Ref Kalau di negara berkurunan agama terbaik di dunia harus ada 2100 polisi menjaga keamanan hari raya Natal di Riau, maka barangkali bisa ditanya kepada Menteri Agama NKRI berapa ratusribu atau juta polisi dibutuhkan untuk menjaga keamanan hari raya agama di negeri yang kurang toleransi agama?
2,100 officers to secure Christmas in Riau Islands
The Jakarta Post | Archipelago | Sat, December 15 2012, 9:09 AM
The police say they will deploy 2,100 officers to safeguard churches and public places as Christmas and New Year's Day are observed throughout Riau Islands province.
Riau Islands Police chief Brig. Gen. Yotje Mende said on Friday that the police officers, including intelligence officers, would be on alert from Dec. 23 to Jan. 2.
"They will be deployed to churches and public places to anticipate any disturbance," he said.
Yotje said the police would deploy more officers to Batam as the city had around 130 churches. On Christmas Eve in 2000, a terrorist group detonated bombs in four churches in Batam, wounding dozens of people
++++
http://www.beritasatu.com/nasional/49745-menag-kerukunan-beragama-di-indonesia-terbaik-di-dunia.html
Menag: Kerukunan Beragama di Indonesia Terbaik di Dunia
Rabu, 23 Mei 2012 | 17:45
Suryadharma Ali (sumber: Antara)
Kehadiran pejabat negara di hari besar keagamaan menjadi indikator.
Meskipun banyak kasus-kasus kekerasan dan intoleransi beragama di Indonesia, Menteri Agama Suryadharma Ali, mengklaim Indonesia sebagai negara dengan toleransi tertinggi di dunia.
Menag membantah berbagai laporan yang menyatakan kaum minoritas di Indonesia memiliki kesulitan dalam menjalankan keyakinannya.
"Kaum minoritas diperlakukan sama dengan mayoritas. Kerukunan beragama di Indonesia terbaik di dunia," kata Menag di Jakarta, Rabu (23/5).
Suryadharma menggunakan kehadiran dirinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dalam setiap perayaan hari besar keagamaan di Indonesia bisa digunakan sebagai indikator.
"Presiden, wakil presiden, dan menteri agama beragama Islam tapi juga ikut merayakan Natal, hari besar Hindu, Budha dan Konghucu. Tunjukkan kepada saya, negara mana di belahan dunia ini yang seperti itu," ujar Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Ia menanggapi rencana sejumlah LSM hak asasi manusia yang melaporkan lemahnya perlindungan hak kaum minoritas di Indonesia ke sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 23-25 Mei 2012 di Jenewa, Swiss.
Perwakilan para LSM ini bahkan terlibat sebagai pengamat dalam forum Universal Periodic Review (UPR) II Dewan HAM PBB tersebut.
Suryadharma menyayangkan aksi LSM ini, yang menurutnya justru mendiskreditkan negara sendiri.
"Saya heran dan tidak habis pikir ada lembaga di Indonesia yang memberikan informasi yang jelek-jelek keluar. Padahal informasinya belum tentu seperti yang disampaikan. Jangan mendiskreditkan dan mempolitisasi agama," ujarnya.
Menag berkilah, kasus pembangunan gereja GKI Yasmin, yang masuk ke dalam laporan tersebut sebenarnya adalah mengenai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tidak berkaitan dengan toleransi beragama. Begitu juga kasus-kasus serupa dalam pembangunan rumah ibadah di Tanah Air.
Menurutnya, bahkan negara-negara yang maju dan mengklaim sebagai negara yang menganggungkan kebebasan beragama juga tidak sepenuhnya bisa memberikan jaminan kebebasan beribadah kepada warganya.
"Coba negara mana yang ribut-ribut soal agama di Indonesia melebihi Indonesia (dalam toleransi beragama)? Tidak ada," kata Menag.
0 comments:
Post a Comment