"Apakah praktik keberagamaan yang serba simbolik seperti itu tidak akan membuat orang eneg dan mules terhadap Islam?" tanya kawan saya itu. Saya mengangguk lemes mengiyakan. Hati saya layu, tidak berbunga-bunga lagi.
**Gak juga lah, kalo wat ane sih. Cuma mules ama manusia2 yang malpraktek ajah...:-))**
--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Darwin Bahar" wrote:
>
> Raja Juli Antoni - detikNews
>
> Kamis, 21/02/2013 20:31 WIB
>
> http://news.detik.com/read/2013/02/21/203103/2176517/103/?nd772204topnews
>
> Jakarta - Hati saya sedang berbunga-bunga. Sebagai mantan aktivis sebuah
> organisasi pelajar Islam, alhamdulillah wa syukurulillah, sebulan terakhir
> meskipun bukan bulan puasa, politisi kita terasa semakin 'saleh' dan
> 'religius'. Terima kasih juga kepada media yang telah bersedia menjadi
> panggung unjuk kesalehan para politisi.
>
> Repotnya, sekarang saya mengalami kesusahan membedakan ustadz, mubaligh, dan
> kyai dengan politisi. Semuanya mirip. Perilaku keberagamaan mereka sama.
> Mungkin fenomena ini mesti dilihat sebagai keberhasilan pada level praktis
> dan kongkret ajaran tentang Islam itu adalah agama dan sekaligus negara
> (Al-Islam huwa Ad-din wa Ad-daulah). Ustadz Yes; Politikus Yes. Atau,
> mubaligh OK, presiden lebih OK dong!
>
> Coba simak rangkain kejadian di bawah ini! Insya Allah, Anda (tidak) akan
> sepakat bahwa politisi kita kini tambah religius.
>
> Agama Para Politisi
>
> Lihatlah kesalehan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), mantan Presiden Partai
> Keadilan Sejahtera (PKS). Seketika sebelum masuk 'mobil jemputan' Komisi
> Pemberantasan Korupsi (KPK) seraya membantah bahwa ia terlibat dalam kasus
> impor sapi, LHI menyempatkan diri mengutip dzikir dari ayat Al-Qur'an:
> 'hasbunallah wa anni'ma al-wakil, ni'ma al maula wa ni'ma annashir'
> (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allahlah sebaik-baiknya pelindung
> dan penolong). Kapan lagi kita bisa menyaksikan politikus yang dari mulutnya
> meluncur ayat-ayat Tuhan.
>
> Selain itu LHI juga terkenal seorang yang taat beragama. Seorang koleganya
> di DPR memberikan kesaksian bahwa LHI adalah sosok yang alim, religius dan
> khusuk (Kompas 31/01/2013). Di hari yang sama, tetangga LHI di malang juga
> mengeluarkan testimoni yang hampir sama bahwa LHI adalah orang yang baik
> hati, sederhana dan dermawan. Ia rajin menyantuni anak yatim piatu dan fakir
> miskin (Kompas 31/01/2012). Uswah hasanah (teladan) yang hampir sempurna!
>
> Tidak kalah saleh dari mantan presiden partai dakwah di atas, Susilo Bambang
> Yudhoyono (SBY), Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), mempertontonkan
> kesalehannya kepada publik dengan cara yang lain. Tepat di depan Ka'bah,
> Masjid Haram Makkah Al-Mukarramah, SBY menularkan religiusitasnya dengan
> mengirim pesan singkat (SMS) kepada kader demokrat di seluruh Indonesia
> untuk berdoa agar kemelut yang menerpa partai ini segera berakhir (detik.com
> 06/02/2013 ).
>
> Ajaibnya, ternyata doa SBY langsung dikabulkan Tuhan. Usai shalat subuh di
> Makkah dan Madinah SBY mendapatkan petunjuk bagaimana cara menyelesaikan
> problem internal demokrat yang menyebabkan perolehan partai ini jeblok di
> berbagai survei (detik.com 08/02/2013). Dengan rangkaian unjuk kesalehan
> ini, sebagai partai "nasionalis-religius" kader demokrat nampaknya paham
> bahwa tindakan penyelamatan yang dilakukan SBY setibanya di Jakarta bukan
> sekedar langkah politis, pragmatis dan profan melainkan sebuah "divine
> intervention" yang harus ditaati. Saya berani bertaruh, SBY adalah presiden
> Indonesia yang paling saleh dibanding Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, Gus
> Dur dan Megawati!
>
> Tidak kalah saleh dari seniornya yang berada di Makkah, Anas Urbaningrum
> (Ketua Umum PD) juga memperlihatkan kesalehan par excellence. Di tanah air,
> di rumahnya di kawasan Duren Sawit, Anas menggelar khataman Al-Qur'an. Para
> pembaca Al-Qur'an sengaja didatangkan dari sebuah pesantren Nahdlatul Ulama
> (NU) di Yogyakarta yang dipimpin mertuanya, K.H. Attabik Ali. Tidak
> tanggung-tanggung, mereka menamatkan Al-Qur'an yang sebegitu tebal dua kali
> dalam sehari (Kompas, 08/02/2013).
>
> Sehari sebelumnya, didera 'pengkhiatan para sengkuni', di depan kader
> Demokrat, Anas yang diduga terlibat bisnis haram bersama Nazaruddin (mantan
> Bendahara Umum PD), menyitir sirah nabawiyah tentang pentingnya loyalitas
> dan soliditas para sahabat bagi kemenangan dan kejayaan Islam pada masa
> Rosulullah (detik.com 07/02/2013). Bahkan, setelah kekuasaannya dipreteli di
> Cikeas, setibanya di rumah, hal pertama yang dilakukan anas adalah
> menunaikan salat, menghadap ilahi rabbi (beritasatu.com 09/02/2013). Adakah
> Ketua Umum partai yang se-saleh Anas Urbaningrum? Rasanya tidak ada!
>
> Lain PKS, lain Demokrat, lain pula Golkar. Rusli Zainal, Ketua DPP Partai
> Golkar dan juga Gubernur Riau yang kini menjadi tersangka dua kasus korupsi
> sekaligus, juga orang yang kadar kesalehannya tidak boleh diragukan. Kalau
> Anda berkunjung ke Riau petang menjelang maghrib, sempatkan menonton adzan
> maghrib di TV lokal (Riau TV). Suara muadzin-nya merdu dan mendayu-dayu
> membuat orang ingin lekas-lekas wudhu' dan sembahyang. Anda tahu, sang
> muadzin yang bersuara merdua itu adalah Bapak Gubernur Riau!
>
> Sekitar sepuluh tahun lalu ketika saya menyempatkan diri bersilaturahim
> dengan orang tua di Pekanbaru, Rusli Zainal sedang digadang-gadang untuk
> menjadi gubernur. Tetangga saya banyak yang kagum kepadanya. "Sosok muda
> visioner!" begitu kata mereka. Dan yang lebih penting, lanjut tetangga saya,
> Rusli Zainal adalah orang yang taat beragama. Biasa mengisi khutbah Jum'at
> bahkan pernah menjadi juara Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat
> kabupaten. "Kapan lagi kita punya gubernur seorang qori?" tanya tetangga
> saya menjajakan gubernur jagoannya. Memang, saya kira tidak ada gubernur di
> Indonesia yang bisa mendendangkan ayat-ayat suci sefasih Rusli Zainal!
>
> Cerita tentang kesalehan politisi kita tidak sampai di sini. Bila beri salam
> sama dengan berjilbab maka kita tidak perlu lagi ada ormas Islam seperti NU
> dan Muhammadiyah. KPK lebih canggih dalam berdakwah untuk menjilbabkan para
> muslimah. Lihatlah Maharani Suciono yang tampil pada konferensi pers pasca
> penangkapannya bersama Ahmad Fathoni di sebuah kamar hotel mewah di Jakarta.
> Tubuhnya tertutup rapat dengan kerudung yang menempel di kepalanya. Dipta
> Anindita, istri muda Irjen Djoko Susilo yang terlilit kasus simulator SIM,
> datang ke KPK juga mengenakan busana muslimah (13/02/2013). Ia terlihat
> seperti santri pulang liqo. Sulit membedakan Maharani dan Dipta dengan
> ibu-ibu Majelis Taklim Al-Mansyuroh dekat rumah saya di Bekasi selain memang
> keduanya pasti terlihat lebih cantik.
>
> Reorientasi Keberislaman?
>
> Keriang-gembiraan saya akan semakin salehnya politisi tertunda ketika
> seorang kawan mengingatkan bahwa beragama tidak boleh berhenti pada ritual
> dan simbol. Agama tidak hanya di 'kulit' tapi harus merasuk ke 'daging' dan
> 'tulang'. Bahkan dia dengan berani menuduh para politisi yang saya ceritakan
> di atas sedang melakukan malpraktik keberagamaan. "Apakah praktik
> keberagamaan yang serba simbolik seperti itu tidak akan membuat orang eneg
> dan mules terhadap Islam?" tanya kawan saya itu. Saya mengangguk lemes
> mengiyakan. Hati saya layu, tidak berbunga-bunga lagi.
>
> Tapi mau bagaimana lagi. Al-Qur'an adalah kitab suci seluruh ummat Islam
> tanpa melihat mereka berjanggut, berkumis atau plontos. Ka'bah juga tidak
> saja milik penguasa alim tapi juga kepunyaan penguasa lalim. Tuhan Yang Maha
> Pengasih dan Pengampun menurunkan Islam tidak hanya untuk rakayat jelata
> yang papa tapi juga bagi para politisi (tersangka) korup(si)tor.
> Wallahua'lam.
>
> *) Raja Juli Antoni, Peneliti Senior MAARIF Institute, Jakarta. Tutor di
> School of Languages and Comparative Cultural Studies, the University of
> Queensland, Australia. Dapat dihubungi di toni_damai@...
>
> (asy/asy)
>
| Reply via web post | Reply to sender | Reply to group | Start a New Topic | Messages in this topic (7) |
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment