikin anak tapi belakangannya si anak menderita. Jadi beban masyarakat
Karena kalo jadi gila, homo itu selalu ketahuannya sudah dewasa. Jadi selama dalam masa asuh itu pinter2lah si ortunya.
Kan kalo gak bisa ngurus anak itu dosa.
Silaken saja dilanjut oleh para ahlinya :-)
Salam,
l.meilany
----- Original Message -----
From: Abdul Muiz
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Thursday, February 24, 2011 5:15 AM
Subject: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
Thanks Pak Chodjim,
tidak salah memang mengasihani anak terlahir idiot sehingga menjadi beban orang
lain seumur-umur, namun jangan lupa firman Allah, "ma khalaqta hadza bathila" =
tidak ada yang Engkau ciptakan ini sia-sia.
Kadang ketika kita mudah mengasihani anak yang terlahir cacat (sekali lagi saya
menilai, saya tidak menyalahkan sikap mengasihani tsb), namun lupa pada sisi
yang lain. Sebagai komparasi saya ingin menyampaikan bahwa betapa kasihan nasib
kambing, rusa, sapi atau binatang lain di hutan seumur-umur dijadikan mangsa
melulu oleh sang raja hutan harimau atau singa. Apakah kita akan mengatakan
Allah maha kejam ya ?:) apa kawaban dari fenomena ini ? bisa beragam jawaban
yang akan diberikan. Begitu juga dengan fenomena dissable anak yang terlahir
cacat, misalnya akan memberikan inspirasi bagi orang lain untuk riset dan
pengembangan pengetahuan, memikirkan lembaga pendidikan yang cocok seperti SDLB
(SD Luar Biasa), sang guru juga terinspirasi untuk mengupdate metode belajar,
dsb. Salah satu efek fenomena anak idiot atau dissable kan membuka lapangan
kerja di sektor pendidikan ?.
Dan jangan salah, manusia-manusia yang ditaqdirkan terlahir cacat bawaan
(dissable) ternyata mampu berbuat "sesuatu" yang di luar perhitungan manusia,
seperti yang tunanetra memiliki kepekaan mendengar yang luar biasa, sehingga dia
mampu menutupi kekurangan pandangan mata tergantikan oleh kepekaan pendengaran,
mampu dengan tepat menebak siapa yang datang hanya lewat deteksi langkah kaki
bahkan bau keringat dsb dsb.
Saya sekarang punya pimpinan yang salah satu anak kandungnya yang cacat telah
memberikan inspirasi bagi dirinya untuk tabah dan terenyuh ketika sang anak yang
cacat suatu ketika dapat meresponse dengan baik suatu problem yang semula
bingung apa solusinya. Saya juga dulu punya tetangga yang cacat bawaan lahir
sejak bayi, tidak punya kaki, orang tuanya amat bersedih dan pesimis bagaimana
memprediksi masa depan sang anak, namun saat remaja dia belajar otodidak ilmu
elektronika, dia sering mengamati pamannya yang berprofesi service radio, dan
diam-diam dia belajar sendiri, dan sering mencoba mengotak-atik radio rusak
hingga baik, akhirnya dia menjadi mahir dan mampu melakukan reparasi radio
sebagaimana yang dilakukan orang normal, lama-lama dia punya pelanggan sendiri
dan mampu hidup mandiri bahkan dia sanggup berderma pada orang lain yang dia
anggap lebih miskin dari dirinya. Mungkin saya tidak begitu banyak referensi
untuk menjelaskan fenomena ini. Silakan teman-teman memberikan komentar.
Allah berfiman, "fa man ya'mal mitsqala dzaaratin syarron yarah, wa man ya'mal
mitsqala dzaaratin khayron yara". Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal
hamba-Nya meskipun seberat atom.
Wassalam
Abdul Mu'iz
________________________________
Dari: chodjim <chodjim@gmail.com>
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Terkirim: Rab, 23 Februari, 2011 16:51:33
Judul: Re: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan Dosa'
Mas Muiz,
Yang inging saya sampaikan bukanlah kaidah fikihnya terhadap "disability",
tetapi pernyataan Alquran bahwa manusia diciptakan dalam "ahsan taqwiim".
Sambungannya kan "dikembalikan pada keadaan asfala saafiliin, kecuali.... ".
Lha, ini belum dikembalikan sudah asfala saafiliin duluan, hahaha....
Jadi, kalau ahli fikih pada waktu dulu bisa merumuskan kaidah orang-orang
"disable", tentu ahli fikih sekarang, seiring dengan kemajuan di bidang
kedokteran seharusnya mereka bisa bertanya kepada ahlinya untuk merumuskan
fikih... Dengan demikian, bukan bersifat menghakimi padahal ilmu yang diketahui
sudah "obsolete".
Bila dikembalikan pada Alquran, kasihan benar lho orang-orang yang dilahirkan
idiot, imbisil dan moron itu. Dilahirkan ke dunia koq tidak diberikan kesempatan
untuk beramal saleh, malah menjadi beban keluarga yang menerima warga cacat
tersebut. Bila dikembalikan kepada Alquran, justru dinyatakan dengan tegas bahwa
Allah tidak menganiaya manusia sekecil apapun, kecuali manusia itu sendiri yang
menganiaya dirinya sendiri (Q. 10:44).
Wassalam,
chodjim
----- Original Message -----
From: Abdul Muiz
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, February 23, 2011 9:27 AM
Subject: Bls: Bls: Bls: [wanita-muslimah] Imam Homo: 'Homoseksualitas Bukan
Dosa'
Pak chodjim,
Dalam khasanah fiqh ada kelompok manusia yang digolongkan hajru (di bawah
pengampuhan, karena dipandang tidak mampu mengelola hartanya sendiri) dan ada
lagi istilah mukallaf, maka menurut saya orang-orang dissable cacat lahir
termasuk abnormal karena IQ di bawah rata-rata (idiot dan imbecil maupun
moron) adalah orang yang masuk kelompok hajru, maka dalam kaitannya dengan amal
sholeh ya orang tsb termasuk belum aqil (belum mampu menggunakan aqalnya dengan
baik) ya tidak dituntut menjalankan syariah termasuk beramal shaleh karena
tergolong belum mukallaf. Tetapi Allah Mahaadil tidak akan pernah menyia-nyiakan
perbuatan hamba-Nya apapun kondisi dan situasinya.
Wassalam
Abdul Mu'iz
[Non-text portions of this message have been removed]
__________ NOD32 5903 (20110224) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment