Advertising

Sunday, 3 February 2013

[wanita-muslimah] Kolom IBRAHIM ISA - EMPAT AWARDS UNTUK FILM INDONESIA + SANG PENARI+ YANG MENGUNGKAP PEMBANTAIAN MASAL OLEH TNI

 

*Kolom IBRAHIM ISA*
*Minggu, 03 Februari 2013**
---------------------------*

*EMPAT AWARDS Untuk Film Indonesia *

" *SANG PENARI" Yang Mengungkap Pembantaian Masal oleh TNI*

Beberapa hari yang lalu, sahabat-baikku Yanti, Dosen di Universitas
Hamburg, Jerman, menyampaikan (lewat Facebook) berita yang
*menyamankan*: Membikin hati ini lega!! Sesungguhnya, isi brita tsb,
*bukan berita baru lagi*. Tak jadi soal, mengenai waktu itu!

Yang penting ialah bahwa berita itu *BERITA MENYAMANKAN *bagi kita semua.

* * *

Yanti memberitakan bahwa dalam tahun 2011, sebuah film Indonesia
berjudul *"THE DANCER"*, bahasa Indonesianya "*SANG PENARI"*, merupakan
suatu *SUKSES BESAR*. Film *" Sang Penari" menggondol empat "awards"
*pada Festival Film Indonesia, dan tahun ini film tsb mewakili Indonesia
sebagai pembukaan, dalam seksi fim asing dari Academy Awards.

Sejak gerakan meggelora Reformasi dan Demokratisasi yang telah
menggulingkan rezim otoriter Orde Baru, dan melorot Presiden Suharto
dari jabatannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia,
-- berangsur-angsur, perlahan-lahan, sedikit demi sedikit pengetahuan
dan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai apa yang terjadi di sekitar
Peristiwa 1965, semakin bertambah. Pencerahan fikiran dengan
membanjirnya tulisan-tulisan dalam media dan buku-buku di sekitar
Peristiwa 1965, G30S, digulingkannya Presiden Sukarno oleh Jendral
Suharto, juga semakin meningkat, meluas dan mendalam.

*Film "Sang Penari" *yang dirilis tahun 2011, atas dasar buku penulis
*Ahmad**Tohari*dan disutradarai oleh *Ifa Ifansyah*, dua-duanya
tergolong generasi baru, merupakan sumbangan penting dalam pencerahan
selanjutnya menuju Pelurusan Sejarah kita.

* * *

Film *"Sang Penari"*, karya *sutradara Ifa Ifansyah* menunjukkan situasi
pasca tragedi 1965.

Film tsb menampilkan adegan- adegan pembunuhan masal ekstra-judisial
oleh TNI terhadap anggota-anggota PKI, dituduh PKI atau simpatisan PKI,
dan mereka-mereka yang dianggap pendukung Presiden Sukarno.

Ahmad Tohari, penulis buku novel *"Ronggeng Dukuh Paruk"* yang bukunya
diolah jadi flim, menyatakan bahwa sutradara film "Sang Penari", lebih
berani. ketika melukiskan pembunuhan masal tsb.

Kata Ahmad Tohari: "Novel ini saya tulis tahun 1980an. Saya takut jika
menulis lebih dari itu, -- bisa-bisa peluru menembus kepala saya".

Pada suatu kesemptan sutradara Ifa Isfansyah mengatakan: Ketika saya
dihubungi oleh produser untuk menyutradarai "Sang Penari", saya gembira
sekali. Menurut saya novel (Ahmad Tohari) itu kuat sekali. Saya fikir
akan baik sekali untuk mengemukakannya di publik yang lebih luas.

* * *

/"Alliance Française de Singapour", yang untuk seminggu lamanya dari
tanggal 21 sampai 25 Februari, 2012, mengadakan pekan kebudayaan
Indonesia telah memepertunjukkan film "The Dancer"./

"*Sang Penari"*(Edisi Inggris, *The Dancer, November 2011*) adalah
sebuah film drama Indonesia yang langka, karena berani mengungkap
keterlibatan aparat negara (TNI) dalam pembantaian masal pasca Peristiwa
1965. Film ini diadaptasi dari novel trilogi*Ronggeng Dukuh Paruk
(1982)*, karya *Ahmad Tohari*yang berasal dari Banyumas. Film "Sang
Penari" mengisahkan cinta tragis seorang pemuda dengan seorang penari
rongeng.

* * *

Film Sang Penari yang terinspirasi dari trilogi novel Ronggeng Dukuh
Paruk karya Ahmad Tohari tersebut mengisahkan kehidupan*Srintil*ronggeng
dari Dukuh Paruk pada era 1960an.

* * *

*SYNOPSIS:*

Dalam tahun 1953, dua orang pembuat tempe bongkrek di *Dukuh Paruk*,
sebuah desa kecil, *Banyumas*, secara keliru telah menjual tempe
bongkrek yang beracun. Tempe bongkrek yang beracun itu menimbulkan
korban banyak penduduk desa. Termasuk a.l seorang ronggeng yang
dihormati di desa. Penduduk desa menjadi panik dan timbul kerusuhan yang
menyebabkan produsen tempe bongkrek bunuh diri. Anak perempuan mereka,
*Srintil*, selamat dan dibesarkan oleh kakeknya, Sakarya.

* * *

Cerita cinta tragis ini terjadi di Jawa Tengah sekitar 1960-an.
*Rasus*adalah anggota TNI dari sebuah desa miskin. Awal cerita terjadi
ketika Rasus kembali dan menyusuri Dukuh Paruk, dan bertemu dengan
Sakum, seorang tunanetra yang memintanya untuk mencari seseorang bernama
*Srintil*. Cerita kemudian berkilas balik ke Dukuh Paruk dan hubungan
cinta antara Rasus dan Srintil.

Srintil dan Rasus yang sama-sama yatim piatu, adalah teman yang sangat
dekat sejak kecil. Rasus sendiri juga menyimpan perasaan cinta pada
Srintil. Dengan kondisi Dukuh Paruk yang kelaparan dan mengalami depresi
sejak kehilangan /ronggeng/. Srintil sendiri senang menari dari kecil.
Kemampuan menarinya ternyata seperti mengandung kekuatan magis yang
membuat Sakarya yakin bahwa Srintil bisa menjadi ronggeng.

Suatu hari Sakarya mendapat pertanda bahwa Srintil akan menjadi
/ronggeng/besar dan mampu menyelamatkan Dukuh Paruk dari kelaparan.

Sementara itu, seorang aktivis dan *anggota PKI, Bakar *tiba di Dukuh
Paruk dan meyakinkan petani Dukuh Paruk untuk bergabung dengan partai
komunis, untuk menyelamatkan wong cilik Dukuh Paruk dari kelaparan,
kemiskinan, dan penindasan para tuan tanah yang serakah.

Kepopuleran Srintil yang sampai ke Desa Dawuan, membuat Rasus, teman
kecil sekaligus orang yang mencintainya, tidak senang dan tidak nyaman.
Menjadi /ronggeng/ berarti bukan hanya dipilih warga dukuh untuk menari,
namun juga untuk menjadi "milik bersama".

Srintil harus melayani banyak lelaki di atas ranjang setelah menari.
Setelah keberhasilan Srintil menari di makam Ki Secamenggala, Srintil
harus menjalani ritual terakhir sebelum dia benar-benar bisa menjadi
/ronggeng/ yang disebut /Bukak Klambu/, di mana keperawanannya akan
dijual kepada penawar tertinggi. Hal ini mengecewakan Rasus, yang
mengatakan pada Srintil bahwa dia tidak senang dengan keputusannya
menjadi /ronggeng/. Srintil mengatakan bahwa dia akan memberikan
keperawanannya kepada Rasus, dan pada hari /Bukak Klambu/ mereka
berhubungan seks di sebuah kandang kambing. Malam itu juga, Srintil
berhubungan seks dengan dua "penawar tertinggi" lainnya dan menjadi
/ronggeng/ sejati.

Hancur hatinya, Rasus memutuskan untuk pergi dari Dukuh Paruk,
meninggalkan Srintil yang patah hati. Karena putus asa Rasus kemudian
bergabung dengan sebuah batalyon TNI yang bermarkas tak jauh dari Dukuh
Paruk, di mana ia berteman dengan Sersan Binsar yang juga mengajarkan
dia membaca.

Sementara itu, warga Dukuh Paruk yang dirundung kelaparan dan kemiskinan
mulai merangkul komunisme walaupun tidak paham tentang politik.
Sepeninggalan Rasus, grup ronggeng Dukuh Paruk makin berjaya, dan
politik juga mulai menjadi kehidupan Dukuh Paruk. Grup kesenian
/ronggeng/Dukuh Paruk yang termasuk Kartareja, Sakarya, Sakum dan
Srintil mulai sering diminta partai komunis dalam acara kesenian rakyat
agar bisa menarik massa.

Namun kemudian malapetaka politik terjadi di Jakarta tahun 1965, dan
karena kebodohan mereka tentang politik, warga dukuh Paruk pun ikut
terseret karena "keterlibatan" mereka dalam acara-acara kesenian rakyat
tersebut.

Setelah terjadinya G30S, Rasus dikirim oleh Sersan Binsar dalam misi
untuk "mengamankan" orang-orang partai komunis di daerah. Namun, ketika
giliran Dukuh Paruk tiba karena ikut terseret ke dalam pembantian masal
itu, Rasus bergegas kembali, meninggalkan rekan pasukannya ke kampung
halamannya untuk mencari dan menyelamatkan cintanya, Srintil. Cinta
mereka harus menghadapi akhir yang tragis di tengah-tengah situasi
tergelap dalam sejarah politik Indonesia.

Rasus menemukan Dukuh Paruknya telah hancur dan warganya telah hilang
seperti ditelan bumi, hanya menyisakan Sakum yang buta. Sakum meminta
Rasus untuk secepatnya mencari Srintil, namun pencarian Rasus akhirnya
sia-sia. Rasus tiba di sebuah kamp konsentrasi tersembunyi tepat pada
saat Srintil dan warga Dukuh Paruk dibawa oleh kereta pengangkut dan
menghilang entah ke mana.

Sepuluh tahun kemudian, Rasus berpapasan dengan seorang penari kumal
yang mirip dengan Srintil dan seorang penabuh /kendhang /buta yang mirip
dengan Sakum di Desa Dawuan. Rasus memberikan pusaka ronggeng Dukuh
Paruk kepada penari tersebut, dan penari tersebut berlalu meninggalkannya.

Rasus tersenyum, menandakan dia mengenali penari tersebut sebagai
cintanya, Srintil.

Film diakhiri dengan sang penari kumal dan si pemusik buta yang menari
dan menghilang di cakrawala.

* * *

*Gaya dan Tema*

"/Sang Penari/" menyinggng tema sejarah PKI di Indonesia, dengan fokus
saat PKI menyebarkan politik dan ideologi. Dan sekitar pembersihan yang
dilakukan tentara (TNI) terhadap PKI dan pengikut serta simpatisannya di
periode 1965-1966. Diduga telah jatuh korban beberapa ratus ribu sampai
sejuta lebih .

Film ini adalah film Indonesia ketiga yang bertemakan pembunuhan
tersebut, menyusul film "Pengkianartan G30S/PKI (1984)", dengan
sutradara Arifin C. Noer.

Ahmad Tohari kemudian mengatakan bahwa jika ia menulis tentang
pembunuhan tersebut seperti digambarkan dalam film, pemerintah rezim
Orba yang represif akan menembak dia.

Penghargaan

Film ini memenangi 4 Penghargaan Piala Citra di Festival Film Indonesia
2011 untuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik Ifa Isfansyah, Aktris
Terbaik, Prisia Nasution dan Aktris Pendukung Terbaik Dewi Irawan. Film
ini adalah film yang diajukan Indonesia untuk penghargaan Academy Awards
Ke-85 untuk kategori Film Bahasa Asing Terbaik.

(Bahan-bahan dari sekitar Synopsis, Gaya dan Tema, diambil antara lain
dari "The Jakarta Globe", Perkumpulan Perancis di Singapura, dan Wikipedia)

* * *

Sebuah komentar di s.k.Indonesia berbahasa Inggris, "The Jakarta Globe",
menulis a.l : Meskipun terdapat kekurangan-kekurangan dalam film "Sang
Penari", secara keseluruhan orang-orang Indonesia seyogianya
berterimakasih, bahwa akhirnya telah dibuat sebuah film yang memberikan
beberapa menit perhatian pada situasi sekitar pembunuhan massal 1965 .

Bahwa sementara pemuda-pemudi belasan tahun yang pada mulanya, sambil
tertawa kecil meninggalkan ruang pertunjukkan film dengan muka yang
terheran-heran, namun, akhirnya memulai diskusi-diskusi kecil, . . .
*itu pasti itu adalah suatu pertanda baik. *

"Sang Penari" menimbulkan harapan bahwa akan lebih banyak dari generasi
yang lebih muda yang berusaha untuk lebih baik memahami sejarah
bangsanya, betapapun gelapnya apa yang telah terjadi.

* * *

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.
.

__,_._,___

0 comments:

Post a Comment