Advertising

Wednesday, 23 February 2011

Re: [wanita-muslimah] Re: Soeharto bubarkan PKI, SBY bubarkan FPI ...???

Bagian ini cukup menarik:

===
Menurut anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini, FPI di Pandeglang
memiliki cukup banyak pengikut. Itulah salah satu alasannya merangkul Ujang
Bengkung. "Daripada rusuh, mending saya ajak berunding," kata Dimyati, yang
menjabat bupati sejak 2000 sampai 2009.

Lantaran sering bertemu, keduanya menjadi dekat. Tak jarang, Ujang cukup
menelepon bila meminta Dimyati mela-kukan sesuatu. "Tolong, ada maksiat di
Pantai Carita," ujarnya menirukan Ujang. "Saya jawab: siap, segera saya
tertibkan." Sebagai Ketua FPI Pandeglang, kata Dimyati, Ujang selalu
melaporkan hal yang mengganjal hati, termasuk soal Ahmadiyah. "Saya bilang,
Ahmadiyah tak boleh syiar," ujarnya. "Ahmadiyah patuh, FPI enggak rusuh."
===

Bupati, pejabat, mampu merangkul "preman," (atau dirangkul?) yang punya
banyak pengikut,
sebaliknya apa pendekatannya dengan Ahmadiyah?

Kalau di level kabupaten terjadi rangkul-rangkulan seperti ini,
siapa yang bisa menafikan kalau di tingkat nasional ada rangkul-rangkulan
antara Rizik Shihab dengan pejabat tingkat nasional?

