Eh... eh.. Mas Yudi,
Bisa nggak dicarikan berita FPI atau HTI atau FUI atau MMI atau JAT yang mengutuk tindakan Gaddafi terhadap rakyatnya yang notabene adalah bangsa Arab dan paling utama adalah umat Islam.
Tolong dong dicarikan... ini kan umat Islam yang dibantai (tidak hanya dianiaya), sampai ratusan lagi jumlahnya loh mas...
Jangan-jangan mereka sudah merencanakan untuk mengirim laskar guna membela kaum muslim yang ada di Libya. Tolong dong di posting beritanya..
Kalo benar mereka mau kirim laskar ke Libya saya akan dukung mereka 100%. Sepertinya rakyat Libya lebih urgent membutuhkan pertolongan laskar FPI dan lainnya dibandingkan saudara muslim yang di Palestina atau Afganistan, karena rakyat Libya sama sekali gak punya senjata dan diberondong habis2an oleh rejimnya Gadaffi.
Tolong yah mas.. cari beritanya dan mohon postingkan disini
Salim
:D
On Feb 22, 2011, at 11:03 AM, Yudi Yuliyadi wrote:
> Soeharto adalah 'pahlawan' pembubaran PKI (Partai Komunis Indonesia) lalu
> apakah kemudian SBY akan menjadi 'pahlawan' pembubaran FPI (Front Pembela
> Islam) kah ?... Wallahualambishshawab.
> <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> <!--[endif]-->
>
> *
>
> Ahmadiyah bergolak lagi. Kini terjadi di Cikeusik Pandeglang Banten. Bagi
> Islam dan umatnya, soal Ahmadiyah ibarat duri dalam daging yang bernanah.
> Dicongkel sakit tidak dicongkel sakit. Bedanya dicongkel sakit sekali tidak
> dicongkel sakit berkepanjangan nanahnya mengental baunya menyengat. Karena
> itu sebaiknya dicongkel dan sakitpun sembuh.
>
> Entah apa reaksi KH. Yusuf Hasyim (alm) yang akrab dipanggil Pak Oed,
> hari-hari ini tatkala mendengar kasus Ahmadiyah bergolak lagi ?.
>
> Sekitar April 2005, (pasca penegasan fatwa MUI tentang Ahmadiyah yakni
> Ahmadiyah merupakan ajaran sesat, dan karena itu mengajak pengikut Ahmadiyah
> kembali ke Jalan yang benar, dan meminta kepada pemerintah segera
> membubarkan Ahmadiyah) : suasana amat panas juga terjadi karena Ahmadiyah
> yang didukung oleh golongan sekuler, dan berbagai elemen liberal, bahkan
> golongan Nasrani berhasil memainkan opini.
>
> Ketika itu Departemen Agama (Depag) memprakarsai dialog-dialog dengan
> Ahmadiyah guna mencari solusi.
>
> Muara dialog justru menempatkan posisi Ahmadiyah menguat, sementara posisi
> Depag khususnya Menag Maftuh Basyuni, justru terpojok bahkan digugat para
> pendukung Ahmadiyah. Di sinilah KH. Yusuf Hasyim tampil.
>
> Pak Oed yang ikut memprakarsai berdirinya Forum Umat Islam (FUI) dan
> kemudian menerbitkan tabloid Suara Islam ini, menangkap keresahan umat Islam
> berkaitan Ahmadiyah ini.
>
> Eksponen pendiri FUI pun diundang di kediaman putra Hadratussyech Hasyim
> As'ari ini di Jalan Wijayakusumah kawasan Klender Jakarta Timur.
>
> Penulis diminta Pak Oed mengundang sejumlah kyai dan tokoh-tokoh yang sudah
> terbiasa berdiskusi bersama Pak Oed. Hadirlah sejumlah kyai seperti : KH.
> Syukron Makmun, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii, KH. Hussein Umar Ketua
> Dewan Dakwah, KH. Achmad Cholil Ridwan, dan sejumlah aktifis muda Islam,
> seperti : Dr. Ahmad Sumargono MM, Al Khathath, Dr. Joserizal Jurnalis dan
> jajaran pengacara muda yang tergabung di TPM antara lain : HM. Luthfie Hakim
> SH, Wirawan Adnan SH dan Munarman SH. Tidak ketinggalan sejumlah tokoh
> mewakili ormas Islam seperti : GPII, PII, HMI, Perti, Al Ittihadiyah,
> Persis, dan sejumlah eksponen muda Islam lainnya.
