dear pak chodjim,
FPI secara sosiologis adalah wujud sayap militer dari diktator mayoritas.
saat belajar pancasila, kita diajarkan jalan tengah, jangan menjadi
diktator mayoritas ataupun tirani minoritas.
di sektor politik, umat islam merasa selama ini diinjak injak oleh negara
dan tentara
di sektor ekonomi, umat islam merasa diinjak oleh suku tionghua atau china
jadi ketika reformasi, ketika upaya pam swakarsa melindungi icon pak harto
yang menjelang reformasi nampak makin memberi angin pada kelompok hijau
gagal,
mereka ganti nama jadi FPI.
di sektor politik dan kemasyarakatan pakai nama pembela islam
derivat dari sesuatu yang dominan, mayoritas, dan tidak bisa diganggu gugat
saya kira secara logika, posisi yang diambil FPI enak sekali.
aparat negara baik sipil, militer, aparat penegak hukum seperti polisi,
tidak bisa mengganggu gugat keberadaan FPI. malah kalau mereka diganggu
mereka bisa menggalang dukungan massa dengan alasan islam disakiti.
posisi yang sedap untuk mengambil proyek parkir dan pengamanan di setiap
sudut kota,
secara ekonomi, masuk deh, ada klan baru yang terbentuk di sana.
legitimasi agama, sosial, ekonomi, semua ada. apalagi yang mau dicari ?
udah PW. posisi wenakkk pak, jadi FPI itu. :D
aman tenteram, sejahtera di dunia.
salam,
Ari
<http://papabonbon.wordpress.com>
2011/8/16 chodjim <chodjima@gmail.com>
> FPI itu tidak mengerti hukum Islam, tetapi hanya mengatasnamakan Islam.
> Perusakan harta benda orang lain itu --meski dalam keadaan perang
> sekalipun-- diharamkan dalam Islam.
>
> FPI tidak mengerti bahwa warung buka itu bukan untuk orang yang berpuasa,
> tetapi untuk mereka yang memang diizinkan tidak berpuasa, dan orang-orang
> yang bukan beragama Islam.
>
> Yang diizinkan untuk tidak berpuasa dalam agama Islam ialah:
> 1) Orang sakit.
> 2) Orang yang sedang bepergian.
> 3) Orang yang pekerjaannya berat.
> 4) Orang tua yang sudah lemah.
> 5) Orang yang karena alasan hamil/menyusui yang atas nasehat dokter ia tak
> patut untuk berpuasa.
> 6) Orang yang memang TIDAK KUAT untuk berpuasa.
> 7) Orang yang tidak termasuk dalam seruan Q. 2:183.
>
> Makanya saya pernah mebulis di WM ini bahwa "negara" dalam Negara harus
> dilenyapkan, karena hal ini yang bisa menjadi duri dalam kehidupan
> bernegara. Mengapa FPI tidak mengobrak abrik para koruptor yang sudah
> terbukti korupsi? Bukankah ini yang lebih baik? Orang buka warung adalah
> orang yang bekerja atau berusaha secara halal, koq malah diobrak-abrik!
>
> Wassalam,
>
> chodjim
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscribe@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejahtera@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelismuda@yahoogroups.com
Milis ini tidak menerima attachment.






0 comments:
Post a Comment