2011/2/23 Waluya <waluya2006@gmail.com>

>
>
> > --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@... wrote:
> > Mana nih berita ttg tersangka pembantai Cikeusik, katanya Kiyai
> > Ujang yg pemimpin pesantren ternyata anggota PPP dan Ketua FPI
> > juga? Kok nggak dimuat oleh Pak Yudi? Pak Ambon ketemu kah
> > beritanya?
>
> Bu Mia, Ini ada artikel dari Majalah Tempo minggu ini:
>
> Ada Front di Cikeusik
>
> http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/02/21/LU/mbm.20110221.LU136003.id.html
>
> DERAP sepatu membuyarkan kesunyian permukiman di pinggiran Bogor, Jawa
> Barat, Rabu dinihari pekan lalu. Perayaan Maulid Nabi di masjid kampung
> telah usai berjam-jam lalu. Belasan lelaki bersepatu lars mendekati satu
> rumah di permukiman itu, lalu mengetuknya.
>
> Begitu membuka pintu, tuan rumah kaget. Mereka yang berdiri di depan pintu
> pada dinihari buta itu menenteng senapan panjang. "Kami dari kepolisian. Mau
> menjemput Haji Ujang," kata lelaki yang berdiri paling depan, seperti
> ditirukan sumber Tempo. Tanpa disadari pemiliknya, polisi berpakaian preman
> mengintai rumah itu sejak siang sehari sebelumnya.
>
> Haji Ujang, yang disebut para penjemputnya, telah tujuh hari bersembunyi
> dari kejaran polisi. Populer dengan sebutan Ujang Bengkung, ia bernama asli
> Ujang Arif bin Surya. Ia diincar polisi setelah penyerbuan ribuan orang ke
> rumah penganut Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan
> Cikeusik, Pandeglang, Banten, pada Ahad tiga pekan lalu itu.
>
> Banyak jejak menunjukkan keterlibatan Ujang dalam peristiwa yang menewaskan
> tiga orang itu. Sejumlah kiai yang diperiksa polisi menyebut Ujang sebagai
> pengirim pesan pendek ajakan mengusir Ahmadiyah dari Pandeglang. Tim Pembela
> Muslim yang menjadi pengacara Ujang juga mengakui penyebaran pesan pendek
> itu.
>
> Sejumlah saksi mata melihat Ujang berada di tempat kejadian. Sebelum
> insiden, Ujang tampak berada di antara massa yang berkelimun di depan Masjid
> Al-Huda, Cangkore, sekitar 500 meter dari rumah Ismail Suparman, juru dakwah
> Ahmadiyah, yang jadi sasaran penyerangan. Mamat, saksi mata, yakin melihat
> Ujang karena kawannya yang berdiri di sebelahnya menyaksikan lelaki yang
> sama. "Itu Ujang Bengkung, Ketua FPI Pandeglang," kata Mamat, menirukan
> kawannya.
>
> Selain melihat Ujang Bengkung, Mamat menyaksikan wajah asing bergerombol
> tak jauh dari tempatnya berdiri. Di barisan depan, tampak sekelompok lelaki
> berperawakan tegap yang rata-rata berbalut jaket hitam dan mengenakan peci.
> Pagi itu, mereka bersiap-siap menuju rumah Suparman. Golok yang masih
> tersarung menyembul dari balik jaket. Pita biru terpacak di dada mereka.
>
> Tatkala barisan ini bergerak menuju rumah Suparman, Ujang Bengkung masih
> terlihat di sekitar masjid Cangkore, titik berkumpul massa dari pelosok
> Pandeglang. "Dia ikut gelombang kedua," kata Mamat.
>
> Saksi lain, sebut saja Ali, yang berada di depan rumah Suparman sepanjang
> kericuhan, juga melihat Ujang. Ia bahkan sempat mencium tangan Ujang begitu
> pria 45 tahun itu tiba di depan rumah Suparman. Ali mendengar sebagian massa
> yang tiba bersama Ujang berbicara dengan logat Betawi. Seperti kelompok
> pertama, massa Ujang menaruh pita di dada, tapi warnanya hijau.
>
> Ujang menghilang dua hari setelah penyerangan Cikeusik. Dicari-cari polisi,
> dia panik. Diam-diam ia meninggalkan rumah tanpa pamit kepada kedua
> istrinya, Nengsin dan Umi Iyoh. "Mereka enggak tahu ke mana Haji Ujang
> pergi," kata Syamsuddin, ipar Ujang.
>
> Ujang ditangkap di rumah kerabatnya di pinggiran Bogor. "Malam itu juga
> langsung dibawa ke Kepolisian Daerah Banten," kata Kepala Bidang Penerangan
> Umum Markas Besar Kepolisian Negara Komisaris Besar Boy Rafli Amar.
>
> HANYA segelintir warga Cikeusik- yang mengenal Ujang Bengkung. Dua kiai
> yang menerima pesan pendek ajak-an mengusir Ahmadiyah-Munir bin Masri dan
> Muhammad bin Syarif-menggeleng ketika ditanya siapa Ujang. "Saya tidak
> tahu," kata Muhammad, Ketua Gerakan Muslim Cikeusik. Diang-gap ikut terlibat
> menggerakkan massa, Munir dan Muhammad ditetapkan polisi sebagai tersangka.
>
> Seorang warga Cikeusik lain mengetahui, Ujang merupakan kiai dari Kampung
> Bengkung, Desa Ciseureuheun, Cigeulis, 30 kilometer lebih ke arah barat
> Cikeusik. Karena berasal dari Bengkung, Ujang lebih dikenal dengan panggilan
> "Kiai Ujang Bengkung". Ia getol menyerukan pengusiran Jemaat Ahmadiyah dari
> Pandeglang.
>
> Di Kampung Bengkung, Ujang mengasuh Pesantren Bani Surya, diambil dari nama
> ayahnya, Surya, juga seorang kiai. Menurut Syamsuddin, hanya ada sekitar
> sepuluh orang santri yang mondok di pesantren itu. "Santrinya tidak banyak,
> tapi beliau sering berceramah atau mengisi pengajian ibu-ibu," katanya.
>
> Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Agus Kusnadi sebelum
> dicopot terang-terangan mengatakan polisi akan memeriksa aktivis Front
> Pembela Islam. "Dia Ketua FPI Banten," kata Agus kepada para wartawan, tiga
> hari setelah kejadian. Yang ditunjuk adalah Ujang Bengkung, Ketua FPI
> Pandeglang. Dari situlah pertama kali FPI dikaitkan-kaitkan dengan insiden
> Cikeusik.
>
> Menurut polisi, sejauh ini kaitan FPI dengan penyerangan Cikeusik baru
> terlihat dari jejak Ujang Bengkung di lokasi dan pesan pendek yang
> disebarnya ke para kiai. "Keterlibatan organisasi belum ditemukan," kata Boy
> Rafli Amar.
>
> Lewat juru bicaranya, Munarman, FPI pusat, yang bermarkas di Petamburan,
> Jakarta, menolak dikait-kaitkan dengan insiden Cikeusik. Menurut dia, FPI
> pusat tak pernah mengirimkan orang ke desa itu. Ia juga mengatakan, di
> Pandeglang atau Banten, tak ada Front Pembela Islam. "Lagi pula, FPI tak
> perlu pakai pita-pitaan," ujarnya.
>
> Syamsuddin mengatakan tak mengetahui aktivitas Ujang dalam organisasi.
> "Saya belum pernah melihat kedekatan beliau dengan FPI," ujarnya. Tempo tak
> berhasil mewawancarai Ujang, yang berada di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah
> Banten.
>
> Jejak Ujang justru direkam jelas oleh Achmad Dimyati Natakusumah, mantan
> Bupati Pandeglang, yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari
> Partai Persatuan Pembangunan. Ia mengaku lama mengenal Ujang. Pada
> tahun-tahun dia menjabat bupati, Ujang kerap menemuinya. Ujang dianggap
> tokoh lantaran memimpin Front Pembela Islam di wilayah itu. Selain FPI,
> organisasi yang dirangkul -Dimyati antara lain Front Hizbullah.
>
> Menurut anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini, FPI di Pandeglang
> memiliki cukup banyak pengikut. Itulah salah satu alasannya merangkul Ujang
> Bengkung. "Daripada rusuh, mending saya ajak berunding," kata Dimyati, yang
> menjabat bupati sejak 2000 sampai 2009.
>
> Lantaran sering bertemu, keduanya menjadi dekat. Tak jarang, Ujang cukup
> menelepon bila meminta Dimyati mela-kukan sesuatu. "Tolong, ada maksiat di
> Pantai Carita," ujarnya menirukan Ujang. "Saya jawab: siap, segera saya
> tertibkan." Sebagai Ketua FPI Pandeglang, kata Dimyati, Ujang selalu
> melaporkan hal yang mengganjal hati, termasuk soal Ahmadiyah. "Saya bilang,
> Ahmadiyah tak boleh syiar," ujarnya. "Ahmadiyah patuh, FPI enggak rusuh."
>
> Saking dekatnya, ketika FPI Pandeglang menggelar acara, Dimyati juga kerap
> hadir. Di sanalah Dimyati mengaku beberapa kali bertemu dengan Rizieq
> Shihab, Ketua FPI, yang datang jauh-jauh dari Jakarta.
>
> Anton Septian (Jakarta), Wasi'ul Ulum (Serang)
>
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, aldiy@... wrote:
> >
> > Mana nih berita ttg tersangka pembantai Cikeusik, katanya Kiyai Ujang yg
> pemimpin pesantren ternyata anggota PPP dan Ketua FPI juga? Kok nggak dimuat
> oleh Pak Yudi? Pak Ambon ketemu kah beritanya?
> > Salam
> > Mia
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

0 comments:

Post a Comment