>
> Dalam pertemuan di Klender ini, semua yang hadir merasakan hal yang sama
> dengan apa yang dirasakan tuan rumah yang amat resah berkaitan masalah
> Ahmadiyah.
>
> Bagaimana tidak, Ahmadiyah terang-terangan menodai kesucian Islam, khususnya
> melecehkan Rasulullah Muhammad Saw, bahkan melecehkan eksistensi Allah Swt.
>
> Mengapa di negara tercinta terus bisa hidup, paham Ahmadiyah yang amat sesat
> ini. Sementara di sejumlah negara Islam seperti Pakistan, Saudi Arabia
> melarang keberadaan Ahmadiyah, juga negara tetangga seperti Malaysia dan
> Brunei Darussalam melarang total Ahmadiyah.
>
> Semua yang hadir menyepakati ide tuan rumah harus dibentuk front
> penanggulangan Ahmadiyah.
>
> Dari mulut KH. Yusuf Hasyim akhirnya terlontar nama Front Penanggulangan
> Ahmadiyah dan Aliran Sesat disingkat FPAS. Beberapa hari kemudian penulis
> dan aktifis FUI diajak Pak Oed bertandang ke rumah dinas Menag Maftuh
> Basyuni di Jalan Widyacandra. Di depan Menag, KH. Yusuf Hasyim menyatakan
> berdirinya FPAS ini dan hal ini sangat didukung Maftuh Basyuni. Sejumlah
> nama kyai dan tokoh pun dicantumkan melengkapi susunan pengurus FPAS,
> seperti Kyai Langitan Tuban : Kyai Abdullah Faqih, KH. Ma'ruf Amin (Ketua
> Komisi Fatwa MUI Pusat), dan HM Cholil Badawi (mantan Wakil Ketua DPA), juga
> sejumlah aktifis muda pakar Ahmadiyah, seperti Amin Djamaluddin, Fawzy
> Agustjik, Natsir Zubaidi dan seluruh kyai dan tokoh yang hadir dalam
> pertemuan Klender itu.
>
> Sebagai pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Pak Oed, secara
> tersendiri mengajak kepada beberapa kyai pimpinan pondok pesantren besar di
> Jawa Timur dan ibukota Jakarta, agar membuat pernyataan bersama berkaitan
> Ahmadiyah itu.
>
> Tertorehlah kemudian tanda tangan empat pimpinan pondok pesantren kenamaan,
> yakni KH. Abdullah Faqih (Pesantren Langitan Tuban), KH. Idris Marzuki
> (Pesantren Lirboyo Kediri), KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Perguruan dan
> Pesantren Islam As-Syafiiyah Jakarta), dan KH. Yusuf Hasyim sendiri.
>
> Pernyataan bersama ini ditandatangani pada 16 Agustus 2005, dan membuat
> keputusan penting yakni :
>
> (1) Membenarkan dan menguatkan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 7/Munas
> VII/MUI/11/205 tentang haramnya mengikuti paham pluralisme, sekulerisme, dan
> liberalisme agama, dan fatwa MUI nomor 11/Munas VII/MUI/15/2005 tentang
> Jamaah Ahmadiyah sebagai aliran di luar Islam serta sesat menyesatkan;
>
> (2) Mengharap kepada ormas Islam bersih dari person-person yang berpaham
> liberalis, sekularis, dan pluralis agama;
>
> (3) Segenap umat Islam berkewajiban waspada terhadap pola pikir keagamaan
> berdasar liberal, sekuler, dan plural yang berpotensi besar melemahkan dan
> merusak keimanan..
> <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> <!--[endif]-->
>
> Pernyataan sikap para ulama pondok pesantren besar itu dicetak besar-besaran
> oleh Pesantren Tebu Ireng dan diedarkan ke seluruh Indonesia.
>
> Bahkan master bahan cetakannya dikirim Pak Oed ke sejumlah pesantren besar
> agar bisa mencetak ulang sebanyak-banyaknya.
>
> Hal ini -bukan mustahil- mendorong Menag Maftuh Basyuni belakangan selalu
> membuat pernyataan yang tegas terhadap Ahmadiyah sebagai ajaran 'sesat dan
> menyesatkan', dan meminta agar Ahmadiyah berada 'di luar Islam'.
>
> Pernyataan Maftuh itu segera memicu kemarahan para pendukung Ahmadiyah yakni
> kelompok yang menamakan diri Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
> Berkeyakinan (AKKBB) yang segera menggelar konferensi pers dan melontarkan
> somasi kepada Menag Maftuh agar mencabut pernyataannya tentang
> Ahmadiyah.(Kompas 18 April 2006) .
>
> Merespons agresifitas para pendukung Ahmadiyah itu, KH. Yusuf Hasyim segera
> mengajak seluruh jajaran FPAS untuk mengambil sikap.
>
> Dan FPAS pun segera menggelar jumpa pers siap mem-back up Menteri Agama
> Maftuh Basyuni yang diancam para pendukung Ahmadiyah itu.
>
> Menteri agama pun membuat pernyataan 'tegas' tidak akan menarik
> kata-katanya, apalagi meminta maaf dengan mengatakan 'Ahmadiyah sebagai
> aliran sesat' (Baca Republika 25 April 2006 : Menteri Agama Tolak Minta
> Maaf dan berita terkait Kompas 25 April 2006 : Menteri Agama Tidak Perlu
> Minta Maaf).
> <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> <!--[endif]-->
>
> Dengan sengaja kita bentangkan sepenggal riwayat Allayarham KH. Yusuf Hasyim
> di atas, yang telah menjadi sejarah betapa putra Pendiri Nahdlatul Ulama
> (NU), dan pendiri Banser NU ini mempunyai concern (keprihatinan) yang
> mendalam terhadap kasus Ahmadiyah dan tegas ikut memerangi eksistensi
> Ahmadiyah.
>
> Sayang Almarhum Pak Oed sudah tiada. Yang ada kini justru serenceng
> tokoh-tokoh Islam, yang 'membebek' pada trendsetter pemberitaan televisi
> yang selalu menyudutkan Islam dan sebaliknya, para tokoh Islam itu justru
> mengobarkan opini seolah-olah pihak Ahmadiyah didzalimi.
>
> Para penentang Ahmadiyah diberi label sebagai Islam agresif, radikal, dan
> tidak menghormati hak asasi dan toleransi, serta kebebasan hidup beragama.
>
> Dalam kasus Cikeusik Pandeglang tidak pernah ditilik dari sudut hak asasi
> pemeluk Islam Mainstream, yang bagai ditusuk jantungnya dengan klaim
> Ahmadiyah yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi-Rasul penerus Nabi
> Muhammad Saw.
>
> Bahkan derajat Ghulam Ahmad dianggap lebih mulia dari Tuhan Allah Swt itu
> sendiri.
>
> Kasus Cikeusik identik dengan kasus Ciketing Bekasi. Posisi Islam disudutkan
> habis-habisan, sementara penyebab kasus Ciketing -kini terbongkar
> habis-habisan dalam persidangan- umat Islam diprovokasi agresifitas golongan
> Evangelica dengan melakukan Kristenisasi.
>
> Laporan lembaga peneliti ICG (International Crysis Group) yang berpusat di
> Belgia merinci hal ini dengan gamblang.
>
> Namun fakta di balik bentrok Ciketing ini tidak pernah diungkap secara
> berimbang oleh pers nasional. Pers seolah-olah "budek" setelah mengetahui
> fakta sebenarnya di balik kasus Ciketing itu.
> <!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
> <!--[endif]-->
>
> Munculnya sejumlah 'tokoh Islam' yang 'oportunis', menyikapi kasus
> Ahmadiyah, sungguh memprihatinkan.
>
> Kita menjadi ingat kepeloporan Almarhum Pak Yusuf Hasyim, yang namanya kita
> abadikan sebagai perintis berdirinya tabloid Suara Islam ini (lihat box
> susunan redaksi) bersama almarhum KH. Hussein Umar, dan HM. Cholil Badawi
> yang masih ada sampai sekarang.
>
> Mudah-mudahan tokoh kaliber Pak Oed segera lahir, dari kalangan Nahdliyin,
> meneruskan jejak dan langkah-langkahnya. Amin Ya robbal Alamin !
>
> *
>
> KH Yusuf Hasyim dan Ahmadiyah
>
> <http://www.suara-islam.com/news/muhasabah/resonansi/1977-kh-yusuf-hasyim-da
> n-ahmadiyah>
> http://www.suara-islam.com/news/muhasabah/resonansi/1977-kh-yusuf-hasyim-dan
> -ahmadiyah
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment