Ini Tiga Penyebab Kegagalan Partai Islam Raih Suara
Penulis : Putri Werdiningsih
Sabtu, 20 Oktober 2012 15:14 WIB
Ilustrasi---Micom/ip
Survei Indonesia telah menunjukkan perolehan partai politik berbasis Islam lebih rendah dibandingkan dengan partai nasionalis. Menurut penelitisi LSI Adjie Al Faraby, setidaknya ada tiga hal yang menjadi penyebab turunnya pamor partai Islam.
Pertama, belakangan ini partai Islam tidak memiliki program yang konkrit untuk ditawarkan kepada masyarakat. Adjie mengatakan selama ini hanya mengandalkan program yang terlalu umum tanpa menyentuh kesejahteraan masyarakat.
Kedua, persoalan yang mendasar adalah persoalan integritas tokoh. Menurut Adjie, partai Islam ini sekarang tidak memiliki tokoh teladan yang jauh dari kasus korupsi. Ia pun mencontohkan dua tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang justru semakin menunjukkan masalah di kementeriannya.
"Terjadi krisis kebanggan Islam. Orang percaya kepada individual bukan kepada kelompok, jadi prestasi yang utama," terangnya
Ketiga, Adjie mengatakan sekarang ini semakin banyak partai nasionalis yang justru mengakomodasi kepentingan Islam. Menurutnya hal ini harus semakin diwaspadai partai Islam.
"Kalau partai nasionalis semakin mengakomodatif terhadap kepentingan Islam maka alasasan pemilih untuk memilih partai Islam makin kecil," pungkasnya. (*/X-14
Pertama, belakangan ini partai Islam tidak memiliki program yang konkrit untuk ditawarkan kepada masyarakat. Adjie mengatakan selama ini hanya mengandalkan program yang terlalu umum tanpa menyentuh kesejahteraan masyarakat.
Kedua, persoalan yang mendasar adalah persoalan integritas tokoh. Menurut Adjie, partai Islam ini sekarang tidak memiliki tokoh teladan yang jauh dari kasus korupsi. Ia pun mencontohkan dua tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang justru semakin menunjukkan masalah di kementeriannya.
"Terjadi krisis kebanggan Islam. Orang percaya kepada individual bukan kepada kelompok, jadi prestasi yang utama," terangnya
Ketiga, Adjie mengatakan sekarang ini semakin banyak partai nasionalis yang justru mengakomodasi kepentingan Islam. Menurutnya hal ini harus semakin diwaspadai partai Islam.
"Kalau partai nasionalis semakin mengakomodatif terhadap kepentingan Islam maka alasasan pemilih untuk memilih partai Islam makin kecil," pungkasnya. (*/X-14
+++++
Tokoh Islam Berakhir di Amin Rais dan Gus Dur
Penulis : Putri Werdiningsih
Sabtu, 20 Oktober 2012 17:51 WIB
JAKARTA--MICOM: Partai berbasis Islam dinilai kini sudah tidak memiliki tokoh lagi untuk meraih perhatian publik. Menurut peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Al Faraby, tokoh islam yang menonjol hanya berhenti pada era mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Amien Rais dan mantan Presiden RI Abdulrahman Wahid.
"Pasca pak Amin Rais dan Gus Dur belum ada tokoh yang menggantikan," kata Adjie saat dalam diskusi Polemik di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10).
Ia pun lantas menerangkan sebelum akhirnya Amin Rais masuk Partai Amanat Nasional (PAN) atau Gus Dur masuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) keduanya sudah jelas memiliki pemikiran yang luar biasa dalam ormas. Menurutnya inilah yang kemudian menjadi modal keduanya untuk meraih dukungan massa.
"Keduanya adalah pemimpin ormas dari sisi basis massa mereka punya loyalitas ini jadi modal untuk tokoh-tokoh ini," terangnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh pengamat politik Islam Ridwan Saidi. Bahkan ia mengatakan sudah terlambat bagi partai Islam jika ingin memunculkan tokoh yang cukup berpengaruh untuk meraih simpati publik.
"Tokoh-tokoh tidak lahir dari parpol. Sudah tidak ada waktu lagi bagi partai islam untuk melahirkan tokoh-tokohnya saat ini," tegasnya.
Menanggapi hal ini politikus PKS, Sohibul Iman mengatakan hal tersebut tidak bisa disepadankan begitu saja. Kata dia, terlalu jauh usianya jika ingin dibandingkan dengan tokoh yang ada sekarang seperti Hidayat Nur Wahid maupun Muhaimin Iskandar.
"Ini kemudian menjadi tatangan kemudian ini menjadi pertarungan kalangan muda ke kalangan nasionalis," cetusnya. (*/X-14
"Pasca pak Amin Rais dan Gus Dur belum ada tokoh yang menggantikan," kata Adjie saat dalam diskusi Polemik di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (20/10).
Ia pun lantas menerangkan sebelum akhirnya Amin Rais masuk Partai Amanat Nasional (PAN) atau Gus Dur masuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) keduanya sudah jelas memiliki pemikiran yang luar biasa dalam ormas. Menurutnya inilah yang kemudian menjadi modal keduanya untuk meraih dukungan massa.
"Keduanya adalah pemimpin ormas dari sisi basis massa mereka punya loyalitas ini jadi modal untuk tokoh-tokoh ini," terangnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh pengamat politik Islam Ridwan Saidi. Bahkan ia mengatakan sudah terlambat bagi partai Islam jika ingin memunculkan tokoh yang cukup berpengaruh untuk meraih simpati publik.
"Tokoh-tokoh tidak lahir dari parpol. Sudah tidak ada waktu lagi bagi partai islam untuk melahirkan tokoh-tokohnya saat ini," tegasnya.
Menanggapi hal ini politikus PKS, Sohibul Iman mengatakan hal tersebut tidak bisa disepadankan begitu saja. Kata dia, terlalu jauh usianya jika ingin dibandingkan dengan tokoh yang ada sekarang seperti Hidayat Nur Wahid maupun Muhaimin Iskandar.
"Ini kemudian menjadi tatangan kemudian ini menjadi pertarungan kalangan muda ke kalangan nasionalis," cetusnya. (*/X-14
__._,_.___
| Reply via web post | Reply to sender | Reply to group | Start a New Topic | Messages in this topic (1) |
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
.
__,_._,___






0 comments:
Post a Comment