Advertising

Friday, 19 October 2012

Re: [wanita-muslimah] Buruk, Kehidupan Seks Perempuan Bersunat

 

Tidak ada firman Allah di Qur'an tentang tradisi khitan (sunatan) memotong ujung kulit kelamin.

Apakah mas istiaji sutopo dapat menyebutkan Qur'an Surat apa, ayat berapa tentang perintah khitan ?

Wassalam
Abdul Mu'iz

Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: istiaji sutopo <issutopo@yahoo.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Fri, 19 Oct 2012 15:37:01 -0700 (PDT)
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
ReplyTo: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Cc: ujung blangutama<ujungblangutama@gmail.com>
Subject: Re: [wanita-muslimah] Buruk, Kehidupan Seks Perempuan Bersunat

 

FITNAH KEJI PADA HUKUM WANITA BERSUNAT OLEH KAFIR BARAT MELALUI PENELITIAN2 YANG BODOH DAN MENGADA2 MENTANG2 DALAM NAUNGAN WHO.



Sunnat wanita dan laki2 adalah Wahyu Allah Ta'ala kepada Nabi Muhammad SAW dari bagian Al Qur'an atau / maupun Al Hikmah ( Sunnah Rasul )

Dalam Sunnah disebutkan bahwa sunatnya wanita itu sejak bayinya, akan melindungi dia dimasa dewasanya dari syahwat gairah sex yang menggebu2.

Dengan melarang sunat wanita itu oleh Dirjen Bina Kesehatan DepKes beberapa tahun yang lalu, akibat seruan WHO, yaitu edaran pada seluruh aparat Kesehatan Negara, akibat buruk ( yang mengada2 atau sengaja diada2kan WHO untuk menghancurkan ahlaq manusia ).

Maka akibatnya banyak bayi2 wanita diawal2 abad milenium dicegah dari bersunat.

Akhirnya dibeberapa tahun belakangan ini ( 2010-2011 ), survey BKKBN sangat mengejutkan. Karena diatas angka 50% ( kalau tidak salah 70% ) remaja2 kita telah berhubungan sex diluar nikah dan yang melakukan aborsi hampir 50%, sebagai akibat gairah sexnya luar biasa besarnya dan begitu mudah anak laki2 menggauli mereka diluar nikah atau yang disebut kebebasan sex remaja, yang sudah umum dinegara2 maju               ( katanya ), padahal negara2 bodoh ( jahilyyah modern ), karena tidak beragama Islam, agama Rahmatan lil "aalamin, yang diturunkan Tuhan manusia dimuka bumi untuk menyelamatkan manusia dari segala masalah.

Dari itu pula Tuhan telah menetapkan sex bebas ( Zina ) adalah dosa besar yang sangat dibenci Tuhan, karena : hina ..hina ...hina  dan hinaaa ...!!!!

Sekarang mana yang mau kita percayai : Nasihat Tuhan Yang Maha Tahu apa2 yang akan terjadi. Atau nasihat ahli medis / peneliti Kafir Barat yang hanya meramalkan apa2 yang akan terjadi dengan cara ( politik ) mengada2 untuk merusak ahlaq remaja2 Islam generasi penerus Islam sehingga mereka itu sungguh dimurkai Allah dan hanya akan ditunggu di akhirat nanti saja dengan siksa yang sangat mengerikan .. ?

Alhamdulillah Depkes telah menerbitkan SK ralat menteri Kesehatan yang memerintahkan agar sunat bayi wanita itu diselenggarakan lagi, setelah sadar akibat dahsyat dari edaran Dirjen Menkes yang terlanjur hampir merusak negeri kita itu ...

Selanjutnya terserah anda ... namun yakinlah anda akan nasihat ini selamatkan anak2 perempuan anda

Wassalaam / Istiadji Sutopo

--- On Sat, 20/10/12, Sunny <ambon@tele2.se> wrote:

From: Sunny <ambon@tele2.se>
Subject: [wanita-muslimah] Buruk, Kehidupan Seks Perempuan Bersunat
To: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Date: Saturday, 20 October, 2012, 4:36 AM

 

 
 
Buruk, Kehidupan Seks Perempuan Bersunat
Albertina S.C. | Jumat, 19 Oktober 2012 - 16:41:57 WIB
: 61
 


(Dok/equalitynow.org)
Perempuan yang disunat memiliki kehidupan seks yang lebih merana, menurut studi.

NEW YORK - Sebuah studi baru menegaskan bahwa perempuan yang dipaksa untuk disunat ketika masih kecil memiliki kehidupan seks yang buruk di kemudian hari.

Sekitar 130 juta perempuan di seluruh dunia menjalani mutilasi genital juga dikenal sebagai "sunat." Praktik yang dijalani berabad-abad ini memotong sebagian atau seluruh klitoris dan labia seorang gadis, terkadang juga mempersempit lubang vagina. Hingga kini, sunat perempuan masih umum di beberapa negara, terutama di sub-Sahara Afrika.

Sudah lama diketahui bahwa sunat perempuan memiliki konsekuensi panjang, termasuk komplikasi persalinan, inkontinensia, dan gangguan psikologis. Wajar, mengutip Reuters, Kamis (18/10), beberapa studi menunjukkan kaitan antara mutilasi genital dengan disfungsi seksual. Laporan baru yang dipublikasikan oleh jurnal kebidanan dan ginekologi Inggris, BJOG tersebut menambah satu lagi bukti.

Para peneliti menemukan di antara perempuan Afrika yang berimigrasi ke Inggris, mereka yang alat kelaminnya dipotong mencetak skor sekitar 30 persen lebih rendah pada skala pengukuran persepsi kehidupan seks.

"Penelitian ini menunjukkan efek kuantitatif dari mutilasi alat kelamin perempuan terhadap kesejahteraan psikologis perempuan dalam hal kualitas kehidupan seksual," kata pemimpin peneliti Dr Stefan Andersson dari Universitas Pusat Rumah Sakit Manchester, Inggris. Dia menambahkan, kesenjangan bahkan terlihat di antara perempuan yang saat ini tidak aktif secara seksual

Penelitian ini melibatkan 110 perempuan di London yang beremigrasi dari negara-negara, seperti Somalia, Sierra Leone, dan Nigeria. Dari jumlah tersebut, 73 disunat ketika kecil.

Andersson mengatakan, tidak mungkin mengatakan para perempuan yang diteliti melaporkan kehidupan seksual yang buruk semata-mata lantaran efek fisik dari mutilasi genital. Bisa saja ada alasan lain, kata dia.

Para peneliti membuat perbandingan antara perempuan yang alat kelaminnya dipotong dan mereka yang pemotongannya tidak sempurna. Sebagian besar perempuan yang disunat berasal dari Somalia, yang praktik ini masih umum dibandingkan dengan kelompok pembanding, perempuan dari Nigeria yang relatif lebih sedikit melakukan sunat.

Jadi, peneliti melihat ada kemungkinan perbedaan budaya berperan dalam pandangan perempuan tentang kehidupan seks mereka.

Para peneliti juga mengakui bahwa mereka memiliki perasaan pribadi tentang mutilasi genital perempuan, yakni praktik bahwa itu berbahaya dan "harus diberantas."

Tetapi, temuan ini sejalan dengan apa yang sudah diketahui tentang efek abadi pada kehidupan perempuan akibat sunat.

Dan, Andersson menekankan, dengan makin banyak perempuan beremigrasi dari Afrika, dokter di negara-negara seperti Inggris harus siap membantu perempuan yang disunat mengatasi konsekuensinya. Secara khusus, kata dia, harus ada pelayanan kesehatan "psikoseksual" yang khusus dirancang untuk para perempuan.

Sumber : Reuters

__._,_.___
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment