yang jadi pertanyaan saya. kok ente sok benci belanda, tapi malah tinggal
di belanda yah. aneh bener sinyo satu ini :D tokoh pki yang lain juga
bukannya ngumpet di china atau rusia, tapi malah di belanda dan perancis.
kenapa kok bisa gitu yah ?
emangnya lagi jadi intelnya china atau rusia ?
kayaknya kok ndak ... tapi murni cari makan di negara kapitalis.
salam,
Ari
<http://papabonbon.wordpress.com>
2011/8/17 Mira Wijaya Kusuma <la_luta@yahoo.com>
> **
>
>
>
>
> ----- Forwarded Message -----
> From: Trikoyo <s.trikoyo@gmail.com>
> Sent: Monday, August 15, 2011 3:56 PM
> Subject: palu arit pak kiyahi haji muxhlas ayah MH Lukman Wk Ketua CCPKI
>
> •
> ·
>
>
> PALU ARIT- YA PALU ARIT YANG BANYAK KULIHAT DI FASEBOOK
> -
> ARIT PAK KIYAHI HAJI MUKHLAS AYAH MH. LUKMAN WK. KETUA CCPKI.
> Oleh :Tri Ramidjo.
>
> Aduh
> aduh aduh, untung sekarang ini bukan zaman orba Suharto, Kalau masih zaman
> Suharto apa jadinya ya. Aku bergumam
> mengucap terus tak henti-hentinya. Mengapa?
>
> Ya, aku sungguh tolol dan gak habis pikir.Di facebook di pojok sana, di
> bagian sini dan di mana-mana
> kulihat gambar kecil PALU ARIT. Gambar palu
> arit – palu dan sabit – simbulnya PKI yang berarti simbul
> persaatuan buruh dan tani. PKI, Acoma (Angkatan Comunis Muda) dan entah
> apa lagi selalu memakai
> simbul palu arit.
>
> Aku
> jadi teringat masa kecilku di Tanah Merah Digul tempat pembuangan ayahku
> Kiyahi Anom Dardiri
> Suromidjoyo (stb. No.108). Bukan ayahku itu yang kuingat tapi
> aku teringat mbah Kiyahi Haji Mukhlas yang tidak pernah lepas dari aritnya
> itu
> kecuali di waktu tidur.
>
> Wah
> wah wah, aku jadi harus cerita siapa mbah Kiyahi Haji Mukhlas ini.
> Dahulu
> ya dahulu dulu sekali kira-kira delapan puluh tahun lalu di kota yang tidak
> begitu besar TELGAL namanya tinggal
> di sana seorang
> kiyahi, Kiyahi Haji Mukhlas namanya. Beliau tidak sendirian sebab diantara
> saudara-saudaranya ada seorang diantaranya yaitu Kiyahi Haji Mohamad
> Ishak.
>
> Konon
> ceritabnya K.H.M. Iskhak adalah orang terkaya di daerahnya TEGAL tapi
> mereka itu sangat benci kepada
> kompeni atau penjajah Belanda. Untuk memuntahkan rasa bencinya kepada
> Belanda timbullah akalnya untuk meminta izin kepada kompeni Belanda untuk
> membuat rumah yang lantainya perak
> terbuat dari uang ringgit
>
> Ya,
> lantainya dari uang ringgit dan harga seringgit – satu ringgit adalah dua
> setengah gulden ( 2 ½ rupiah) dan di uang ringit itu tertera gambar ratu
> Wilhelmina dan crown atau mahkota
> kerajaan Belanda dengan tulisan je main tien… wah aku lupa namanya. Ya
> pokoknya uang ringgit yang berarti mahkota dan ratu Belanda Wilhelmina yang
> akan terijak-injak jika benar menjadi lantai dari ruangan rumah K.H.M.
> Ishak itu.
>
> Begitulah,
> pada suatu hari pergilah pak Kiyahi ini ke kantor gubernemen untuk meminta
> izin.
> Gubernemen atau pemerihtah Belanda tidak serta merta memberi
> izin tetapi bertangguh seminggu untuk memberikan izin itu.]
>
> Seminggu
> sudah berlalu dan datang lagi pak Kiyahi untuk menagih janji gubernemen.
> Gunerbenemen menerimapak Kiyahi dengan sangat ramah dan mengatakan, bahwa
> permintan izin itu diterima dan diizinkan untuk memasang uang ringgit
> sebagai lantai rumah.
>
> Senang sekali hati Kiyahi itu waktu itu.Tapi kata gubernemen Lantai
> beringgit itu boleh-boleh saja
> hanya memasangnya tidak boleh terlentang dan harus dimiringkan. Jadi dengan
> memasang miring gambar ratu Wilhelmina dan mahkota
> Belanda itu tidak terinjak kaki.
>
> Dengan
> bersungut-sungut pulanglah pak Kiyahi ke rumah. Beliau tak jadi
> memasang ringgit untuk lantai rumahnya
> sebab bayangkan berapa banyak ringgit yang harus dipasang kalau tidak
> boleh
> ditelentangkan.
>
> Konon
> ceriteranya di kota Tegal itu telah berdiri organisasi yang namanya Sarikat
> Dagang Islam yang
> dikemudian hari bernama Sarikat Islam.
>
> Sebagai
> pedagang besar K.H.M. Iskhak dan Kiyahi Haji Mukhlas tentu saja segera
> menjadi
> anggota dan karena aktif dan banyak iurannya kepada organisasi dengan suara
> bulat terplilihlah dua saaudara itu sebagai pengurus. Semua
> berjalan lancar tanpa hambatan. SR atau Serikat Rakyat makin banyak
> anggotanya dan kebencian terhadap penjajah makin hari tambah meningkat
> apalagi kaki tangan Belanda makin kejam dalam menunaikamn tugas menarik
> pajak.
>
> Kalau
> tadinya pajak hanya ditarik berupa uang semakin sehari penarik pajak makin
> ganas bukan menarik pajak berupa uang tetapi apa saja yang ada yang bisa
> mendjadi duit mereka ambil misalnya ayam, kambing dan bahkan nasi didalam
> periuk pun mereka ambil tanpa peduli apakah yang punya periuk sudah makan
> atau
> belum.
>
> Keadaan
> yang menggila ini membuat rakyat naik pitam dan pada tanggal 12 November
> 1926
> meletuslah pemberontakan rakyat di Jakarta, Banten dan tempat-tempat
> lainnya
> melawan ketidak adilan kolonialis Belanda.
>
> Tombak,
> parang, pentung, pisau, keris dan apa saja yang bisa dijadikan senjata
> mulai
> beradu melawan bedil senjata Belanda. Korban berjatuhan di sana-sini dan
> rakyat dengan gagah berani melawan kekuasaan serdadu-serdadu kumpeni
> Belanda. Rawe-rawe rantas malang-malang mutung, sekarang mati besok pun
> akan mati Belanda harus enyah dari bumi ini selama Belanda masih ada tak
> ada ketenteraman negeri
> ini.
>
> Semua
> mata, hati dan segalanya hanya tertuju kepada Belanda sebagai musuh dan
> musuh
> nomor satu adalah Belanda. Tak ada yang ingat bahwa yang
> salah adalah sistimnya bukan orang Belanda tapi sistim penjajahan itulah
> yang
> salah. Sistim sistim sistim, itu hanya dimenerti sebagian dari mereka
> yang berpendidikan dan sebagian besar rakyat hanya berpengertian Belanda
> harus
> dilawan dan haruns lenyap dari bumi Indonesia .
>
> Tegal kota pesissir itu juga tak luput dari pemberontakan rakyat. Tentu
> saja K.H.M. Iskhak dan adiknya K.H. Mukhlas ambil bagian dalam pembertakan
> itu. Sarekat Islam bukan hanya mengikut sertakan anggotanya tetapi
> yang bukan anggota pun ambil bagian dalam memberontak melawan Belanda.
>
> Karena perlawanan rakyat yang tidak seimbang dibidang
> persenjataan akhirnya setelah beberapa hari berlangsung pemberotakan rakyat
> itu
> walau pun telah meluas ke Sumatra dan pulau-pulau lainnya di Indonesia
> akhirnya dapat ditumpas
> dan dengan cap pemberotakan PKI perlawanan rakyat itu dapat di tumpas.
>
> Pimpinan-pimpinan pemberontakan apakah itu dari PKI, Serikat
> Islam dan lain-lain ditangkapi semua dan sebagian terbesar adalah dari PKI
> dan
> Serikat Islam dan Sarekat Rakyat.
>
> Belanda
> yang sejak Gubernur Jenderal De Graef pada tahun 1925 telah memerintahkan
> Kaptein Backing mencari tempat yang cocok untuk menginternir atau membuang
> para pembangkang Belanda itu agar
> membuat daerah jajahannya aman tidak diganggu para pembangkang. Daerah
> jajahan haru dibuat sedemikian rupa
> menjadi daerah yang in orde, yang aman tenteram tak ada ganguan apa pun
> atau daerah normal.
>
> Orang-orang
> yang melawan Belanda adalah orang-orang yang tidak normal yang mengganggu
> daerah normal yang harus bertempat tinggal terpisah dari tempat
> manusia-manusia yang normal yang
> tidak melawan Belanda. Nah dari sinilah timbul kata-kata
> "zaman normal dan zaman tidak normal".
>
> Demikanlah
> kapten Becking berhasil mendapat tempat yaitu di Tanah Merah Digul Papua
> di hulu Sungai
> Digul terdapat sebuah tempat yang sangat
> srtrategis tepisah dari mana-mana. Di
> sebelah utara ada hutan belukar yang kayunya saja lebih dari 20 metter
> tingginya dan penuh rawa-rawa sarang nyamuk malaria, sebelah selatan sama
> juga dengan
> utara disebelah timur seperti utara dan
> selatan ada kali atau sungai Fliy yang cukup lebar sedang di barat
> disamping hutan lebar juga ada sungai Digul yang sangat lebar dan dalam
> penuh ikan dan buaya yang cukup ganas.
>
> Dengan
> mengerahkan hukuman perantaian - orang hukuman perantaian adalah hukuman
> yang lebih 10 tahun kesalahan membunuh atau lainnya yang tidak mungkin
> keluar
> atau melarikan diri mereka inilah yang
> diperihtahkan membat hutan dan membuat barak-barak untuk persiapan
> pemberotak-pemberontak yang akan diasingkan.
>
> Pemberontakan
> rakyat 12 November 1926 akhirnya dapat ditumpas oleh kolonialis Belanda dan
> kapal demi kapal, sending demi sending diberangkatkan ke Tanah Merah Boven
> Digul. Berangkatlah sending pertama dari Batavia
> ( Jakarta ) Aliarkham dan rombongannya, menyusul
> sending ke dua dari Semarang
> dengan kapal perang Kruiser JAVA terdiri dari Kiyahi Anom Dardiri
> Suromidjoyo Stb.108 dan rombongannya dan menyusul sending-sending
> lain yang tidak kuingat lagi jumlahnya.
>
> KHM
> Iskhak dan KH Mukhas dari Tegal tentu saja ikut diinternir ke Tanah
> Merah Digul. KH Mukhlas tentu saja membawa keluarganya
> terdiri dari isteri beliau Nyi. Maimunah dan anak-anak
> beliau Akhwan, MH Lukman, Siti Rollah Syarifah
> dan Ali Mukafin.
>
> KH
> Mukhlas dan keluarganya ini tinggl di kampong "B" berdekatan dengan
> rumah Kiyahi Anom (ayahku), oom Ponco Pangrawit ahli gending, oom Kadirun
> bekas
> Kepala Stasiun di Kendal Kaliwungu, Tubagus Suleman keurmeester dari Serang
> Banten,
> oom Tugimin akli musik, Kiyahi Harun Alrasyid dan banyak lagi lainnya.
>
> Mbah
> Kiyahi Haji Mukhlas ini juga seperti Kiyahi-kiyahi lainnya sangat anti
> kepada Belanda dan
> sedikit pun tak mau tunduk atau bersikap mengalah. Tegar dan tetap berani
> dan
> menjadi kaum natura yang setiap bulan menerima ransom berupa bahan mentah.
>
> Sebenarnya takada yang istimewa yang perlu kukagumi. Tetapi melihat mata
> beliau yang sangat tajam dan ………….. arit tajam yang dibawanya itulah yang
> sangat
> lain dari yang lain. Kalau ayahku Kiyahi Anom tak pernah lepas dengan pisau
> belatinya yang sangat tajam dan pernah
> menghabisi seekor buaya kuning ganas, begitu jugalah mbah Kiyahi Haji
> Mukhlas
> ini yang tak pernah lepas berpisah dengan aritnyqa yang sangat tajam dan
> bisa
> untuk mencukur jenggot.
>
> Melihat
> gambar palu-arit yang berserakan di sana-sini dalam facebook yang kullihat
> setiap hari ini, teringatlah
> aku akan mbah Kiyahi Haji Mukhlas dengan aritnya yang sangat tajam, yang
> berani
> memenggal kolonial Belanda dan
> antek-anteknya.
>
> Nah
> itulah cerita singkat mbah Kiyahi Haji Mukhlas Ketua Sarikat Islam Tegal
> yang
> puteranya yang juga mewarisi keberaniannya tidak lain adalah MH Lukman
> Wakil
> Ketua CCPKI Yang hilang tak tentu rimbanya mati tak tahu kuburnya dihilang
> lenyapkan oleh orba Suharto yang tentu saja memakai kaki tangannya.****
>
>
> Tangerang, memperingati proklamasi 17 Agustus 1945.
> ----------------------------------------------------------
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
wanita-muslimah-digest@yahoogroups.com
wanita-muslimah-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/






0 comments:
Post a Comment