Advertising

Sunday, 4 November 2012

Re: [wanita-muslimah] 121103 Menjadikan al-Qur'an sebagai obat

 

AL QUR'AN MEMANG TERBUKTI BENAR2 ALLAH SWT JADIKAN PENYEMBUH ORANG YANG SAKIT


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim …



وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَاراً   

 

DAN KAMI TURUNKAN DARI AL-QURAN ITU SUATU YANG MENJADI PENAWAR (OBAT) DAN RAHMAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN; DAN AL-QURAN ITU TIDAKLAH MENAMBAH KEPADA ORANG-ORANG YANG ZALIM SELAIN KERUGIAN.



( QS 17 AL ISRAA' 82 )



Apakah Asy Syifa' ( Penawar atau obat ) secara nyata atau kiasan, keduanya dapat benar2 terbukti dalam berbagai fakta nyata ...

 

 


PENYEMBUH SAKIT KERAS ..

 

Dari suatu Riwayat Nabi Muhammad SAW beserta rombongan sahabat dalam suatu perjalanan jauh yang kehabisan bekal, kebetulan mampir disuatu kampung dan kemudian berkemah dekat kolam / sumur air disisi kampung itu, dimana ketika beberapa sahabat2 ditugaskan untuk meminta tolong bahan makanan, tak ada satu penduduknyapun yang sudi memberikan pertolongannya ..


Hanya satu hari berlalu dengan penuh ketabahan, tiba2 perkemahan didatangi petugas kampung yang meminta tolong karena tahu rombngan Nabi ..kalau ada yang bisa menyembuhkan kepala kampung, yang sudah satu minggu sakit parah dan tak ada yang mampu membuat dia sembuh.


Ketka itu Rasulullah SAW mengirimkan 2-3 orang sahabat untuk menengok si sakit.

Sahabat2 itu yang memang tak tahu cara mengobati, melihat sang kepala kampung demikian menderita, merintih2 kesakitan merasa iba .. tiba2 salah satu sahabat mengingat sesuatu hal dari ilmu agama yang pernah diajarkan salah satu sahabat senior Rasulullah SAW, lalu beliau membacakan surat Al Fatihah satu kali, kemudian mereka memohon diri kembali kekemah ..


Hanya berselang 2-3 jam kemudian, petugas datang lagi dan menyampaikan bahwa sang kepala kampung telah sembuh sama sekali dan meminta agar yang menengok tadi menemui sang kepala kampong itu.


Rupanya sang kepala kampung menghadiahi beberapa karung gandum dan 100 ekor kambing sebagai ucapan terima kasih. Salah satu sahabat melaporkan pada Rasululah SAW akan hal ini, yang diperintahkan beliau  " ambil rezeki itu sebagai keberkahan Allah Ta'ala untuk kita semua "


Sehingga rombongan itupun menjadi lega, dapat makan minum dengan penuh kelezatan menghilangkan lapar-haus selama beberapa hari itu … subhaanallahu ..


 

Itulah suatu bukti tentang Al Qur'an. Ataukah suatu kehendak Allah SWT bagi apapun yang dikehendaki-Nya sangat begitu mudah. Tidak ada satupun yang sulit bagi Allah dilangit dan dibumi ini …


 

Yang jelas bab sakit dna obta dalam Islam bahwa

" Allah SWT yang menurunkan segala penyakit dan Allah SWT pula yang menurunkan obatnya .."

 

Sehingga obat itu hanyalah merupakan wasilah / perantara semata2 .. apapun bentuknya, sesuai apa yang dikehendaki-Nya .. apa yang difirmankan-Nya

Apakah itu daun sirih, jahe, kencur ataupun pil bodrex, kapsul diapet, kapsul antibiotika, obat2 herbal, yang popular masa kini, berbekam Sunnah Rasul, bubuk Habatus sauda' dari Hadits Al Bukhari,  sampai ke pembacaan surat al Fatihah … bacaan al Qur'an surat Al Zalzalah dan surat Ath Thariq ketika seorang wanita hamil dalam kesulitan melahirkan, bahkan air putihpun ..bisa menjadi obat penyembuh apabila Allah SWT telah menghendaki-Nya …

 


 

PERBEDAAN ANTARA ORANG ALIM-SHALEH DENGAN DUKUN ..

 

Maka kita tak perlu heran dan menuduh2 tahayul atau musyrik, ketika seorang yang sakit amat parah, dido'akan seorang alim yang shaleh dengan meniup kepalanya … tiba2 si sakit itu sembuh seketika ..


Karena sebabnya adalah :


1.     Orang alim ( orang yang tahu mendalam ilmu agama ilmu al Qur'an Sunnah2 Rasul ..) akan tahu persis do'a2 tertentu yang manjur untuk hal tertentu pula


2.     Orang shaleh, adalah yang senantiasa menjalani yang diperintahkan ( yang wajib dan yang sunnah ) dan menjauhi yang dilarang ( yang haram, yang makruh dan yang syubhat ) dengan ilmu yang diketahuinya, dalam penuh keta'atan, sehingga dia menjadi kecintaan Allah SWT


3.     Orang alim yang shaleh dalam mengobati seseorang tidak akan pernah meminta imbalan, sehingga hal inilah yang membedakannya dengan dukun, yang meski cara pengobatannya sama, maka dia mensyaratkan satu atau berbagai hal untuk penyembuhan itu, misalnya sejumlah uang atau barang tertentu … sehingga berbalik, dia bukannya mendapat kecintaan Allah SWT malahan mendapat Murka-Nya .. meskipun banyak orang2 tak mengetahuinya

Na'uudzubillah ..



 

DATANGILAH ZIARAHI KUBUR ( DO'AKAN ) ORANG2 ALIM YANG SHALEH MESKI DIA SUDAH TIADA …

 

Nah sahabat yang hanya membaca Al Farihah itulah tadi, karena beliau sudah termasuk golongan orang yang alim dan shaleh … sekiranya Allah SWT mencintai beliau, tentu saja dengan mudah Allah SWT menjadkan sang kepala kampong langsung sembuh begitu saja …


Anda kena sakit kanker ganas ? Stroke berat .. … sudah habis ratusan juta sampai ke Singapore bahkan ke Belanda ..boleh jadi anda dipenuhi dosa2 dan Allah SWT ingin mencuci bersih dosa2 anda ..tetapi ada jalan pintas yang Allah SWT tidak akan menolaknya .. carilah orang alim yang shaleh yang sifat2nya tersebut diatas tadi ....


Baik dia memang termasyuhr, seperti Habib Shaleh bin Mukhsin al Hamid makamnya di dekat setasiun kereta api Tanggul Jember Jawa Timur .. sehingga dijuluki orang2 dengan sebutan Habib Shaleh Tanggul .. meskipun sudah wafat sejak lama ..

Ataupun yang tidak termasyhur hanya dari mulut kemulut ..

 

Salah satu contoh saja Habib Shaleh Tanggul .. dimana beliau termasyhur dengan do'a2nya kepada siapa saja yang meminta tolong pada beliau, umumnya senantiasa dikabul Allah SWT dalam waktu melebihi kecepatan kilat …



Syuhada yang mati syahid adalah tetap hidup disisi Allah SWT .. buktikan saja dengan jasadnya ditanah kubur bila digali, yang tetap utuh sampai kafan2nya puluhan tahn berlalu ....

 

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ   

 

3.169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang mati di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

 

( QS  03  ALI 'IMRAAN 169 )

 

 

Habib Shaleh Tanggul salah satu Aulia ( Wali Allah ) yang sangat termasyhur bagi jutaan orang dari zaman Belanda sampai ke zaman sekarang dan sekaligus sebagai salah satu ahlul bait Rasulullah SAW


.. Orang alim yang shaleh adalah orang2 yang senantiasa berada dijalan Allah ( fiisabilillah ) .. dan ketika matinya ..mati dalam jalan Allah .. Syuhada pula bukan ?

 


Apalagi Rasulullah SAW sendiri, beliaulah pemimpin para syuhada .. yang meski kita ziarahi makam kubur beliau di Madinah, padahal beliau tetap masih hidup dan tiada mati sampai kiamat nanti ....


Mampu melihat dan memperhatikan kita, tetapi kita tiada mampu melihat beliau2 itu ..


Beziarahlah kepada Habi Shaleh Tanggul .. apalagi berziarah kemakam Rasulullah SAW dmasjid An Nabawi al Munawarah ... bacakan Yaasiin, do'akan, tahlil, salawat dlsb ...sebanyak2nya ..niscaya keberkahan bagi anda akan Allah turunkan bagi anda ..




WASILAH DAN TAWASSUL-TABARUK


Menjadkan wasilah hukumnya adalah halal dan halal .. asalkan kita yakin pada Allah SWT dengan bertawassul pada yang diwasilahi ..

 

" Aku adalah sebagaimana prasangka hamba2-Ku  " …

…. demikian Allah SWT berfirman dalam suatu Hadits Qudsti ..

 

Jelasnya kalau kita yakin betul2 akan kebesaran dan kedahsyatan Allah SWT dan benar2 mengagungkannya ..termasuk mengagungkan Al Qur'an sebagaimana sahabat tadi sungguh2 membaca dan memaknai begitu dalam surat al Fatihah ..maka Allah SWT akan membesarkan kita pula ( memberikan kebaikan ) pada kita ..

 


Muliakanlah apa2 yang dimuliakan Allah SWT … maka Allah akan memuliakan kalian ..


Seperti diantaranya : ciumlah tangan orang2 alim yang shaleh ( guru2 kalian ) .. ciumlah tangan suamimu .. ciumlah kaki ibumu …



Sebaliknya kalau kita ragu2 pada-nya, maka Allah SWT sudah tentu akan ragu2 pula serta malahan menghinakan kita … seribu Al Fatihah dibaca juga tidak akan sembuh2 sakit kita .. karena hanya bacaannya saja tanpa memaknai daamnya dan tingginya nilai surat itu, ditambah pembacanya hanya menganggap agama itu suatu kewajiban dan bukan kebutuhannya …


Al Qur'an hanya dibaca2 karena kewajiban dan bukan kebutuhan ..

Shalat yang dikerjakan ( terburu2 selesai bangun lari keluar masjid ..urusan duniawi  ), atau tidak memakai ilmu seperti wudhu yang tidak sah, telapak kaki masih penuh najis dlsb …, lagi karena hanya dirasakan kewajiban dan bukan kebutuhan ( sebaiknya perlahan, tidak tergesa2, dihayati benar2 .. tidak dibuat serampangan .. dlsb )

 

Wallahu'alaam ../ ISMAIL IBRAHIM




2012/11/3 drtauhid <tauhidhw@gmail.com>
 

121103

Menjadikan al-Qur'an sebagai obat.

Bismi l-lahi r-rahmani r-rahiem.

DAN KAMI TURUNKAN DARI AL-QURAN ITU SUATU YANG MENJADI PENAWAR (OBAT) DAN RAHMAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN; DAN AL-QURAN ITU TIDAKLAH MENAMBAH
KEPADA ORANG-ORANG YANG ZALIM SELAIN KERUGIAN. (Surah al-Isra' [17] ayat 82)

Firman Allah di atas secara sederhana menggambarkan bahwa al-Qur'an adalah obat, namun kita perlu memahami sejauh mana al-Qur'an itu menjadi obat. Tidak sedikit orang yang karena kesederhanaan ataupun keterbatasan kemampuan pemikirannya lalu menganggap bahwa al-Qur'an itu merupakan obat seperti halnya ramu-ramuan dedaunan ataupun obat-obatan yang jika diminum akan menyembuhkan penyakit. Maka orang yang seperti ini ada yang lalu menuliskan ayat-ayat al-Qur'an pada secarik kertas (ada yang menuliskan berbagai huruf al-Qur'an) lalu merendamnya ataupun membakarnya dan memasukkan abunya ke segelas air untuk kemudian diminumkan kepada orang yang sakit. Ada pula yang memahami bahwa yang dimaksud ayat itu adalah "bunyi" ayatnya, maka diapun membacakan ayat-ayat atau surat tertentu ketika bermaksud "menyembuhkan" suatu penyakit.

Jika kita telaah lebih lanjut kita juga akan mendapati ayat lain yang "sedikit" lebih jelas memberikan pengertian perihal bahwa al-Qur'an sebagai obat, yaitu:

HAI MANUSIA, SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEPADAMU (YAITU AL-QUR'AN) PELAJARAN DARI TUHANMU, DAN PENYEMBUH BAGI PENYAKIT-PENYAKIT (YANG BERADA) DALAM DADA, DAN PETUNJUK, SERTA RAHMAT BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN. (Surah Yunus [10] ayat 57)

Di saat ayat-ayat al-Qur'an diturunkan, ilmu kedokteran belumlah banyak berkembang. Oleh karena itu jika Allah swt menyebutkan "penyakit-penyakit di dalam dada" perlu kita fahami bahwa itu bukanlah berarti bahwa ayat-ayat al-Qur'an jika dibacakan ataupun abu kertas yang berisi tulisan ayat yang dibakar akan dapat menyembuhkan penyakit tuberkulosis yang menyerang paru-paru, sakit asma yang menyesakkan dada, ataupun yang sedang terkena serangan jantung. Al-Maraghi menjelaskan antara lain bahwa al-Qur'an itu bisa untuk menyembuhkan orang dari kebodohan dan kesesatan, serta menghilangkan penyakit-penyakit keraguan dan kemunafikan, penyelewengan, dan anti Tuhan.

Gambaran di atas dapat kian jelas jika kita fahmkan lebih jauh dari firman Allah di surat yang lain:

DAN JIKALAU KAMI JADIKAN AL-QURAN ITU SUATU BACAAN DALAM BAHASA SELAIN BAHASA ARAB TENTULAH MEREKA MENGATAKAN: "MENGAPA TIDAK DIJELASKAN AYAT-AYATNYA?" APAKAH (PATUT AL-QURAN) DALAM BAHASA ASING SEDANG (RASUL ADALAH ORANG) ARAB? KATAKANLAH: " AL-QURAN ITU ADALAH PETUNJUK DAN PENAWAR BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN. DAN ORANG-ORANG YANG TIDAK BERIMAN PADA TELINGA MEREKA ADA SUMBATAN, SEDANG AL-QURAN ITU SUATU KEGELAPAN BAGI MEREKA. MEREKA ITU ADALAH (SEPERTI) ORANG-ORANG YANG DIPANGGIL (DISERU) DARI TEMPAT YANG JAUH". (Surah al-Fushilat [41] ayat 44)

Orang-orang yang tidak beriman tidak dapat memperoleh manfaat dari al-Qur'an yang dibaca masa itu karena dia tidak dapat mendengarnya, tidak dapat mengambil makna dari ayat-ayat yang dibaca orang, ataupun yang digambarkan oleh Allah seperti "orang-orang yang diseru dari tempat yang jauh". Ketika ayat-ayat al-Qur'an dibaca di masa itu, orang-orang yang tak beriman itu pastilah langsung memahami maksudnya, karena al-Qur'an dengan bahasa yang sudah difahaminya. Namun karena setiap kali mereka mendengar satu ayat al-Qur'an yang dibaca lalu "ditolaknya", mereka justru semakin jauh dari iman, semakin kafir kepada Allah karena "hati" mereka tertutup rapat. Jadi orang yang diharapkan memperoleh manfaat dari al-Qur'an itu perlu "menangkap" makna ayat-ayat al-Qur'an yang didengarnya ataupun dibacanya. Bagaimana halnya dengan kita?

Kita juga tidak akan memperoleh "manfaat jauh" dari al-Qur'an jika kita tidak menangkap maksudnya. Jadi jika kita tidak (ataupun tidak mau berusaha dengan berbagai cara ataupun fasilitas yang ada masa ini) untuk memahami maknanya, maka kita tidaklah berbeda jauh dengan orang-orang yang tidak beriman itu, walaupun kita sudah akan mendapat pahala ketika membaca ataupun mendengarkan bacaan al-Qur'an meskipun tanpa tahu maknanya.

Semoga kita benar-benar tersadarkan dari "kesalahan umum" ummat kita yaitu bahwa tidak memahami makna ayat-ayat al-Qur'an, agar kita lalu terbangkitan untuk berbenah diri, untuk segera melangkah dengan benar: kaji al-Qur'an.

Wa `l-Lahu a'lamu bi `sh-shawwab.

==============================

SAW. = shalla 'l-Lahu 'alaihi wa sallam (Semoga shalawat Allah dan salamNya terlimpahkan pada Rasulullah Muhammad).

SWT. = subhanahu wa ta-'ala (Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kedudukanNya).

*** Kutipan ayat-ayat diperoleh dari penelusuran menggunakan software sederhana: "Indeks Terjemah Qur'an".

========================================

Assalamu 'alaikum wr. wb.

Semoga sedikit uraian di atas bermanfaat.

Sebarkanlah pelita hikmah ini dengan forward langsung ataupun dengan mengajak bergabung JOIN di URL http://groups.yahoo.com/group/pelita-hikmah/.
Jika Anda punya ataupun ingin kajian masalah tertentu untuk pegangan hidup silakan hubungi saya.

Wassalam,
dr. H.R.M. Tauhid-al-Amien, MSc., DipHPEd., AIF., AIFO.
e-mail: tauhidhw@gmail.com

Jalan Kendangsari Lebar 48 Surabaya INDONESIA 60292



__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (2)
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment