Buruk, Kehidupan Seks Perempuan Bersunat
Albertina S.C. | Jumat, 19 Oktober 2012 - 16:41:57 WIB: 61
(Dok/equalitynow.org)
Perempuan yang disunat memiliki kehidupan seks yang lebih merana, menurut studi.
NEW YORK - Sebuah studi baru menegaskan bahwa perempuan yang dipaksa untuk disunat ketika masih kecil memiliki kehidupan seks yang buruk di kemudian hari.
Sekitar 130 juta perempuan di seluruh dunia menjalani mutilasi genital juga dikenal sebagai "sunat." Praktik yang dijalani berabad-abad ini memotong sebagian atau seluruh klitoris dan labia seorang gadis, terkadang juga mempersempit lubang vagina. Hingga kini, sunat perempuan masih umum di beberapa negara, terutama di sub-Sahara Afrika.
Sudah lama diketahui bahwa sunat perempuan memiliki konsekuensi panjang, termasuk komplikasi persalinan, inkontinensia, dan gangguan psikologis. Wajar, mengutip Reuters, Kamis (18/10), beberapa studi menunjukkan kaitan antara mutilasi genital dengan disfungsi seksual. Laporan baru yang dipublikasikan oleh jurnal kebidanan dan ginekologi Inggris, BJOG tersebut menambah satu lagi bukti.
Para peneliti menemukan di antara perempuan Afrika yang berimigrasi ke Inggris, mereka yang alat kelaminnya dipotong mencetak skor sekitar 30 persen lebih rendah pada skala pengukuran persepsi kehidupan seks.
"Penelitian ini menunjukkan efek kuantitatif dari mutilasi alat kelamin perempuan terhadap kesejahteraan psikologis perempuan dalam hal kualitas kehidupan seksual," kata pemimpin peneliti Dr Stefan Andersson dari Universitas Pusat Rumah Sakit Manchester, Inggris. Dia menambahkan, kesenjangan bahkan terlihat di antara perempuan yang saat ini tidak aktif secara seksual
Penelitian ini melibatkan 110 perempuan di London yang beremigrasi dari negara-negara, seperti Somalia, Sierra Leone, dan Nigeria. Dari jumlah tersebut, 73 disunat ketika kecil.
Andersson mengatakan, tidak mungkin mengatakan para perempuan yang diteliti melaporkan kehidupan seksual yang buruk semata-mata lantaran efek fisik dari mutilasi genital. Bisa saja ada alasan lain, kata dia.
Para peneliti membuat perbandingan antara perempuan yang alat kelaminnya dipotong dan mereka yang pemotongannya tidak sempurna. Sebagian besar perempuan yang disunat berasal dari Somalia, yang praktik ini masih umum dibandingkan dengan kelompok pembanding, perempuan dari Nigeria yang relatif lebih sedikit melakukan sunat.
Jadi, peneliti melihat ada kemungkinan perbedaan budaya berperan dalam pandangan perempuan tentang kehidupan seks mereka.
Para peneliti juga mengakui bahwa mereka memiliki perasaan pribadi tentang mutilasi genital perempuan, yakni praktik bahwa itu berbahaya dan "harus diberantas."
Tetapi, temuan ini sejalan dengan apa yang sudah diketahui tentang efek abadi pada kehidupan perempuan akibat sunat.
Dan, Andersson menekankan, dengan makin banyak perempuan beremigrasi dari Afrika, dokter di negara-negara seperti Inggris harus siap membantu perempuan yang disunat mengatasi konsekuensinya. Secara khusus, kata dia, harus ada pelayanan kesehatan "psikoseksual" yang khusus dirancang untuk para perempuan.
Sekitar 130 juta perempuan di seluruh dunia menjalani mutilasi genital juga dikenal sebagai "sunat." Praktik yang dijalani berabad-abad ini memotong sebagian atau seluruh klitoris dan labia seorang gadis, terkadang juga mempersempit lubang vagina. Hingga kini, sunat perempuan masih umum di beberapa negara, terutama di sub-Sahara Afrika.
Sudah lama diketahui bahwa sunat perempuan memiliki konsekuensi panjang, termasuk komplikasi persalinan, inkontinensia, dan gangguan psikologis. Wajar, mengutip Reuters, Kamis (18/10), beberapa studi menunjukkan kaitan antara mutilasi genital dengan disfungsi seksual. Laporan baru yang dipublikasikan oleh jurnal kebidanan dan ginekologi Inggris, BJOG tersebut menambah satu lagi bukti.
Para peneliti menemukan di antara perempuan Afrika yang berimigrasi ke Inggris, mereka yang alat kelaminnya dipotong mencetak skor sekitar 30 persen lebih rendah pada skala pengukuran persepsi kehidupan seks.
"Penelitian ini menunjukkan efek kuantitatif dari mutilasi alat kelamin perempuan terhadap kesejahteraan psikologis perempuan dalam hal kualitas kehidupan seksual," kata pemimpin peneliti Dr Stefan Andersson dari Universitas Pusat Rumah Sakit Manchester, Inggris. Dia menambahkan, kesenjangan bahkan terlihat di antara perempuan yang saat ini tidak aktif secara seksual
Penelitian ini melibatkan 110 perempuan di London yang beremigrasi dari negara-negara, seperti Somalia, Sierra Leone, dan Nigeria. Dari jumlah tersebut, 73 disunat ketika kecil.
Andersson mengatakan, tidak mungkin mengatakan para perempuan yang diteliti melaporkan kehidupan seksual yang buruk semata-mata lantaran efek fisik dari mutilasi genital. Bisa saja ada alasan lain, kata dia.
Para peneliti membuat perbandingan antara perempuan yang alat kelaminnya dipotong dan mereka yang pemotongannya tidak sempurna. Sebagian besar perempuan yang disunat berasal dari Somalia, yang praktik ini masih umum dibandingkan dengan kelompok pembanding, perempuan dari Nigeria yang relatif lebih sedikit melakukan sunat.
Jadi, peneliti melihat ada kemungkinan perbedaan budaya berperan dalam pandangan perempuan tentang kehidupan seks mereka.
Para peneliti juga mengakui bahwa mereka memiliki perasaan pribadi tentang mutilasi genital perempuan, yakni praktik bahwa itu berbahaya dan "harus diberantas."
Tetapi, temuan ini sejalan dengan apa yang sudah diketahui tentang efek abadi pada kehidupan perempuan akibat sunat.
Dan, Andersson menekankan, dengan makin banyak perempuan beremigrasi dari Afrika, dokter di negara-negara seperti Inggris harus siap membantu perempuan yang disunat mengatasi konsekuensinya. Secara khusus, kata dia, harus ada pelayanan kesehatan "psikoseksual" yang khusus dirancang untuk para perempuan.
Sumber : Reuters
__._,_.___
| Reply via web post | Reply to sender | Reply to group | Start a New Topic | Messages in this topic (1) |
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.
.
__,_._,___






0 comments:
Post a Comment