Advertising

Monday, 25 April 2011

[wanita-muslimah] Voice of Al-Islam, 20 April 2011 - RA Kartini dan Pengaruh Pemikiran Yahudi, Theosofi dan Pluralisme

 

http://www.voa-islam.com/counter/print/2011/04/20/5268/ra-kartini-dan-pengar
uh-pemikiran-yahudi-theosofi-pluralisme/

_____

Description: http://www.voa-islam.com/images/logo.jpg

RA Kartini dan Pengaruh Pemikiran Yahudi, Theosofi dan Pluralisme

Rabu, 20 Apr 2011

Description:
http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/kartini-yahudi.jpg&
h=235&w=355&zc=1

Kebanyakan orang yang menjadikan Kartini sebagai ikon perjuangan perempuan
Indonesia, tak melihat sisi lain dari pemikirannya yang sangat berbau
Theosofi dan kebatinan. Padahal, banyak tokoh wanita lain yang hidup semasa
dengannya, yang berjuang secara nyata dalam dunia pendidikan, bukan dalam
wacana surat menyurat seperti yang dilakukan Kartini.

TANGGAL 21 April dikenal sebagai Hari Kartini. Hampir semua perempuan di
Indonesia, termasuk kaum muslimah, yang ikut-ikutan memperingati hari
tersebut tanpa mengetahui latar belakang sejarahnya yang jelas. Siapa
sesungguhnya Kartini? Siapa orang-orang yang mempengaruhinya? Bagaimana
corak pemikirannya?

Peringatan Hari Kartini sering diikuti beragam acara yang mengedepankan
emansipasi perempuan, kesetaraan gender, perjuangan feminisme, dan
lain-lain. Kartini, dianggap sebagai ikon bagi perjuangan perempuan dalam
persoalan tersebut. Kartini sering disebut sebagai ikon pendobrak bagi
kemajuan perempuan Indonesia dan diakui secara resmi oleh pemerintah sebagai
Pahlawan Nasional dengan Keputusan Presiden (Keppres) RI No. 108 tahun 1964.

Kartini lahir di desa Mayong, sebelah barat Kota Kudus, Kabupaten Jepara.
Sebagai anak seorang bupati, Kartini hidup dalam keluarga yang berkecukupan.
Saat kecil, Kartini dimasukkan ke sekolah elit orang-orang Eropa, Europese
Lagere School (ELS) dari tahun 1885-1892. Di sekolah ini, Kartini banyak
bergaul dengan anak-anak Eropa.

Sebagai keluarga priyayi Jawa, kultur mistis dan kebatinan begitu melekat di
lingkungan tempat tinggalnya. Namun bagi Kartini, ikatan adat istiadat yang
telah berurat akar dalam itu, dianggap mengekangnya sebagai perempuan.
Setelah tamat dari sekolah ELS Kartini memasuki masa pingitan. Sementara
itu, Kartini merasakan betul betapa haknya mendapatkan pendidikan secara
utuh dibatasi. Di luar, ia melihat pendidikan Barat-Eropa begitu maju.

Kartini banyak bergaul dan melakukan korespondensi dengan orang-orang
Belanda berdarah Yahudi, seperti J. H Abendanon dan istrinya Ny Abendanon
Mandri, seorang humanis yang ditugaskan oleh Snouck Hurgronye untuk
mendekati Kartini. Ny Abendanon Mandri adalah seorang wanita kelahiran
Puerto Rico dan berdarah Yahudi.

.Kartini banyak bergaul dan melakukan korespondensi dengan orang-orang
Belanda berdarah Yahudi yang ditugaskan oleh Snouck Hurgronye untuk
mendekati Kartini.

Tokoh lain yang berhubungan dengan Kartini adalah, H. H Van Kol (Orang yang
berwenang dalam urusan jajahan untuk Partai Sosial Demokrat di Belanda),
Conrad Theodore van Daventer (Anggota Partai Radikal Demokrat Belanda), K. F
Holle (Seorang Humanis), dan Christian Snouck Hurgronye (Orientalis yang
juga menjabat sebagai Penasihat Pemerintahan Hindia Belanda), dan Estella H
Zeehandelar, perempuan yang sering dipanggil Kartini dalam suratnya dengan
nama Stella. Stella adalah wanita Yahudi pejuang feminisme radikal yang
bermukim di Amsterdam. Selain sebagai pejuang feminisme, Estella juga aktif
sebagai anggota Social Democratische Arbeiders Partij (SDAP).

Kartini berkorespondensi dengan Stella sejak 25 Mei 1899. Dengan perantara
iklan yang di tempatkan dalam sebuah majalah di Belanda, Kartini berkenalan
dengan Stella. Kemudian melalui surat menyurat, Stella memperkenalkan
Kartini dengan berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan
sosialisme.

Dalam sebuah suratnya kepada Ny Nellie Van Koll pada 28 Juni 1902, Stella
mengakui sebagai seorang Yahudi dan mengatakan antara dirinya dan Kartini
mempunyai kesamaan pemikiran tentang Tuhan. Stella mengatakan,"Kartini
dilahirkan sebagai seorang Muslim, dan saya dilahirkan sebagai seorang
Yahudi. Meskipun demikian, kami mempunyai pikiran yang sama tentang Tuhan. "

Dr Th Sumarna dalam bukunya "Tuhan dan Agama dalam Pergulatan Batin Kartini"
menyatakan ada surat-surat Kartini yang tak diterbitkan oleh Ny. Abendanon
Mandri, terutama surat-surat yang berkaitan dengan pengalaman batin Kartini
dalam dunia okultisme (kebatinan dan mistis). Entah dengan alasan apa,
surat-surat tersebut tak diterbitkan. Ny Abendanon hanya menerbitkan
kumpulan surat Kartini yang diberi judul "Door Duisternis tot Licht" (Habis
Gelap Terbitlah Terang). Keterangan mengenai kepercayaan Kartini terhadap
okultisme hanya didapat dari surat-suratnya yang ditujukan kepada Stella dan
keluarga Van Kol. Seperti diketahui, okultisme banyak diajarkan oleh
jaringan Freemasonry dan Theosofi, sebagai bagian dari ritual perkumpulan
mereka.

Nama-nama lain yang menjadi teman berkorespondensi Kartini adalah Tuan H. H
Van Kol, Ny Nellie Van Kol, Ny M. C. E Ovink Soer, E. C Abendanon (anak J. H
Abendanon), dan Dr N Adriani (orang Jerman yang diduga kuat sebagai
evangelis di Sulawesi Utara). Kepada Kartini, Ny Van Kol banyak mengajarkan
tentang Bibel, sedangkan kepada Dr N Adriani, Kartini banyak mengeritik soal
zending Kristen, meskipun dalam pandangan Kartini semua agama sama saja.

Apakah korespondensi Kartini dengan para keturunan Yahudi penganut
humanisme, yang juga diduga kuat sebagai aktivis jaringan
Theosofi-Freemasonry, berperang penting dalam memengaruhi pemikiran Kartini?
Ridwan Saidi dalam buku Fakta dan Data Yahudi di Indonesia menyebutkan,
sebagai orang yang berasal dari keturunan priayi atau elit Jawa dan
mempunyai bakat yang besar dalam pendidikan, maka Kartini menjadi bidikan
kelompok Theosofi, sebuah kelompok yang juga banyak digerakkan oleh
orang-orang Belanda saat itu.

.maka Kartini menjadi bidikan kelompok Theosofi, sebuah kelompok yang juga
banyak digerakkan oleh orang-orang Belanda saat itu...

Dalam catatan Ridwan Saidi, orang-orang Belanda gagal mengajak Kartini
berangkat studi ke negeri Belanda. Karena gagal, maka mereka menyusupkan ke
dalam kehidupan Kartini seorang gadis kader Zionis bernama Josephine
Hartseen. Hartseen, menurut Ridwan adalah nama keluarga Yahudi.

Siapa yang berperan penting merekatkan hubungan Kartini dengan para elit
Belanda? Adalah Christian Snouck Hurgronje orang yang mendorong J.H
Abendanon agar memberikan perhatian lebih kepada Kartini bersaudara.
Hurgronje adalah sahabat Abendanon yang dianggap oleh Kartini mengerti
soal-soal hukum agama Islam. Atas saran Hurgronje agar Abendanon
memperhatikan Kartini bersaudara, sampailah pertemuan antara Abendanon dan
Kartini di Jepara.

Sebagai seorang orientalis, aktivis Gerakan Politik Etis, dan penasihat
pemerintah Hindia Belanda, Snouck Hurgronje juga menaruh perhatian kepada
kepada anak-anak dari keluarga priyayi Jawa lainnya. Hurgronje berperan
mencari anak-anak dari keluarga terkemuka untuk mengikuti sistem pendidikan
Eropa agar proses asimilasi berjalan lancar.

Langkah ini persis seperti yang dilakukan sebelumnya oleh gerakan
Freemasonry lewat lembaga "Dienaren van Indie" (Abdi Hindia) di Batavia yang
menjaring anak-anak muda yang mempunyai bakat dan minat untuk memperoleh
beasiswa. Kader-kader dari "Dienaren van Indie" kemudian banyak yang menjadi
anggota Theosofi dan Freemasonry.

Pengaruh Theosofi dalam Pemikiran Kartini

Surat-surat Kartini kepada Ny. Abendanon, orang yang dianggap satu-satunya
sosok yang boleh tahu soal kehidupan batinnya, dan surat-surat Kartini
lainya para humanis Description:
http://www.voa-islam.com/photos/mumtaz/kartini-letter.jpgEropa keturunan
Yahudi di era 1900-an sangat kental nuansa Theosofinya. Seperti ditulis
dalam surat-suratnya, Kartini mengakui ada orang yang mengatakan bahwa
dirinya tanpa sadar sudah masuk kedalam alam pemikiran Theosofi.

Bahkan, Kartini mengaku diperkenalkan kepada kepercayaan dengan
ritual-ritual memanggil roh, seperti yang dilakukan oleh kelompok Theosofi.
Selain itu, semangat pemikiran dan perjuangan Kartini juga sama sebangun
dengan apa yang menjadi pemikiran kelompok Theosofi. Inilah yang kemudian,
banyak para humanis yang menjadi sahabat karib Kartini begitu tertarik
kepada sosok perempuan ini.

.Kartini mengaku diperkenalkan kepada kepercayaan dengan ritual-ritual
memanggil roh, seperti yang dilakukan oleh kelompok Theosofi.

Kartini juga kerap mendapat kiriman buku-buku dari Ny Abendanon, yang di
antaranya buku tentang humanisme, paham yang juga lekat dengan Theosofi dan
Freemasonry. Diantara buku-buku yang dibaca Kartini adalah, Karaktervorming
der Vrouw (Pembentukan Akhlak Perempuan) karya Helena Mercier, Modern
Maagden (Gadis Modern) karya Marcel Prevost, De Vrouwen an Socialisme
(Wanita dan Sosialisme) karya August Bebel dan Berthold Meryan karya seorang
sosialis bernama Cornelie Huygens.

Berikut surat-surat Kartini yang sangat kental dengan doktrin-doktrin
Theosofi:
"Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih
Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang
mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang
kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni. " (Surat kepada Ny
Abendanon, 14 Desember 1902).

"Kami bernama orang Islam karena kami keturunan orang-orang Islam, dan kami
adalah orang-orang Islam hanya pada sebutan belaka, tidak lebih. Tuhan,
Allah, bagi kami adalah seruan, adalah seruan, adalah bunyi tanpa makna..."
(Surat Kepada E. C Abendanon, 15 Agustus 1902).

"Agama yang sesungguhnya adalah kebatinan, dan agama itu bisa dipeluk baik
sebagai Nasrani, maupun Islam, dan lain-lain" (Surat 31 Januari 1903).

"Kalau orang mau juga mengajarkan agama kepada orang Jawa, ajarkanlah kepada
mereka Tuhan yang satu-satunya, yaitu Bapak Maha Pengasih, Bapak semua umat,
baik Kristen maupun Islam, Buddha maupun Yahudi, dan lain-lain." (Surat
kepada E. C Abendanon, 31 Januari 1903).

"Ia tidak seagama dengan kita, tetapi tidak mengapa, Tuhannya, Tuhan kita.
Tuhan kita semua." (Surat Kepada H. H Van Kol 10 Agustus 1902).

"Betapapun jalan-jalan yang kita lalui berbeda, tetapi kesemuanya menuju
kepada satu tujuan yang sama, yaitu Kebaikan. Kita juga mengabdi kepada
Kebaikan, yang tuan sebut Tuhan, dan kami sendiri menyebutnya Allah." (Surat
kepada Dr N Adriani, 24 September 1902).

.Dari surat-surat tersebut, sangat jelas bahwa corak pemikiran Kartini
sangat Theosofis, yang di antara inti ajaran Theosofi adalah kebatinan dan
pluralisme.

Dari surat-surat tersebut, sangat jelas bahwa corak pemikiran Kartini sangat
Theosofis, yang di antara inti ajaran Theosofi adalah kebatinan dan
pluralisme.

Mengenai keterkaitan dan hubungannya dengan Theosofi, Kartini mengatakan:

"Orang yang tidak kami kenal secara pribadi hendak membuat kami mutlak
penganut Theosofi, dia bersedia untuk memberi kami keterangan mengenai
segala macam kegelapan di dalam pengetahuan itu. Orang lain yang juga tidak
kami kenal menyatakan bahwa tanpa kami sadari sendiri, kami adalah penganut
Theosofi." (Surat Kepada Ny Abendanon, 24 Agustus 1902).

Hari berikutnya kami berbicara dengan Presiden Perkumpulan Theosofi, yang
bersedia memberi penerangan kepada kami, lagi-lagi kami mendengar banyak
yang membuat kami berpikir." (Surat Kepada Nyonya Abendanon, 15 September
1902).

Sebagai orang Jawa yang hidup di dalam lingkungan kebatinan, gambaran
Kartini tentang hubungan manusia dengan Tuhan juga sama: manunggaling kawula
gusti. Karena itu, dalam surat-suratnya, Kartini menulis Tuhan dengan
sebutan "Bapak". Selain itu, Kartini juga menyebut Tuhan dengan istilah
"Kebenaran", "Kebaikan", "Hati Nurani", dan "Cahaya", seperti tercermin
dalam surat-suratnya berikut ini:

"Tuhan kami adalah nurani, neraka dan surga kami adalah nurani. Dengan
melakukan kejahatan, nurani kamilah yang menghukum kami. Dengan melakukan
kebajikan, nurani kamilah yang memberi kurnia." (Surat kepada E. C
Abendanon, 15 Agustus 1902).

"Kebaikan dan Tuhan adalah satu." (Surat kepada Ny Nellie Van Kol, 20
Agustus 1902).

.Alam spiritual Kartini tak hanya dipengaruhi oleh kepercayaan akan mistis
Jawa, tetapi juga oleh pemikiran-pemikiran Barat.

Alam spiritual Kartini tak hanya dipengaruhi oleh kepercayaan akan mistis
Jawa, tetapi juga oleh pemikiran-pemikiran Barat. Inilah yang oleh kelompok
Theosofi disebut sebagai upaya menyatukan antara "Timur dan Barat". Sebuah
upaya yang banyak memikat para elit Jawa, terutama mereka yang sudah
terbaratkan secara pemikiran.

Siti Soemandari, penulis biografi Kartini mengatakan, dalam beragama,
Kartini kembali kepada akar-akar kejawennya atau apa yang disebut dengan
ngelmu kejawen. Soemandari mempertegas, kepercayaan Kartini adalah gabungan
antara iman Islam dan Kejawen. Atau dalam bahasa lain, keyakinan agama atau
kepercayaan Kartini adalah sinkretisme yang berlandaskan pada pluralisme
agama.

.Belakangan, jaringan Theosofi di Indonesia juga mendirikan Kartini School
(Sekolah Kartini) yang mulanya didirikan di Bandung.

Belakangan, jaringan Theosofi di Indonesia juga mendirikan Kartini School
(Sekolah Kartini) yang mulanya didirikan di Bandung oleh seorang Teosof
bernama R. Musa dan kemudian menyebar di berabagai daerah di Jawa. Tercatat
ada beberapa daerah yang berdiri Sekolah Kartini, yaitu Jatinegara
(Jakarta), Semarang, Bogor, Madiun (1914), Cirebon, Malang (1916), dan
Indramayu (1918).

Sebagai sekolah yang dikelola oleh para Teosof, ajaran tentang kebatinan,
sinkretisme--atau sekarang lebih populer dengan istilah pluralisme-- juga
tentang pembentukan watak dan kepribadian, lebih menonjol dalam pelajaran di
sekolah-sekolah tersebut. Sekolah lain yang didirikan di berbagai daerah
oleh kelompok Theosofi adalah Arjuna School, dengan muatan nilai-nilai
pendidikan yang sama dengan Kartini School.

Tepatkah jika Kartini, berpikiran Barat dan berpaham Theosofi, dijadikan
ikon bagi perjuangan kaum wanita pribumi?

Sejarah mencatat, ada banyak perempuan yang hidup sezaman dengan Kartini
yang namanya begitu saja dilupakan dalam perannya memajukan pendidikan kaum
hawa di negeri ini. Di antara nama itu adalah Dewi Sartika (1884-1947) di
Bandung yang juga berkiprah memajukan pendidikan kaum perempuan. Dewi
Sartika tak hanya berwacana, tapi juga mendirikan lembaga pendidikan yang
belakangan bernama Sakolah Kautamaan Istri (1910). Selain Dewi Sartika, ada
Rohana Kudus, kakak perempuan Sutan Sjahrir, di Padang, Sumatera Barat, yang
berhasil mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School
(1916).

Kartini, seperti yang tersirat dalam tulisan Prof Harsja W Bachtiar, adalah
sosok yang diciptakan oleh Belanda untuk menunjukkan bahwa pemikiran
Barat-lah yang menginspirasi kemajuan perempuan di Indonesia. Atau
setidaknya, bahwa proses asimiliasi yang dilakukan kelompok humanis Belanda
yang mengusung Gerakan Politik Etis pada masa kolonial, telah sukses
melahirkan sosok yang Kartini yang "tercerahkan" dengan pemikiran Barat

.Kartini adalah sosok yang diciptakan oleh Belanda untuk menunjukkan bahwa
pemikiran Barat-lah yang menginspirasi kemajuan perempuan di Indonesia

Karena itu, Harsja menilai, sejarah harus jujur dan secara terbuka melihat
jika memang ada orang-orang yang juga mempunyai peran penting seperti
Kartini, maka orang-orang tersebut juga layak mendapat penghargaan serupa,
tanpa menihilkan peran yang dilakukan oleh Kartini.

Soal sosok Kartini yang diduga menjadi "mitos dan rekayasa" yang diciptakan
oleh kolonialis juga menjadi perhatian sejarawan senior Taufik Abdullah. Ia
menulis:

"Tak banyak memang "pahlawan" kita resmi atau tidak resmi yang dapat
menggugah keluarnya sejarah dari selimut mitos yang mengitari dirinya.
Sebagian besar dibiarkan aman tenteram berdiam di alam mitos-mereka adalah
"pahlawan" dan selesai masalahnya. R. A Kartini adalah pahlawan tanpa henti
membiarkan dirinya menjadi medan laga antara mitos dan sejarah. Pertanyaan
selalu dilontarkan kepada selimut makna yang menutupinya. Siapakah ia
sesungguhnya? Apakah ia hanya sekadar hasil rekayasa politik etis pemerintah
kolonial yang ingin menjalankan politik asosiasi?"

Perjuangan dan pemikiran Kartini, terutama yang berhubungan dengan
pluralisme, memang mendapat perhatian dunia internasional. Ny Eleanor
Roosevelt, istri Presiden AS Franklin D Roosevelt memberikan pernyataan
tentang perjuangan Kartini:

"Saya senang sekali memperoleh pandangan-pandangan yang tajam yang diberikan
oleh surat-surat ini. Satu catatan kecil dalam surat itu, menurut saya
merupakan sesuatu yang patut kita semua ingat. Kartini katakan: Kami merasa
bahwa inti dari semua agama sama adalah hidup yang benar, dan bahwa semua
agama itu baik dan indah. Akan tetapi, wahai umat manusia, apa yang kalian
perbuat dengan dia? Daripada mempersatukan kita, agama seringkali memaksa
kita terpisah, dan sedangkan gadis yang muda ini, menyadari bahwa ia harus
menjadi kekuatan pemersatu".

.Perjuangan dan pemikiran Kartini, terutama yang berhubungan dengan
pluralisme, memang mendapat perhatian dunia internasional.

Siapa Ny. Eleanor Roosevelt? Dalam buku Decoding the Lost Symbol, Simon Cox
menyebut Eleanor Roosevelt adalah aktivis organisasi the Star of East,
sebuah organisasi yang berada di bawah kendali Freemasonry, yang menerima
perempuan sebagai anggotanya. Di Batavia, organisasi the Star of East
(Bintang Timur), pada masa lalu sangat mengakar dengan berdirinya loge
Freemasonry, De Ster in het Oosten (Bintang Timur) di kawasan Weltevreden,
yang sekarang berada di jalan Boedi Oetomo.

Jadi, masih mengidolakan Kartini? [Artawijaya/voa-islam.com]

* Artikel ini disarikan dari buku Gerakan Theosofi di Indonesia

_____

Voice of Al Islam on South East Asia
Page :
http://www.voa-islam.com/counter/print/2011/04/20/5268/ra-kartini-dan-pengar
uh-pemikiran-yahudi-theosofi-pluralisme/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.


Get great advice about dogs and cats. Visit the Dog & Cat Answers Center.

.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment