REF. Maaf lahir bathin, terlambat berikan komentar, karena sibuk mempersiapkan lagu-lagu baru tentang cinta kasih nan romantis. 
Presiden Yudhoyono: Artikel Hina Habibie Ganggu Hubungan RI-Malaysia
Penulis : Fidel Ali Permana
Senin, 17 Desember 2012 21:46 WIB
JAKARTA--MICOM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya bersuara terkait pernyataan mantan Menteri Penerangan Malaysia Tan Sri Zainuddin Maidin yang menghina mantan Presiden RI BJ Habibie.
"Artikel yang ditulis oleh mantan menteri di Malaysia saudara Zainudin berkaitan dengan Pak Habibie, Presiden ke tiga kita. Sebenarnya ketika ada berita yang menurut saya tidak etis melebihi kepatutannya dan itu bisa mengganggu hubungan baik antara Malaysia dan Indonesia," kata Presiden Yudhoyono seusai menyaksikan film 'Habibie dan Ainun' di Jakarta, Senin (17/12).
Surat kabar Utusan Malaysia memuat tulisan mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin berjudul 'Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim' yang menyebutkan Habibie ialah pengkhianat bangsa. Dalam tulisan tersebut Zainuddin menyatakan salah satu kesalahan Habibie ialah telah melepas Timor Timur dari NKRI pada 1999. 'Beliau mengakhiri jawatan dalam kehinaan setelah menjadi presiden sejak 20 Oktober 1999', tulis Zainuddin.
Pada penutup tulisannya, Zainuddin bahkan menyebut Habibie (juga Anwar Ibrahim) sebagai dog of imperialism. Tulisan tersebut terbit setelah Habibie menghadiri undangan untuk memberikan ceramah tentang demokrasi di hadapan sivitas akademika Universitas Selangor, Penang, Malaysia.
Presiden Yudhoyono kemudian memerintahkan kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk melakukan langkah diplomasi kepada Malaysia. Presiden bahkan menyebut artikel karya mantan menteri itu mendiskreditkan Habibie sebagai pemimpin Indonesia.
"Kami telah bekerja, Menlu segera melakukan langkah diplomasi baik di Jakarta maupun di Kuala Lumpur, termasuk yang dilakukan dubes kita di Kuala Lumpur. Terus terang saya terganggu dan menyayangkan ada artikel seperti itu yang terus terang mendiskreditkan Pak Habibie sebagai pemimpin indonesia," sebut Yudhoyono.
Lebih jauh, kepala negara juga meminta agar mantan pejabat yang menghina Habibie itu meminta maaf. Yudhoyono bahkan menyatakan penyesalannya karena hal itu tidak bisa dicegah oleh pemerintah Malaysia.
"Ini sesuatu yang sebenarnya mesti dicegah untuk tidak terjadi mengingat hubungan baik kita antara RI dan Malaysia yang seharusnya justru lebih mendekatkan hubungan kita ini untuk kepentingan bersama. Saya menghargai upaya pemerintah Malaysia, saya ikuti sampai sore tadi yang masih meminta saudara Zainudin, katakanlah untuk meminta maaf kepada Pak Habibie. Sungguhpun itu bukan mencerminkan sikap dan pandangan pemerintah Malaysia tapi sikap dan pandangan perseorangan di Malaysia, namun menurut saya mengganggu hubungan baik kita," tegas Yudhoyono.
Rencananya, Presiden Yudhoyono pada Selasa (18/12) akan terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri Konsultasi Rutin tahunan ke 9. Dalam kesempatan itu, Yudhoyono menyebut akan mengangkat isu penghinaan terhadap Habibie.
"Besok saya akan berkunjung ke KL untuk sebuah pertemuan yang disebut konsultasi tahunan antara saya dengan Perdana Menteri Malaysia. Maka saya akan angkat isu ini kepada Perdana Menteri Malaysia dengan harapan ke depan kita saling menjaga perasaan, saling menghormati, dengan demikian tidak menggganggu banyak hal yang sebenarnya kita laksanakan dengan baiknya menyangkut kerja sama kemitraan dan persahabatan kedua negara," tambah Yudhoyono.
Mantan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyesalkan artikel koleganya tersebut. Ia menilai artikel tersebut mewakilkan sikap arogansi. "Mereka anggap penguasa yang arogan itu, tidak harus mewakili rakyat Malaysia. Rakyat paling tidak senang dengan arogansi, tidak mewakili watak Malaysia, melayu, tidak sopan, keji, itu jelek," kata Anwar. (Fid/OL-04)
"Artikel yang ditulis oleh mantan menteri di Malaysia saudara Zainudin berkaitan dengan Pak Habibie, Presiden ke tiga kita. Sebenarnya ketika ada berita yang menurut saya tidak etis melebihi kepatutannya dan itu bisa mengganggu hubungan baik antara Malaysia dan Indonesia," kata Presiden Yudhoyono seusai menyaksikan film 'Habibie dan Ainun' di Jakarta, Senin (17/12).
Surat kabar Utusan Malaysia memuat tulisan mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin berjudul 'Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim' yang menyebutkan Habibie ialah pengkhianat bangsa. Dalam tulisan tersebut Zainuddin menyatakan salah satu kesalahan Habibie ialah telah melepas Timor Timur dari NKRI pada 1999. 'Beliau mengakhiri jawatan dalam kehinaan setelah menjadi presiden sejak 20 Oktober 1999', tulis Zainuddin.
Pada penutup tulisannya, Zainuddin bahkan menyebut Habibie (juga Anwar Ibrahim) sebagai dog of imperialism. Tulisan tersebut terbit setelah Habibie menghadiri undangan untuk memberikan ceramah tentang demokrasi di hadapan sivitas akademika Universitas Selangor, Penang, Malaysia.
Presiden Yudhoyono kemudian memerintahkan kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa untuk melakukan langkah diplomasi kepada Malaysia. Presiden bahkan menyebut artikel karya mantan menteri itu mendiskreditkan Habibie sebagai pemimpin Indonesia.
"Kami telah bekerja, Menlu segera melakukan langkah diplomasi baik di Jakarta maupun di Kuala Lumpur, termasuk yang dilakukan dubes kita di Kuala Lumpur. Terus terang saya terganggu dan menyayangkan ada artikel seperti itu yang terus terang mendiskreditkan Pak Habibie sebagai pemimpin indonesia," sebut Yudhoyono.
Lebih jauh, kepala negara juga meminta agar mantan pejabat yang menghina Habibie itu meminta maaf. Yudhoyono bahkan menyatakan penyesalannya karena hal itu tidak bisa dicegah oleh pemerintah Malaysia.
"Ini sesuatu yang sebenarnya mesti dicegah untuk tidak terjadi mengingat hubungan baik kita antara RI dan Malaysia yang seharusnya justru lebih mendekatkan hubungan kita ini untuk kepentingan bersama. Saya menghargai upaya pemerintah Malaysia, saya ikuti sampai sore tadi yang masih meminta saudara Zainudin, katakanlah untuk meminta maaf kepada Pak Habibie. Sungguhpun itu bukan mencerminkan sikap dan pandangan pemerintah Malaysia tapi sikap dan pandangan perseorangan di Malaysia, namun menurut saya mengganggu hubungan baik kita," tegas Yudhoyono.
Rencananya, Presiden Yudhoyono pada Selasa (18/12) akan terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri Konsultasi Rutin tahunan ke 9. Dalam kesempatan itu, Yudhoyono menyebut akan mengangkat isu penghinaan terhadap Habibie.
"Besok saya akan berkunjung ke KL untuk sebuah pertemuan yang disebut konsultasi tahunan antara saya dengan Perdana Menteri Malaysia. Maka saya akan angkat isu ini kepada Perdana Menteri Malaysia dengan harapan ke depan kita saling menjaga perasaan, saling menghormati, dengan demikian tidak menggganggu banyak hal yang sebenarnya kita laksanakan dengan baiknya menyangkut kerja sama kemitraan dan persahabatan kedua negara," tambah Yudhoyono.
Mantan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyesalkan artikel koleganya tersebut. Ia menilai artikel tersebut mewakilkan sikap arogansi. "Mereka anggap penguasa yang arogan itu, tidak harus mewakili rakyat Malaysia. Rakyat paling tidak senang dengan arogansi, tidak mewakili watak Malaysia, melayu, tidak sopan, keji, itu jelek," kata Anwar. (Fid/OL-04)
__._,_.___
| Reply via web post | Reply to sender | Reply to group | Start a New Topic | Messages in this topic (1) |
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
.
__,_._,___






0 comments:
Post a Comment