Advertising

Saturday, 2 March 2013

[wanita-muslimah] Harga Beras Diprediksi mulai Naik Bulan depan

 

EKONOMI

Harga Beras Diprediksi mulai Naik Bulan depan

Sabtu, 02 Maret 2013 | 17:53 WIB
MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah harga bawang putih naik dan menyumbang inflasi 0,12%, giliran harga beras diperkirakan bakal merangkak naik pada April mendatang. Pasalnya, musim panen telah usai dan dimulai lagi pada Juli mendatang.

"Kebutuhan primer akan merangkak naik, seperti beras mulai naik itu bulan keempat, bulan kelima sudah naik. Karena panen sudah habis. Mulai panen lagi bulan Juli," terang pengamat Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar saat dihubungi, Sabtu (2/3).

Hermanto menuturkan, umumnya penaikan harga bahan pangan terjadi lantaran musim panen yang usai sehingga pasokan mulai berkurang. Namun, untuk komoditas pangan hortikultura seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai merah, penaikan harga lantaran tidak panen. "Produktivitasnya kan musiman jadi kalau tidak panen ya kosong (pasokan) dan akhirnya impor," kata Hermanto.

Hermanto memperkirakan, harga bawang merah dan cabai merah juga bakal naik pada pertengahan tahun ini lantaran sudah bukan musim panen.

Berkaca pada 2012, menurut Hermanto, penaikan harga lantaran kondisi perekonomian yang meningkat sehingga pendapatan masyarakat pun lebih tinggi jadi harga pangan setelah lebaran tetap tinggi.

Di samping itu, penyebab lainnya adalah populasi yang bertambah tidak diiringi dengan peningkatan produksi, serta kurang antisipasi pemerintah atas ulah pedagang yang mempertahankan harga tinggi untuk meraup untung yang besar.

Hermanto mengatakan, pada dasarnya, pasokan petani yang kurang mengakibatkan harga naik. Sedangkan untuk menstabilkan harga caranya adalah dengan melakukan impor. Namun, menurutnya, impor dilakukan dengan syarat petani tidak sedang panen dan instrumen yang digunakan adalah tarif, bukan kuota.

"Kalau tarif, importir melakukan impornya sesuai kebutuhan. Kalau impor sekian kan akan kena tarif sekian. Kalau kuota masih bisa bocor," jelas Hermanto.

Dia menambahkan, impor berdasarkan kuota dapat menguntungkan importir yang menahan harga tinggi dan merugikan masyarakat. "Seperti petani bawang juga akan jadi konsumen dan dirugikan kalau impor lebih dari angka kebutuhan," tandasnya.

Pada 1 Maret, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kelompok yang turut memberikan sumbangan inflasi adalah bahan makanan dengan komoditas yang dominan yakni bawang putih 0,12%, tomat sayur dan bawang merah masing-masing 0,07%, dan cabai merah sebesar 0,04%.

Bawang putih beberapa hari lalu memang mengalami penaikan harga dari Rp 5.000 per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sempat mengatakan, penaikan ini terjadi lantaran Indonesia masih ketergantungan impor bawang putih. Namun, impor bawang putih pun dibatasi rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) yakni hanya 150 ribu ton untuk Januari hingga Juni tahun ini.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan membenarkan ketergantungan impor ini. Menurutnya, produksi dalam negeri hanya memenuhi 5%-10% dari kebutuhan nasional bawang putih sebesar 400 ribu ton per tahun. "Sisanya impor," kata Rusman. (Bunga Pertiwi Adek Putri/Hnr)

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment